Cinta Naira

Cinta Naira
Rumah Abi Dan Ummi Attar


__ADS_3

Setelah semua santri sudah pulang, Naira menunggu Abi dan Ummi Khasanah keluar dari kantor.


"Naira, apa kamu menunggu kami?"tanya Abi sambil menutup pintu kantor.


"Iya Abi"sahut Naira.


"Naira, sejak kapan kamu menunggu kami?"tanya ummi Khasanah.


"Baru saja"sahut Naira.


"Yuk kita pulang ke rumah Ummi"ajak Ummi Khasanah sambil menggandeng tangan Naira.


Sekitar 25 menit,akhirnya Naira sampai dikediaman rumah Abi dan ummi Attar.


"Besar sekali rumah ini,seperti istana kerajaan"kata hati Naira saat memasuki halaman rumah.


"Silahkan masuk Naira"kata Abi sambil membuka pintu.


"Disana ada kamar tamu,kamu bisa tidur sana"kata Abi sambil menunjuk sebuah kamar didekat tangga.


"Terimakasih"sahut Naira.


"Naira, ini ada beberapa lembar baju untuk kamu, sepertinya bagus untuk kamu memakainya"kata ummi khasanah.


"Terimakasih banyak ummi"sahut Naira.


"Kalau begitu Naira ganti baju dulu"kata Naira sambil masuk kedalam kamar tamu.


  


Didalam kamar Abi dan ummi sedang beristirahat melepas lelah mereka, tiba-tiba Abi dan ummi mencium aroma masakan yang harum sehingga membuat perut mereka berbunyi.


"Siapa yang memasak?"tanya Abi sambil menatap ummi.


"Saya juga tidak tahu, yuk kita lihat ke dapur"kata ummi khasanah sambil berjalan keluar kamar.


"Naira, apa kamu yang memasak semua ini?"tanya Abi yang  melihat banyak makanan di atas meja.


"Iya Abi, Naira yang masak semuanya karena Naira bosen di dalam kamar"sahut Naira.


"Maafkan saya"kata Naira sambil menundukkan kepalanya.


"Tidak apa-apa Naira,kami malah senang"sahut Abi.


"Yuk, kita makan" ajak Ummi sambil duduk.


"Kamu masak apa?"tanya Abi.


"Saya masak Ikan nila goreng, Sayur asem, pepes jamur, brokoli telur puyuh dan Udang balado"sahut Naira.


"Enak sekali udang balado dan pepes jamurnya"sahut Abi.


"Betul, baru kali ini saya makan udang balado seenak ini"ucap ummi.


"Naira,belajar dari siapa?"tanya ummi.


"Belajar dari ibu"sahut Naira.


"Alhamdulillah, Abi sudah kenyang"kata Abi.


"Saya juga sudah kenyang"sahut ummi.


"Nanti jika makan malam, tolong ummi panaskan pepes jamurnya ya"kata Abi sambil meninggalkan meja makan.


"Naira,biar ummi saja yang mencuci piringnya"kata ummi khasanah.


"Tidak ummi, biar Naira saja"sahut Naira sambil membersihkan meja.


"Ya sudah, kalau begitu ummi ke ruang tengah dulu"sahut ummi sambil berjalan meninggalkan Naira.


Diruang tengah,Abi dan ummi sedang menonton Tv,tiba-tiba ponsel Abi berdering.


"Abi, telepon berbunyi"kata ummi sambil mengambil telepon yang berada di atas meja.


"Siapa yang menelpon?"tanya Abi.


"Attar yang menelpon"sahut Ummi.


"Cepat diangkat dan gunakan speaker"kata Abi.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum"kata Attar dari seberang sana.


"Waalaikumsalam"sahut Abi dan ummi Attar.


"Bagaimana keadaan Abi dan ummi disana?"tanya Attar.


"Alhamdulillah, Abi dan ummi baik-baik saja"kata ummi.


"Bagaimana keadaan kamu disana?"tanya Abi.


"Alhamdulillah, Attar baik-baik saja"sahut Attar.


"Maafkan saya, karena lama tidak menelpon Abi dan ummi"kata Attar.


"Iya, tidak apa-apa"sahut Abi.


"Abi, ini Naira bawakan puding cokelat sebagai makanan penutup"kata Naira sambil membawa piring kecil.


"Suara siapa itu?"tanya Attar.


"Suara Naira, Naira menginap dirumah Abi karena pamannya sedang berada di kota"sahut Abi.


"Ummi, apa boleh Attar berbicara sebentar dengan Naira?"tanya Attar.


"Boleh"sahut ummi.


"Naira, Attar ingin berbicara sama kamu"ucap ummi sambil memberikan telepon kepada Naira.


"Assalamu'alaikum"kata Attar.


"Waalaikumsalam"sahut Naira.


"Bagaimana kabar kamu disana?"tanya Attar.


"Alhamdulillah saya baik-baik saja"ucap Naira.


"Apa boleh saya bertanya?".


"Boleh, mau tanya apa?"tanya Naira sambil melihat Abi dan ummi sedang makan puding cokelat.


"Apa saya boleh meminang kamu?"tanya Attar yang membuat Naira kaget.


"Tidak apa-apa, kamu tidak menjawab pertanyaan saya, tapi nanti saya meminta jawaban dari kamu setelah saya pulang dari kota"sahut Attar.


"Iya, saya akan menjawabnya setelah kamu pulang dari sana"sahut Naira.


"Sudah dulu ya, saya mau ke kamar mandi"kata Naira.


"Assalamu'alaikum"kata Naira.


"Waalaikumsalam"sahut Attar sambil mematikan teleponnya.


  **********


Diruang meja makan,nampak Zainal,Fatimah,Lukman dan ibunya Naira sedang makan bersama.


"Dimana Firda,kenapa dia tidak ikut makan?"tanya Zainal.


"Firda masih didalam kamar,saya akan panggilkan Firda dulu"kata Fatimah sambil berjalan menuju kamar Firda


Tok..tok..


"Firda, yuk kita makan malam"kata Fatimah.


"Iya,kakak"kata Firda sambil membuka pintu.


Ketika Firda dan Fatimah sampai dimeja makan,tampak Zainal dan Lukman sedang asyik menyantap makanan.


"Dimana Nita dan Naira?apa mereka tidak ikut kesini?"tanya Firda sambil menatap kakak dan kakak iparnya.


“Nita dititipkan ke rumah ibunya Fauzan“sahut ibu Naira.


“kalau Naira dimana?“tanya Firda.


“Naira tinggal dirumah kakak“sahut Zainal sambil memandangi Firda.


“kenapa Naira tidak ikut kesini?“tanya Firda.


"Karena Naira tidak tahu bahwa neneknya meninggal"kata Zainal.

__ADS_1


"Kenapa Naira tidak tahu bahwa neneknya meninggal?apa kakak tidak memberitahukannya?"tanya Firda.


"Iya"sahut Zainal.


"Kenapa alasannya?"tanya Firda dengan nada tinggi.


"Firda, selesaikan makan kamu, nanti saya akan ceritakan semuanya"kata Lukman sambil menahan sakit.


    ********


Saat Azan berkumandang,Abi,ummi dan Naira segera mengambil air wudhu untuk sholat berjamaah,selesai sholat isya merekapun berkumpul diruang tengah sambil nonton Tv, tapi tiba-tiba ponsel Abi Attar berdering.


"Ada apa Abi?"tanya ummi yang melihat Abi Attar menutup teleponnya.


"Abi juga tidak tahu, tiba-tiba ayahnya Azizah memanggil Abi untuk datang ke rumahnya"kata Abi sambil menatap ummi dan Naira.


"Ya sudah,cepat Abi berangkat"sahut ummi.


"Assalamu'alaikum"sahut Abi.


"Waalaikumsalam"sahut ummi dan Naira.


"Naira, cepat kamu tidur nanti bangunnya kesiangan"kata ummi.


"Baik ummi"sahut Naira sambil berjalan menuju kamar.


Ketika Abi sampai dirumah ayahnya Azizah, Abi dipersilahkan masuk ke dalam ruang tamu oleh ayahnya Azizah yang bernama Sulaiman.


"Silahkan masuk" kata Sulaiman.


"Ada apa saya dipanggil kemari?"tanya Abi sambil duduk.


"Begini istri saya bertingkah aneh sekali, ia selalu meminta maaf berulang kali semenjak Azizah keluar dari rumah sakit" ucap Sulaiman.


"Takutnya istri saya sedang kerasukan roh jahat" kata Sulaiman sambil memandangi Abi.


"Apa sudah dibawa ke dokter?"tanya Abi.


"Sudah, dan kata dokter tidak terdapat penyakit apapun dalam tubuh istri saya" sahut Sulaiman.


"Apa boleh saya melihat keadaan istrimu?"tanya Abi.


"Boleh,silahkan ikuti saya"kata Sulaiman sambil membuka kamar.


Saat memasuki kamar, Abi melihat kamar itu berantakan, baju serta alat makeup yang berhamburan ke sana kemari. Di atas kasur nampak Ibu Azizah sedang ketakutan saat melihat Abi dan suaminya masuk kedalam kamar.


"Kamu kenapa?"tanya Abi sambil duduk di atas kasur.


"Maafkan saya, saya akan bertanggung jawab"kata ibu Azizah.


"Apa yang terjadi dengan kamu?"tanya Abi.


"Maafkan saya, saya akan bertanggung jawab"katanya.


"Dengan siapa, kamu akan bertanggung jawab?"tanya Abi.


"Mobil ada anak kecil" sahutnya.


"Haaaaaa haaaaaaa"


"Abi, bagaimana dengan keadaan istri saya?"tanya Sulaiman.


"Saya juga tidak tahu,apa yang terjadi dengan istrimu,tapi sebaiknya ada yang menjaga istrimu jangan ditinggalkan sendirian"sahut Abi.


"Baik Abi,tapi istri saya bisa sembuhkan"kata Sulaiman.


"Saya bukan dokter,tapi besok saya akan membawakan air untuk istrimu" sahut Abi


"Terimakasih"sahut Sulaiman.


"Rumah ini terasa panas, sebaiknya kamu rajin-rajinlah sholat lima waktu dan membaca Al-Qur'an setiap hari"kata Abi.


"Baik Abi,memang akhir-akhir ini saya jarang melaksanakan sholat lima waktu karena urusan diluar kota" sahut Sulaiman.


"Baiklah kalau begitu,saya pamit pulang dulu, Assalamu'alaikum"kata Abi.


"Waalaikumsalam"sahut Sulaiman.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2