
" Bagaimana keadaanmu? kau baik-baik saja"
Tanya Calvin yang masuk ke dalam bersama Irene,dengan menenteng buah Dan makanan untuk Andreas. Saat mereka akan datang ke rumah sakit,Ariion langsung menuju ke perusahan.
" Aku baik-baik saja kak. Tenang saja,sudah biasa kan,hehe"
" Kau sangat ceroboh. Mengapa harus mengorbankan dirimu untuk menyelamatkanku. Lain kali berhati-hatilah."
" Andreas,terimakasih karena sudah menyelamatkan suamiku. Semoga cepat sembuh ya," ujar Irene tulus.
" Ck,jangan terlalu sungkan kakak ipar,bahkan aku sudah berjanji pada diriku sendiri,agar bisa menjaga dan menyayangi kakak tertuaku itu. Dan kau kak,aku bahkan rela melakukan apapun asal bisa menyelamatkan mu dari para musuh."
Ujar Andreas dengan mata yang menatap ke arah Calvin. Dan orang yang di tatap hanya tersenyum simpul.
Dia bahkan sangat tahu,jawaban apa yang akan di katakan oleh semua anak buahnya,yang sudah di anggap saudara oleh nya itu. Mereka akan menjawab jika nyawanya nya yang paling berarti dari pada diri mereka. Karena kebaikan Calvin,hingga mereka bisa sesukses ini.
Itu merupakan janji setia dari ke empat saudaranya.
" Makanlah,istriku sudah membuatkan makanan untukmu!!"
Andreas mengangguk senang, dengan mata yang berbinar. Memang saat ini dia sangat lapar, saat melihat Irene mengeluarkan bubur dari rantangannya,wajah Andreas berubah cemberut,karena makanan itu tak sesuai dengan ekspetasinya,dan karena dia yang memang kondisinya belum terlalu stabil,maka dokter menyarankan untuk hanya mengkonsumsi bubur.
Padahal nyatanya Andreas sampai saat ini sangat tak menyukai bubur.
Mau tak mau Andreas harus bisa memakannya,untuk menambah energi pada tubuhnya.
" Makanlah,agar tubuhmu tidak akan lemas." ucap Irene dengan memberikan bubur pada Andreas.
" Mau aku suapi?" mengingat jika Andreas belum bisa untuk bergerak banyak,karena luka jahit di tubuhnya masih sangat perih.
__ADS_1
Mata Calvin melotot karena mendengar istrinya ingin menyuapi Andreas. Dia sangat tak rela jika Andreas mengambil kesempatan dengan perhatian istri cantik nya itu. Ada-ada saja tuan Calvin ini.🤭
" Sayang,biarkan suster yang akan menyuapinya,kau tidak usah repot-repot seperti itu. Yang ada si curut itu malah kesenangan." ucap Calvin dengan tak relanya.
" Baiklah hubby,biarkan aku meminta bantuan pada Alya saja,biar Alya yang akan menyuapinya" ujar Irene.
" Apa !!Alya bersama kalian?"
Seketika rasa kesal berubah menjadi senang dan berdebar-debar. Andreas yang mendengar nama Alya seketika melupakan rasa sakit yang sedang di deritanya. Karena dia seperti mendapat sumber kekuatannya.
" Iya,Alya sedang bersama kami. Sebentar aku akan memanggilnya,karena dia masih di luar." ucap Irene.
Memang saat berangkat kerumah sakit. Irene dan suaminya tidak sengaja berjumpa dengan Alya di dalam toko buah,saat mereka ingin membeli buah untuk Andreas.
Dan saat itu juga Irene mengajak Alya untuk menjenguk Andreas. Awalnya Alya menolak,tapi karena sedikit di ancam oleh Calvin. Maka Alya dengan berat hati pun mengikuti kemauan mereka. Sebenarnya dia mau menjenguk,tanpa perlu di ancam oleh suami sahabatnya,hanya saja dia masih sangat kesal dengan Andreas,karena pria itu selalu saja mengganggunya. Dan dia juga penasaran dengan keadaan pria tengil itu.
Dan sinilah dia berada. Di rumah sakit mewah milik Calvin. Irene sudah mengajaknya untuk masuk bersama,tapi Alya menolak. Hanya karena sangat segan untuk bertemu dengan Andreas lagi.
" Haiss,,Ren. Gua malu banget ketemuan sama tu orang,loh tau sendiri kan gimana nyebelin nya dia. Kalau saja aku gak di ancam oleh suami beruang es mu itu,hm mana mau aku di ajak ke sini." ujar Alya dengan memanyunkan bibirnya. Walau sebenarnya ada rasa khawatir terhadap Andreas,tapi dia tak mengakuinya.
" Hehe,udah yok. Kamu mau duduk di sini sendirian.? Jangan sampai mereka lama menunggu loh,tahu sendiri kan!! gimana galaknya suami aku itu." ucap Irene dengan menahan tawanya. Karena melihat ekspresi bermacam-macam yang di tampilkan oleh temannya itu.
" Tuh kan..Huu!! Yaudah ayo,daripada entar ngamuk lagi tu suamimu."
Mereka berdua akhirnya masuk ke dalam kamar rawat Andreas. Walaupun sedang merasa canggung,tapi Alya berusaha sebisa mungkin untuk menetralkan perasaanya. Dia tak mau terlihat gugup nantinya pada Calvin,apalagi Andreas.
" Selamat pagi tuan Andreas. " ucap Alya dengan memaksakan senyumannya.
Dan orang yang di sapa kini sedang menatap takjub ke arah wanita pujaannya yang sedang tersenyum ramah padanya. Mungkinkah ini mimpi? Baru kali ini,Andreas melihat senyum cantik yang di tampilkan oleh Alya. Karena memang setiap kali mereka bertemu,hanya muka kesal yang selalu di tampilkan oleh wanita itu.
__ADS_1
" Apakah ini mimpi?" ucap Andreas dengan menepuk pipinya.
" Auh,ini terasa sakit,berarti ini bukan mimpi,dan di depanku memang Alya." ujarnya.
Calvin dan Irene sudah tidak kuat menahan tawa mereka lagi,karena melihat kekonyolan yang di buat oleh Andreas,karena Calvin sangat tahu,jika Andreas adalah seorang playboy berkelas kakap. Hanya karena Alya,seketika predikat playboy pada diri Andreas hilang seketika.
Kalau tak memikirkan wibawanya sebagai pria cool. Mungkin Calvin sudah tertawa lepas di dalam ruangan Andreas.
Andreas melirik Calvin,dan seakan memberikan bahasa isyarat. Dan Calvin yang memang paham maksud saudaranya itu pun,berdiri dan mengajak istrinya keluar dan memberi ruang untuk mereka berdua.
Setelah melihat jika tuan Calvin dan sahabatnya Irene telah keluar dari ruangan itu.
Alya pun berjalan mendekat ke arah Andreas.
" Apa kau baik-baik saja?" tanya Alya.
" Ya aku baik-baik saja,apalagi melihatmu datang ke sini. Seketika rasa sakit di tubuhku hilang."
" Ckck,dalam keadaan sakitpun kau masih bisa membuatku kesal ya!!" ujar Alya. Dan matanya mengarah pada bubur yang belum di sentuh sama sekali oleh Andreas.
" Kau belum makan?"
Andreas menggelengkan kepalanya." Belum. Aku tak suka memakan bubur,entah kenapa aku tidak berselera sekali untuk memakannya."
" Jika kau tak makan,bagaimana nanti dengan kondisimu itu.!! Makanlah,biar aku menyuapimu nanti."
Alya mengambil bubur di atas nakas itu,kemudian duduk di tepian ranjang Andreas.
" Maaf kalau sudah duduk di ranjangmu,dan biarkan aku menyuapimu nanti. Bagaimana jika kau tak makan? yang ada kau tak akan sembuh-sembuh." ujar Alya.
__ADS_1
Alya memasukan bubur ke dalam mulut Andreas. Dan terus melakukan hal itu berulang kali. Andreas terus saja menatap wanita itu dengan tatapan penuh damba.
" Tidak salah aku menyukaimu Alya,dalam keadaan marah pun kau masih bisa untuk perhatian denganku. Aku sangat tahu,kau menghindar dariku selama ini bukan karena membenciku,hanya saja karena kau minder untuk dekat denganku. Karena status kita yang sangat berbeda. Tapi jangan khawatirkan hal itu. Aku memang mencintaimu dari awal kita bertemu secara langsung."