
"Naira"panggil Abi dari ruang tengah.
"Ada apa?"tanya Naira.
"Paman dan bibi kamu sudah kembali,mereka ingin Abi mengantarkan kamu ke sana"sahut Abi.
"Baik Abi,Naira mengambil tas dulu"kata Naira sambil berjalan menuju kamar tamu.
"Abi,mau kemana?"tanya ummi yang melihat Abi berpakaian rapi.
"Abi mau mengantarkan Naira pulang,karena pamannya sudah kembali dari kota"kata Abi.
"Cepat banget pamannya kembali,ummi ingin Naira masih tetap disini"sahut ummi dengan muka sedih.
"Abi,Naira sudah siap"kata Naira sambil membawa tas dipunggung nya.
"Yuk,kita berangkat"ajak Abi.
"Assalamu'alaikum"kata Naira sambil mencium tangan ummi Khasanah.
"Waalaikumsalam"sahut ummi.
Ketika sampainya dirumah Zainal,Abi dan Naira dipersilahkan masuk kedalam ruang tamu.
"Paman,dimana bibi?"tanya Naira sambil melihat pamannya.
"Apa Naira rindu dengan bibi?"tanya Fatimah yang datang sambil membawakan nampan kecil yang berisi 4 gelas teh hangat dan kue bolu kukus.
" Iya, Naira rindu banget dengan bibi"sahutnya sambil memeluk Fatimah.
"Bibi juga rindu dengan Naira"kata Fatimah.
"Apa Naira tidak rindu dengan tante?"tanya Firda sambil keluar dari kamar.
"Tante Firda ikut dengan paman ya?"tanya Naira.
"Iya,tante ikut dengan pamanmu"sahut Firda.
"Dimana nenek?apa nenek juga ikut kesini ?"tanya Naira sambil melihat Zainal,Fatimah dan Firda.
"Nenek ikut dengan ayah dan ibumu"sahut Zainal.
"Jadi paman di kota bertemu ayah dan ibu"kata Naira.
"Iya"sahut Fatimah.
"Abi,apakah Naira disana merepotkan Abi dan ummi?"tanya Zainal.
"Tidak,Naira memasak untuk kami berdua"sahut Abi.
"Syukurlah, jika Naira tidak merepotkan Abi"kata Fatimah.
"Ada satu hal yang saya ingin bicarakan dengan bapak Zainal"kata Abi.
"Mengenai apa?"tanya Zainal.
"Mengenai Anggun"sahut Abi yang membuat Zainal dan Fatimah saling pandang.
"Ada apa dengan putri kami yang sudah meninggal?"tanya Fatimah.
"Begini saat bapak Zainal berada di kota..."
"Naira,apa benar bahwa ibu Azizah yang melakukan semua itu?"tanya Zainal dengan terkejutnya.
"Iya paman"sahut Naira.
"Terus bagaimana dengan keadaan ibu Azizah?"tanya Fatimah.
"Ibu Azizah sedang mengalami gangguan jiwa, dia dibawa ke rumah sakit untuk diobati" sahut Abi.
"Saya tidak menyangka bahwa semua ini akan terungkap juga kebenarannya"kata Fatimah sambil menangis.
"Akhirnya,kita mengetahui juga siapa pelaku menabrak mobil yang terjadi 12 tahun silam"kata Zainal.
"Semoga anak kita Anggun bisa tenang karena sudah menemukan pelakunya"sahut Fatimah.
__ADS_1
"Saya tidak bisa memutuskan apakah istri bapak Sulaiman akan dipenjara atau tidak, tapi keputusan ada ditangan bapak Zainal, dan lagi pula istrinya sedang dalam mengalami gangguan jiwa"kata Abi.
"Saya sudah memaafkannya, lagi pula anak kami juga tidak mungkin kembali lagi"sahut Zainal.
"Ya sudah, kalau begitu saya pamit undur diri dulu, Assalamu'alaikum"kata Abi.
"Waalaikumsalam"sahut Zainal.
*********
Saat malam hari,Zainal,Fatimah,Firda dan Naira sedang mengobrol diruang tengah sambil menonton televisi.
Tiba-tiba terdengar ketukan pintu.
Tok..tok..
"Siapa yang mengetuk pintu?"tanya Firda.
"Entahlah,saya akan melihatnya"sahut Zainal sambil berjalan menuju pintu depan.
"Assalamu'alaikum"kata Sulaiman.
"Waalaikumsalam,silahkan masuk"sahut Zainal.
"Terimakasih"kata Sulaiman.
"Ada perlu apa?"tanya Zainal.
"Begini, saya meminta maaf atas perbuatan yang dilakukan istri saya,yang telah membuat putri bapak Zainal meninggal"kata Sulaiman sambil menundukkan kepalanya.
"Saya sudah memaafkan istri bapak Sulaiman"sahut Zainal.
"Saya tidak menyangka bahwa istri saya menutupi itu semua sampai 12 tahun lamanya"kata Sulaiman.
"Iya,tidak apa-apa"kata Zainal.
"Saya siap bertanggung jawab atas kesalahan istri saya"sahut Sulaiman.
"Saya sudah memaafkan istri bapak Sulaiman, bagaimana dengan keadaan ibunya Azizah?"tanya Zainal.
"Istri saya dibawa ke rumah sakit jiwa"katanya.
"Saya takut dia melukai Azizah".
"Sekali lagi saya meminta maaf dengan sebesar-besarnya atas kesalahan istri saya"kata Sulaiman sambil menangis.
"Saya sudah memaafkannya"kata Zainal.
"Terimakasih,kalau begitu saya pulang dulu,kasihan Azizah sendirian dirumah, Assalamu'alaikum"kata Sulaiman.
"Waalaikumsalam"sahut Zainal.
Setelah Sulaiman pulang,Zainal kembali keruang tengah untuk menemui Fatimah,Firda dan Naira.
"Mas,siapa yang datang?"tanya Fatimah.
"Itu ayah Azizah meminta maaf atas kesalahan istrinya"sahut Zainal.
"Naira, cepat kamu tidur, besok kamu ke sekolah"kata Fatimah.
"Iya,selamat malam"sahut Naira sambil menaiki tangga.
*********
Sementara itu,dirumah Attar,Abi dan ummi sedang berada dimeja makan.
"Ummi kenapa?"tanya Abi sambil melihat ummi tidak berselera makan
"Ummi rindu masakan Naira"sahut ummi sambil menatap Abi.
"..."
"Abi,kenapa diam saja?"tanya ummi.
"Kalau ummi rindu masakan Naira, ummi bisa ke rumah bapak Zainal untuk makan bersama dengan Naira"sahut Abi.
__ADS_1
"Apa Abi mengizinkan ummi ke sana?"tanya ummi.
"Iya, Abi mengizinkan"sahut Abi.
"Terimakasih"kata ummi sambil berjalan menuju ruang tengah.
"Ummi mau kemana?"tanya Abi yang sudah selesai makan.
"Ummi mau menelpon Attar, ummi rindu dengan Attar"sahut ummi sambil menekan nomor Attar.
"Assalamu'alaikum"kata ummi.
"Waalaikumsalam"sahut Attar.
"Apa ummi mengganggu kamu?"tanya ummi.
"Tidak ummi,Attar sedang nonton TV"sahutnya.
"Attar, ummi kamu tidak berselera untuk makan"kata Abi sambil menatap ummi.
"Kenapa?apa ummi sakit?"tanya Attar dari seberang sana.
"Ummi kamu rindu dengan masakan yang dibuat Naira"sahut Abi sambil tertawa.
"Apa Naira sudah pulang?"tanya Attar.
"Iya,baru kemarin Naira pulang"sahut Abi.
"Kumpulkan uang yang banyak biar bisa melamar Naira"kata ummi sambil tertawa.
"Baik ummi"sahut Attar yang juga ikut tertawa.
"Jangan terlalu lama nanti keburu orang lain yang meminang Naira" ucap ummi.
"Tenang saja ummi,lima tahun lagi Attar akan meminang Naira"kata Attar sambil tertawa.
"Lama sekali"jawab ummi.
"Ummi, umur Naira masih 17 tahun,ya tunggu lima tahun lagi"kata Abi.
"Iya, ummi sampai lupa,kalau Attar dengan Naira hanya beda 2 tahun saja"sahut ummi.
********
Didalam kelas,Naira yang baru saja sampai,ia melihat Lusy yang sedang asyik membaca buku.
"Assalamu'alaikum"kata Naira.
"Waalaikumsalam"sahut Lusy.
"Dimana Azizah?apa belum datang?"tanya Naira.
"Belum datang"sahut Lusy.
"Assalamu'alaikum"kata Azizah yang baru masuk kelas.
"Waalaikumsalam"sahut Naira dan Lusy.
"Naira,maafkan atas kesalahan ibuku"kata Azizah sambil menatap wajah Naira.
"Iya, keluarga paman saya sudah memaafkan ibumu"sahut Naira.
"Terimakasih"kata Azizah.
"Bagaimana dengan keadaan ibumu?"tanya Naira.
"Ibu saya dirawat dirumah sakit"kata Azizah.
"Apa yang sedang terjadi dengan ibumu?"tanya Lusy.
"Ibu saya sedang sakit"sahut Azizah.
"Sakit apa?"tanya Lusy.
"Cuma sakit demam saja"sahut Naira sambil melihat Azizah.
__ADS_1
*Bersambung*