
Akhhhhhhhhhhhhh.......
Teriakan panjang terdengar dari mulut pria asing tersebut. Karena peluru yang melesat tepat pada lengan kanannya.
" Sebenarnya saya tidak harus langsung turun tangan di sini. Hanya saja,barusan kau sedikit bermain dengan istriku dan juga anakku. Maka dari itu,aku harus datang langsung untuk mengeksekusi mu." Ujar Calvin dengan menyeringai.
" Siapa yang menyuruhmu untuk melukai istriku?" tanya Calvin santai.
"........" Hening. Pria itu bahkan tak bersuara. Walaupun merasa kesakitan yang amat dalam. Tapi dia berusaha untuk menutup rapat apa yang diketahuinya.
" Masih berusaha diam? Hmm,,rupanya kau lebih menyayangi nyawa orang yang menyuruhmu dari pada nyawamu sendiri. Jangan pernah lupakan. Jika saya Calvin Rodriguez tidak akan pernah membiarkan musuhku berkeliaran di luaran sana dengan seenaknya,karena apa?" Calvin menjeda ucapannya. " Karena musuh tidak harus untuk menghirup udara bebas terlalu lama. Jadi biar kau tutup mulutpun,kau dan antek-antekmu akan mati hari ini juga." Dengan tatapan dan raut wajah yang tajam.
Pria itu merasa ketakutan hingga gemetaran saat mendengar ucapan mengerikan itu langsung dari Calvin. Dia seperti menyesal karena terbawa dan masuk dalam dunia di mana dia akan mati sia-sia. Mau menyesal pun sudah tak ada guna baginya lagi.
" Ma-maafkan sa-saya tuan. Saya di suruh oleh seseorang,dengan menjanjikan saya pekerjaan dan uang yang banyak."
" Siapa Orang itu.!!" tanya Bara dengan emosi.
" Tuan Mexim dari meximgroup." ujar pria asing itu dengan menahan sakit.
" Ahahahaha.....!!!!!"
Tawa Calvin menggelegar di dalam ruangan itu. Siapapun yang mendengar suara tertawanya Calvin akan merasa takut. Karena itu bukan tawa kesenangan,melainkan tawa yang penuh dengan amarah. Suasana berubah semakin mencengkam saat sorot mata Calvin memanas.
Bara dan Milton sangat tahu arti dari tawanya Calvin,dan mereka memilih diam agar tak memancing kemarahannya.
" Bunuh dia. Dan tangkap pria bajingan itu malam ini juga.!!"
Setelah berucap seperti itu. Calvin kemudian meninggalkan ruangan tersebut. Saat ini dia perlu bertemu dengan penenangnya,agar tidak memancing amarah yang sedang bersarang dalam dirinya.
Sekilas info. Mexim merupakan lawan bisnis Calvin. Mexim selalu mencari cara agar bisa menjatuhkan Calvin. Walaupun tingkat kekayaannya masih jauh di bawa Calvin. Tapi dia tak pernah menyerah untuk membuat segala cara untuk menaklukan Calvin.
Tentu dengan cara seperti ini,mampu membuat Calvin seakan ingin mengulitinya hidup-hidup. Sudah sabar Calvin membiarkannya hidup. Tapi pilihan itu di salahgunakan olehnya.
Apalagi dengan berusaha menyakiti istri dan anaknya.
__ADS_1
Sedangkan nasib pria asing itu kini sudah tak bisa di selamatkan lagi. Karena dengan brutalnya Bara menancapkan seluruh peluru dari pistolnya untuk tubuh pria itu. Dia begitu marah karena pria itu berusaha untuk membunuh ipar dan calon ponakannya. Sedari tadi dia terus saja menahan amarahnya,karena menghargai keberadaan Calvin. Jadi baru sekarang dia melampiaskan semua.
" Bedebah sialan. Kalau bukan karena kakakku,bisa saja kakak ipar dan ponakanku tidak selamat hari ini. !!" ujarnya dengan menendang tubuh pria asing itu dengan brutal. Walaupun tubuh pria itu sudah tak terbentuk lagi.
Melihat Bara yang seakan hilang kendali. Milton menahan bahu adiknya dan membawanya keluar dari gudang. Biar anak buahnya yang akan mengurus bangkai pria asing itu.
" Rapikan penampilanmu.!! Tidak mungkin kau keluar dengan keadaan seperti itu. Yang ada para tamu akan membicarakanmu.!"
Bara menganggukan kepalanya,kemudian menuju salah satu toilet untuk merapikan penampilannya. Sedangkan Milton menunggunya di depan.
Merasa jika tampilannya sudah rapi seperti semula. Mereka berdua kemudian kembali masuk ke dalam ballroom hotel,dimana pesta pernikahan Andreas di laksanakan.
" Ayo kita gabung bersama mereka." ujar Milton.
Bara mengangguk,kemudian mereka berjalan menuju tempat VIP.
" Darimana saja kalian.?" tanya Andreas tiba-tiba. Dia tidak mengetahui apa yang tengah terjadi,sehingga melihat Bara dan Milton yang baru muncul seperti itu,membuatnya penasaran dengan mereka.
" Kami memiliki sedikit urusan di luar tadi .!" ujar Milton.
" Iya kak. Ah kakak ipar. Selamat ya untuk pernikahan kalian,semoga kau terus sabar menghadapi kakakku yang sangat tengil itu." ujar Bara dengan tersenyum.
" Yakkkk Bara...!!" teriak Andreas frustasi.
Semua tertawa lepas saat melihat tingkah mereka berdua. Tidak tahu tempat. Dimana saja Bara akan selalu memancing emosi dalam diri Andreas. Tapi di balik itu,mereka saling menyayangi layaknya saudara kandung.
Sedangkan Bara dengan tampang polosnya hanya cengingiran mendengar Andreas menyebutnya.
Acara pernikahan Andreas dan Alya berjalan dengan Lancar. Walaupun tadinya ada sedikit kendala. Tapi mereka mampu mengatasinya secepat mungkin.
Kini para tamu undangan sudah memilih untuk pulang ke kadiaman mereka masing-masing. Dan Calvin cs berserta Irene dan Alya akan bermalam di hotel,sekalian menghabiskan waktu bersama.
" Oh ya kak. Aku telah membelikan tiket kalian ke Korea untuk berbulan madu. Jadi segeralah hadirkan keponakan yang lucu untuk kami."ujar Bara.
Sedangkan Ariion dan Milton menahan tawa mereka karena melihat wajah pasrahnya Andreas. Walaupun Andreas sebenarnya merasa senang,tapi tetap saja dia merasa kesal karena Bara terus saja menggodanya.
__ADS_1
" Kak,jangan terlalu bringas nanti sama kakak ipar. Yang ada kakak ipar akan kapok dengan mu.Haha" bisik Bara tepat di telinga Andreas.
Tapi mampu di dengar oleh Milton dan Ariion. Karena mereka yang duduk berdekatan dengan mereka.
" Sekali lagi kau menggodaku, akan ku bunuh kelinci kesayanganmu itu." ujar Andreas dengan kesal.
" Ah kau tak asik sekali kak.!!"
Milton dan Ariion hanya tersenyum melihat tingkah mereka. Kini Calvin dan Irene masuk ke dalam kamar mereka. Begitupun Andreas dan Alya. Sedangkan tiga sejoli itu memakai kamar mereka masing-masing.
..........
Alya nampak merasa canggung berada dengan Andreas di dalam satu kamar. Walaupun mereka sudah menikah dan saling mengenal. Tapi masih jadi Alya merasa malu. Apalagi malam ini akan menjadi malam bersejarah untuknya. Dimana dia akan memberikan mahkotanya untuk suaminya.
" Sayang ..!! Mau mandi duluan atau aku?" tanya Andreas,dengan membukakan baju yang sedang di pakainya.
"Ha?" beo Alya.
" Mau mandi duluan apa aku yang ??" ulang Andreas.
deg..
Jantung Alya berputar dengan cepat. Otaknya tiba-tiba traveling membayangkan apa yang akan di lakukan Andreas padanya nanti.
" Kenapa melamun?" ..
" Ah,tidak sayang. Kau duluan mandi saja,setelahnya baru aku " ujar Alya menetralkan ekspresinya.
" Baiklah sayang. Kau bersiaplah.!!"
Setelah berucap seperti itu. Andreas masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Alya masih bengong di tempatnya.
" Apa yang sedang di maksud oleh suamiku itu ya.?? Hmm,tau ah.."
Alya memilih untuk mengganti bajunya,agar tidak ribet jika masuk ke dalam kamar mandi nanti.
__ADS_1
Author akan berusaha up tiap harinya 🙏