Cinta Sang Mafia Kejam

Cinta Sang Mafia Kejam
BAB 44


__ADS_3

Calvin berjalan mendekati istrinya,yang sedang sibuk dengan menonton drakor. Calvin mendekat ke arahnya, kemudian mendudukkan dirinya di samping istrinya.


Dan meletakan kepala Irene di bahunya.


" Sayang,!! serius amat sih nontonnya." ujar Calvin dengan mencium pucuk kepala istrinya.


" Habisnya seru banget By."


" Oh iya? tapi lebih seru mana? yang di drakor apa kisah kita?" tanya calvin iseng.


" Ih hubby mah. Yah kita lah by. Pokoknya kisah kita yang paling terbaik dan abadi selamanya " ujar Irene,dengan mencubit hidung mancung suaminya.


" Kamu bisa aja sih gombalannya. Oh ya honey,ada yang mau aku katakan."


" Hm, apa sayang?" ujar Irene,dengan membenarkan gaya duduknya menghadap ke arah sang suami.


" Nanti kamu tidur sendiri ya yang. Jangan nungguin aku. Soalnya nanti malam aku ada urusan penting sama teman-temanku. Kamu mengerti kan maksudku,tapi sebelum pagi menjelang aku sudah balik lagi."


" Mau melakukan misi apa lagi? Yang penting kalian harus pulang dengan selamat hubby. Aku gak mau sampai kamu kenapa-napa. Jangan pernah lupakan kata-kataku dulu sayang." ujar Irene dengan serius,menatap intens wajah sang suami.


" Iya sayang,aku janji. Lagi beberapa misi yang belum selesai. Jika semuanya sudah benar-benar clear. Aku akan keluar dari pekerjaan gelap itu. Beri aku waktu ya sayang. I'm promise dear" ujar Calvin dengan mengangkat dua jarinya.


Kini mata mereka saling beradu. Tak lama satu ciuman mendarat di bibir cantik Irene. Setelah mendapat anggukan dari si empunya.


" Sayang,tetap berhati-hatilah. Aku merasa seperti ada akan terjadi hal buruk,jadi kumohon. Pulanglah dengan selamat untukku ya?" ucap Irene dengan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Calvin.


" Iya sayang. Aku akan pulang dengan selamat. Jangan khawatir oke?"


Mereka kini berpelukan dengan mesranya. Calvin kemudian mengangkat tubuh istrinya menuju ranjang mereka.


Tak lama bibir mereka saling bertaut. Dan terdengar suara syahdu yang di keluarkan oleh Irene.


Mereka menunaikan kewajiban suami istri,sebelum Calvin pergi menemui bawahannya.


(Maaf author gak bisa jabarin ya gengs..gengss bisa pakai imajinasi sendiri oke 🤗💜)


Waktu menunjukan pukul 00.00 WIB. Artinya sudah larut malam. Calvin menyelimuti tubuh istrinya yang kelelahan karena pertempuran mereka tadi. Setelah memastikan jika tubuh istrinya sudah mengenakan busana. Calvin berdiri menuju balkon kamar dan menelfon Max,yang merupakan orang kepercayaan istrinya.


" Lakukan penjagaan ketat di rumahku. Dan juga jagalah nyonya kalian dengan sebaik mungkin. Kau mengerti?!!"


" Baik tuan. Kami akan kesana sekarang.!!"


Calvin mengakhiri panggilan nya. Dan masuk ke dalam kamarnya kembali. Saat kelompok Max datang. Dia baru akan berangkat ke markas. Karena di sana Ariion dan Andreas serta anak buah mereka sedang menunggunya.


Calvin mengenakan pakaian serba hitam. Yang mana menunjang ketampanannya.



Tak lama terdengar suara mobil yang merupakan kelompok Max.

__ADS_1


Calvin berjalan mendekati ranjang mereka. Dengan sayang mengelus rambut istrinya,kemudian mencium pipi dan bibir istrinya.


Calvin kemudian turun ke lantai dasar,dimana Max dan lainnya menunggu.


" Kau sudah datang.!!"


Max dan anak buahnya membungkuk memberi hormat pada Calvin.


" Sudah tuan. Malam ini kami akan berjaga di mansion tuan."


" Bagus, utamakan keselamatannya oke.!! Aku akan pergi.!!"


Calvin menepuk pundak Max,kemudian berjalan keluar menuju garasi. Di mana mobil yang akan di pakainya sudah terparkir di sana.


Calvin kemudian menjalankan mobilnya membelah jalanan yang sudah sangat sunyi.


Dengan tatapan yang dingin dan datar. Calvin terus saja memperhatikan foto Irene yang sedang menggantung di dalam mobilnya.


Seketika senyum terukir di bibirnya. Mengingat kegiatan panas yang mereka lakukan tadi.


" Ah,rasanya aku ingin kembali memeluk tubuh wanita ku itu. Irene kau sudah membuatku tergila-gila padamu." gumamnya.


Setelah menempuh perjalanan 30 menit. Calvin Sampai di markas mereka.


Dia masuk dengan aura yang sudah terlihat dingin.


" Tuan." ujar anak buahnya,kemudian membungkuk memberi hormat.


Kemudian mereka duduk bergabung dengan Calvin, yang sudah terlihat santai di kursi kebesarannya.


" Apa semua misi sudah di atur dengan matang,?" tanya Calvin dengan menatap Ariion serta andreas dengan tatapan serius.


" Sudah. Aku sudah membagi tugas dari kita masing-masing." ujar Ariion.


Calvin mengangguk tanda mengerti ucapan Ariion.


" Kalau begitu,tunggu apa lagi? Ayo kita berangkat. Sebelum waktunya tiba..!!"


Kemudian mereka bertiga,beserta beberapa kelompok mereka memakai mobil mereka masing-masing,yang sudah di sediakan khusus untuk mereka di markas.


Waktu sudah menunjukkan pukul 2:30 menit. Artinya Setengah jam lagi,para bandit itu melakukan transaksi.


Kelompok Calvin kemudian mengambil tempat mereka masing-masing. Dan di sana mereka melihat,dimana kelompok mafia barrack kini sedang berdiri dengan memegang senjata mereka masing-masing.


Calvin menatap Ariion kemudian menganggukkan kepalnya memberi kode agar Ariion dan beberapa anak buah mereka mengambil ancang-ancang mereka di sebrang. Begitu pun dengan Andreas,Calvin memberi kode agar Andreas mulai melakukan hal yang sama dengan Ariion.


Tak lama terlihat sebuah kapal datang bersandar di dermaga. Kelompok mafia barrack berjalan mendekati kapal itu.


Tak lama turunlah seseorang yang di yakini,adalah ketua dari bandit itu.

__ADS_1


Mereka sekarang tengah melakukan transaksi, dan beberapa anak buah Barrack mulai mengangkat senjata-senjata itu ke dalam mobil track mereka.


Melihat jika situasi sudah sangat pas. Calvin kemudian memberikan kode pada Ariion dan Andreas.


Calvin dan beberapa anak buahnya maju ke depan. Dan......


Dor


dor


dor


dor


Dengan rapi kelompok Calvin memberi tembakan kepada beberapa anggota barrack. Kedua kelompok bandit itu,mulai kelabakan karena ada musuh yang mencoba menghalangi kerja mereka.


Dor


dor


Kini aksi tembak menembak pun terjadi. Dua anak buah Calvin sudah jatuh. Dan dua kelompok bandit itu,anak buahnya sudah banyak yang tewas.


" Shitt,siapa yang sudah mencoba untuk menghalangi kita!!!" Maki ketua mafia baracck. Karena melihat jika anak buahnya sudah banyak terjatuh. Kemudian dengan emosinya menyuruh semua anak buahnya untuk berpencar.


Kemudian dari arah kiri. Ariion dan anak buahnya maju menyerang mereka. Tanpa sepengetahuan Ariion,seseorang kini meletakan senjata di kepala Ariion,yang sedang bersembunyi di balik mobil hitam. Ariion diam mematung.


Tapi...


dor


dor


Dua tembakan menancap di tubuh orang itu. Ariion yang menyadarinya,kemudian menatap ke arah Calvin,kemudian tersenyum.


Mereka berdua keluar dari persembunyian mereka dan maju ke depan dengan gagahnya. Dengan tangan terus menembakan senjata ke arah depan. Calvin dan Ariion mampu mengalahkan mereka.


Andreas melihat jika ketua mafia barrack mau melesatkan tembakan pada Calvin. Dengan sigapnya,dia kemudian memukul ketua mafia barrack dengan brutalnya,karena posisi persembunyian Andreas tidak jauh dari pria itu. Kemudian Andreas mengambil senjatanya dan menembak tubuh pria itu hingga tak berbentuk. Calvin yang melihat jika Andreas sudah menolongnya akhirnya tersenyum ke arah Calvin.


Andreas tertawa sinis menatap pria yang sudah tak bernyawa itu.


Dan.


dor


dor


Empat tembakan mendarat tepat di lengan dan perut Andreas.


" akhhh,****..!!!" teriak Andreas,

__ADS_1


Calvin yang melihat jika Andreas sudah terluka. Dengan secara brutal menembak tubuh pria yang tadi menembak Andreas.


__ADS_2