
Sudah dua minggu lamanya Nabila tinggal bersama Ariion di apartemen milik Ariion. Hari-harinya juga mereka lalui seperti biasanya,karena Ariion yang kerap sekali sibuk jadi jarang sekali berada di apartemennya. Dan Nabila sendiri yang tinggal di sana.
Pagi ini karena weekend. Jadi Ariion tak akan pergi kemana-mana. Kebetulan Calvin dan Andreas akan pergi bersama dengan pasangan mereka untuk berlibur, untuk menuruti kemauan bumil yang ngidam untuk jalan-jalan.
Sebenarnya Ariion dan Nabila juga di ajak,tapi Ariion menolak dengan alasan ingin mengerjakan pekerjaan penting. Padahal nyatanya dia tidak ingin menjadi obat nyamuk dari kedua pria bucin itu.
Dan lagi pula,dia memang sedang sibuk mempersiapkan pesta pernikahan Andreas dan Alya. Sebagai bentuk hadiahnya untuk adik angkatnya itu.
Bara dan Milton juga akan datang dan membantu Ariion. Dan Andreas tidak tahu jika Ariion yang menyiapkannya. Karena yang dia tahu jika Calvin yang akan mengurusnya,sesuai yang Calvin ucapkan.
Jadi sebelum pergi ke tempat pesta. Ariion memilih untuk melanjutkan tidurnya sambil menunggu kedua adiknya itu datang. Karena mereka dalam penerbangan ke negara ini. Setelah datang,baru mereka akan pergi bersama. Dan kedatangan mereka juga tidak di ketahui oleh Andreas juga.
Jam menunjukan pukul 10 pagi. Bau aroma masakan masuk hingga ke indra penciuman Ariion di kamar. Ariion terus menghirup bau aroma masakan yang sedang di masak oleh Nabila. Seperti biasa, Nabila akan memasakkan makan yang sangat mengunggah selera siapapun.
" Apa yang sedang di masak oleh wanita itu? Baunya selalu terasa lezat" Ariion turun dari tempat tidurnya,dan berjalan masuk menuju kamar mandi.
Setelah 20 menit berberes. Ariion turun menuju ruang makan,dan di sana dia melihat jika Nabila sedang menata makanannya di atas meja.
Nabila juga tidak menyadari jika Ariion terus menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan. Hingga suara deheman mengagetkannya.
Nabila melonjak kaget dengan suara Ariion yang tiba-tiba menurutnya.
" Eh tuan. Ayo silahkan duduk dan makanlah. Ini sudah mau masuk waktu siang hari." ujar Nabila dengan tersenyum hangat.
Ariion bahkan tak menggubris ucapan Nabila tersebut. Dia berjalan maju dan duduk di salah satu kursi di ruang makan itu. Dan Nabila dengan gesit menuangkan lauk pauk di atas piring Ariion.
" Selalu saja begitu tuan ini. Apa salahnya berucap terimakasih. Haisss,,,dasar beruang es." batin Nabila dengan wajah cemberut.
" Jangan mengumpat ..!"
jleb
__ADS_1
Mata Nabila melotot saat mendengar ucapan Ariion yang seperti baru saja mendengar suara hatinya. Dia kemudian menormalkan ekspresi wajahnya agar tak menambah kecurigaan tuannya itu.
" Ah tidak tuan. Hehe." sangkal Nabila dengan cengiran.
" Kau jelek jika tersenyum seperti itu.!!"
Lagi-lagi kata savage yang di lontarkan oleh Ariion membuat Nabila melotot. Benar-benar tuannya ini sungguh tidak berperasaan sekali bukan?
" Saya memang jelek tuan "
" Sudah tahu,maka jangan tunjukan ekspresi wajah seperti itu di depanku.!!"
Nabila hanya menunduk dan manggut-manggut kepalanya. Dia sudah tak berbicara,takutnya dia akan mendengar kata mutiara dari bos galaknya itu.
" Dia sangat manis jika sedang cemberut seperti itu. Eh,apa yang sedang aku fikirkan !! No,no ini tidak boleh terjadi "
Dengan tiba-tiba Ariion menggelengkan kepalanya seperti seseorang yang sedang kesurupan. Nabila yang melihat tuannya seperti itu. Dengan spontan menggoyangkan bahu Ariion.
Ariion menaikan satu tangannya di depan Nabila. Seperti isyarat jika dia sedang baik-baik saja. Nabila pun terdiam seketika di tempatnya.
" Saya baik-baik saja. Oh ya.!! Sebentar lagi dua saudara saya akan datang kesini dari luar negeri. Jadi siapkan kamar mereka." ujar Ariion pada Nabila dengan tatapan mata yang tajam seperti biasanya.
Nabila hanya mengangguk dan mengiyakan ucapan tuannya.
Setelah mengatakan hal itu. Ariion bangkit dari duduknya menuju menuju kamar. Tangan sebelahnya terus memegang dadanya yang terus saja bergetar karena melihat tatapan Nabila.
" Ada apa dengan jantungku? Kenapa setiap kali Nabila menatapku seperti itu,jantungku ini terus berdetak karuan. Akh,,aku harus segera periksakan ke dokter." gumamnya.
" Kenapa tuan beruang es itu sangat aneh sekali hari ini. Hm,,jangan-jangan dia kesurupan karena terlalu dingin dengan ku. Iiii..!! ngeri sekali" ujar Nabila,dengan secepat kilat membersihkan meja makan. Karena dia harus segera menyiapkan kamar untuk saudara tuannya itu.
...................
__ADS_1
" Hahahahahahaha"
Irene dan Alya tertawa lepas saat melihat Calvin dan Andreas yang sedang cosplay menjadi boneka yang lucu.
Bagaimana tidak. Setelah mereka memutuskan untuk pergi jalan-jalan bersama. Tiba-tiba saja Irene merasa moodnya berubah. Dan ingin jika mereka tinggal saja di rumah. Dan itu yang paling di sukai oleh Calvin. Tapi dengan satu persyaratan dari Irene. Tanpa menunggu lama lagi,dengan secepat kilat Calvin menerima persyaratan dari istrinya.
Dan inilah jadinya. Hari ini Irene mendandani Suaminya dan adik iparnya bak princess di negeri dongeng. Dan juga mau tak mau Calvin dan Andreas hanya pasrah menerima nya.
Jika tidak, Calvin akan di beri hukuman untuk tidur di luar dan tidak akan menemui Irene dan bebynya. Jadi Calvin dengan berat hati menerima persyaratan itu. Dari pada dia harus merana karena tidak bisa memeluk sang istri tercinta.
" Sayang..Udah ya,masa ga kasian samaku" ujar Calvin memasang wajah yang super sedih.
Irene kemudian mengangguk dan menghentikan aktivitas dua manusia berwibawa itu. Sedangkan Alya tidak bisa berkomentar,karena itu kemauan sang ratu,jadi dia hanya menuruti kemauan sang sahabat.
" Akh, syukurlah kakak ipar menghentikan kami dari dandanan menjijikan ini. Hancur sudah reputasiku di depan calon istri cantikku." gumam Andres.
Dengan secepat kilat mereka berlari ke kamar masing-masing untuk membersihkan makeup mereka.
Alya dan Irene yang melihat tingkah mereka itu,tidak ada habisnya untuk tertawa.
" Gimana,apa masih ngidam lagi bumil nakal?" tanya Alya tersenyum.
" Hehe,udah gak kok Ai,tenang aja. Itu hukuman untuk dua kenebo kering itu. Siapa suruh wajahnya gak pernah senyum untuk orang-orang"
" Astaga. Bukannya dia juga seperti itu? " Alya menggelengkan kepalanya. " Bukannya kau juga seperti itu ren?"
" Itu kan dulu, sekarang udah gak kok Ai. Gimana kalau kita ke belakang.? Aku ingin menikmati udara segar di gazebo belakang.!!"
" Yuk..!!"
Mereka berdua akhirnya menuju ke taman belakang. Dan beberapa para maid membawakan cemilan serta minuman untuk si bumil. Karena Irene akhir-akhir ini sangat menyukai makanan.
__ADS_1