
Hari ini adalah hari pernikahan Andreas dan Alya.
Ya. Selama dua hari keberadaan Milton dan Bara di apartemen Ariion. Sungguh tidak di ketahui oleh Andreas sama sekali. Yang dia fikir,mereka tidak dapat menghadiri pernikahannya sebab tugas yang di perintahkan oleh Calvin jauh lebih penting.
Awalnya dia merasa sangat sedih. Tapi mengingat bagaimana kegigihan Calvin untuk membuat mereka hingga menjadi sekarang. Dia pun mencoba untuk menetralkan pemikirannya. Setidaknya Bara dan Milton berjanji akan datang setelah pekerjaan mereka selesai.
Andreas merasa jantungnya terus berpacu dengan cepatnya. Karena sebentar lagi dia akan mempersunting seorang permaisuri yang di kirimkan tuhan untuknya. Permaisuri yang akan menemaninya hingga menua bersama.
Saat ini Andreas berada di kamar hotel. Sedangkan Alya bersama Irene berada di kamar hotel sebelahnya.
Calvin dan Ariion belum datang menemuinya,sebab masih mengurusi beberapa keperluan di acara pesta Andreas.
Andreas di bantu oleh beberapa MUA untuk penampilannya.
Tak lama pintu kamar terbuka,dan masuklah Calvin dan Ariion. Melihat jika ada seorang penguasa yang masuk. Para MUA itu pun akhirnya keluar dan memberi ruang untuk mereka. Kebetulan penampilan Andreas sudah selesai mereka rias.
" Pagi bro..!!!" sapa Ariion pada Andreas.
Sedangkan Calvin hanya tersenyum dan memeluk erat tubuh saudaranya.
" Jangan lakukan kesalahan saat mengucapkan janji suci nanti ya!!" ujar Calvin dengan mengusap bahu Andreas.
Andreas menatap wajah Calvin dengan tatapan yang penuh haru. Dia kehilangan keluarganya,dan di temukan dengan pria yang kini menolong dan telah di anggap sebagai kakak yang tertua.Tak dapat di pungkiri,jika Andreas sangat tersentuh dengan ucapan Calvin. Pria kejam yang datang dengan seribu kebaikan untuk kehidupan mereka.
Dia sangat amat menyayangi Calvin dan saudaranya yang lain.
" Iya kak,terimakasih kalian telah bersusah payah untuk menyiapkan pesta pernikahanku.!" ujar Andreas sendu. Air mata itupun lolos dari pelupuk matanya.
" Kau saudara kita,jadi sudah sepatutnya kita saling tolong menolong. Intinya,jadilah laki-laki yang bertanggung jawab untuk anak dan istrimu nanti. Jangan pernah untuk menyakiti hati istrimu. Sebab kau mempersuntingnya,artinya kau siap untuk membahagiakannya." ujar Calvin bijak.
" Iya kak,aku akan selalu mendengar nasehat kalian. Terimakasih telah membawaku hidup di lingkungan kalian."
Kembali Ariion memeluk tubuh Andreas,Ariion sangat tahu,jika sebenarnya Andreas merasa sangat sedih karena tidak ada kehadiran Milton dan Bara di sini. Dan Ariion pun tak akan memberitahukannya pada Andreas,karena itu merupakan suprise untuknya.
__ADS_1
" Bersiaplah.!! Jangan bersedih,karena ini awal dari perjalanan mu. Bukan akhir,sebentar lagi kita akan menuju gereja untuk janji suci kalian !" ujar Ariion.
Sedangkan di kamar yang satunya. Kini tengah berada Alya,Irene dan juga Nabila. Saat datang ke acara mereka,Irene meminta suaminya untuk mengajak Nabila juga ikut dengan mereka. Awalnya dia menolak karena segan. Tapi karena sudah di ancam oleh Ariion. Maka mau tak mau,Nabila mengikuti mau mereka.
Dan disinilah mereka berada.
" Ya Tuhan Ay,kau cantik sekali. " ujar Irene dengan wajah yang berbinar. Bumil itu terus saja memuji kecantikan wajah Alya.
" Kau dan Nabila juga sangat cantik Ren."
" Aku tidak menyangka sebentar lagi kau akan menjadi istri dari saudara suamiku sendiri. Ah rasanya seperti mimpi ya." Ucap Irene dengan haru.
" Iya ren,aku juga tidak menyangka akan segera berumah tangga dengan pria yang sangat aku benci itu. Hehe.!!"
" Tapi sekarang kau malah bucin kan?"
Mereka tertawa lepas setelah mendengar ucapan Irene. Tak lama kemudian,Irene memegang tangan Alya dan menatapnya dengan intens.
Nabila yang melihat pemandangan seperti itu menjadi terbawa suasana. Dia sudah banyak tahu cerita tentang mereka. Jadi dia juga bisa merasakan kesedihannya.
" Makasih ya Ren,kau selalu ada untukku dalam suka maupun duka. Tetap rendah hati seperti ini ya Ren,walaupun kau telah menjadi istri seorang penguasa." ujarnya tersenyum.
" apaan sih ay,," tak lama Irene menyadari jika bukan mereka sendiri melainkan ada juga Nabila bersama mereka.
" Astaga.!! Billa,maaf ya kita sampai lupa kalau kamu ada di sini "
Nabila tersenyum menanggapi ucapan Irene." Santai aja nyonya, nyonya dan nona Alya lanjutkan saja obrolannya."
Mereka kemudian bersiap untuk mengantarkan Alya ke gereja. Karena sebentar lagi mereka akan melakukan janji suci.
.............
Setelah sampai di gereja. Andreas dan Alya di antar oleh mereka untuk masuk ke dalam,karena pendeta dan para tamu tengah menanti kehadiran sang pengantin. Andreas juga tak menyadari jika sedari tadi dua saudaranya tengah menatap mereka.
__ADS_1
Bara dan Milton tersenyum kala Calvin melihat ke arah mereka dengan senyuman.
" Kak,aku bahagia melihat kebahagian dari raut wajah kak Andre. Tak menyangka sebentar lagi dia akan menikah dan mengikuti jejak kak Calvin dan kakak ipar." ujar Bara dengan senyuman.
" Iya.! karena sejatinya manusia telah memiliki pasangannya masing-masing,kau dan kita juga akan merasakannya nantinya."
Bara hanya mengangguk menanggapi ucapan sang kakak.
Tak lama MC memanggil calon pasangan pengantin untuk bisa maju ke altar,dan menjalankan janji suci.
Setelah melakukan janji suci. Andreas memasangkan cincin perkawinan di jari manis Alya. Dan begitupun sebaliknya. Kemudian mereka berdua melakukan ciuman di depan para tamu dan pendekatan untuk meyakinkan perkawinan mereka.
Dengan rasa bangga,Calvin dan tiga saudaranya merasa haru,melihat saudara mereka yang telah sah menjadi suami orang. Rasa sayang mereka telah melekat dalam diri. Sehingga mereka lupa jika mereka terlahir dari rahim yang berbeda.
Mata Andreas menangkap dua pria yang tengah berdiri dengan menggunakan jas lengkap,bersama Calvin dan Ariion serta Irene dan Nabila. Di tambah dengan senyuman yang tengah mereka tampilkan.
Kemudian mereka maju mendekat kepada Andreas dan Alya.
" Selamat ya kak,semoga kalian bahagia selalu. Doaku selalu menyertai kalian " ujar Bara memeluk tubuh sang kakak.
" Ternyata kalian datang. Aku tunggu penjelasan kalian !!"
Bara hanya tertawa kecil menanggapi ucapan Andreas.
Kini giliran Milton yang memberi selamat. Yang mana membuat air mata Andreas pun mengalir saking bahagianya. " Selamat ya Yas,aku selalu berdoa untuk kebahagian kalian. Jadilah pria penyayang dengan jiwa yang bertanggung jawab untuk istrimu. Dan semoga cepat di berikan momongan agar bisa menjaga anak dari kak Calvin."
Kemudian Ariion juga memberi selamat " Andreas. Selamat ya untukmu dan adik ipar. Kebahagian selalu menyertaimu."
Rasa bahagia tak bisa di utarakan mendengar doa-doa tulus dari keempat saudaranya.
Kini mereka kembali ke hotel untuk menjalankan resepsi nantinya.
Banyak juga anak buah mereka yang menjaga selama acara ini berlangsung. Karena takut para musuh akan datang dan melakukan penyerangan terhadap mereka.
__ADS_1