Cinta Sang Mafia Kejam

Cinta Sang Mafia Kejam
BAB 49


__ADS_3

Ari melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, membelah jalanan ibukota. Emosinya saat ini sedang naik turun,setiap kali mendengar nama Calvin. Seakan memancing amarah yang ada dalam dirinya. Dia sampai sekarang masih belum rela jika calvin terlihat bahagia.


Saat sampai di jalanan yang sunyi. Ari memarkirkan mobil di tepi jalan kemudian dia merogoh ponselnya dan menghubungi seseorang.


Tut


Tut


" Hallo tuan."


" Bagaimana dengan informasinya? Apa kalian belum bisa menemukannya. Ha!!"


Bentaknya pada seseorang yang berada di sebrang.


" Belum tuan. Kami sampai saat ini masih mencari titik kelemahannya. Karena yang tuan tahu sendiri,jika tuan Calvin adalah ketua mafia terkuat. Jadi banyak anak buahnya yang menyembunyikan data diri demi keselamatannya tuan.!!"


" Ck,Saya tidak peduli. Mau dia menjadi monster sekalipun.!! Yang saya inginkan sekarang adalah. Cari tentang kelemahannya,dari situ aku akan membuatnya membunuhnya.!!"


" Baik tuan.! kami akan melakukan yang terbaik nantinya. Tuan tidak perlu risau,biar kami yang bekerja "


" Bagus.!! Segera beri tahu saya kabar baik secepatnya.!!"


Ari mematikan sambungan telfonnya. Kemudian kembali menjalankan mobilnya menuju apartemennya.


" Tak akan ku biarkan kau bahagia Calvin. Setelah apa yang kau lakukan pada Angel, kau sebenarnya yang harus mati. Bukan Angel!! Kalau saja dulu seorang wanita itu tidak menolongmu. Mungkin saat ini kau sudah menjadi tulang belulang di dalam perut bumi." batin Ari dengan seringai.


Dia kemudian menatap ke arah jalanan yang banyak memasang spanduk dan foto Calvin di jalanan. Karena dia merupakan orang yang paling berpengaruh di publik.


Siluet masa lalu kembali berputar dari pikirannya. Sehingga membuat mata nya memanas mengingat apa yang terjadi dahulu. Walaupun polisi sudah menyatakan jika Calvin tak bersalah. Bagi nya Calvin yang sudah membunuh Angel.


.....


Calvin terus saja mengembangkan senyumnya saat melihat Irene memasuki pintu utama.


Dia berdiri,kemudian merentangkan tangannya dan menyambut istrinya itu.


Irene yang melihat tingkah manis suaminya itu,kemudian berlari dan memeluk tubuh suaminya dengan erat. Menghirup serta menyenderkan kepalanya pada dada bidang Calvin. Aroma maskulin di tubuh Calvin yang sangat di sukai oleh Irene.


" Bagaimana jalan-jalannya,hm? Apa menyenangkan?"


Tanya Calvin dengan menguraikan pelukan istrinya,kemudian merapikan anak rambut milik Irene yang sedikit berantakan.

__ADS_1


" Sangat menyenangkan hubby. Makasih ya udah ngizinin aku."


Calvin mendekatkan keningnya dengan kening sang istri,hingga hidung mancung milik mereka berdua saling bertabrakan.


" Apapun akan aku lakukan untuk kebahagiaanmu sayang,jadi jangan pernah sungkan untuk memberitahukan suamimu ini."


Irene tersenyum kemudian memeluk tubuh suaminya kembali.


" Ayo masuk !! Kau pasti kelelahan. Mau mas pijitin?"


Irene melepaskan pelukan mereka,kemudian berjalan duluan.


" Gak mau ah. Yang ada bukan pijitin, malam main yang lain lagi. blee"


Ujar Irene, dan menjulurkan lidahnya pada Calvin. Kemudian berlari menaiki tangga dan masuk ke kamar mereka.


Calvin yang melihat tingkah menggemaskan istrinya,akhirnya juga mengikuti langkah sang istri di kamar.


" Kesempatan bagus,hehe.!!" gumam Calvin dengan cengengesan. Kemudian berlari mengikuti istrinya itu.


Saat memasuki kamar,Calvin tak mendapati keberadaan istrinya. Kemudian dia mendengar gemericik air yang berasal dari kamar mandi.


" Lagi mandi rupanya.!"


Tak lama terdengar suara ponsel Calvin berdering. Dengan segara Calvin mengambil ponselnya,dan menekan tombol hijau.


" Ada apa Mil?"


" Kak,ada seseorang yang ingin membobol data diri mu,dan berencana menjebak seseorang yang berada di perusahan inti. Untuk mencari tahu kelemahanmu. Jadi berhati-hatilah!! Aku akan mencari tahu data diri orang itu. Karena mereka menggunakan hacker luar negeri,jadi tidak gampang kita mengetahuinya.!!"


" ****.!! Rupanya masih ada yang ingin bermain-main denganku.! Hm,lakukan pencarian segera mungkin. Dan aku yang akan mengurusnya."


" Baik kak,setelah mendapatkan info. Akan ku kirimkan melalui email. Dan juga adakan rapat pertemuan dengan kepala divisi pemasaran,di perusahan cabang produk kecantikan. Karena mereka ada yang mencoba bermain-main denganmu kak.!!"


" Baik. Terimakasih sudah memberitahukan ku.Mungkin karena aku sudah jarang ke sana jadi mereka menganggap remeh diriku."


Tak lama Calvin mematikan sambungan telfon nya.


" Apa ada masalah di kantor?"


Tanya Irene tiba-tiba,karena sedari tadi dia sempat mendengar obrolan suaminya.

__ADS_1


" Iya sayang, tapi tenang saja. Bukan hal besar bagiku."


Irene menganggukkan kepalanya. Calvin berjalan mendekati dan memeluk tubuh Irene dari belakang. Dia mencium aroma harum dari tubuh istrinya yang seakan sudah menjadi candu baginya.


" Sayang, kita bikin Calvin junior yuk?"


Ujar Calvin frontal. Yang mana membuat pipi Irene merah merona seketika karena menahan malu. Di tambah lagi,Calvin yang terus saja mencium ceruk leher Irene. Membalikan tubuhnya,dan mendaratkan bibirnya pada bibir Irene.


Tak lama Irene merasa tubuhnya di angkat ala bridal oleh suaminya sendiri. Irene mengalunkan tangannya di leher Calvin. Dan kini mata mereka saling memandang dengan intens.


Terdengar deru nafas yang seakan kian menggebu. Hingga Calvin membaringkan tubuh Irene di atas ranjang dengan mesranya.


Dan terjadilah sepasang suami istri itu memadu kasih untuk menghadirkan Calvin junior.


.....


Di kontrakan Alya. Saat ini dia sedang merehatkan tubuhnya karena kelelahan. Tak lama Alya melihat ponselnya bergetar. Kemudian dengan cepat dia mengangkat panggilan itu.


" Hallo.!"


" Hallo cantik.!!"


Alya membuang nafasnya jengah,saat mendengar suara yang paling di kenalinya.


" Ada apa?"


" Aku hanya merindukan suaramu." ujar Andreas.


Bibir Alya melengkung membentuk sebuah senyuman. Saat mendengar kata romantis yang di ucapkan oleh Andreas. " Jangan suka menggombal yang gak jelas. Aku lagi sibuk.!!"


" Tunggu-tunggu.!! Alya. Saat keluar dari rumah sakit. Bisakah aku mengajakmu dinner bersama?"


" Asal kau cepat sembuh dulu "


" Oke, aku rasa sebentar lagi aku akan sembuh .!!" ujar Andreas dengan semangatnya. Yang mana membuat Alya menahan senyumnya.


Alya kemudian mematikan panggilannya,dan meletakan ponselnya di atas ranjang. Alya kembali membaringkan tubuhnya. Dengan bayang-bayang Andreas yang selalu mengisi suasana otaknya.


Sebenarnya Alya menyadari jika dia sudah nyaman dengan Andreas,tapi karena takut dia hanya di permainkan oleh pria itu. Makanya Alya seperti cuek terhadapnya.


Sering kali Andreas menunjukan keseriusannya,tapi bagi Alya. Semua hanya modus belaka untuk memancing nya. Padahal sebenarnya Andreas sangat tulus mencintai Alya. Apalagi dia selalu membuat hal-hal konyol yang mana dapat membuat tensi Alya naik.🤭

__ADS_1


Dan satu hal yang Alya takutkan ialah. Perbedaan strata mereka. Andreas adalah salah satu pria terpandang,di tambah lagi sangat kaya dan juga merupakan sahabat dari Calvin Rodriguez pria nomor satu di negaranya. Dia takut Andreas akan mempermainkannya,karena Alya merasa bukan berasal dari orang berada. Sehingga tidak gampang untuk di hargai. Ada pula pemikiran buruk mengenai Andreas,dan itu yang sangat di takutkan.


__ADS_2