Cinta Pythagoras, Saranghae Om Duda

Cinta Pythagoras, Saranghae Om Duda
Kisah Sedih


__ADS_3

Setelah memastikan dari balkon kamarnya, gadis itu sudah keluar dari rumahnya berlari dengan beberapa kali menghapus air matanya, Rain kembali pada Cheril, teman kuliahnya.


"Lepaskan.." perintah Rain kasar.


"Rain.." tanya Gadis itu tidak mengerti.


"Gue bilang lepaskan cincin itu"


"Tapi tadi kamu bilang ini boleh buat aku" ucap nya manja. Mendekatkan tubuhnya pada pria itu. Tanpa perasaan Rain mendorong tubuh Cheril lalu bangkit dari duduknya.


"Kembalikan!" perintahnya membuka tangan ke hadapan gadis itu. Meminta sesuatu yang kini tengah menghias jarinya.


"Rain.." wajah Cheril pucat.


"kembalikan" teriaknya menggelegar.


Cheril ketakutan. Dengan cepat membuka cincin itu dari jari nya dan menyerahkan pada Rain. "Semua nya..!" hardik nya lagi melirik kotak yang ada di tangan Cheril yang lain.


"Rain..kamu kok gitu? kenapa kamu bersikap kasar sama aku?"


"Lebih baik lo pulang sekarang juga. Nih.." Rain melempar segepok duit merah ke samping Cheril.


Rain tahu gadis itu tergila-gila padanya. Sebulan setelah resmi jadi mahasiswa, Cheril yang beda fakultas dengan nya mendekati Rain. Penuh pesona dan daya tari tubuhnya, Cheril menebar pesonanya di setiap melihat Rain berada.


"Rain, beneran Lo ga s*nge sama tu cewek? semok banget loh" bisik Exel saat melihat gelagat Rain yang risih.


"Diam lo xel! teman t*i emang lo ya. Lo minta Rain mengkhianati Gwen?" seru Kai kesal melihat tingkah Exel yang mirip penjahat kelamin.

__ADS_1


Mendengar nama Gwen, satu ide muncul di benak nya. Rain ingin membuat gadis itu cemburu, ingin melihat sejauh mana gadis itu bisa menyangkal rasa cinta nya.


Maka jadi lah, dalam waktu seminggu itu Rain membawa Cheril ke rumah nya. Hari pertama, rencana Rain gagal total karena Gwen tidak datang ke rumah, dan Cheril yang merengut kesal karena selama empat jam dianggurin oleh Rain diminta pulang.


Baru lah pada haru ketiga, Rain yang sudah memperkirakan waktu Gwen pulang sekolah, dan mengajak Cheril untuk ke rumah nya kembali. Saat Rain memantau dari balkon rumah nya melihat Gwen yang datang menuju rumah nya, segera turun menemui Cheril yang sudah satu jam di biarkan duduk sendiri di ruang keluarga.


Tepat saat Gwen sudah hampir mendekat, Rian memulai aksinya. Mendekap Cheril tiba-tiba. Gadis itu tentu saja terpekik gembira, tak menyangka akhirnya Rain mau menyentuhnya.


Rain bisa melihat luka itu di mata Gwen. Gadis itu terluka saat melihat nya bersama Cheril tapi saat besok nya menunggu Gwen datang mencarinya, harapan nya sia-sia. Gwen masih tak ingin kembali padanya.


Merasa serangannya masih belum kena sasaran, Rain kembali mengajak Cheril. Seperti hari sebelum nya, Rain tetap memantau dari balkon. Menyesap minuman kaleng green sand sembari memantau rumah di depan sana.


Begitu melihat Gwen keluar rumah menuju rumahnya, Rain lalu menarik Cheril untuk masuk ke kamar nya. Setelahnya adegan yang menyakitkan hati itu pun di pertontonkan. Yang tidak di sadari Rain, gadis itu mencari nya ternyata untuk mengembalikan cincin yang dulu dia buang saat melihat Gwen bersama Aldo.


Melihat kotak itu, mengingatkan Rain pada perselingkuhan mereka, hingga amarah nya berkobar, dan melakukan sandiwara bodoh nya.


Sedikitpun Rain tidak memiliki perasaan pada Cheril. Hatinya hanya di penuhi oleh Gwen hingga tak mungkin orang lain bisa masuk.


Hingga muncul satu ide untuk mengirim mata-mata ke sana. "Lan, nih buat lo" ucap Rain yang masuk ke dalam kamar Bulan tanpa permisi.


"Apa ini bang?" dengan antusias Bulan membuka tote bag nya. Namun setelah melihat isi di dalamnya, senyum cerianya menghilang.


"Kok minuman gini sih bang? aku mana suka. Ga ada yang suka minuman gini di rumah" rungut Bulan.


"Ya udah buang aja.." ucap Rain datar.


"Sayang dong masa di buang sebanyak ini. Eh, tapi tunggu dulu, kayak nya pernah deh lihat kak Gwen minum gini di rumah nya. Ada soal nya aku lihat stok di kamar nya" seru Bulan gembira.

__ADS_1


Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Rain keluar dari kamar itu sembari senyum melengkung di bibirnya.


Kini saat semua sudah di lakukan nya, tapi tidak mendatangkan hasil apa pun, Rain merasa semakin terpuruk. Tidak mengerti harus dengan cara apa lagi untuk mendapatkan Gwen kembali.


Dua hari sejak kejadian itu, mereka sama sekali tidak bertemu. Saat Sky merayakan ulang tahun nya dan mengundang Gwen, dengan lembut gadis itu menolak untuk hadir dengan alasan sudah janji pada ayah nya untuk makan malam bersama di luar.


Rain sadar penolakan Gwen karena tidak ingin bertemu dengan nya. Hanya dari Bulan lah Rain bisa mendapat kabar tentang Gwen.


"Kak Gwen udah punya cowok ya bang?" tanya bulan malam itu. Rain yang sedang menatap layar laptopnya, menjadi terganggu. Pura-pura cuek tidak perduli tapi rasa ingin tahu nya bahkan ingin mengguncang tubuh Bulan agar segera bercerita.


"Hmm..yang gimana cowok nya? emang kapan lo lihat?"


"Barusan. Cakep deh. Ngejemput kak Gwen. Kak Gwen cantik deh" ucap Bulan yang tanpa sadar sudah membuat Rain kebakaran jenggot.


"Maksud gue, ciri-ciri cowok itu gimana?" desak nya menutup laptop dengan kasar. Bulan bahkan sempat mengkerut kan keningnya bingung, kenapa Abang nya begitu perduli. Yang dia tahu selama ini mereka hanya sahabat dekat bukan pacar. Lagian setahu Bulan Abang nya punya selera tinggi hingga belum pernah sekalipun pacaran dengan gadis mana pun.


"Malah bengong. Ayo ngomong Lan, ciri-ciri nya gimana itu cowok?!"


"Tinggi, putih cakep. Ditangan nya ada tato bentuk bunga mawar" terang Bulan yang menggambarkan sosok Aldo.


Dengan kesal, Rain menendang meja belajarnya dengan keras hingga Bulan terkejut dan buru-buru keluar.


"Br*ngsek.." umpat nya geram. Alhasil hingga mobil Aldo belum juga terlihat di depan rumah Gwen, Rain tidak beranjak dari balkon.


Sebungkus rokok, berkaleng minuman rendah alkohol pun ditenggaknya mendinginkan kepalanya yang terasa berat dan panas.


Pukul sepuluh malam, Rain melihat keduanya turun dari mobil. Rain juga melihat bagaimana Ane menyambut Aldo ramah.

__ADS_1


"Mana katanya mau konsentrasi belajar? ga usah dulu pacaran? bulshit! penipu semuanya!" umpat nya meremas kaleng minuman dan mencampakkan nya ke sembarang tempat.


Kalau menuruti keinginan hatinya, Rain ingin sekali berlari ke sana, mencekik Aldo hingga mati agar tidak bersama Gwen lagi. Tapi jika itu dia lakukan, bukan kah akan membuat Gwen semakin membenci nya?


__ADS_2