Cinta Sang Mafia Kejam

Cinta Sang Mafia Kejam
BAB 21


__ADS_3

Calvin mengeraskan rahangnya, emosi yang dia tahan seakan meledak seketika.


" Berikan pistol kesayanganku sekarang!!" Ucap Calvin dengan tatapan dingin.


Kemudian salah satu anak buahnya maju kedepan dengan membawa sebuah kotak dan menyerahkannya pada Calvin.


" Ini tuan " ujar anak buah Calvin dengan menunduk.


dor dor dor dor..


Dan seketika terdengar erangan dari ke empat tawanan mereka,karena tembakan Calvin yang melesat pas pada setiap betis kaki mereka.


Dengan amarah yang memuncak,karena mereka dengan lancangnya masuk ke daerahnya dengan sangat berani.


Darah segar menetes di lantai dasar dan membuat Fung yang mencium bau darah, seketika mengaum dengan keras.


Ke empat pria itu hanya meringis kesakitan dan memohon ampun.


" Tolong ampuni kami tuan, kami hanya di suruh oleh mereka, tolong tuan ampuni kami "


Alland berbalik dari hadapan tawanannya.


" Bakar mereka hidup-hidup,"


Ke empat sahabatnya mengangguk dengan patuh,kemudian memerintahkan anak buah mereka untuk memindahkan para bedebah itu, di salah satu tempat pembakaran. Karena jika ada musuh atau orang yang berkhianat akan di bakar di ruangan khusus itu.


Mendengar jika mereka akan di bakar, Ke empat pria itu menjadi sangat takut, dan tak habis-habisnya mereka memohon ampun pada Calvin.


Kini mereka di seret dengan kasarnya dan di ikat dalam satu tiang bersamaan, dan setelah itu,anak buah Calvin kemudian menyiramkan bensin ke seluruh tubuh mereka.

__ADS_1


Calvin kemudian kembali memerintahkan ke empat sahabatnya untuk membakar mereka, dan orang yang paling excited adalah Andreas, karena dia orang yang paling senang dengan hal-hal seperti ini, bagai seorang psikopat yang haus akan darah dan tubuh manusia-manusia jahat.


Api menyala dengan dahsyatnya dan suara ke empat pria itu terus memohon ampun,tapi tak membuat hati seorang Calvin Rodriguez menjadi tergetar dengan suara sayatan mereka.


Setelah menyaksikan para bedebah itu menjadi abu dan tulang belulang, Calvin kemudian meninggalkan tempat itu bersama sahabat-sahabatnya.


" Malam ini lakukan penyerangan, siapkan segalanya karena aku tak mau terjadi kegagalan, dan jika hal itu terjadi,!! maka tubuh kalian ber empatlah yang akan menjadi jaminan ya, dan perintahkan anak buah kita untuk menjaga mansion ku," ucap Calvin dengan tatapan dingin.


Mereka kemudian mengangguk,dan kembali mengatur strategis, Bara kemudian memerintahkan anak buah pilihannya yang akan mengikuti mereka nantinya.


Dan Calvin, pria itu hanya duduk diam dengan wajah misteriusnya, memperhatikan segala sesuatu yang sedang mereka rencanakan. Karena dia sendiri ingin melihat sampai dimana kemampuan mereka.


" Semua sudah selesai " ucap Ariion.


Calvin berdiri dari kursi kebesarannya, " kita berangkat sekarang !!"


Kini kelompok Calvin melajukan mobilnya ke arah pabrik senjata,yang sedang di jaga oleh musuhnya.


" pasangkan earphone kalian semuanya,dan ikuti perintah bos Calvin nanti, mengerti !!" ucap Ariion tegas.


" Baik tuan !!" ucap mereka kompak.


" Bagus, silahkan kalian kepung wilayah ini.!!"


Mereka kemudian berpencar di arena yang sudah di tentukan.


Milton yang melihat anak buah mereka sudah berada di tempat masing-masing, dia kemudian memberi kode pada Andreas, Kemudian mereka berdua masuk secara perlahan di dalam pabrik, dengan menyamar sebagai penjaga di situ.


" Lakukan dengan sebaik mungkin Andreas !'' ucap Milton memastikan.

__ADS_1


Setelah mendapat anggukan, mereka berdua kemudian masuk melalui celah yang sudah di ketahui sebelumnya.


Milton yang melihat jika Mafia dari musuh mereka sedang bersantai, kemudian menggunakan kesempatan itu sebaik mungkin.


Mereka berdua kemudian memasangkan bom di tempat-tempat para musuh mereka.


Dan setelah selesai,Milton menyuruh Andreas untuk keluar dari area itu.


Dan setelah memastikan pekerjaan Milton dan Andreas telah selesai, dan kembali ke mobil.


Kini giliran Bara dan Ariion serta dia anak buah mereka,untuk masuk ke dalam pabrik persenjataan elit, dan mengamankan senjata-senjata itu.


Karena kepintaran mereka berdua,hingga tak ada satupun yang menyadari tentang keberadaan mereka.


Dan kembali keberuntungan berpihak ke pada mereka, karena tak ada seorangpun yang berjaga di dalam pabrik.


Ariion yang melihat ke arah sebuah ruang bawah tanah, kemudian memerintahkan dua anak buahnya untuk memasukan senjata-senjata itu ke dalam ruang tanah yang tidak terlalu besar.


" Sudah selesai tuan " ucap salah satu anak buah mereka.


" Bagus, sekarang kita berbalik,dan jangan sampai kita kecolongan " ucap Bara.


Setelah mereka keluar lewat pintu belakang, tiba-tiba ada empat pistol yang ditodongkan di depan kepala mereka.


Dan seketika....


Jangan lupa mampir di karya author yang baru ya gengs ,🙏


__ADS_1


💜💜💜💜


Jangan lupa like,komen,dan juga masukan ke list favorit kalian ya gengs ,🤗


__ADS_2