
Calvin masuk dengan senyuman yang tak lentur dari wajahnya. Pria tampan itu menenteng makanan yang baru saja di belinya bersama Ariion tadi.
Calvin mencari keberadaan istrinya. Karena di kamar mereka tadi Irene tidak ada di sana. Akhirnya dia menanyakan kepada kepala pelayan,keberadaan istrinya. Dan ternyata istrinya berada di taman belakang.
Calvin pun menjumpai istrinya di sana.
" Sayang.!!" panggil Calvin saat melihat Irene yang sedang bermain dengan ikan-ikan peliharaan milik Calvin.
Irene menengok ke arah suaminya dan tersenyum" Hubby! Udah dapat apa yang aku pesan?"
" Sudah honey."
Calvin memanggil pelayan dan menyuruhnya untuk membawa piring dan juga gelas minum untuk istrinya. Karena istri cantiknya itu sudah sangat lapar, terlihat dari dia begitu antusias melihatnya datang dengan menenteng bungkusan plastik di tangannya.
" Sayang. Makan ya!! Ni aku belikan apa yang kau mau." ujar Calvin dengan lembut. Kemudian menata makanannya di atas gazebo.
" Makasih ya sayang,kau memang yang paling mengerti posisi aku saat ini. Oh iya,hubby mau makan? Biar kita makan berdua,kan hubby belinya juga banyak. Gak mungkin aku makan semuanya,iyakan?"
Calvin menelan salivanya dengan kasar,melihat makanan itu saja dia tak berselera. Bagaimana mungkin istri cantiknya itu menyuruhnya untuk makan makanan itu.
" Hm,gak usah sayang. Aku tidak ingin makan,biar sayang aja yang makan ya.! Kan sayang yang pesan berarti sayang pasti sangat menginginkannya. Jadi makanlah sayang !!"
" Kok malah nolak sih by.!! Ya udah kalau hubby gak mau makan,biar aku juga gak makan. Biar adil kan.!!"
Ujar Irene dengan cemberut. Dia lalu memalingkan wajahnya ke samping dengan tangan di lipat di depan dadanya.
" Ya ampun sayang. Kan kau yang mau,jadi kamu harus makan sayang. Kalau gak makan nantinya kamu makin sakit. Aku gak mau sampai kamu sakit sayang."
" Ya udah,kalau gitu hubby juga harus makan biar kita makan berdua. Kalau gak mau,berarti malam ini aku tidur di kamar tamu saja."
Calvin di buat panik oleh ucapan istrinya itu. Hanya karena gak makan dengan Irene saja,dia harus tidur sendirian.? Oh itu tidak mungkin. Yang ada Calvin gak akan tidur-tidur juga pada akhirnya,karena gak peluk istri cantiknya itu. Jadi mau tidak mau Calvin akan memakan makanan yang di inginkan Irena.
" Baiklah sayang,aku akan makan denganmu.Jadi jangan ngambek lagi ya. Ayo keep smile dulu biar wajah cantiknya gak hilang." ujarnya Calvin dengan menarik hidung mancung istrinya itu.
__ADS_1
Mata Irene berbinar saat suaminya mau makan bersamanya." Nah gitu dong by,ayo biar aku suapin ya. Aa aa"
Irene menyuapi satu suapan ke mulut Calvin.
Dan Calvin hanya pasrah dan menerima suapan dari istrinya itu.
" Astaga,kenapa rasanya begini sih! aduh kalau aku buang yang ada dia akan marah. Kalau aku telan rasanya susah sekali. Lagian istriku ini suapin apa sih! kok rasanya rada-rada pahit kaya gini." Batin Calvin. Bagaimana tidak,Irene menyuapinya jengkol,makanan yang seumur-umur belum pernah di makanannya. Jangankan makan,lihat bentuknya saja Calvin belum pernah melihatnya.
" Bagaimana.Enak kan hubby? Itu namanya jengkol by,rasanya tu enak banget. Aku sangat suka deh." Ujar Irene kesenangan,dan mengisi suapan ke mulutnya.
" hmm,enak sayang enak.!!" Calvin berusaha mati-matian untuk tidak memuntahkannya di depan Irene,dia harus mencari alasan untuk membuang makanan yang berada di mulutnya itu.
" Semua ini pasti gara-gara Ariion. Karena tadi Ariion yang memesan makanan itu,kenapa dia harus memesan yang namanya kol,jeng ah apa itu namanya,yang jelas makan yang tidak enak sama sekali seperti ini,rasanya juga aneh sekali di lidahku. Aku harus memberinya pelajaran.!!"
Dengan secepat kilat Calvin berlari ke kamar mandi yang dekat dengan Gazebo di taman belakang. Dia sudah tak ingin menahannya lagi,daripada dia muntah di depan istrinya. Itu kan tidak lucu!!
Irene yang melihat tingkah aneh suaminya itu,hanya acuh. Karena dia ingin fokus menikmati makanan lezat di depan mata nya ini. Kapan lagi kan? Dia akan memakan makanan yang tidak ada di mansion suaminya ini.
...
Ariion sedang membayangkan ekspresi wajah Calvin saat ini. Dia sangat yakin jika memang benar Irene hamil,pastinya Irene akan menyuruhnya makan makanan yang di belikan mereka tadi. Apalagi dia sangat tahu jika Calvin tidak pernah memakan makanan yang seperti itu,apalagi makanan warung.
Belum lagi Calvin pasti akan memakan makanan yang ada jengkolnya. Membayangkan nya saja sudah membuat bulu roma Ariion meremang seketika.
Tak lama terdengar ponsel Ariion berdering,dan ternyata telfon itu berasal dari Calvin. Sesuai dengan dugaannya,pasti Calvin akan menghubunginya untuk memarahi dia habis-habisan.
" Hallo.!!"
" Dasar anak buah kurang ajar kamu ya. Apa yang kamu beli tadi ha!! yang namanya kol,jeng apa itu .Pokoknya rasanya tidak enak seperti itu!! Kamu pasti ingin membunuhku ya.iya!!!!"
" Ahahaha...Sabar-sabar bos, itu namanya jengkol. Makanan warung memang begitu,pasti ada jengkolnya. Apalagi makanan warteg. Jadi bukan salahku dong.!"
" Alasan kamu,tahu gitu kan kamu tidak usah memesan makanan aneh itu. Kamu tunggu saja pembalasanku ya. Gara-gara kamu,malam ini pasti aku tidak di izinkan tidur dengan istri cantikku itu."
__ADS_1
" Hahaha.. Ayolah brother. Jangan seperti itu,tapi tunggu.! Aku seperti merasa aneh dengan tingkah Irene hari ini."
" Apa maksudmu.?"
" Ya,heran saja. Kan tidak biasanya Irene ingin makan makanan itu selama kalian menikah. Terus katamu,jika Irene pagi tadi mengalami mual-mual. Jangan-jangan Irene hamil lagi!! Coba kamu ajak Irene periksa. Dan kalau dugaan ku salah,maka aku akan menerima hukuman darimu."
" Ha-hamil? Ah iya,aku juga merasa seperti itu. Tapi aku harus benar-benar memastikannya dulu. Aku tidak mau Irene akan kecewa nantinya jika dugaan kita meleset."
" Benar sekali bro. Aku akan memanggil dokter pribadi mu ke rumah. Jadi kau akan mencari alasan saja biar Irene mau di periksa. Oke!!"
" Okey bro,thanks ya.!!"
Calvin mengakhiri panggilannya. Kemudian menatap cermin.
" Jika benar istriku hamil. Berarti akan menjadi berita menggemparkan di dunia. Ah semoga saja apa yang aku fikirkan benar adanya."
Dia kemudian membasuh mukanya,dan keluar dari kamar mandi. Karena tidak ingin Irene menunggunya terlalu lama nantinya.
" Sayang. Kamu kenapa? Apa makanan nya gak enak?"
Tanya Irene dengan tatapan khawatir.
" Em,enak kok sayang. Mungkin aku belum terbiasa dengan makanan itu"
" Oh,yasudah. Nanti kita beli terus ya! Biar hubby bisa makan terus,dan terbiasa dengan rasanya."
" Mampus. Kenapa malah seperti ini jadinya.!!"
" Sayang udah selesai makannya?"
Tanya Calvin,mengalihkan pembicaraan sang istri.
" Iya sayang,udah habis. Aku ngantuk sayang. Yuk kita ke kamar.!!"
__ADS_1
..
Nanti malam Up dua eps lagi ya gengs.🤗