Cinta Sang Mafia Kejam

Cinta Sang Mafia Kejam
BAB 36


__ADS_3

#Flashback on


Flashback tiga bulan yang lalu.


Setelah selesai memberikan sedikit hukuman pada Baskoro.


Irene dan Calvin kembali menuju kediaman mereka dengan di antar oleh Ariion. Karena mengingat jika kondisi Irene saat ini tidak stabil,setelah melakukan sesuatu yang sadis. Mungkin karena terlalu lama memendam rasa marah,mengakibatkan dia yang seakan hilang kendali.


Sedangkan ketiga teman mereka. Kembali ke Apartemen Ariion.


Mereka memilih ke apartemen Ariion. Agar kakak tertua mereka memiliki waktu berduaan dengan istrinya. Sebenarnya mereka memiliki apartemen masing-masing,tapi mereka lebih nyaman kalau bersama-sama.


" Aku akan kembali ke apartemen Vin. Dan lebih baik kau hibur saja Irene. Kasihan, dia seakan tertekan dengan kejadian ini." ucap Ariion, setelah berada di mansion Calvin.


" Iya Ar, Istriku seperti menjadi lain sekarang. Semoga saja dia tidak akan menjadi gadis dingin lagi. " ujar Calvin lirih.


" Mudah-mudahan seperti itu Vin. Ya sudah, kau masuklah dan temani dia. Aku akan pergi sekarang,masih banyak kerjaan yang belum aku selesaikan." Ujar Ariion, kemudian pergi setelah Calvin menganggukkan kepalanya.


Calvin masuk ke kamar mereka dengan membawa makanan .


ceklek


Terlihat jika Irene sedang terduduk di atas ranjang dengan bersandar di headboard, dengan kaki yang di tekuknya.


Tatapan mata Irene mengarah ke depan dengan pandangan yang kosong.


Bolehkah dia menangis? Karena sudah berhasil memberikan sedikit hukuman pada orang yang sudah membunuh orang tuanya. Dia bisa saja menghabisi pria itu, tapi mengingat itu terlalu mudah. Maka dengan cara sedikit-sedikit menyiksa akan lebih baik dari pada itu.


Tapi air mata itu seakan mengering, setelah dia berhasil melihat air mata yang lolos dari orang tawanannya.


Irene menyeka bulir air mata yang menetes dari pelupuk matanya. Setelah melihat kehadiran Calvin.


" Makanlah.!! Sedari tadi kau belum memakan apapun, aku tidak mau jika kau jatuh sakit. Kalau kau sakit, lantas siapa yang akan menyiksa bajingan itu. Hmm!" ujar Calvin lembut dengan memegang makanan di tangannya.

__ADS_1


Irene menggeleng " Aku tidak berselera untuk makan kak," ujar Irene dengan tatapan sayu ke arah Calvin.


Calvin yang melihat kesedihan di wajah wanitanya,merasa sakit hati. Dia seakan tak rela jika Irene akan kehilangan senyum seterusnya.


" Apa kau mau ku suapi?" Ujar Calvin lembut dan sabar. Seakan duplikat Calvin yang kejam tak melekat di tubuhnya saat ini.


" Tidak kak, masih kenyang.!" ujar Irene lagi. Tiba-tiba di menunduk dengan bahu yang bergetar.


Calvin yang menyadari jika istrinya sedang menangis. Kemudian membawanya dalam pelukan.


" Menangis lah.!!" Ujar Calvin dengan mengusap punggung Irene.


Irene akhirnya melepaskan tangisnya yang sedari tadi di tahannya. Dia menangis sesenggukan di dada bidang sang suami.


" Kak, aku lelah dengan hidup ini. Aku merindukan orang tuaku. Melihat para penjahat itu hidup hingga saat ini. Membuat rasa bersalah ini muncul karena telah membiarkan mereka menikmati hidup dengan sangat baik. Aku menyesal kak. Hikss " Ucap Irene mengeluarkan unek nya.


Calvin kemudian mengurai pelukannya dan mengangkat kepala Irene dengan kedua tangannya untuk menatap matanya. Dan mengusap air mata Irene dengan dua ibu jarinya.


" Lihat aku. Jangan pernah merasa jika kau gagal. Ingat,semua adalah takdir. Kamu bisa melakukan apapun agar membalas mereka dengan lebih kejamnya. Jangan jadi wanita lemah, setiap orang tua pasti ingin anaknya menjadi kuat. Tidak cengeng dan bisanya mengeluh. Saat ini kau memiliki banyak kesempatan membalas rasa sakit mu. Jangan takut,ada aku suamimu dan kakak-kakak iparmu yang akan selalu melindungi kamu. Tidak ada yang tidak mungkin untuk kau lakukan. Jika ada yang berniat membalas mu. Maka aku orang pertama yang langsung memenggal kepala mereka. Karena aku tidak ingin wanita yang kucintai harus terus menderita seperti ini." Ucap Calvin mantap dengan menatap manik mata Irene.


Jantung Irene seakan berpacu dengan cepat,setelah mendengar penuturan dan kata cinta dari suaminya.


Haruskah dia membalas rasa cinta pria di hadapannya? atau akan tetap membiarkan relung hatinya menjadi kosong.


Dia sebenarnya sedikit menaruh hati pada Calvin. Tapi dia takut untuk berlanjut. Sebab dia tidak ingin rasa sakit semakin bertambah jika rasa sukanya tak terbalaskan.


Tapi barusan. Dia mendengar sendiri jika Calvin mengucapkan kata cinta.


" Ajarkan aku menjadi wanita tangguh kak. Agar aku bisa mengimbangi mu nanti. Aku tidak mau menjadi gadis lemah.


Aku berjanji akan membalas mereka dengan tanganku sendiri. Dan aku akan membuat mereka merasakan betapa hancurnya dan menderitanya mereka seperti yang ku alami.


Kak tolong bimbing aku. Hanya kau harapan satu-satu nya untukku. Dan untuk rasa cinta, biarkan saja akan tumbuh dengan sendirinya. " Ujar Irene.

__ADS_1


Calvin tersenyum senang mendengar kata-kata Irene. Dia akhirnya akan dengan gampang membuat sang istri akan membalas rasa sukanya.


" Kalau begitu makanlah, dan semua permintaanmu akan aku kabulkan.!!" ujar Calvin. Dan mendapat anggukan dari Irene.


Gadis itu kemudian dengan lahapnya memakan makanan yang sudah di bawa oleh Calvin sendiri.


Hingga tandas di piringnya.


" Anak pintar.!" ujar Calvin dengan mengusap pucuk kepala Irene dengan gemas. Setelah melihat Irene menghabisi semua makanan hingga tak tersisa.


Irene tersenyum. Kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Dan Calvin. Pria tampan itu menuju ruang kerja untuk menghubungi Ariion. Karena dia akan memberikan tugas baru pada nya.


ceklek


Irene keluar dari kamar mandi dan melihat jika Calvin belum kembali dari tadi.


Dia kemudian berjalan menuju kasur king size milik sang suami. Kemudian naik dan membungkus tubuhnya dengan selimut.


Rasa ngantuk dan lelah menderanya setelah melakukan tugasnya. Kini dia tertidur.


Calvin masuk ke kamar, dan melihat jika Irene sudah tertidur. Dia membetulkan selimut dan mencium pucuk kepala Irene.


Calvin kembali masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Setelah keluar, dia kemudian naik ke atas ranjang untuk tidur dan tangannya akhirnya memeluk tubuh Irene.


Mereka kini tertidur dengan begitu nyenyaknya.


......


Jangan lupa like dan komen sebanyak-banyaknya.🙏

__ADS_1



__ADS_2