Cinta Pythagoras, Saranghae Om Duda

Cinta Pythagoras, Saranghae Om Duda
Empat sekawan


__ADS_3

Berjalannya waktu, keempat devil akhirnya tahu kalau Rain dan Gwen sudah pacaran. Hanya Deri yang terkejut akan berita itu. Bahkan ekspresi nya saat si konfirmasi ke Rain dan di benarkan yang bersangkutan, membuat Kai terbahak.


"Tawa Lo nyet, ga sedih gitu lo? ga sakit hati mantan lo pacaran sahabat lo sendiri?" ucap Deri hingga berdiri dari duduk nya pada Kai. Hanya ada mereka berempat di lapangan saat itu.


Hanya hanya menjawab dengan tawa dan gelengan. Terkesan munafik, karena jelas di hatinya memang masih ada Gwen. Tapi dia lebih memilih untuk mengalah, asal Gwen bahagia.


"Jadi karena sekarang lo semua udah pada tahu, gue harap lo berhenti ya buat godain dia" ucap Rain serius.


"Idih, kapan kita godain Gwen?" delik Exel. Hanya saja pria itu tidak ingat, pernah suatu hari Rain tak sengaja mendengar Exel mengajak Gwen nonton selepas putus dari Kai. Tapi dengan cepat di tolak Gwen.


"Ga usah berlagak lupa deh lo pernah ngajak dia nonton" serang Rain.


Deri dan Kai serentak tertawa, merasa lucu melihat wajah Exel yang memucat. Dirinya tak menyangka kalau saat itu Rain mendengar ajakan nya.


Dia pikir tidak salah mengajak Gwen, toh saat itu Gwen sudah bukan pacar Kai lagi.


"Lo juga Kai, gue tahu lo masih ada rasa sama Gwen, tapi lupain! move on lo. Noh masih banyak cewek yang mau sama elo" seru Rain memperingatkan.


Kai hanya kembali tertawa. Ingin rasanya menggoda Rain sekedar untuk melampiaskan rasa sedih nya mengetahui mereka kini sudah resmi pacaran, tapi Kai tidak melakukannya. Karena memang dia belum bisa menghapus Gwen dari hati nya.


Hari-hari Gwen kini penuh dengan tawa dan kebahagiaan semenjak pacaran dengan Rain. Dengan setia dia akan selalu menemani pria itu latihan sehabis pulang sekolah.


Tara juga ada di sana. Mereka masih tetap jadi sahabat baik. Bahkan Tara sudah memastikan kalau dirinya tidak lagi menyukai Rain.


"Yang benar aja Tar, secepat itu?" tanya Gwen tidak percaya ketika Tara bilang sudah menyukai orang lain.


Tapi apa yang dia katakan benar adanya. Sudah dua hari ini perhatiannya tersita oleh seseorang.


"Siapa?" sosor Gwen.


"Bad boy sekolah kita" seru nya sumringah.


Sejenak Gwen berfikir. Siapa pria yang Tara maksud. Predikat bad boy sekolah jelas masih di pegang oleh empat Devil. "Salah satu anggota four Devil?"

__ADS_1


"Bukan lah..manusia- manusia bedebah itu, mana mungkin. Dulu juga gue suka Rain karena beda sama yang lain. Pendiam menggemaskan" sahut Tara masih senyam-senyum.


"Terus siapa dong?" Gwen makin penasaran.


"Aldo.."


Nama itu membuat wajah Gwen jadi pias. Dulu saat mengetahui Tara menyukai Rain, sementara dia pun begitu, membuat hati nya merasa tidak enak pada Tara. Takut melukai persahabatan mereka. Dan sekarang saat semua sudah berjalan baik, Tara sudah merestui mereka, kini gadis itu justru tertarik pada pria yang juga menyukai Gwen.


"Kenapa muka lo? sakit lo?" tanya Tara panik. Meletakkan punggung tangannya di kening sahabatnya.


"Bukan.."


"Terus kenapa lo?"


"Huaaaa... please Tar lo jangan marah sama gue. Jangan benci gue. Jangan tinggalin gue" tangis Gwen pecah. Tangis ala anak-anak yang di marahi ibunya ketika ketahuan berbohong.


"Hei..lo kenapa, gue bingung nih. Diam deh Gwen. Benar-benar cengeng nih cewek. Gue panggil pacar lo deh ya" ucap Tara menghapus air mata Gwen yang berserakan di pipi dengan telapak tangannya.


"Ok, gue ga nangis lagi" Berikutnya Gwen berusaha mengatur nafas nya lalu memandang Tara. Hati mencelos.


"Iya.."


"Jangan tinggalin gue"


"Iya.."


"Tetap sayang sama gue"


"Lo cerita sekarang atau gue tabok! kesal banget, mau ngomong ribet amat" salak Tara. Harus bagaimana lagi dia menyakinkan Gwen kalau dirinya tulus berteman dengan gadis itu!


"Jangan marah.." ucap Gwen menggengam tangan Tara. Jika ada yang melihat.mereka sekarang, pasti akan dianggap pasangan lesbong.


"Buruan Gwen..gue penasaran. Lo lamain beneran marah gue ya"

__ADS_1


"Ya udah, gue cerita" Gwen tarik nafas panjang, sebelum melanjutkan kalimatnya. "Lo suka sama kak Aldo. Tapi dia pernah nembak gue, kita juga pernah jalan bareng.." Tatapan mata Tara yang membulat membuat Gwen menghentikan ucapannya. Rasa takut muncul. Debar jantung nya juga berdetak cepat. Sakit.


"Lo udah janji kan ga marah" genggaman tangan Gwen semakin erat.


Hufffh.."kenapa semua cowok yang gue suka, malah suka sama elo sih?" rungut nya kesal. Tapi hanya sebatas itu. Tara Caroline hanya bisa kesal dan marah pada Gwen, tapi tidak akan bisa membenci sahabatnya itu.


"Tapi gue ga suka kok sama dia. Gue juga udah nolak. Kita juga jalan waktu itu ga sengaja ketemu di Mall. Lo juga belum sekolah di sini" terang Gwen panjang lebar. Berharap semoga penjelasannya bisa menenangkan Tara.


"Beneran lo ga suka dia?" Tara memastikan.


Gadis itu mengangguk dengan kesungguhannya.


"Mmm..berat nih gue" ucap Tara seolah berfikir.


"Gue yakin lo pasti bisa dapatkan kak Al" ucap Gwen menggosok-gosok kan punggung tangan Tara ke pipi nya.


"Lo dukung gue ya. Gue beneran suka sama dia. Malah lebih besar dari rasa suka gue ke Rain"


"Pasti sayang..pasti gue dukung. Sini peluk" ucap Gwen merentang tangannya. Tara tersenyum dan ikut melakukan tingkah konyol mereka.


"Kalian lagi ngapain? Lo jangan ngajak cewek gue pindah jalur ya. Kalau mau ga normal, lo aja sendiri" hardik Rain berdiri di samping mereka yang sedang asik saling berpelukan.


"Hufh! raja kegelapan lo datang tuh!" ucap Tara melerai pelukan mereka.


"Hai kak.." sapa Gwen melambaikan tangan nya.


"Ngapain peluk-peluk dia?" seru nya kesal. Rain cemburu. Seminggu pacaran, Gwen lebih sering menghabiskan waktu bersama Tara. Alasan Gwen, karena takut sama Fans Rain yang nanti nya akan merundung dia kalau sampai tahu mereka pacaran.


Jujur, Gwen sendiri pun masih belum percaya dirinya kini pacaran dengan Rain, idola sekolah. Gwen bahkan meminta untuk merahasiakan hubungan mereka dulu, yang tentu saja di tentang Rain. Hal pertama yang langsung bersarang di kepala nya adalah Gwen tidak ingin melukai hati penggemarnya, dan itu buat dia meradang.


"Ngapain lo takut sih, ga percaya sama gue?"


"Bukan gitu, maksud aku.." Gwen menunduk.

__ADS_1


"Terserah lo deh, asal lo nyaman" Rain hanya bisa mengikuti kemauan Gwen untuk tetap bersikap biasa di sekolah, memberi waktu agar dirinya siap atas hubungan mereka jika diketahui anak-anak lain.


"Lakik lo Sarap Gwen. Heh, lo mungkin pacar dia, tapi gue sahabatnya. Dasar bucin gila!" Tara berlalu pergi. Untuk menambah kekesalan Rain, Tara menarik wajah Gwen mendekat padanya, lalu mencium pipi gadis itu!


__ADS_2