Cinta Sang Mafia Kejam

Cinta Sang Mafia Kejam
BAB 47


__ADS_3

Mata Andreas tak lepas dari gadis yang sedang dengan seriusnya membersihkan tempat makannya. Terus saja bibirnya menampilkan senyum menawan.


Rasanya,Andreas ingin membawa gadis yang di taksirnya itu menuju altar sekarang juga. Karena rasa cintanya semakin besar padanya.


Saat akan mengangkat tempat makan itu, mata Alya tak sengaja bertatapan dengan Andreas dengan jarak yang terbilang cukup dekat. Dan dengan PD nya,Andreas mengira jika Alya Henda menciumnya. Sehingga dengan perlahan dia memejamkan matanya,dengan jantung yang berdetak kencang. Ini saat yang dia tunggu fikirnya. Bibir Andreas memancung kedepan.


" Kau sedang apa?"


Tanya Ariion tiba-tiba,yang sudah masuk ke dalam ruangan Andreas,bersamaan dengan Alya yang keluar dari ruangan itu.


Saat masuk dan melihat tingkah aneh yang di lakukan Andreas,seketika membuatnya merasa ngeri seketika.


Mendengar jika itu suara Ariion. Andreas membukakan matanya kemudian menetralkan ekspresi karena kegugupannya.


" Ah,hm itu ..Kenapa kau masuk tiba-tiba ke ruangan ku sih.!!"


Omel Andreas,karena rencana dia dan Alya untuk berciuman jadi batal,ini semua pasti gara-gara Ariion yang tiba-tiba datang ke kamarnya,sehingga membuat Alya keluar dari sana. Fikir Andreas.


Padahal nyatanya tidak seperti itu,memang saat Andreas memejamkan mata,Alya langsung keluar tanpa memberitahukan Andreas.


" Ck,memangnya kenapa? Apa kau sedang melakukan sesuatu yang mencurigakan? hm. Kau sangat aneh sekali Andreas. Masa iya,masuk ke kamarmu saja harus melapor dulu. Memangnya kau pikir ini rumah pribadimu apa!!"


" Tapi sama saja,itu tidak sopan tahu. Padahal sebentar lagi aku akan berciu...!!"


Ucapan Andreas menggantung karena hampir saja dia keceplosan.


Ariion menaikan alisnya karena kebungkaman Andreas tiba-tiba.


" Ha!!! Jangan bilang kau hendak melakukan hal mesum di ruangan ini ya? Aisss,astaga Andre-andre. Memangnya sudah tidak ada tempat lain lagi apa ha!! Bisa-bisanya kau ingin melakukan nya di ruangan ini. Masa iya seorang playboy bercap badak sepertimu tak tak bermodal menyewa hotel. Dan siapa wanita yang tadi bersamamu..? Dimana dia,!"


Andreas menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena frustasi dengan ucapan Ariion. Karena tumben pria itu banyak mengoceh seperti ibu-ibu rempong di pasaran yang sedang menawarkan harga barang.


" Haissss,aku mau tidur. Jangan berisik.!!!"


Andreas merebahkan tubuhnya perlahan kemudian menutup seluruh tubuhnya,agar Ariion tak banyak mengoceh nantinya.


" Tumben si beruang es itu banyak mengoceh hari ini. Dia kan kembarannya kak Calvin,jadi aneh saja kalu mereka berdua itu banyak bicara. Atau jangan-jangan dia sedang kerasukan kali ya? apalagi selama ini kita banyak menghabisi nyawa orang,dan orang-orang itu datang untuk meminta pertanggung jawaban. hiiii ngeriii banget sih" batin Andreas.


Ariion yang sempat melihat ke arah Andreas,kemudian tersenyum simpul. Dia sangat tahu,jika Andreas sedang menahan malunya.


" Apa kau akan benar- benar tidur? Apalagi aku melihat jika wanita pujaanmu belum pulang,dan masih bersama Calvin dan adik ipar di depan."

__ADS_1


Mendengar hal itu,Andreas membuka selimut yang menutupi tubuhnya.


" Ah iya,aku lupa jika kekasihku masih di sini." dengan cengiran kuda.


Tak lama pintu terbuka. Dan masuklah Calvin,Irene dan Alya.


" Kami akan pamit duluan, semoga cepat sembuh ya Andreas." ujar Irene tersenyum.


" Iya,saya juga tuan semuanya."


" Mau ku antar sayang?" tawar Calvin. Karena dia tidak ingin istri dan temannya itu pergi di mall sendirian.


" Tidak usah hubby, aku dan Alya akan pergi sendiri. Lagian kan aku bisa nyetir sendiri"


" Ya sudah,kalau begitu berhati-hatilah. Jangan lupa kabarin apapun padaku jika sesuatu terjadi. Oke!!"


" Iya hubby,kalau begitu kami permisi."


Alya sedikit membungkuk ,kemudian mengikuti langkah kaki Irene yang sudah berlalu keluar.


Andreas terus menatap arah pintu,berharap jika Alya belum benar-benar pulang.


Ariion dan Calvin yang menyadari jika Andreas sedang dilema,membuat mereka berdua tertawa kecil karena tingkah si playboy ini.


" Ikuti kemanapun istriku pergi. Dan jaga keselamatannya.!!"


....


" Sejak kapan kau bisa mengendarai mobil Ren? Wow,kau keren sekali sih.!"


" Banyak hal yang aku pelajari Ai,semenjak menikah dengan suamiku. Banyak hal yang aku pelajari dari mereka. Suamiku banyak memberi pelajaran khusus padaku. Dan berkat suamiku juga,aku bisa membalas orang- orang yang menghabisi nyawa orang tuaku. Aku merasa sangat lega sekarang. Setidaknya mereka tidak akan bisa tertawa lepas lagi,di saat aku menderita. "


" Sabar ya Ren. Dan itu sudah takdirnya kau bertemu dengan tuan Calvin. Takdir dan jodoh siapa yang tahu akan hal itu. Aku tuh senang banget pas dengar kamu udah nikah. Dan yang membuatku speechless itu,karena kamu menikah dengan seseorang yang berpengaruh di negara ini. Pokoknya aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian."


Irene tersenyum" Lalu,gimana perasaan mu dengan Andreas.?? Apa kau masih belum menyadarinya."


" Ih, gak ah. Gak usah bahas-bahas tu anak,yang ada buat mood ku rusak aja. Kau tahu sendiri kan gimana menjengkelkannya dia. Tapi biarpun begitu,aku juga merasa kesepian jika dia tak ada. Hehe!!"


" Astag Al,Al. Kamu tu ya gak berubah sama sekali.!!"


" Hehe,tapi Ren. Kayanya mobil di belakang sana terus mengikuti kita deh." ujar Alya,dengan memperhatikan ke belakang.

__ADS_1


" Gak apa-apa,itu anak buah suamiku. Kau bisa mengenali mereka jika melihat lambang mobil mereka. Itu lambang milik suamiku."


" Oh,keren ya,kemanapun kau pergi pasti di jaga."


" Kalau kau menikah dengan Andreas juga,kau akan di lakukan sama seperti ku."


" Haisss,apaan sih Ren.!"


Mereka berdua akhirnya tertawa lepas.


Tak lama mobil mereka sampai di depan mall mewah,tanpa sepengetahuan Irene dan Alya. Jika mall tersebut milik Calvin.


Irene menghentikan mobilnya,kemudian menyerahkan pada penjaga di sana untuk memarkirkan mobilnya dengan baik.


" Ayo masuk."


Ajak Irene,mereka berdua akhirnya masuk ke sana, Karena banyak yang sudah mengenali Irene yang merupakan istri dari Calvin Rodriguez. Membuat mereka sangat ramah dengannya.


Irene hanya tersenyum menyimpul.


" Masuk ke toko baju yuk,aku mau beliin kamu sesuatu." ujar Irene,dengan menarik tangan Alya.


Saat masuk,tak sengaja Irene bertabrakan dengan seorang wanita yang nampak seksi dan glamor.


bruk


" Auh,****.!! " maki wanita itu.


" Oh,maaf aku tak sengaja nona." ujar Irene.


" Ck,tak sengaja? ha!! Jelas-jelas aku sebesar ini kau bilang tak sengaja,!! Dasar kampungan. Makanya kalau masuk ke dalam mall mewah seperti ini,pasti udik. Semua barang-barang ini biar kau kerja 10 tahun kedepan pun,kau tak akan sanggup membayarnya. Paham.!! Ujar wanita itu. Dengan memperhatikan pakaian yang di pakai oleh Irene.


Banyak pelayan yang ingin memberitahukan pada wanita itu,jika Irene merupakan istri dari pemilik mall ini. Tapi mereka tak berani berucap,akhirnya mereka hanya berdiam dan membungkam mulut mereka.


" Temanku gak sengaja,dia juga udah minta maaf. Jadi gak usah di perpanjang,apalagi menghinanya. Jika kau belum tahu siapa dia,maka tidak usah menghina seperti itu!"


ujar Alya kesal.


Irene memegang bahu Alya untuk menenangkannya. Dia kemudian tersenyum pada wanita muda yang sekiranya seumuran dengannya.


" Maaf ya nona,saya tidak sengaja. Sekali lagi saya minta maaf." ujar Irene dengan menunduk.

__ADS_1


" Ck,dasar sialan.!!"


Wanita itu akhirnya pergi meninggalkan Irene dan Alya yang sedang menatapnya.


__ADS_2