Cinta Pythagoras, Saranghae Om Duda

Cinta Pythagoras, Saranghae Om Duda
Pertengkaran Sky Dan Bee


__ADS_3

Senyum Sky menghilang setelah mendengar penuturan Bee. Sky juga bisa melihat amarah di mata Bee.


"Aku gak ngerti maksud mu. Rain, putraku mendekati Olin? Keponakan mu?" tanya Sky memperjelas.


Bee mengangguk dengan tatapan tajam. Dia tahu mungkin sikapnya terlalu berlebihan, tapi dia tidak punya pilihan lain.


Kini Sky yang tidak bisa berkata-kata. Dia tidak tahu menahu soal ini. Pantas saja dia melihat perbedaan pada Rain. Pria itu semakin bersemangat, cerita dan selalu tersenyum di setiap diamnya kala memandangi ponselnya. Jadi ternyata penyebabnya adalah Olin.


"Sejak kapan?" Akhirnya Sky pada akhirnya.


"Aku gak tahu pastinya. Yang jelas Rain sudah menggoda Olin. Aku tahu mungkin reaksi ku berlebihan, tapi aku minta maaf, aku tidak bisa membiarkan Rain bersama Olin," ucap Bee tegas.


Dia tahu mungkin setelah ini Sky akan memusuhinya, tapi dia akan terima resiko itu.


"Boleh aku tahu apa alasanmu menolak Rain? Apa yang salah dengan anak itu?" tanya Sky yang kini lebih serius. Ibu mana yang bisa terima anaknya dikatain oleh orang lain, meskipun itu sahabat sendiri.


Menurut Sky anaknya punya nilai jual. Banyak wanita yang ingin dekat dengan Rain. Tapi kenapa Bee malah menolak putranya. Kurang apalagi Rain, coba?


"Olin masih sangat muda, Sky. Dia masih harus meraih cita-cita. Aku punya impian besar untuk masa depannya. Lagi pula..."


"Lagi pula apa?" serang Sky tidak ingin menunggu.


"Lagi pula, Rain sudah duda."


Sky tersenyum menyeringai, tidak percaya kalau Bee akan mengatakan hal itu. Jadi, ini soal umur atau status, Rain? Kenapa Bee mempersoalkan status Rain yang sudah duda, sementara dia tahu apa yang terjadi hingga membuat Rain harus menikahi Gwen.


Tersinggung? Tentu saja. Rain adalah anak kesayangan dan kebanggaannya. Dia kenal dengan Rain, bisa menjamin karakter putranya itu, jadi dia tidak akan bisa terima kalau ada yang menganggap Rain sebagai pria yang tidak pantas bersanding dengan gadis mana pun.

__ADS_1


"Jadi, karena anak ku suda duda, kau menganggapnya tidak pantas bagi Olin? Aku tanya, apa salahnya dengan status itu? Kau sendiri tahu mengapa dia menikahi Gwen! Apa kau setidak punya hati itu memisahkan dua orang yang saling mencintai? Apa kau gak berpikir kalau Olin mungkin akan tersiksa karena kau memisahkan mereka?" Perkataan Sky jelas, dia tidak terima hanya anaknya yang dianggap menginginkan hubungan itu.


"Olin masih kecil, kalau bukan karena dipengaruhi, Olin pasti juga tidak mungkin suka sama pada pria yang jauh lebih tua darinya," jawab Bee masih memperdebatkan pernyataannya yang benar.


"Baiklah kalau begitu, aku pun tidak akan merestui hubungan ini. Mulai sekarang lakukan tugasmu, awasi Olin agar tidak mencari Rain lagi. Aku pastikan anak ku tidak akan menghubungiku Olin lagi!" Sky begitu marah dengan situasi saat ini, tidak terima anaknya dipojokkan, jadi memilih untuk bangkit dan pergi meninggalkan Bee.


***


"Mama kemari? Ada apa?" tanya Rain berdiri dari kursinya, mendatangi Sky yang sudah berada di ruangannya.


Wanita itu terus menatap putranya, lalu tanpa berkata apapun melangkah masuk dalam pelukan Rain, memeluk putranya dengan erat. Kesesakan hatinya terlalu berat. Dia mengingat setiap kejadian yang dia lalui bersama Rain kecilnya, begitu berat, jadi tidak ada seorangpun yang bisa memandang rendah putranya!


"Mama perlu bicara denganmu!" seru wanita itu tegas, mengambil tempat di salah satu sofa tamu di ruangan kerja Rain. Dadanya masih bergemuruh oleh amarah jika mengingat semua perkataan Bee. Ditatapnya Rain yang tengah berdiri di depannya yang juga melihatnya.


Anaknya begitu tinggi, dengan tubuh berbentuk sempurna, dengan bisep dan dada bidang dalam balutan jas slim fit yang membuat penampilan semakin memukau. Sky berani meletakkan kepalanya sebagai jaminan, kalau putranya itu sangat diinginkan banyak gadis, jadi beralasan kalau dia marah oleh ucapan Bee yang seolah merendahkan Rain.


Sky yang belum menjawab, membuat Rain duduk di sampingnya, menggenggam tangan wanita yang sudah melahirkannya itu.


"Mama..,"


"Mama tidak ingin kamu berhubungan lagi dengan Olin!"


Jedar!


Kalimat itu meremas hatinya seketika. Sakit, dan perih. Rain masih menatap wajah ibunya dengan kening berkerut, masih belum bisa mencerna kejadian yang terjadi.


"Ta-tap kenapa, Ma? Mama tahu dari mana kalau kami berhubungan?"

__ADS_1


"Gak penting dari mana, yang perlu kamu lakukan adalah putus dan menjauh dari Olin. Mama tidak merestui hubungan kalian!"


"Tapi, Ma-"


"Gak pakai tapi. Kalau kamu sayang sama Mama, kamu harus nurut!"


Hanya itu yang dikatakan Sky, tentu saja dengan bersimbah air mata, lalu pergi dari ruangan Rain meninggalkan segenap tanya yang menyiksa.


Tampaknya hari itu menjadi hari yang berat bagi Rain. Sesaat setelah Sky pergi, berganti Bee yang datang menemuinya.


"Tante, ada yang bisa aku bantu?" tanya Rain ramah. Tapi melihat wajah Bee yang tidak bersahabat, Rain yakin kalau keramah-tamahannya tidak akan berarti dan mampu melembutkan hati Bee.


"Tentu saja kau bisa bantu. Jauhi Olin! Kau sudah berjanji pada Tante, kalimat mana lagi yang gak kau mengerti dari ucapan Tante, Rain?" hardik Bee tidak ingin buang waktu.


Tubuh Rain mematung, diam mendengarkan semua ucapan Bee. Barulah dia sadar, kalau tangis dan penolakan ibunya terhadap Olin karena kedua wanita itu sudah saling bicara.


"Tapi apa Tante sudah bertanya pada Olin, apakah dia sanggup berpisah dengan saya?" tanya Rain kini mulai tegas. Dia paling tidak bisa melihat ibunya menangis, dan Bee sudah melakukannya. Harga diri keluarganya diinjak-injak. Dia mencintai Olin, itu benar, tapi apa itu salah? Bukan kah mereka juga harus menghargai perasaan Olin?


"Kamu tidak perlu khawatir akan hal itu. Tante yang akan mengurusnya. Tante mohon, ini demi kebaikan Olin, kamu gak cocok untuk Olin."


Menyakitkan sekali perkataan Bee, tapi wanita itu hanya peduli pada Olin dan martabat keluarga mereka.


"Rain," Bee mendekat dan menggenggam tangan pria itu. "Tinggalkan dan lupakan Olin. Kau bisa mendapatkan gadis yang lebih baik dari Olin. Dia masih kekanak-kanakan. Bolehkah Tante berharap kalau kali ini kau bisa dipercaya? Lihat saja, gara-gara hubungan kalian, persahabatan Tante dan Mama kamu juga sudah hancur. Jangan sampai semua semakin berantakan. Pergi, cari Olin, katakan padanya kalau kau ingin putus, dan setelah kau melakukan hal itu, Tante akan minta maaf pada Mama kamu," ucap Bee meneteskan air mata.


Sebenar dia sangat menyesal telah membuat Sky tersinggung dan sakit hati padanya. Tapi dia sungguh tidak punya pilihan lain.


"Baiklah Tante, kalau itu yang Tante mau. Aku akan menemui Olin dan memutuskan hubungan kami!"

__ADS_1


__ADS_2