
" Lakukan pelatihan khusus pada istriku langsung Andreas.!! Kamu harus mampu membuatnya bisa menguasai ilmu beladiri dan juga menembak,aku mempercayakannya padamu.!!", ucap Calvin saat dia,Ariion dan Andreas berada di dalam ruangannya.
" Gampang sekali itu kak. Aku akan membuat kakak ipar menjadi wanita kuat dan tangguh. Apalagi mengingat jika kita memiliki banyak musuh. Jadi kakak ipar tidak boleh lemah sedikitpun." ucap Andreas,seraya menyesap wine di tangannya.
" Bagus. Mulai besok kau sudah harus melatihnya. Dan kau Ariion.!! Buat salinan data-data perusahan Baskoro menjadi nama Irene sekarang. Karena itu perusahan miliknya. Bukan milik orang mereka.!!"
" Baik,aku akan merubahnya secepat mungkin. Dan untuk pemegang saham di sana. Aku akan mengadakan rapat dengan mereka untuk membahas masalah ini."
" Baik. Kalau begitu pergilah. Aku juga mau balik ke mansion. Ada bidadari surga yang sedang menunggu kedatanganku.hehe !!" ucap Calvin dengan bercanda.
" ckck,dasar bucin kau kak.!" ucap Andreas, seperti merasa geli sendiri. Melihat pria misterius itu membucin seperti ini.
Ariion hanya tersenyum simpul melihat dua orang di depannya.
Calvin kemudian berjalan dari ruangannya. Hari ini dia memutuskan pulang cepat karena ingin mengajak Irene untuk jalan-jalan. Karena selama tinggal bersama,mereka belum pernah jalan bersama. Apalagi sekarang statusnya sudah menjadi suami dari Irene.
Setelah sampai di mansion. Calvin kemudian masuk ke dalam dan mencari istrinya.
Kebetulan dia sendiri yang menyetir. Jadi agak cepat sampai di mansion.
" Dimana istriku?" Tanya Calvin pada seorang pelayan yang melintas.
" Nyonya sedang di kamar tuan." ucap sang pelayan.
Calvin kemudian berjalan naik ke kamarnya.
ceklek
Pintu kamar terbuka. Irene menatap ke arah pintu dan di sana suaminya telah pulang.
" Sudah pulang kak? kenapa cepat sekali?" ujar Irene kemudian berdiri dan mengambil tas kerja Calvin.
" Ah iya. Tidak ada lagi pekerjaan ku di kantor,jadi aku memutuskan untuk langsung pulang saja. Sekalian mau ngajak kamu jalan-jalan.!!" ujar Calvin.
" Jalan-jalan?" tanya Irene,seperti tak mengerti maksud suaminya.
" Iya jalan-jalan. Apalagi mengingat jika kita tak pernah pergi berdua.Dan kau juga hanya di mansion saja. Jadi alangkah baiknya kita pergi jalan bersama."
" Aku tidak suka pergi. Lebih baik aku di sini saja kak." ujar Irene kemudian.
" Tidak ada penolakan. Jika kau tolak,maka pelatihan mu akan di batalkan." ucap Calvin hanya untuk menakuti Irene.
Irene membulatkan matanya. Yang benar saja,suaminya akan membatalkan pelatihannya hanya karena dia tak mau jalan-jalan. Ada- ada saja pria di depannya ini. Dia akhirnya dengan pasrah mengikuti kemauan sang suami.
" Baiklah. Kita akan pergi bersama. Aku bersiap dulu." Ujar Irene tanpa banyak bicara. Kemudian berjalan ke walk in closed untuk mengganti pakaiannya.
Kebetulan tadi dia baru saja mandi,jadi tidak perlu untuk mandi lagi.
Calvin kesenangan. Akhirnya dia bisa ngajak sang istri es nya itu untuk jalan-jalan. Walaupun kadang sifat Irene dingin. Tapi tak membuat cinta Calvin luntur. Melainkan semakin bertambah.
__ADS_1
Calvin menunggu sang istri di soffa kamar. Sambil memainkan ponselnya.
Irene keluar dari walk in closed. Menggunakan dress pendek dengan lengan panjang berwarna hitam. Rambut di gerai lurus, serta tas kecil berwarna merah. Menambah kesan elegan.
" Aku sudah siap." ucap Irene seraya tersenyum.
Calvin melihat kecantikan Irene, hanya menelan salivanya dengan kasar. Bagaimana tidak,istrinya benar-benar sangat cantik.
Seketika dia tidak ingin pergi jalan-jalan lagi. Karena tidak mau mata jelalatan para pria melihat kecantikan sang istri. Dia sungguh tak rela.
" Kita jadi berangkat?" tanya Irene lagi, karena Calvin yang sepertinya masih melamun. Dengan memandangnya,membuat Irene seperti sedikit salah tingkah.
" Ah jadi. Ayo berangkat.!" ucap Calvin setelah tersadar dari speechless nya.
Mereka kemudian menaiki mobil mewah milik Calvin.
Ini kali pertama mereka berjalan berdua,dengan perasaan yang tidak terlalu canggung. Apalagi Calvin yang memang perhatian dan berkata lembut pada Irene.
Sehingga membuat Irene tersentuh dengan perlakuan manis yang Calvin berikan.
Mereka kemudian tiba di salah satu mall ternama milik Calvin.
Setelah memberikan kunci mobil pada tukang parkir.
Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka.
Banyak yang kagum dan juga ada pula yang merasa iri dengan Irene. Karena bisa bersanding dengan pria nomor satu di negara ini.
" wow,mereka terlihat sangat cocok. Yang satu cantik,dan satunya tampan. arghh" ucap pengunjung.
" kamu benar, beruntung sekali nona itu. Bisa berpasangan dengan tuan Calvin."
" Tuan Calvin seperti pangeran. Uh ingin rasanya menggantikan posisi nona itu."
Bisik-bisik pengunjung yang dapat di dengar oleh mereka berdua.
Calvin tak menggubris ucapan mereka. Tapi Irene, dia merasa lucu dengan tingkah mereka.
Setelah puas menemani Irene berbelanja untuk nya. Lebih tepatnya untuk mereka berdua. Karena Irene membelikan barang untuk mereka berdua.
Tapi lebih jelasnya setelah di paksa dan memberi sedikit ancaman untuk Irene. Karena gadis cantik itu bersih keras untuk tidak berbelanja.
Dan sini mereka berada. Di restauran mewah di mall itu.
Calvin mengajak Irene untuk makan berdua dengan tema romantis. Karena sebelum itu,dia telah menyuruh Ariion untuk memboking tempat itu khusus untuk mereka semua.
Setelah masuk, Irene sempat melihat sekelilingnya. Karena tidak mendapati seorang pengunjung pun di sini.
__ADS_1
Dia akhirnya menanyakan nya pada Calvin.
" Apa kau memboking tempat ini?" tanya Irene menatap intens wajah sang suami.
Dan orang yang di tanya hanya senyam-senyum tak jelas saja." Iya !!" ucapnya.
Kemudian pramusaji datang membawa berbagai hidangan mewah di atasnya.
" Apa kau yang menyiapkan ini semua?" Tanya Irene lagi dengan memperhatikan semua yang di buat sedemikian romantisnya.
Calvin mengangguk kemudian mempersilahkan sang istri untuk makan.
Hingga selesai. Calvin kemudian memegang tangan Irene,yang mana membuat Irene terkejut.
Calvin kemudian memegang setangkai bunga dan memegang tangan Irene.
" Aku tahu mungkin ini sudah terlambat. Tapi aku ingin memberitahumu,jika selama ini aku sudah menaruh hati padamu. Ku mohon terima rasa cinta dan sayangku untukmu. Tidak ada kata terlambat untuk kita memulainya. Aku sadar jika pernikahan kita awalnya hanya keterpaksaan. Tapi kali ini terima rasa cintaku dan bertahanlah hingga kita menua bersama. Aku tahu kau belum mencintaiku,tapi izinkan aku memperjuangkan cinta darimu. Maaf jika aku tidak seromantis seperti pria lainnya. Tapi inilah diriku.!" ujar Calvin dengan menatap tulus ke arah Irene.
Sedangkan gadis cantik itu,menatap tak percaya ke hadapan Calvin.
Darahnya seakan berdesir kencang setelah Calvin mengungkapkan rasa cinta padanya.
Bolehkah dia menangis? Irene merasa terharu,karena Calvin pria pertama yang ada di hidupnya.
" Hikss, Bolehkah aku memelukmu." ucap Irene dengan air mata bahagia yang menetes.
Calvin dengan terburu-buru berdiri dan membawa Irene ke dalam pelukannya. Irene akhirnya menumpahkan tangisan bahagianya
di pundak sang suami.
" Tidak ada kata tidak untuk menolak mu kak, terimakasih untuk cintamu. Dan aku akan membalas cinta mu." ujar Irene.
Calvin puas mendengar ucapan sang istri.Dia kembali memeluk erat tubuh Irene dan mengelusnya dengan sayang.
# Flashback off
.....
Jangan lupa mampir di karya author yang baru ya gengs ,🙏
ceritanya di ambil dari kisah nyata 🤗
..
Jangan lupa like dan komen gengs 💪🤗
__ADS_1