
Satu Minggu kemudian.
Sudah satu Minggu berlalu, kini hubungan Calvin dan Irene semakin dekat. Berkat usaha ke empat sahabatnya. Dan hukuman pada Bara,Andreas dan Milton pun sudah di batalkan oleh Calvin sendiri. Dan mereka kini telah kembali ke Rusia.
Hari ini, Calvin berencana mengajak Irene bertemu dengan orang tuannya yang sudah kembali dari Amerika, ya karena perusahan ayahnya berasa di sana. Jadi orang tua Calvin menetap di sana.
Dan sudah dari kemarin orang tua Calvin datang ke Indonesia dan tinggal di mansion utama milik keluarganya.
" Apa kamu sudah siap?" tanya Calvin pada Irene,saat dia sedang menyesap kopi buatan Irene.
Irene mengangguk," Siap tuan" ujar Irene sopan, dan dia kembali membuat selai di atas roti tawar untuk Calvin.
" Siang nanti aku akan menjemputmu, dan bersiaplah setelah aku mengabarimu nanti!!" ujar Calvin. Kemudian berdiri dari kursinya, karena dia akan berangkat ke kantor.
Irene juga ikut berdiri, dan membawakan tas kerja Calvin sampai di depan pintu utama. Mereka bagaikan keluarga kecil yang sangat bahagia. Karena telatennya Irene memperhatikan semua keperluan Calvin.
" Aku berangkat dulu " Ucap Calvin dan mengusap kepala Irene pelan. Kemudian berjalan menuju mobil, hari ini Calvin berangkat sendiri, karena Ariion sudah lebih dulu karena mendadak.
Dan kebiasaan Calvin yang suka mengusap kepala Irene. Itu terjadi sejak mereka mulai terlihat sangat akrab. Dan Irene juga tak bisa melarang karena dia juga sangat menyukainya.
Setelah memastikan jika sang tuan telah pergi. Irene berjalan menuju kamarnya untuk menyiapkan pakaian yang cocok dan layak di pakainya nanti. Agar tidak memalukan sang tuan nantinya.
Dan kini pilihan nya jatuh pada dress putih dengan garis-garis kecil berwarna gold.
" Hmm, mending aku Pakai saja baju ini, masih terlihat bagus kok " gumamnya seraya tersenyum.
Dia kemudian masuk ke dalam kamar sang tuan untuk membersihkan kamar tersebut. Karena dia sangat tahu jika Calvin sangat membenci namanya kotoran, walaupun sekecil apapun itu.
" Akhirnya..Sudah beres juga, saatnya aku memasak makan siang, siapa tahu tuan Calvin ingin makan jika pulang nanti."
Kemudian dia berjalan menuju dapur,karena berinisiatif untuk memasak. Ya walaupun di mansion itu memiliki banyak pekerja, tapi Irene mau sendiri langsung turun tangan.
Beberapa saat kemudian dia telah selesai menyelesaikan masakannya.
" Haa,, akhirnya selesai juga" gumamnya dengan tersenyum. Kemudian Irene memperhatikan jam.
Merasa jika sebentar lagi sang tuan datang, dia akhirnya ke kamar. Tak berselang lama Calvin menghubunginya, dan memberitahukan jika sebentar lagi dia akan menjemput Irene.
Irene kemudian mempersiapkan dirinya, dan menunggu Calvin.
__ADS_1
Sedangkan di kantor. Calvin yang sudah selesai meeting akhirnya keluar dari ruangannya.
Ariion yang melihat jika Calvin mau pergi,kemudian datang menghampirinya.
" Mau kemana tuan?" tanya Ariion yang memang mau ke ruangan Calvin saat itu.
" Aku akan pergi ke mansion utama bersama irene, jadi aku titip semua berkas yang di meja kerjaku, kamu periksa semuanya.!" kemudian dia meninggalkan Ariion.
Ariion sudah tak menjawab lagi karena Calvin sudah menjauh.
Dia akhirnya masuk ke ruangan Calvin dan fokus dengan kerjaan yang sudah di tugaskan.
Beberapa saat telah berlalu. Calvin telah berada di depan mansion, dia kemudian turun untuk memanggil Irene.
Calvin berjalan ke arah kamar Irene tapi dia berhenti saat melihat Irene sedang berdiri di tempat kolam ikannya Calvin. Akhirnya Calvin berjalan mendekati Irene.
" Ayo kita berangkat!!" ucap Calvin tepat di belakang Irene. Dan Irene terkejut dengan dengan kedatangan tuannya yang tiba-tiba.
Irene berbalik dan betapa terpananya Calvin saat melihat Irene yang sangat cantik.
" Baik tuan,tapi apa tuan tidak makan siang dulu? " ucap Irene dan berhasil menyadarkan Calvin dari lamunannya.
Irene pun hanya mengangguk dan mengikuti langkah Calvin di depan.
Dan mereka kini telah berada di depan mansion mewah milik keluarga Calvin. Irene takjub melihat mansion mewah di depannya. Mansion itu tidak kalah mewahnya dari mansion Calvin.
" Ayo turun,,!!" ucap Calvin. Dan mulai melepaskan safetybelt dan mulai turun.
Irene Melakukan hal yang sama. Kemudian dia juga turun, tapi tiba-tiba rasa gugup menderanya. Karena takut jika keluarga Calvin ada yang menghinanya karena dia hanya seorang pelayan pribadi anak mereka.
Calvin yang melihat kegugupan di wajah Irene. Dia kemudian mendekati dan tersenyum.
" Jangan takut, mereka tak sejahat pemikiran mu" ucap Calvin dan berjalan mendahului Irene.
Irene akhirnya ikut di belakang Calvin. Dan sampailah mereka di dalam mansion,kemudian terlihat seorang wanita paruh baya yang masih sangat cantik mendekat ke arah mereka berdua.
" Hai sayang, kamu sudah datang" dia kemudian memeluk Calvin dengan sangat erat " Mommy sangat merindukanmu " ucap Alisa selaku ibu dari Calvin.
__ADS_1
" Calvin juga rindu kalian mom "
Alisa melepaskan pelukannya karena menyadari jika anaknya tidak datang sendiri ke sini.
" Siapa gadis cantik ini Cav?" tanya Alisa dengan menatap Irene yang sedang terlihat menunduk,karena takut.
Calvin kemudian berbalik melihat ke arah Irene." dia Irene mom," sambil mengedipkan matanya pada sang mommy.
Alisa kemudian tersenyum cerah,karena sudah mengetahui wanita yang di bawa oleh anaknya ini. Ya lebih jelasnya, Calvin sudah banyak menceritakan siapa wanita yang sedang bersama anaknya.
" Hai sayang, kenalkan aku Alisa mommynya Calvin. Ayo silahkan masuk " ucapnya mendekati Irene dengan tersenyum cerah.
" Aku Irene nyonya " ucap Irene,dia sedikit merasa bersyukur karena ibu dari tuannya tidak jahat seperti kebanyakan orang kaya lainnya.
" Oh ia sayang,ayo kita masuk. Di dalam sudah ada Daddy nya Calvin menunggu kalian" ucap Alisa dan berjalan menggandeng tangan Irene.
Bobby selaku ayah dari Calvin kemudian merentangkan tangannya untuk anak semata wayangnya itu." Kemarilah nak, Daddy sangat merindukanmu!" ujar Bobby.
Calvin mendekat dan memeluk sang Daddy yang terlihat sangat bahagia.
" Bagaimana keadaan mommy dan Daddy? apa baik-baik saja?" ucap Calvin.
" Sangat baik son. Lalu siapa wanita cantik yang bersamamu ini?" goda Bobby dan membuat Alisa tersenyum.
" Aku Irene tuan, asisten pribadi dari tuan Calvin." ujar Irene jujur.
Bobby menganggukkan kepalanya kemudian menyuruh mereka duduk.
" Duduklah nak, anggap saja seperti keluargamu sendiri ya?jangan sungkan di sini"
Irene sangat bersyukur,karena keluarga dari tuannya sangat baik, apalagi dengan keramahan mereka.
Akhirnya mereka terlibat obrolan yang menyenangkan. Dan Irene sendiri terlihat sudah sangat nyaman di keluarga itu.
...
💜💜💜💜
Jangan lupa like,komen dan juga masukan ke list favorit kalian ya gengss 🙏🙏
__ADS_1