
Pria asing yang kini tengah menjadi musuh bubuyutan Calvin,saat ini sedang menerapkan beberapa anggotanya untuk melakukan penculikan nyonya Irene saat acara pernikahan Andreas nanti.
Setelah mencari segala cara untuk bisa menculik Irene,dan membuat Calvin tunduk pada mereka. Salah satu anak buahnya datang dengan membawakan info menarik. Dan tentunya pria asing itu mendapatkan ide untuk bisa membawa Calvin pada permainannya.
" Saat acara pernikahan Andreas,yang merupakan adik angkat dari Calvin berlangsung. Kalian harus bisa menculik dan membawa istrinya Calvin ke markas kita. Dan di sana,kita akan membuat Calvin tunduk dan memohon ampun pada saya. Hahaha,dengan begitu,saya akan menghancurkan dia sehancur-hancurnya dan menguasai kekuasaannya. Haha" ujar nya dengan sangat percaya diri.
Dan beberapa anak buahnya ikut tertawa. Seakan yakin jika mereka akan menang dan berhasil melakukan misi yang sedang di ucapkan oleh tuan mereka.
" Tuan. Apa mereka sampai sekarang belum menyadari siapa tuan sebenarnya?" tanya bawahannya.
" Ck,sangat sulit bagi mereka untuk mengetahui siapa saya sebenarnya. Karena saya bermain cantik dan tak sebodoh yang mereka fikir." ujarnya dengan smirk.
Pria itu kemudian berjalan menuju mejanya,kemudian mengambil wine dan meneguknya. Sedangkan para bawahannya hanya tersenyum melihat tuan mereka.
" Aku tidak akan dengan mudah menunjukan wajah ku di hadapan mereka. Yang ada,akan sulit bagiku untuk menghancurkan mereka satu persatu. Dan kau Calvin. Aku tak akan melupakan bagaimana kekejamanmu dulu saat membunuh adik saya ." batin pria itu.
" Tuan.!!"
Pria itu menoleh saat orang kepercayaannya memanggilnya. " Ada apa.?"
" Tuan ada pertemuan dengan orang-orang itu. Tuan tidak lupa kan?"
" Ah,iya. Saya hampir saja melupakan hal penting itu. Ayo kita berangkat."
.............
Bara dan Milton berjalan dengan cepat memasuki mobil mereka yang sudah di sediakan oleh orang-orang mereka. Saat ini mereka telah menginjakan kaki mereka di tanah air. Karena panggilan dari kakak mereka yaitu Calvin. Dan juga untuk menghadiri pernikahan dari saudara mereka dengan wanita pujaannya.
Saat ini juga,Calvin memberi mereka kebebasan kapanpun berlibur jika mereka rindu dengan tanah air. Yang tentunya di sambut dengan sangat antusias oleh mereka. Karena mereka selama di Rusia, sering bekerja keras dan mengejar deadline.
Saat Calvin memberi mereka pekerjaan yang menumpuk. Itu memiliki maksud tertentu. Dia melakukan itu semua demi kebaikan mereka.Karena yang dia tahu,Dirinya sudah seperti ayah untuk mereka berempat. Jadi dirinya menyiapkan segala sesuatu untuk mampu memberi sesuatu yang fantastis. Calvin sangat tahu,jika hidup mereka tak selamanya untuk terus mengabdi untuk nya. Apalagi setelah mengetahui jika Andreas akan menikah. Jadi dia yakin,jika mereka akan memiliki pasangan masing-masing untuk menemani hari tua mereka.
__ADS_1
" Aku sangat penasaran kak. Kenapa Alya mau menerima cinta nya Andreas. Hehe " ucap Bara iseng.
Saat ini mereka tengah menikmati perjalanan menuju kediaman Kakak kedua mereka yaitu Ariion. Sebenarnya mereka ingin ke mansion kakak pertama mereka. Tapi berhubung,kedatangan mereka tak di ketahui oleh Andreas,jadi mereka memutuskan untuk menuju apartemen Ariion.
Sebenarnya Andreas telah memberitahukan mereka berdua untuk segera datang ke acara pernikahannya. Karena bagaimanapun,Andreas sangat menantikan kehadiran mereka semua. Tapi mereka berdua memberi alasan jika memiliki banyak pekerjaan yang tak dapat di tinggalkan. Sampai-sampai Andres rela memohon pada Calvin untuk memberikan mereka berdua cuti. Tapi Andreas hanya di abaikan oleh Calvin jika membahas itu.
Dia juga bahkan rela memohon seperti anak kecil pada kakak iparnya Irene. Tapi sama saja,mereka hanya mengacuhkannya. Jadinya Andreas hanya pasrah karena tidak berani melawan Calvin.
" Andreas memiliki pesona yang sangat menawan. Mustahil jika nona Alya tidak jatuh cinta padanya. Kau tak mengingat jika Andreas bahkan bisa membuat para wanita histeris dalam hitungan detik." ujar Milton dengan tersenyum.
Bara tersenyum dan mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti maksud Milton . Mereka kembali sibuk dengan ponsel mereka masing-masing.
Setelah melewati perjalanan yang cukup melelahkan. Kini Bara dan Milton telah berada di depan apartemen milik Ariion. Bara kemudian memencet bel apartemen. Tak lama pintu di buka oleh Ariion sendiri.
" Brooo" ucap Bara memeluk kakak kedua mereka. Dan di balas oleh Ariion dengan pelukan kerinduan.
" Kak." Milton yang kembali memeluk Ariion dan di balas oleh Ariion dengan erat.
" Kalian pasti sangat kelelahan. Masuklah dan beristirahat !!"
" Baiklah. Aku akan menyuruh Nabila menyiapkan makanan kalian."
" Nabila?" tanya Bara dan Milton dengan beo.
Karena mereka tidak tahu jika ada seorang wanita yang tinggal bersama Ariion.
" Iya Nabila. Dia merupakan pelayanku di sini." ujar Ariion.
" Tumben kau memiliki pelayan wanita kak. Bukankah kau tak suka berhubungan dengan wanita,apalagi mereka sangat merepotkan. Kecuali kakak ipar." ujar Bara lagi.
" Sudah,jangan banyak ngomong. Tunggulah,aku akan memanggilkan nya dan menyiapkan makanan kalian."
__ADS_1
Ariion meninggalkan mereka dan berjalan menuju kamar Nabila.
Bara dan Milton saling berpandangan dengan tatapan polos mereka.
" Kau tak salah dengar kan? Sejak kapan kak Ariion tinggal dengan wanita di apartemen ini !! Jangan-jangan itu kekasihnya. Tapi tidak mau memberitahukan kita."
" Jangan asal bicara dulu, mungkin saja itu benar. Kalau wanita yang di maksud itu adalah pelayan." ujar Milton.
" Akh,kita banyak kehilangan cerita di negara ini. Saudara-saudaraku bahkan sepertinya
sudah memiliki kekasih."
Milton hanya menggelengkan kepalanya,saat mendengar ucapan Bara. Dia sangat yakin jika adik bungsu mereka ini sangat penasaran dengan kejadian-kejadian yang terjadi di sini. Apalagi sudah lama mereka tak bersama. Jadi banyak pertanyaan yang sedang berperang dalam benaknya.
Tak lama datanglah Ariion untuk memanggil mereka berdua agar segera menuju ruang makan.
" Ayo.!! Makanan kalian sudah tersedia."
Bara orang pertama yang gercep menuju ruang makan. Sudah tak kaget lagi,karena dari mereka berlima. Bara lah yang hobi makan.
Langkah bara terhenti saat melihat seorang wanita cantik dan muda yang sedang menata piring di meja.
" Pantas saja kak Ariion membiarkan wanita ini tinggal bersamanya. Ternyata wanita ini sangat cantik." batinnya.
" Silahkan tuan. !!!" ucap Nabila sopan.
Tak lama Ariion dan Milton juga muncul. Mereka semua akhirnya duduk bersama untuk menikmati hidangan yang telah di siapkan oleh Nabila.
Ariion yang menyadari jika Nabila seperti mau pergi. Kemudian memberi ultimatum untuk duduk dan makan bersama mereka. Sekalian dia ingin memperkenalkan nya pada Milton dan Bara.
" Duduklah. Jangan membantah.!! Makan bersama kami,dan jangan takut. Mereka berdua adalah saudaraku."
__ADS_1
" Duduk lah. Kami tidak akan memakanmu." ucap Milton dengan senyuman.
Sedangkan Bara. Pria itu tengah asik menikmati makanan lezat di depannya. Dia sudah seperti tak peduli dengan keadaan di sekitar.