
Setelah mengantarkan istrinya pulang ke mansion mereka. Kini Calvin kembali menjalankan mobilnya menuju markas mereka. Tangannya sedari tadi sudah sangatlah gatal karena ingin memberi sedikit pelajaran untuk pria asing yang sudah mencoba menggoda istri cantik nya itu.
Memang sangat mencari perkara sekali pria itu. Mengganggu tanpa mencaritahu siapa orang yang akan di hadapinya. Sungguh miris bukan?
1 jam perjalanan,kini mobil Calvin memasuki area markas. Dia sudah di sambut hangat oleh anak buahnya.
" Dimana dia?" tanya dengan terus berjalan masuk dan di ikuti oleh beberapa anak buahnya.
" Di dalam tuan.!!"
Saat memasuki area penyekapan,terdengar auman dari Fung, hewan buas milik calvin. Calvin tahu jika Fung sudah tidak sabar untuk mencicipi daging segar yang sudah di bawakan oleh tuannya.
Fung yang melihat sang tuan telah datang. Kemudian berlari dengan semangatnya menuju ke arah Calvin.
Dan Calvin sendiri memeluk tubuh hewan buas itu layaknya manusia.
" Kau terlihat sangat sehat Fung. Aku telah menyiapkan makanan lezat untukmu. Jadi bersabarlah,Okey!" dengan membelai buku-buku Fung dengan sayang.
Fung yang seperti mengerti maksud tuannya hanya mengaum pelan.
Jangan lupa bagaimana ekspresi ketakutan dari pria asing yang sedang di ikat di sebuah kursi listrik. Keringat membanjiri tubuhnya,rasa takut itu semakin menambah di dalam dirinya. Dia rasanya ingin pergi dari tempat mengerikan ini. Apalagi melihat tatapan Calvin yang seperti sangat menyimpan amarah dalam dirinya.
" Ya Tuhan selamatkan aku.!! Tahu kalau wanita tadi milik tuan Calvin Rodriguez,aku tidak berani menggodanya. Astaga melihat wajah mengerikan tuan Calvin saja serasa bertemu dengan monster mengerikan.!!" batinnya. Tapi itulah penyesalan,di saat apa yang kita lakukan sudahlah salah. Baru penyesalan itu datang di akhirnya,menutupi kesombongan pada diri kita sendiri.
" Seperti nya kau memiliki seribu nyali,sehingga dengan beraninya mengganggu wanita yang sangat saya cintai itu." ujarnya dengan menyeringai.
Tangan satunya di isi dalam kantong sak celananya,dan tangan satunya memegang pistol kesayangannya.
Rasanya kencing ingin keluar dari celananya karena saking takutnya dengan tatapan mengerikan dari Calvin. Calvin terus saja tersenyum devil dengan lirikan mata yang seakan ingin menghunus jantung pria itu.
" Tu-tuan ma-afkan sa-ya. Sungguh saya tidak sengaja menggoda wanita milik anda tu-tuan.!!" ujarnya dengan ketakutan.
" Ahahahahahah.!!!!" terdengar tawa renyah dari anak buah Calvin. Mereka sangat merasa lucu dengan jawaban nyeleneh dari pria itu. Ada-ada saja fikir mereka.
" Jadi.!! Jika dia bukan istri saya,maka kamu akan menggodanya seperti tadi??" pertanyaan pancingan yang di layangkan oleh Calvin.
" Bu-bukan be-begitu maksud saya tuan. sungguh.!!" Dia semakin merasa ketakutan.
__ADS_1
" Tangan mana yang kau gunakan dengan lancangnya mencekal tangan istriku.!!"
"......." hening. Calvin tak mendapat jawaban dari pria itu. Karena saking takutnya,dia hanya bisa menunduk dengan tubuh yang gemetar takut,dan juga menahan sakit di betisnya.
dor.
" Arkhhhhhhhhhhhhhh"
Pria itu berteriak dengan kencangnya saat satu peluru menancap dengan sempurna di lengan kanannya,timah panas itu serasa membakar seluruh tubuhnya seketika. Ekspresi mengerikan di keluarkan oleh Calvin saat melihat pria asing itu kesakitan. Dia belum puas sampai di situ,
*Dor
" Akhhhhhhhhhhh"
Kembali satu tembakan mendarat di betis kirinya. Kini tiga peluru sudah menancap sempurna di dalam tubuhnya. Penglihatannya sudah merabun. Apalagi darah segar yang selalu keluar dari lubang-lubang yang ada pelurunya*.
" Lemparkan dia ke dalam kandang Fung.!!!"
Mendengar ucapan Calvin. Pria itu hanya memohon ampun. Tapi tidak di gubris olehnya.
Dua anak buah Calvin menenteng tubuh pria itu dan melempar nya ke dalam kandang Fung. Dan Fung,hewan buas itu sangat kesenangan karena tidak sabar menikmati daging segar yang di bawakan tuannya.
Dan kalian fikirkan sendiri apa yang terjadi dengan pria itu.
Itulah konsekuensinya jika berani mengganggu sesuatu milik pria mengerikan yang bernama Calvin Rodriguez.
.....
" Apa.!!"
" Iya,Max baru saja memberitahuku. Pria malang itu sungguh memprihatikan. Mengganggu seseorang yang sangat di cintai Calvin. Miris sekali."
Ujar Ariion dengan berjalan santai menuju sofa di dalam ruangan Andreas. Hari ini Andreas sudah di perbolehkan untuk pulang,jadi Ariion datang untuk menjemputnya. Tadi di dalam perjalanan,dia mendapat kabar jika Calvin baru saja menghabisi seorang pria yang sudah mencoba untuk menggoda Irene. Apalagi sampai dengan sedikit melakukan pelecehan. Tentu saja hal itu sangat memicu amarah dari sang mafia kejam itu.
" Ck,Aku sangat yakin jika Fung akan sangat kesenangan mendapat santapan lezat seperti itu. Tahu sendiri kan.? Bagaimana hukuman yang di dapatkan seseorang yang berani mencoba untuk menganggu milik kak Calvin." ujarnya dengan menggoyangkan kepalanya.
" Itulah.!! Dan aku sangat menyukai cara hukuman yang di berikan oleh Calvin. Pria itu selalu saja membuatku kagum dengannya."
__ADS_1
" Jangan sampai kau jatuh cinta pada kak Calvin. Ingat dia sudah menikah. Haha!!" ujar Andreas.
" Aku masih normal Andreas,jangan sampai ku picahkan bibir tebal mu itu.!!" ujar Ariion dengan menatap tajam ke arah Andreas. Dan orang yang di tatap hanya memasang tampang tak berdosanya itu.
" Kak,cepatlah. Aku sudah sangat bosan berada di tempat ini."
Ujar Andreas dengan merengek seperti anak kecil.
" Ayo kita berangkat !!Dan pastikan jika barang-barang mu tidak ada yang tertinggal " ujar Ariion dengan menatap Andreas lekat.
" Sudah semuanya.!"
Beberapa anak buah mereka membawakan tas milik Andreas. Mereka akan kembali ke apartemen Andreas,baru setelah itu akan pergi ke mansion Calvin.
...
Setelah melakukan sedikit pekerjaan tadi. Calvin buru-buru pulang ke mansion. Dia serasa merindukan istrinya,padahal mereka baru beberapa jam berpisah.
Tatapan mata Calvin terus mengarah pada wanita yang sedang asiknya menyiram bunga di dalam pot.
grepp
Calvin memeluk tubuh Irene dari belakang,dengan wajah yang di letakan di atas pundak istri tercintanya. Irene yang menyadari jika itu suaminya hanya bisa tersenyum,dia terus saja fokus menyiram bunga di depannya.
Calvin mendengus aroma wangi dari tubuh istrinya,aroma tubuh yang sangat dia sukai,apalagi wanginya sangat fresh. Menambah kesan elegan pada istrinya.
" Aku bisa gila jika berjauhan darimu honey, aroma tubuhmu sangat membuatku merasa sangat candu."
" By,malu ah,nanti kalau ada bibi pelayan yang lihat bagaimana? jangan seperti itu Okey.!"
" Kalau begitu,bagaimana kalau kita menghabiskan waktu kita di kamar saja. Kau kan sedang mengandung jadi jangan sampai kecapean honey."
" By, ingat.!! Kita gak boleh melakukan nya dulu,tunggu sampai sudah benar-benar kuat dulu."
" Kenapa istriku berfikiran mesum seperti ini,hm? aku juga tahu honey. Ayo biar ku gendong."
Calvin menggendong tubuh ramping Irene dan membawanya ke kamar mereka. Seharian ini dia ingi bermanja-manja saja dengan Irene. Dan Irene pun hanya tersenyum melihat tingkah absurd suaminya ini.
__ADS_1