Cinta Sang Mafia Kejam

Cinta Sang Mafia Kejam
BAB 56


__ADS_3

Kandungan Irene sudah memasuki usia 4 bulan. Artinya lagi beberapa bulan lagi istri dari Calvin Rodriguez ini akan melahirkan. Setelah kembali dari rumah sakit untuk melakukan cek up, Calvin dan Irene berinisiatif untuk menuju ke perusahan Calvin. Karena istrinya itu sangat ingin pergi ke sana.


Sebagai suami yang baik dan pengertian,tentunya Calvin tidak akan menolak permintaan istri cantik nya itu.


Saat di dalam mobil,mereka terlibat dalam pembicaraan serius.


" Sayang. Mengapa aku seperti merasa jika kemarin ada seseorang sering mengikutiku?" ujar Irene jujur.


" Kenapa baru menceritakan padaku honey? Dan di mana dia mengikutimu,hm?"


Irene kemudian menceritakan pada Calvin,apa yang di alaminya kemarin.


# Flash back.


Irene berjalan santai dengan Alya memasuki mall mewah. Saat berbelanja,Irene merasa sangat lapar. Jadi dia hendak mengajak Alya untuk pergi makan bersama. Saat dalam perjalanan ke restoran di mall itu. Irene merasa jika seseorang terus mengikuti mereka.


Tidak mau berfikiran buruk,Irene terus melangkahkan kakinya mengikuti langkah kaki Alya.


Awalnya dia merasa jika itu anak buah suaminya yang memang sedang menjaga mereka. Tapi dia curiga karena pria itu tidak memakai tanda pengenal dari markas mereka,tentunya menambah kacurigaannya.


" Kita pesankan saja meja yang ada banyak orangnya ya ai,gak usah di tempat VIP."


" Aku ngikut kamu aja Ren,yang penting untuk kenyamanan kamunya"


Mereka memilih tempat yang sedikit di pojokan dekat jendela. Setidaknya di sana Irene bisa melihat pergerakan pria itu. Karena tiba-tiba saja perasaan merasa tidak nyaman dengannya. Takut ada sesuatu yang akan terjadi pada mereka,apalagi sekarang dia sedang mengandung. Dan takutnya orang itu hendak mencelekainya,apalagi berfikir jika saat ini juga banyak musuh suaminya yang ingin menghancurkan mereka.


Sebenarnya dia datang bersama Max anak buahnya,tapi dia melarang mereka untuk mengikuti. Setidaknya memberikan mereka kebebasan untuk berbelanja keperluan anak buah kepercayaan mereka itu.


Pria yang sedang mengikuti mereka itu kini sedang berada di salah satu meja,dengan topi yang menutup wajahnya. Jadi Irene susah untuk mengenali pria itu.


Saat pelayan datang dan membawakan makanan mereka. Irene dan Alya menikmati makanan tersebut,tapi dengan pandangan mata yang terus menatap pria yang mencurigakan.


Alya yang melihat Irene seperti gelisah,kemudian menanyakan nya.

__ADS_1


" Ren. Kau kenapa? Kenapa terlihat gelisah seperti itu,hm?"


" Gak apa-apa ai,yuk makan lagi."


Mereka kembali menikmati makanannya. Tapi kembali dia melihat jika pria itu sudah pergi dengan tergesa-gesa. Hingga tubuhnya bertabrakan dengan pelayan yang sedang membawakan nampan.Setelah itu dia berlari.


# Flashback off.


Irene menceritakan apa yang dia alami kepada suaminya itu.


" Kau tenang saja sayang,tidak akan ada yang berani menyentuhmu. Jangan khawatirkan hal itu. Okey?" ujar Calvin dengan menarik hidung mancung istrinya itu.


" Iya hubby, karena aku takut dia akan menyakiti aku dan anakkuh saja sayang. Jika tadi aku belum hamil seperti ini,pasti sudah ku lawan pria itu." ujar Irene dengan memasang wajah gemasnya. Yang mana membuat Calvin seakan ingin menerkamnya saat itu juga.


" Jangan memasang wajah gemasmu seperti itu sayang. Jangan sampai aku menerkammu saat ini juga" bisik Calvin tepat telinga Irene.


Merasa jika ucapan suaminya ini pasti tidak main-main,Irene menatap wajah suaminya dengan tatapan galak. Yang benar saja,pria kejam itu ingin menerkamnya sedangkan ada supir pribadi mereka di depan. Yang mana sedang menahan senyuman melihat tingkah mereka.


Dengan sayang Calvin membawa tubuh istrinya itu kedalam pelukannya.


" Kau tenang saja sayang,aku berjanji tidak akan ada seorangpun yang dapat menyakitimu dan anak kita nantinya. Karena aku akan menghabisi mereka,sekalipun nyawaku menjadi taruhannya. Dan pria yang mengikutimu kemarin kini sudah di bakar hidup-hidup oleh Andreas. Walaupun jauh bagaimanapun. Ada banyak pasang mata yang mengawasi dan pasang badan untuk keselamatanmu." batin Calvin,dia kemudian mencium pucuk kepala Irene dengan sayangnya.


Mereka telah berada di depan gedung perusahan milik Calvin. Dan Irene di sambut meriah oleh sahabatnya Alya.


Karena memang saat ini Alya bekerja di perusahan milik Calvin,karena permintaan Irene sendiri. Dia juga merasa kasihan melihat Alya harus bekerja di tempat lama mereka,walau sempat di tolak oleh Alya. Tapi karena bujuk maut mereka,akhirnya dia mengiyakan kemauan mereka semua.


" Ren. Tumben banget tiba-tiba kesini. " ujar Alya dengan memeluk tubuh Irene.


" Aku bosan di rumah sendirian ai,jadi ya sudah mending aku kesini,iyakan " ujarnya tersenyum dengan menampilkan senyumannya.


Dan Calvin yang sedari tadi menunggu istrinya dan Alya yang asik berpelukan. Hingga tidak sadar jika dirinya masih setia berdiri dan belum masuk ke dalam. Alya yang menyadari itu,akhirnya cengengesan.


" Maaf tuan,keasikan jadi gak sadar jika tuan ada di sini,hehe."

__ADS_1


" Udah jadi kebiasaan kalian berdua,jadi saya tidak kaget lagi." ujar Calvin tersenyum.


Pasti ada yang bertanya kenapa Calvin sangat akrab dengan Alya.? Karena Alya merupakan sahabat istrinya,apalagi Alya sekarang sedang menjalin kasih dengan Andreas. Ya tentunya dia akan terlihat akrab dengannya.


Di tambah lagi dengan perangai Alya yang baik,ceria dan juga humoris,jadi tidak ada jarak untuk mereka semua.


" Ayo sayang kita masuk.!!" ajak Calvin pada Irene. Dengan tangan yang menggenggam tangan istrinya dengan sayang.


Mereka bertiga mulai masuk ke dalam perusahan. Banyak karyawan yang berdiri dan memberi hormat pada mereka. Ya walaupun Alya seorang karyawan di sini,tapi mereka sangat menghargainya karena dia merupakan orang yang sangat dekat dengan atasan mereka dan istrinya tersebut.


" Ai,bagaimana dengan Andreas? Apa dia telah melamar mu? Aku tidak sabar melihat kalian untuk segera menikah. Iya kan sayang?" tanya Irene dan menatap wajah tampan sang suami.


" Iya Alya,sebaiknya kalian segeralah ke jenjang yang serius. Apalagi Andreas sangat serius dan mencintaimu. Jangan khawatir dia tidak akan macam-macam padamu nantinya,apalagi selingkuh darimu. Karena sampai itu terjadi maka dia akan berurusan denganku secara langsung." ujar Calvin.


" Makasih ya,aku hanya mengikuti alur kisah kita saja. Dan sampai sekarangpun dia belum melamarku, kan gak mungkin aku maksain dia untuk segera menikahiku. Yang ada mau taruh di mana wajah comelku ini,yakan.!!"


" Haisss,,ni anak. Tenang saja aku yakin kau dan Andreas akan segera ke jenjang yang lebih serius lagi. Kan kau dan dia sama-sama bucinnya." ujar Irene.


" Tau aja sih kamu " mereka berdua tertawa.


Alya pamit pada mereka karena akan bekerja, dia tidak mungkin bersantai sedangkan timnya lagi bekerja. Walaupun sudah di minta oleh Calvin,tapi dia merasa tidak enak dengan mereka. Dan itu yang disukai oleh Calvin dan Irene. Setidaknya dia tidak memanfaatkan keadaan yang ada.


" Sayang, tunggulah sebentar ya. Aku selesaikan dulu pekerjaanku. Setelah itu,terserah kau mau kemanapun akan ku antar. Ya!!" ujar Calvin dengan mencium bibir istrinya.


" Iya sayang. Aku akan menunggumu,bekerjalah untuk aku dan anakmu ini.Hehe."


Calvin menyuruh anak buah mereka untuk membelikan berbagai macam makanan ringan untuk Irene,karena saat hamil dia suka sekali mengunyah.


Tak lama pintu terbuka dan masuklah Ariion kedalam untuk membawa laporan di tangannya.


" Kau disini rupanya adik ipar. Maaf ya tadi tidak menjemputmu di luar. Aku baru saja datang karena ada urusan mendadak di luar."


" Iya kak tenang saja" ucapnya dengan senyuman.

__ADS_1


__ADS_2