
Ini author kasih visual baru untuk peran Calvin dan Irene Versi barat ya Gengs 😘🤗 semoga suka ya 😊
Calvin Rodriguez
Irene Deswita
Hoek
Hoek
Pagi sekali Irene berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua yang ada di dalam perutnya. Dari semalam dia merasa seperti ada yang lain dari dirinya. Calvin yang mendengar suara istrinya dari dalam kamar mandi. Akhirnya bangun dengan wajah yang masih sangat mengantuk. Apalagi mereka semalaman bertempur untuk menghadirkan Calvin junior.
Calvin berlari cepat ke arah kamar mandi. Dan ternyata tak di kunci,dia masuk dan mendapati Irene yang sedang memuntahkan isi perutnya di atas wastafel.
" Sayang. Are you Okey.?"
" Aku sangat lemas sekali by,gak tahu kenapa aku bisa mual sepagi ini. Hoek,Hoek.!!"
Calvin memijit bahu sang istri untuk sedikit enakan." mungkin kau masuk angin sayang. Ayo biar kita ke dokter ya!!"
" Gak ah,aku gak mau mencium bau obat-obatan,by. Mending aku istrirahat aja,pasti rasa mualnya akan menghilang nantinya"
" Ya sudah,aku antar ya" ujar Calvin lembut. Kemudian berjalan beriringan dengan Irene. Dan membaringkannya di atas ranjang.
" Hubby,jangan pergi. Aku ingin kau memelukku." ujar Irene manja.
Calvin yang melihat sikap manja istrinya tiba-tiba membuat hatinya berbunga-bunga di pagi hari. Bagaikan mendapat jacpot besar.
Dia kemudian naik ke atas ranjang dan membawa tubuh istrinya dalam dekapannya.
" Apa begini membuatmu nyaman?"
" Ya sangat nyaman by."
" Aku senang jika kau selalu seperti ini honey,hatiku serasa berbunga-bunga melihat kau yang ingin bermanja seperti ini dariku."
" Gak tahu kenapa tiba-tiba aku ingin kau memelukku by,terus aroma tubuhmu juga membuat rasa mualku seperti sedikit menghilang. Aku sangat menyukainya"
__ADS_1
" Benarkah?" Calvin tersenyum dengan mata yang berbinar. Akhirnya gadis dingin ini mau memberinya kata-kata romantis yang mampu membalikan dunia Calvin.
" Kalau begitu aku rela terus seperti ini asal kau bahagia sayang."
" Makasih ya sayang. Mm. By,aku boleh gak minta beliin aku makanan warteg? Soalnya aku seperti sangat menginginkannya hari ini. Bolehkan?" ucap Irene dengan menatap sendu ke arah suaminya.
Calvin yang melihat keinginan aneh istrinya,kemudian menaikan satu alisnya seperti tanda tanya?
" Makanan warteg? Apa itu honey? aku seperti baru mendengar nama makanan itu."
" itu makanan warung hubby. Yang biasa di jual di depan jalan atau warung-warung gitu. Di pasar tradisional juga banyak kok yang"
" Astaga sayang,makanan warung itu tidak higienis honey,yang ada kamu akan tambah sakit karena di serang oleh kuman-kuman yang berasal dari lingkungan situ." ujar Calvin dengan ngeri membayangkan makanan yang di inginkan istrinya itu.
" Hiks. Hiks.. Hanya itu saja kau tidak mau menurutinya,padahal makanan warteg sangat murah dan lezat. Kau pelit sekali by.Hiks.!!"
Calvin di buat panik dengan istrinya yang tiba-tiba menangis seperti anak kecil,karena tidak bisa menuruti kemauannya.
" Ke-kenapa kau menangis sayang? Ya ampun. Maafkan aku jika memang kata-kataku ada yang salah ya!! Oke aku akan menyuruh Ariion untuk membelikannya untukmu."
" Gak mau. aku maunya kamu mas,jangan suruh orang lain." dengan bibir yang bergetar menahan tangisnya.
" Astaga...iya aku akan carikan makanan yang kau mau sayang. Jangan menangis lagi oke. Yang ada cantikmu akan menghilang deh." Ujar Calvin dengan membawa istrinya ke dalam pelukannya.
" Honey.!! Aku pergi ya? kalau ada apa-apa segera hubungi aku.!!" ujar Calvin dengan mencium lembut kening dan bibir istrinya.
" Iya sayang.!!" ucap Irene dengan senyuman yang sangat cerah.
Calvin keluar dan turun melalui lift. Tapi sebelum itu,dia pergi menemui kepala pelayan untuk menjaga istrinya. Setelah selesai,dia akhirnya menjalankan mobilnya keluar dari gerbang.
Dalam perjalanan,Calvin kemudian menghubungi Ariion yang sedang menunggunya di tempat yang akan mereka tuju nantinya.
Karena sebelum berangkat. Tanpa sepengetahuan irene, Calvin menghubungi Ariion agar menemaninya membelikan makanan yang di inginkan istrinya. Karena Calvin sangat tidak tahu bentuk dari makanan tersebut. Jangankan bentuk makanan. Warungnya saja Calvin tidak mengetahui sama sekali.
drtttt
drtttt
Ponsel Calvin berdering. Tak lama dia kemudian mengangkat panggilan, yang di lakukan oleh Ariion.
" Kau dimana? Aku sudah menunggumu. Dan alamatnya sudah aku kirimkan melalui pesan."
__ADS_1
" Aku sudah mau mendekat ke arahmu.!!"
Dia kemudian mematikan panggilan telfon,karena sudah melihat posisi Ariion yang berdiri di depan mobilnya.
Ariion yang melihat jika mobil Calvin telah parkir. Dia akhirnya mendekat ke arahnya.
Calvin juga keluar dari dalam mobil.
" Dimana tempatnya?"
" Di sana." tunjuk Ariion pada salah satu warteg yang terlihat sangat bersih dan rapi.
" Oh itu. Ayo kita kesana sekarang!! Istriku akan mengamuk jika sampai aku terlambat datang nantinya."
" Memangnya apa yang terjadi? Tumben sekali adik ipar ingin memakan makanan warung sepagi ini."
" Aku juga gak tahu. Tadi dia sempat mual di pagi hari sekali. Dan tiba-tiba dia memintaku untuk membelikan makanan ini padanya."
" Oh,apa jangan-jangan.!!" ucapannya terpotong dan tidak melanjutkan ucapannya, karena takut apa yang ada di pikirannya akan salah dan membuat Calvin kecewa nantinya.
" Jangan-jangan apa?"tanya Calvin penasaran.
" Gak jadi. Ayo!! Sebelum istrimu benar-benar menembak kita dari kejauhan."
Mereka berdua tertawa,dan akhirnya masuk ke dalam warung yang dituju.
Seseorang di dalam mobil,terus saja meremas stir mobilnya dengan kuat. Hatinya sekarang seakan memanas melihat Calvin bisa tertawa lepas seperti itu. Rasanya dia ingin menembak nya sekarang juga,hingga Calvin mati di tempatnya.
Saat dia akan menuju ke kantor. Dia melihat ke arah Calvin dan Ariion yang sedang berbicara di tepi jalan. Akhirnya dia juga menghentikan mobilnya dan melihat interaksi mereka tersebut.
Saat ini dia masih menyusun rencana untuk menghancurkan Calvin. Karena menghadapi Calvin tidaklah gampang.
Bosan bergelut dengan pemikirannya. Akhirnya dia menjalankan mobilnya,meninggalkan tempat itu.
Saat bersamaan Calvin sempat melihat ke arah mobil itu. Dan menaikan alisnya,seperti mengenalinya.
" Aku akan langsung ke kantor. Jika kau ingin libur dan menemani adik ipar. Biar aku yang mengurus kantor hari ini." ujar Ariion tiba-tiba,dengan merapikan jasnya.
Calvin mengalihkan pandangannya dari mobil itu,kemudian memandang ke arah Ariion." Kau memang sangat perhatian saudaraku. Kalau begitu,aku akan kirimkan bonusmu."
Ariion tertawa menanggapi ucapan Calvin. Pria itu selalu saja menyenangkan bawahannya dengan memberikan bonus yang besar. Bagaimana mereka tidak akan suka mendapatkan bos yang royal sepertinya.
__ADS_1
Calvin dan Ariion akhirnya berpisah. Karena dia sudah mendapatkan pesanan istrinya. Hari ini juga dia ingin bermanja-manja dengan wanita kebanggaannya itu.
Heheh🤭🤭