Cinta Sang Mafia Kejam

Cinta Sang Mafia Kejam
BAB 65


__ADS_3

Para tamu undangan kaum elit datang menghadiri acara resepsi pernikahan Andreas dan Alya.


Para kolega bisnis yang datang agar bisa bertemu dengan para pembisnis lainnya,untuk mereka bisa memperluas jaringan perusahan mereka.


Banyak juga yang ingin bertemu dengan pembisnis nomor satu yaitu Calvin. Agar bisa bekerja sama nantinya dengan perusahannya. Tapi sulit juga,karena Calvin tidak gampang di temui. Jadi ini kesempatan mereka untuk bisa menjalankan misi mereka.


Calvin cs dan istrinya Irene menemani Andreas dan Alya di atas panggung. Setidaknya agar Andreas tak merasa kesepian. Dan Alya masih memiliki seorang ibu yang juga setia berada di samping anak gadisnya.


Rasa haru menyelimuti hati Andreas dan Alya,karena kehadiran orang tersayang mereka. Walaupun tidak memiliki keluarga,tapi Andreas sangat bersyukur karena bisa hadir dan bergabung dalam kehidupan kakak angkatnya. Dan saat ini mereka semua telah berkumpul.


Para tamu semakin berdatangan. Dan penjagaan semakin di perketat,takutnya jika ada yang berniat jahat pada mereka. Apalagi mengingat mereka memiliki banyak musuh.


" Sayang .! " panggil Irene dengan menarik lengan sang suami.


Calvin menoleh pada Irene " Ada apa sayang? kau merasakan sesuatu?" tanya nya dengan lembut.


Irene menggelengkan kepalanya." Sayang. Aku haus sekali."


" Mari kita turun dan aku ambilkan air untukmu hon."


Dengan mesra nya Irene mengaitkan tangannya pada tangan Calvin dan mereka turun menuju kursi undangan. Calvin sangat hati-hati,mengingat jika kandungan Irene sudah sangat besar.


Calvin memanggil salah satu pelayan untuk membawakan minuman sang istri.


" Ada apa tuan.?" tanya pelayan.


" Ambilkan jus lemon hangat untuk istriku.!"


Pelayan itu membungkuk memberi hormat." Baik tuan.!" dia kemudian pergi.


Seseorang dengan smirk jahatnya membubuhkan bubuk racun pada minuman yang di minta oleh Irene. Setelah mendengar jika targetnya sedang meminta minuman,dengan secepat kilat menyiapkan apa yang di pesankan. Karena dengan cara itu,mereka bisa melumpuhkan Calvin dengan secepatnya. Karena sulit untuk bisa menjatuhkan Calvin. Pria itu menyamar menjadi seorang pelayan di pernikahan Andreas,agar bisa menjalankan misinya. Dan ini saatnya yang dia tunggu.


Tanpa sepengetahuan pria asing itu. Milton terus saja memperhatikan tingkah aneh darinya. Awalnya Milton yang datang kebelakang,tak tertarik untuk melihatnya,tapi setelah melihat tingkah pria itu sangat mencurigakan,akhirnya dia bersembunyi di balik tembok untuk melihatnya secara langsung.


" Siapa pria itu? Kenapa dia terlihat familiar sekali.? Dan apa yang sedang dia tuangkan di dalam minuman itu.Aku harus menyelidikinya. Bisa saja ini adalah musuh yang mencoba untuk meracuni salah satu di antara kami."

__ADS_1


batinnya.


Milton merogoh ponselnya dan memberi pesan untuk anak buahnya agar bisa menutup akses jalan keluar. Agar pria itu tak bisa berkutik.


Pria asing itu kemudian membawa minuman ke arah Calvin dan istrinya. Dan di ikuti Milton di belakang.


" dugaanku sangat tepat.!" batin Milton.


" Silahkan di nikmati nyonya. Maaf sedikit terlambat " ujarnya dengan senyuman.


Irene mengambilnya dan berucap terimakasih. Calvin juga tak terlalu memperhatikan pria itu,karena sedang asik berbicara dengan kolega bisnisnya. Pria itu kemudian pergi dengan terburu-buru agar tidak ada yang mencurigainya.


Irene kemudian ingin meminum minuman itu. Tapi tiba-tiba.


"Kakak ipar.!" Panggil Milton dengan tiba-tiba. Dia datang dengan membawakan minuman yang sama di tangannya.


Irene menatap Milton dan tidak jadi meminum minumannya." Ada apa Mil?"


" Minumlah ini kak,aku harus memastikan minuman itu.!" ujarnya.


" Ada apa ini.?" tanya Calvin.


" Tidak kak,aku hanya curiga jika minuman kakak ipar sudah di racuni." ujarnya dengan menumpahkan minuman itu kelantai. Tiba-tiba minuman itu berubah menjadi busa yang banyak.


Tentu saja Irene dan Calvin serta orang yang berada di sekitar mereka membelalakkan matanya karena tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Mata Calvin memerah menahan emosinya saat melihat jika ada yang berani untuk meracuni istrinya. Dia tidak melakukan keributan karena berfikir ini acara adiknya sendiri.


Dia kemudian memandang ke arah Milton. Dan Milton yang tahu maksud tatapan Calvin akhirnya mengangguk,kemudian pergi dari hadapan mereka.


" Kau tak apa-apa sayang ?" tanya calvin dengan membelai bahu istrinya.


" Tidak sayang. Untung saja ada Milton yang datang tepat waktu."


" Iya sayang. Ayo minum dan bergabunglah dengan mereka. Aku akan memberi pelajaran pada bajingan itu.!!" ujarnya memberikan minuman yang di bawakan Milton tadi.


" Baik sayang.!!".

__ADS_1


Banyak yang tidak terlalu panik,karena mereka tahu siapa Calvin sebenarnya. Andreas dan yang lainnya juga tidak tahu apa yang terjadi,walaupun mereka di satu tempat yang sama. Dan saat Milton menuangkan minuman itu,dia telah memberi syarat untuk mereka yang melihat agar tetap diam dan tenang. Agar acara ini terus berjalan tanpa hambatan.


............


Bugh ..bugh ..bugh ..bugh..


Bogem mentah terus saja mendarat pada tubuh pria asing itu. Dan darah segar keluar dari mulut nya tanpa permisi. Tak ada ampunan bagi seorang penyusup seperti itu.


Saat dia melihat jika Irene sudah mengambil minumannya,dia akhirnya tersenyum dan berusaha lari dari sana agar tidak ada yang mencurigainya. Tapi rencana nihil,dan bahkan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.


Beberapa anak buah Calvin menariknya,dan dia kaget serta melakukan perlawanan dengan mereka. Saat dia hendak mengambil pistol dari sakunya. Dengan brutal Milton menendang tulang belakangnya hingga dia tersungkur.


Salah satu anak buah Calvin mengambil pistol pria itu,kemudian mengamankannya. Pria itu kemudian di bawah ke belakang gudang hotel. Dan di beri pelajaran.


Tak lama bunyi sepatu milik Calvin terdengar mendekat ke arah mereka. Saat ini dia dan Bara yang datang. Karena Bara juga penasaran dengan pria asing itu.


Suasana kembali terasa mencengkam saat sosok pria menakutkan datang.


Kilat amarah menyirat dalam matanya. Bagaimana tidak. Dia hampir saja kehilangan anak dan istrinya jika Milton tak benar-benar ada.


" Dimana pria itu.!!" tanyanya pada salah satu anak buahnya yang berjaga di depan pintu gudang.


" Di dalam tuan.!!"


Semua mata berpusat pada Calvin. Calvin duduk di salah satu kursi yang sudah di sediakan oleh anak buahnya.


" Siapa yang memerintahkan mu untuk meracuni istriku.!!" tanya Calvin santai. Bisa saja dia langsung menghabisi pria itu. Tapi dia harus menahan amarahnya agar bisa mendapat info dari pria asing itu.


"........" hening. Pria itu tak menjawab,walaupun tubuhnya sudah di penuhi dengan pukulan.


" Hmm,,sepertinya kau ingin sedikit bermain denganku.!!" ujarnya,kemudian salah satu tangannya mengarah pada Bara,dan Bara mengeluarkan pistol dari balik jas nya.


Pria asing itu menelan ludahnya dengan kasar. Tapi berusaha agar bisa tenang,dan tidak terpancing dengan Calvin.


" Sepertinya kau memiliki nyawa cadangan sehingga dengan lancangnya ingin bermain denganku melalui istriku yang tengah mengandung.!!" ujarnya dengan devil.

__ADS_1


Dor........!!!!!!


__ADS_2