
Calvin berlari ke arah Andreas,yang terlihat sudah terjatuh.
" Andre,Are you Okey? Bertahanlah.!!"
Calvin memanggil anak buahnya untuk membawa Andreas ke dalam mobil mereka,dan memerintahkan mereka membawanya ke rumah sakit miliknya.
" Aku tidak apa-apa kak," ucap Andreas yang sudah lemah. Mendapat satu tembakan mungkin Andreas masih bisa bertahan. Tapi ini empat tembakan yang mendarat di tubuhnya. Membuat Andreas kehilangan kesadarannya.
Setelah memastikan Andreas sudah di bawa ke rumah sakit. Dengan amarah,Calvin bangkit dan mengambil pistol milik Andreas.
Dan ...
dor
dor
dor
dor
Dengan brutalnya,Calvin melayangkan tembakan pada musuh mereka,hingga banyak yang sudah terjatuh. Dia tak takut jika sampai terluka,yang penting mereka harus bisa mati semuanya,itu yang di fikirkan oleh nya.
Ariion yang melihat jika Calvin sudah benar-benar marah pun. Kini lebih fokus untuk mengalahkan para bandit itu.
dor
Satu tembakan tepat di jantung ketua bandit. Dia akhirnya terjatuh ke dalam air laut. Karena posisi nya tadi di samping kapal.
Calvin kemudian memerintahkan anak buahnya untuk mengangkut semua senjata itu. Dan menyuruh mereka meledakan kapal beserta tubuh-tubuh musuh mereka.
Melihat jika semua sudah selesai. Calvin menyuruh kelompok mereka untuk kembali,dengan senjata-senjata ilegal itu.
Calvin dan Ariion tidak langsung pulang. Melainkan langsung menuju rumah sakit. Karena kondisi Andreas yang sangat memprihatinkan.
Untung saja beberapa anak buah Calvin juga merupakan dokter ahli bedah dan lainnya. Hingga di rumah sakit itu,banyak yang merupakan anak buahnya. Karena Calvin sendiri yang memberikan pendidikan pada mereka.
Kini tubuh Andreas sedang di tangani oleh dokter yang merupakan anak buah Calvin sendiri.
Calvin dan Andreas lari tergesa-gesa setelah sampai di rumah sakit.
" Bagaimana keadaannya.?" tanya Calvin.
Dokter itu membungkuk memberi hormat.
__ADS_1
" Tuan Andreas masih dalam pengaruh obat bius tuan. Dan peluru dalam tubuh tuan Andreas sudah kami keluarkan semuanya." ujar dokter itu.
" Baiklah,lakukan yang terbaik pada nya. Pindahkan dia di dalam ruang VIP kemudian lakukan penjagaan di sekitar area rawatnya!!"
Mereka membungkuk memberi hormat dan mengiyakan ucapan Calvin.
" Aku akan menjaganya,kau pulanglah. Irene sedang menunggumu.!!" ujar Ariion.
" Aku akan kembali nanti dengan istriku. Kalau begitu aku pergi dulu!! Pagi nanti aku akan kembali menjenguknya."
Ariion mengangguk. Setelah itu calvin pergi meninggalkan Andreas yang sedang menatap punggung Calvin.
Memastikan jika Calvin telah menghilang dari pandangannya. Ariion masuk ke dalam ruangan Andreas.
Dia melihat jika beberapa tubuh Andreas sedang di bungkus menggunakan perban.
Ariion duduk di salah satu sofa di ruangan itu. Matanya terus memandang ke arah Andreas.
Kembali kenangan waktu pertama kali dia melihat tubuh Andreas yang terluka seperti ini. Saat pertama kali Calvin datang menolongnya,dan membawanya ke markas mereka. Hingga masuk Andreas masuk dalam anggota kepercayaan Calvin.
" Kau sungguh membalas Budi adikku.Kau lebih mengutamakan keselamatan orang yang menolongmu daripada keselamatan mu sendiri. Kau tau cara memegang sumpah dan janjimu. Aku bangga memiliki saudara seperti kalian berempat. Walaupun bukan terlahir dari rahim yang sama,tapi rasa sayang kalian melebihi kasih sayang antar saudara kandung." gumam Ariion tersenyum bangga pada Andreas.
Sudah beberapa kali,ketiga adiknya Bara,Milton dan Andreas. Menyelamatkan tubuh nya dan Calvin dari serangan musuh. Mereka lebih mengutamakan keselamatan mereka berdua daripada keselamatan mereka sendiri.
Ariion akhirnya memejamkan matanya karena ketiduran dan juga lelah pastinya.
ceklek
Calvin masuk ke dalam kamar mereka,dan melihat jika istrinya masih terlelap dalam tidurnya. Calvin mendekat dan mencium sekilas bibir sang istri,kemudian beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Waktu sudah menunjukan pukul 5:30 dini hari. Dan sang fajar mulai menampakan dirinya.
Calvin naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya di samping Irene.
Irene terbangun saat cahaya matahari masuk ke dalam kamar mereka.
unghh
Dia merentangkan tangannya dengan nyawa belum sepenuhnya terkumpul.
Setelah benar-benar sadar. Irene melihat ke arah samping,dimana suaminya tidur dengan nyenyaknya.
Irene mendekatkan wajahnya dekat dengan Calvin. Dan mencium hidung serta pipi Calvin.
__ADS_1
" Syukurlah,kau pulang dengan keadaan yang selamat."
cup
Irene kemudian turun menuju kamar mandi. Lima belas menit menghabiskan waktu di sana. Dia kemudian mengenakan pakaiannya,sebelum turun menuju dapur.
Hari ini dia menyiapkan makanan kesukaan Calvin. Karena dia sangat tahu jika suaminya itu pasti kelelahan,dan juga pasti sangat lapar. Jadi dia berencana ingin menyenangkan suaminya itu.
" Akhirnya selesai juga. Humm,dan baunya sangat menggugah selera."
Tak lama Irene merasakan jika seseorang sedang memeluk tubuhnya.
Dia tersentak,tapi melihat tangan jika itu tangan Calvin. Irene kemudian berbalik menghadap wajah suaminya.
" Kok sudah bangun hubby?"
" Bagaimana aku tidak bangun,aku mencium aroma masakanmu yang menggunggah seleraku. Jadi aku tak tahan untuk segera menyantapnya." Ujar Calvin,dengan menggigit gemas hidung mancung Irene.
" Yaudah,mandi dulu baru sarapan ya? masih bau jigong soalnya.hehe" iseng Irene.
Calvin tertawa menimpali perkataan nyeleneh istrinya itu. Kemudian naik untuk membersihkan tubuhnya.
Karena waktu sudah menunjukan jam 8 pagi. Artinya Calvin hanya tidur dua jam setengah. Dan pasti Calvin merasa sangat pusing. Untung saja dia memiliki vitamin yang dapat membuat daya tubuhnya tetap stabil.
Dia kemudian turun menemui Irene di meja makan.
Menarik salah satu kursi dan mendudukkan bokongnya.
" Sayang,hari ini kita kerumah sakit ya? Andreas sedang di rawat di sana." ujar Calvin. Dengan menyendokan nasi ke mulutnya.
" Astaga!! apa yang terjadi padanya? kenapa dia sampai bisa masuk ke rumah sakit?" Irene sedikit panik mendengar ucapan suaminya itu.
" Dia mengalami empat tembakan semalam. Karena mencoba untuk menyelamatkanku sayang. Saat ini Ariion sedang menjaganya di sana"
" Astaga. Hubby,kok bisa sih? Yaudah aku akan siapkan makanan untuk mereka berdua. Kau makanlah dulu ya,biar aku menyiapkan makanan mereka."
Calvin hanya memperhatikan istrinya yang sedang sibuk memasak bubur untuk Andreas. Dan menyiapkan makanan untuk Ariion juga.
Hati Calvin menghangat karena Irene sangat terlihat peduli pada rekan-rekannya. Biasanya untuk istri bos besar,dan kaya seperti Irene. Tak akan susah payah duduk di dapur,hanya dengan satu perintah saja. Apa yang dia mau sudah berada di depannya,tapi kali ini berbeda. Irene langsung turun tangan untuk menyiapkan segalanya. Dia masih terlihat sangat sederhana.Walaupun sekarang dia sudah menjadi istri dari billioner.
" Untung aku memiliki istri yang sangat perhatian dan peduli seperti ini,dan bonusnya dia sangat cantik. Aku sangat beruntung memilikimu honey. Kau wanita idaman." gumam Calvin.
" Kau makanlah dulu sayang,aku tak mau kamu sampai jatuh sakit."
__ADS_1
Irene mengangguk,dia kemudian duduk dan melanjutkan makanannya.
Setelah selesai,mereka kemudian keluar menuju mobil. Dan akan melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.