
Setelah melewati malam yang mendebarkan bagi Irene. Akhirnya mereka akan kembali ke mansion Calvin.
Ya walaupun sebenarnya semalam mereka tidak melakukan malam pertama seperti kebanyakan pengantin baru lainnya. Karena Calvin tidak mau memaksa Irene untuk melayaninya. Dia sangat sadar jika Irene belum bisa menerimanya, maka dari itu Calvin akan berusaha merebut hati sang istri.
" Apa semua sudah siap?" tanya Calvin. Sebelum mereka berdua akan turun bergabung dengan keluarga besar Calvin yang sedang sarapan di restoran hotel itu.
" Iya sudah " ucap Irene.
Calvin mengangguk, kemudian mereka menaiki lift ke lantai dasar.
Irene sudah tidak terlalu gugup dengan orang tua Calvin. Ya karena mereka yang sangat menyayangi Irene seperti anak mereka sendiri.
" Ish, ish ,ish pengantin baru ini auranya semakin beda saja ya " Goda Andreas pada saat dia melihat pasutri itu berjalan mendekat ke arah mereka.
Dan kini semua mata tertuju pada mereka berdua.
Irene merasa sedikit malu dengan ucapan Andreas, ya dalam benak Irene. Mereka pasti berfikir jika semalam mereka berdua telah melakukan malam syahdu. Padahal nyatanya tidak sama sekali.
" Pagi mom, pagi dad" ucap Calvin dan Irene berbarengan. Kemudian mereka duduk bergabung.
Tapi sebelum itu Calvin menarik satu kursi untuk Irene. Yang mana perlakuan manis itu mendapatkan senyum-senyum Aneh dari mereka semua.
" Pagi juga sayang.! Ayo duduk dan sarapan lah sebelum kita semua balik.!" ucap sang mommy yang sangat antusias.
" Gimana malam pertamanya son? Apa sukses?" Tanya Bobby yang sukses membuat pasutri itu tersedak bersamaan.
uhukk uhuuk.
" Wow, kompak sekali kalian berdua ini,ish..ish..ish" ucap Andreas kembali menggoda mereka.
" Daddy apaan sih, nanya kayak gitu. Dan kamu juga si curut,ngapain kayak gitu" Sungut Calvin dan meminum minuman di tangannya. Sedangkan dua orang yang menggoda mereka hanya tersenyum senang karena telah membuat pria kejam di depan mereka ini menjadi salah tingkah. Kapan lagi coba? ya kan!🤭
" Kan cuman nanya son " ujar Bobby tersenyum.
" Ya sudah..! ayo kita sarapan. Dan sebentar lagi Daddy dan mommy akan melakukan penerbangan jadi gak bisa lama-lama di sini."
Irene mengangkat kepalanya dan memandangi mertuanya yang sudah di anggap orang tua kandungnya sendiri.
__ADS_1
" Apa mommy dan Daddy akan kembali ke Amerika? kenapa cepat sekali ?" tanya Irene,seakan merasa tak rela jika mertua nya harus balik ke Amerika.
" Iya sayang, karena Daddy ada pertemuan penting besok di sana. Jadi hari ini kita harus kembali secepatnya. Tapi jangan khawatir kita akan balik ke sini lagi kok." ujar Alisa dengan tersenyum pada wanita yang kini telah menjadi menantunya.
" yah,, padahal Irene masih ingin rasain masakan mommy " ucapnya dengan wajah sendu. Tapi itu bukan alasan utamanya, yang jelas dia masih ingin merasakan kasih sayang seorang ibu dan ayah secara langsung pada mertuanya.
Calvin menyadari jika istri nya sedang merasa sedih dengan keberangkatan orang tuannya.
" Kita akan ke Amerika setelah pekerjaanku selesai, dan tinggal di sana selama beberapa Minggu !!" ujar Calvin. Dan mana membuat Irene menatap pria yang kini telah menjadi suaminya dengan tatapan senang.
" Benarkah? ah terimakasih ya kak " ujar Irene senang dengan menampilkan senyum manisnya. Dan hal itu mampu membuat jantung seorang Calvin Rodriguez pria misterius itu menjadi karuan.
Dan yang lain di situ hanya menyimak saja, dan menikmati sarapan mereka dengan canda dan tawa.
Mereka semua akhirnya berada di bandara untuk mengantar Bobby dan Alisa. Ya karena mereka akan kembali ke Amerika hari ini.
Walaupun Alisa merasa sedih meninggalkan anak dan menantunya yang baru saja menikah ini. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Karena harus menemani sang suami di sana nanti.
" Mommy dan Daddy hati-hati ya? jaga kesehatan kalian, Irene akan sangat merindukan kalian " ujar Irene dan memeluk Alisa dan Bobby bergantian.
" Andreas, cepat lah menikah juga !! jangan kebanyakan obral wajah tampan mu itu " ujar Alisa yang mana membuat mereka semua tertawa. Apalagi melihat ekspresi Andreas seperti tertekan mendengar ucapan mom Alisa.
" Kalian semua jaga kesehatan kalian. Dan saling menjaga satu sama lainnya. Ingat banyak musuh yang sedang mengintai jadi jangan sampai kalian lengah dan menganggap remehkan orang!! " ujar Bobby pelan pada kelima putranya. Setelah dia menyuruh mereka menjauh dari istri dan menantunya.
Dan mereka mengangguk kompak.
Dan kepergian mereka menggunakan pesawat pribadi milik Bobby, juga mendapat pengawalan ketat tentunya. Ya selain Calvin. Bobby juga kadang di incar oleh para musuh. Karena mereka ingin merebut kekuasaan mereka.
Mereka semua kini kembali ke Mansion Calvin.
Irene yang merasa masih sangat mengantuk. Kemudian tertidur dan menyenderkan kepalanya di samping jendela mobil.
Calvin yang melihat itu, kemudian memegang kepala Irene dengan pelan dan menyenderkan pada bahunya.
Irene menggeliat,tapi sedetik kemudian kembali tertidur.
" Cav !! panggil Ariion.
__ADS_1
Calvin melihat ke arah Ariion." ada apa?"
" Bagaimana dengan rencana kita selanjutnya? "
" Kita bicarakan nanti di rumah, aku tidak mungkin bicara saat Irene sedang berada dengan kita " ujar Calvin yang asyik membelai rambut Irene dengan sayangnya.
" Baik Cav. "
Tapi dari kejauhan. Ada sebuah mobil yang seperti mengikuti mereka.
Dan Bara,Andreas serta Milton yang bersamaan di mobil satunya, menyadari hal itu. Karena posisi mobil mereka berada di belakang mobil Calvin.
" Sepertinya ada yang mengikuti kita dari tadi kak!" ucap Bara yang memperhatikan mobil hitam di belakang mereka.
" Ya aku juga menyadarinya. Dari kita di bandara tadi, aku seperti melihat ada orang yang diam-diam mengikuti kita " Ujar Milton.
" Biarkan saja mereka. Setelah sampai,baru kita mencaritahu siapa mereka.!" ujar Andreas.
Bara kemudian menghubungi Ariion, dan memberitahukannya pada mereka.
" Baik, awasi saja pergerakan mereka.!" ujar Ariion dan mematikan sambungan telponnya.
" Siapa?"
" Ada yang mengikuti mobil kita sejak dari bandara tadi!" ujar Ariion.
" **** ..!! lanjutkan saja sampai ke mansion. Tidak mungkin kita menyerang mereka dengan Istriku di sini.!"
Ariion mengangguk dan kemudian kembali menghubungi mereka bertiga di belakang. Agara terus saja melajukan mobil mereka terus ke mansion, dan akan melakukan perlawanan jika sudah menemukan orang di balik penguntitan itu.
Beda halnya dengan Irene yang semakin penasaran dengan mereka. Ya sedari tadi Irene terus saja mendengarkan pembicaraan mereka semua. karena dia yang tadinya terbangun habis pura-pura tertidur kembali.
.......
Jangan lupa like,komen dan juga masukan ke list favorit kalian ya gengss🙏💜
makasih sebelumnya untuk pembaca setiaku ,❣️
__ADS_1