Cinta Sang Mafia Kejam

Cinta Sang Mafia Kejam
BAB 32


__ADS_3

" Sedang apa kau disini?"


Tanya Calvin kemudian berjalan mendekat ke arah Irene yang sedang duduk di balkon kamar Calvin.


Semenjak masuk tadi, dia tak mendapati keberadaan gadis itu. Hingga dia berjalan mendekat dan melihat jika gadis yang sedang di carinya ternyata sedang menyendiri di balkon.


Irene berbalik ke arah Calvin." Aku menunggumu !", ujar Irene dengan menatap datar ke arah Calvin.


" Menungguku?" tanya Calvin dengan menunjukan dirinya sendiri. Karena tumben Irene menunggunya tidak seperti biasanya.


" Ya !!" Irene menjawab kemudian pindah ke salah satu kursi dan memberi isyarat pada Calvin untuk duduk di kursi yang tadi di duduknya.


Calvin kemudian duduk dengan gaya cool nya.


" Ada apa?" Kini pandangan mata mereka saling beradu, jika jantung Irene baik-baik saja. Beda halnya dengan Calvin yang merasa jantungnya yang berdetak kencang karena tatapan mata Irene padanya.


" Maaf sebelumnya. Tapi aku mau kau jujur padaku. Siapa pembunuh orang tuaku?" tanya Irene to the point. Yang mana membuat Calvin tersentak kaget dengan pertanyaan dari istrinya.


" Apa maksud mu?" balik tanya Calvin.


" Kenapa dia tiba-tiba menanyakan hal itu padaku? ada yang di sembunyikannya?" batin Calvin.


" Jangan berpura-pura terkejut, karena aku telah mendengar semuanya saat kau dan orang tuamu membahas ku " Ujar Irene. Kini tatapan matanya beralih ke arah depan. Dia merasa sakit hati ketika menanyakan perihal orang tuanya dari Calvin.


Terserah apa kata Calvin. Jika menganggap dirinya telah lancang mendengar pembicaraan mereka. Jadi dia tidak akan berpura-pura tidak mengetahui perihal itu.


" Jadi kau mendengarkannya? "


" Ya. Jangan sembunyikan apapun dariku saat ini. Aku tidak akan tenang jika orang yang telah membunuh orang tuaku kini sedang tertawa bahagia sekarang.!"


" Jika aku memberitahukannya dan menunjukan orang tersebut di depan mu, apa yang akan kamu lakukan nanti?" pertanyaan pancingan di layangkan Calvin. Hanya untuk melihat seberapa bencinya dia terhadap orang itu.


" Aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri saat itu juga.!" dia menatap mata Calvin dengan dinginnya.

__ADS_1


Calvin kemudian menganggukkan kepalanya seraya tersenyum simpul.


" Bersiaplah.! Nanti malam kau akan bertemu dengannya secara langsung.!" Setelah mengatakan itu. Calvin kemudian berlalu masuk ke dalam menuju ruang kerja pribadinya.


" Apa maksudnya itu? jika benar dia mempertemukan ku dengan bajingan itu. Maka aku harus memberi pelajaran seperti yang di lakukan pada kami.!" Gumamnya. Seketika kilasan masa lalu muncul dalam pikirannya. Dimana dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, ketika dua orang pria dengan memakai topeng menembak kedua orang tua nya dengan sangat sadis.


Dan mereka beralih padanya untuk membunuhnya. Untung saja dia melarikan diri dan di selamatkan oleh seorang lelaki yang saat itu juga sedang di kejar oleh beberapa orang. Dengan kesempatan itu,mereka saling menolong karena keuntungan pada diri mereka masing-masing tapi sampai saat ini dia tak mengenali orang itu.


" Apa kau telah menangkapnya?" tanya Calvin pada Ariion di sebrang.


" Sudah Vin. Anak buah kita melakukannya dengan sangat baik."


" Bagus. Malam ini bukan aku yang akan menghabisinya,tapi istriku yang akan melakukannya.!"


" Ha? bagaimana bisa kau menyuruhnya Vin? Jangan mengada-ngada kamu.!" Ariion kaget mendengar ucapan Calvin. Yang menurutnya sangat tidak logis itu.


" Irene yang menginginkannya. Jadi aku tidak akan menolak permintaan nya. Aku sangat baik bukan?" ujar Calvin dengan candaan.


" Ya,ya kau sangat baik, baik malahan. Aku sudahi dulu. Aku ingin mengurusi si dua curut ini. Yang sedang berkelahi karena seorang wanita." ucap Ariion.


Ya benar yang di katakan Ariion. Jika Bara dan Andreas sedang berdebat dengan salah satu wanita yang mereka lihat di restoran. Karena setelah pulang mereka tidak kembali bersama Calvin. Tapi mereka langsung menuju ke apartemen Ariion. Hanya karena ingin menghabiskan waktu mereka dengan nge-game saja.


Setelah merasa bosan Andreas kemudian merampas kunci mobil,kemudian memakai jaketnya dan memasang kacamata,kemudian berjalan keluar dari apartemen.


" Mau kemana kau?" tanya Bara penasaran.


" Jangan kepo kau.! " setelah mengucapkan itu. Andreas langsung keluar menuju basemen untuk mengambil mobilnya.


Dia masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya membelah jalanan kota.


Dengan sedikit bersiul senang, kini tujuan Andreas ialah sebuah restoran mewah yang entah kenapa nama resto itu sudah berubah menjadi nama kakak tertuanya. Dia ingin menanyakan secara langsung pada Calvin. Tapi di urungkan niatnya setelah dia mengetahui dari


Ariion sendiri. Jika restoran itu sudah berpindah menjadi milik Calvin.

__ADS_1


Setelah sampai, Andreas memarkirkan mobilnya. Kemudian turun dengan gaya cool nya. Seketika aura Casanova nya keluar.


Dia berjalan masuk ke dalam resto itu kembali. Padahal tadi mereka baru saja kembali setelah makan di sini, tapi dia malah balik lagi.


Alya yang merupakan sahabat Irene itu,melihat jika ada pelanggan. Dia kemudian berjalan mendekat dan menanyakan pesanan orang itu. Tapi melihat jika itu orang yang baru saja datang dan sempat menggoda nya tadi. Seketika dia malas, tapi demi pekerjaan dia akhirnya maju untuk menanyakannya.


" Mau pesan apa tuan?" tanya Alya sopan.


Andreas mendongakkan kepalanya dan melihat orang yang di carinya ada di sini. Seketika bibirnya melengkung membentuk bulan sabit.


" Aku hanya ingin jus alpukat." ucap Andreas dengan tersenyum.


" Baik. Apa itu saja?"


" Iya nona cantik " ucap Andreas, dengan mengedipkan sebelah matanya. Dia kembali menggoda Alya. Sejujurnya setelah melihat Alya tadi, entah kenapa hati Andreas seakan menghangat. Apalagi melihat senyum ceria yang di tampilkan oleh wanita cantik itu.


Seketika hatinya menjadi berbunga-bunga.


" Ini pesanan anda.!" ucap Alya setelah kembali membawa pesanan yang di pesankan oleh Andreas.


" Terimakasih ya cantik" ujar Andreas lagi.


Alya seakan malas menjawab ucapan pria di depannya. Entah kenapa dia merasa kesal setiap kali pria ini menyebutnya dengan kata-kata itu.


Tanpa menjawab, Alya kemudian meninggalkan Andreas yang masih sangat memperhatikannya.


" Aku harus bisa mendapatkannya.! Apapun yang terjadi, dia sedikit memiliki sifat seperti kakak ipar. Dan aku menyukai itu." gumamnya sembari tersenyum.


Sepasang mata kini sedang memperhatikan Andreas. Kemudian menelfon seseorang dengan tersenyum dengan liciknya.


Andreas tidak menyadari itu. Karena dia sedang sibuk dengan memikirkan rencana untuk mendapatkan gadis yang telah membuatnya jatuh cinta ini.


.......

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan juga masukan ke list favorit kalian ya gengss🤗💜


__ADS_2