Cinta Sang Mafia Kejam

Cinta Sang Mafia Kejam
BAB 39


__ADS_3

Alatas meneguk salivanya dengan kasar saat Irene menampilkan senyum mengerikannya. Gadis yang dia temui beberapa tahun silam,kini berbeda dengan yang ada di depannya.


Seakan keceriaan telah hilang dan di gantikan dengan wajah dinginnya.


Irene memainkan pistol di tangannya seperti seorang psikopat yang sudah ahli dalam memainkan senjatanya.


" Aku sangat ingin melihat reaksimu nanti. Setelah melihat apa yang akan kau saksikan di layar besar ini paman. Spoilernya sih, seperti yang kamu lakukan dulu padaku dan orang tuaku. Hmm,,kamu pasti sangat penasaran sekali bukan??"


Smirk Irene.


Sedangkan Alatas. Jangan di tanyakan lagi bagaimana reaksinya nanti.


Kisah beberapa tahun yang lalu kini berputar dalam ingatannya.


" Tidak ,,tidak mungkin dia ingin melenyapkan keluargaku. Mereka tidak bersalah akulah yang bersalah. Aku harus melakukan sesuatu agar keluarga ku tidak terseret di dalamnya " batin Alatas. Dia baru membayangkan saja,sudah sangat membuat bulu kuduknya meremang seketika.


" A-apa maksudmu. !!" ucap Alatas dengan wajah datar,tapi nyali seperti berada di Unjung kepalanya.


Irene tertawa. Kemudian menepuk tangannya. Dan akhirnya layar besar di belakangnya menyala dan menampilkan,satu keluarga yang sedang di ikat dan ditodongkan pistol di atas kepala mereka semua.


Mata Alatas melotot seketika. Melihat anak-anak dan istrinya yang sedang menangis dan minta tolong padanya.


" Ayahhh tolongg kami ayah..hikss," ucap anak Bungsu Alatas.


Sedangkan istri dan anak yang lainnya hanya menangis karena melihat ayah mereka yang sama juga,sedang di ikat.


Kaki dan tangan Alatas seakan melemah seketika. Dia pun memohon pada Irene untuk melepaskan keluarganya.


" Tolong, lepaskan mereka. Mereka tidak bersalah sedikitpun tolong." ucap Alatas yang seketika merendah pada Irene.


" Ahahah. Kau ingin aku melepaskan keluargamu? dengan dalil jika mereka tidak bersalah? Lalu apa yang kau lakukan saat dulu ayahku memohon padamu seperti itu!!! Dimana hati nurani mu saat itu bajingan!!! Haa!!!"


dor


" Akhhh" teriak Alatas,saat Irene menembak sebelah kakinya.


Irene mengamuk saat melihat Alatas memohon padanya. Tapi dulu saat ayahnya meminta untuk tidak membunuh mereka,dengan syarat akan memberikan semua harta pada mereka. Tapi mereka tak mengindahkan permintaan sang ayah. Dan malah dengan tega menghabisi ayah dan ibunya.


" Ayah..!! Lepaskan ayah kami. Jangan sakiti ayah kami. Lepaskan sialan!!!" teriak salah satu anak Alatas.

__ADS_1


Irene menatap dengan bengis ke arah layar.


" Bunuh dia!!!" ucap Irene dengan amarahnya. Matanya memerah, apalagi mendengar jika mereka menyebutkan ayah mereka tidak bersalah. Seakan memancing emosi yang sangat di tahan Irene ini.


" Ja-jangan bu-bunuh anakku ,ku mohon. Maafkanlah aku ku mohon." ucap Alatas dengan ketakutan yang mendalam.


Dor


dor


Dua tembakan melesat di belakang dan kepala anak nomor tiga Alatas,yang tadi sempat mengatai Irene dengan sebutan sialan.


Andreas menyeringai saat melihat anak itu terjatuh dengan darah segar meleleh membasahi dasar lantai.


Sedangkan anak dan istri Alatas menangis melihat kematian anak mereka dengan sangat histeris serta merasa ketakutan.


Jantung Alatas seakan menghilang dari tubuhnya. Dia tertunduk dengan menangis sejadi-jadinya.


" Lepaskan mereka ku mohon. Biar kan saja ku tanggung siksaan dari mu.ku mohon " dengan sendu Alatas menangis dengan sangat lirih.


" Setelah apa yang kau dan bajingan tua itu lakukan pada keluarga kami,dan sekarang dengan gampangnya kamu memohon ampun?!! Tidak ada ampunan sedikitpun untuk kalian. Dari dulu aku memang ingin membalas kan dendam ini pada kalian,tapi baru saat ini aku bisa membalasnya .!!! Bawakan Baskoro ke hadapanku sekarang !!" ujar Irene dengan marah.


Dia sangat marah karena baru saja membalaskan dendam nya,kalau mau. Dia ingin membalas mereka dari dulu.


Selama ini Baskoro memang di siksa,tapi selebihnya di obati dan di siksa lagi. Hingga saat ini Baskoro seakan pasrah jika di bunuh karena dia sudah sangat merasakan sakit yang sejadi-jadinya.


" Bunuh mereka sekarang juga !!" ucap Irene pada Andreas di layar.


" Baik kakak ipar.!!" jawab Andreas dengan tersenyum senang.


" Jangannnnnnn ku mohon jangannnnnn" teriak Alatas histeris.


dorr dorr dorrr dorrr dorrr dorr.....


Kini bunyi senjata memenuhi kediaman Alatas. Keluarganya di bunuh dengan sangat brutalnya oleh Andreas dan beberapa anak buahnya.


Tanpa mengindahkan permintaan pilu dari Alatas.


Alatas berteriak histeris setelah melihat anak dan istrinya di bunuh secara brutal.

__ADS_1


" Bagaimana rasanya ha!! Sakit bukan? Melihat orang yang kita sayangi di bunuh secara mengerikan seperti itu? Itu yang di namakan dengan karma!! Kau tahu,bahkan sampai matipun aku tidak akan memaafkan kalian. Mati saja kalian.!!!"


dorr dorr dorr dorr dorrr .....


Irene melesatkan peluru ke tubuh Alatas dan Baskoro hingga tubuh mereka hancur lebur. Darah kental mengalir dengan derasnya di lantai.


Dan tanpa jijik sedikitpun Irene menginjak daging di tubuh mereka. Kemudian meludahi tubuh dua pria itu.


Irene seakan merasa sangat puas. Senyum cerah terbit di wajah cantiknya. Dia kemudian berjalan untuk membersihkan diri dari bercak darah yang mengenai bajunya.


Tidak mungkin dia menemui sang suami dengan keadaan yang kotor.


Sedangkan di kantor Calvin.


Calvin dan Ariion kini sedang menganga dengan mulut melebar,serta mata yang melotot. Kadang mereka menelan saliva mereka dengan kasar.


Bukan hal baru jika melihat pembunuhan sadis seperti itu,karena mereka sering melakukannya. Tapi yang mereka speechless adalah.


Irene yang dengan lihai memainkan pistol dan dengan elegan nya menembak musuh dengan sangat baik.


" Bagaiman Ar,istriku sangat hebat bukan? Ah aku semakin mencintainya." ujar Calvin dengan songongnya.


" Ck, semua itu berkat Andreas, dan kerja keras adik ipar. Jadi naikan juga gaji Andreas. Tapi aku juga bangga pada istrimu. Dia sangat lihai sekali,kalau begini. Musuh juga tidak akan gampang mendekat padanya. Dan jangan lupa satu hal,jika anak sulung Alatas saat ini masih belum kami temukan,jadi kita perlu waspada" ujar Ariion.


" Kau benar sekali Ar. Tapi aku mau dia terus berlatih. Karena musuh kita bukan hanya satu,melainkan sangat banyak. Dan untuk pria itu,akan menjadi urusanku nantinya . Aku tidak akan membuatnya menyentuh istriku sedikitpun"


" Kau benar sekali Vin. Aku akan terus mencari keberadaan pria itu,aku takut jika dia mendengar keluarganya di bunuh. Yang ada dia akan membalaskan dendam nya "


" Bagus Ariion .Ayo kita balik. Aku ingin menemui istriku saat ini."


Mereka kemudian bersiap untuk pulang.


Sedangkan Irene yang juga sedang di antar oleh Max pulang ke mansion. Karena sebentar lagi sang bos akan datang dari kantornya.


Dalam perjalanan, Irene menatap kaca mobil. Dan memandang ke arah luar. Tiba-tiba bulir bening mengalir dari pelupuk matanya.


Setelah menyelesaikan misinya. Kini dia tenang,rasa marah kini lenyap seketika dengan kematian Alatas dan Baskoro.


" Ayah,ibu,tenanglah kalian di sana ya.! Aku sudah membalaskan rasa sakit kalian. Doakan kebahagian Irene dengan suami Irene yang ayah,ibu. Semoga rumah tangga Irene tidak berakhir menyedihkan lagi. I Miss so much ".lirih Irene. Kemudian menghapus air matanya.

__ADS_1


.....


Jangan lupa like dan komen ya gengs,biar authornya semangat up 🙏🥺


__ADS_2