
Dua bulan berlalu.
Dan dua bulan itu pula Irene selalu memberikan hukuman pada Baskoro. Dia tidak pernah ingin membunuh pria tua itu. Melainkan menyiksa kemudian mengobatinya. Dia terus saja melakukan itu agar Baskoro selalu merintih untuk lebih baik di bunuh sekalian daripada harus menerima hukuman mengerikan seperti itu.
Sedangkan pria yang bekerja sama dengan Baskoro dalam pembunuhan orang tua Irene. Kini akan menjadi target selanjutnya.
Dan untuk hubungan Irene dan Calvin. Sekarang mereka sudah saling mencintai. Calvin melakukan segala cara untuk menarik hati wanita yang di cintainya hingga sekarang hubungan mereka sudah di bilang pasangan dengan penuh cinta.
Dan dua bulan ini juga, Andreas terus saja mencari kesempatan agar Alya mau menerima dia menjadi kekasih nya.
Pagi hari.
" Hubby. Ayo sarapan.!!" ucap Irene yang sedang menata makanan di atas meja makan.
" Iya honey. "
Mereka kemudian menikmati sarapan dengan nikmatnya.
" Honey, Apa pelatihan mu sudah semakin bagus.!!" Tanya Calvin dengan kembali menyendok nasi goreng ke dalam mulutnya.
Irene menatap sang suami dengan menganggukkan kepalanya." Iya sayang. Andreas sangat pintar mengajariku.!!" ujar Irene dengan antusias.
" Kalaupun aku tidak sibuk,aku juga akan mengajari mu. Jadi jangan memuji si curut itu di depanku.!" Ucap Calvin dengan nada yang terdengar cemburu.
Setelah kejadian di mana Irene mencoba untuk menyiksa Baskoro. Kini wanita cantik itu meminta pada sang suami agar bisa mengasah kemampuannya dalam ilmu beladiri dan tembak menembak. Karena dia sangat tahu, konsekuensinya menjadi istri dari Mafia terkenal seperti suaminya. Jadi para musuh akan dengan mudah menjatuhkannya dengan menjadikannya tawanan.
Maka Irene tidak mau itu terjadi.
Karena Calvin sendiri tidak mau orang lain yang melatih sang istri. Akhirnya dia melibatkan Andreas untuk melatih istrinya. Tapi dengan catatan Irene harus bisa mendekatkan nya dengan Alya.
" Ck, Jangan suka cemburu by,itu gak baik tahu." ucap Irene yang merasa sedikit konyol dengan suaminya. Masa iya dia harus cemburu dengan temannya sendiri.
" Siapa yang cemburu. Aku hanya tidak suka saja mendengar kamu menyebutkan orang lain saat hanya ada kita berdua honey." ucap Calvin dengan wajah yang memelas.
__ADS_1
Yang mana membuat Irene terkekeh gemas dengan tingkah sang suami.
" Udah gih,jangan cemberut lagi. Tuh asisten kamu udah datang." ujar Irene tepat saat Ariion datang menjemput Calvin.
Calvin berbalik dan melihat ke arah Ariion yang sedang berdiri. " Ck,mengganggu saja kau ini." ucap Calvin.
Ariion hanya tersenyum. Begitulah yang terjadi setiap kali dia datang. Calvin akan memarahinya karena dua manusia bucin itu harus berhenti membucin.🤭
Irene mengantar sang suami dan kakak angkat nya itu ke depan pintu.
" Aku berangkat ya honey!" ucap Calvin dan mencium pucuk kepala dan seluruh wajah istrinya dengan gemas.
" Hubby, malu ih di liatin ka Ariion."
Tapi Calvin tak memperdulikan ucapan istrinya. Yang penting dia senang menggoda istrinya.
Sedangkan Ariion. Jangan di tanya,dia sudah tak heran lagi dengan dua orang di depannya. Mau marah pun dia tak punya hak sampai di situ. Jadi diam adalah juru kunci terbaik dari yang pernah ada.
Setelah puas drama nya dan sang istri. Kini Mobil Calvin melesat keluar dari kediaman mereka.
Kemudian mengotak atik ponsel nya dan menelfon seseorang.
" Kerahkan anak buah kita untuk menangkapnya sekarang.!! Sudah cukup membiarkan dia bersenang-senang selama dua bulan ini. Apalagi si tua bangka itu semakin sekarat sekarang.!!" ujar Irene.
" Baik nyonya, kami akan menangkap dan membawanya ke markas kita.!!" ujap Max di sebrang.
Max merupakan orang kepercayaan Irene. Dia adalah orang yang di pilih langsung oleh Calvin untuk menjaga keselamatan istrinya. Max akan terlihat jika Irene berada di saat keadaan yang terdesak. Karena dia tidak menampakan dirinya secara langsung di depan orang.
" Bagus.!! " ujar Irene. kemudian mengakhiri sambungan telpon nya. Dia kemudian menuju dapur untuk membuatkan makan siang untuk sang suami. Dan mendekati jam makan siang,dia akan ke kantor Calvin. Sudah menjadi rutinitas nya setiap hari seperti itu.
Pernah sekali Calvin menyuruh Irene membuka usahanya,tapi Irene masih menolak. Dengan alibi dia akan menyelesaikan urusannya terlebih dahulu. Baru akan fokus pada hal yang lain.
Dan Calvin akhirnya pasrah dan menyerahkan semua pada istrinya.
__ADS_1
Dia tidak mau terlalu mengatur hidup Irene. Karena dia sangat tahu bagaimana watak istrinya itu.
Ariion masuk terburu-buru ke dalam ruangan Calvin.
ceklek
" Vin. !!" panggil Ariion kemudian maju ke arah Calvin yang sedang menatapnya.
" Ada apa?"
" Max melaporkan jika Irene menyuruhnya untuk menangkap lelaki itu. Karena baginya sudah cukup pria itu bersenang-senang sekarang." Lapor Ariion.
" Biarkan saja Ar, selama istriku tidak kenapa-napa. Maka biarkan dia melakukan apapun yang menurutnya benar. Aku tidak akan mencampuri urusannya. Kecuali itu sudah di batas tidak wajar baru akan aku hentikan." ucap Calvin dengan santainya.
" Ya sepertinya begitu lebih baik. " Ucap Ariion kemudian berjalan duduk di soffa milik Calvin.
" Apa kau sudah tidak punya kerjaan? enak ya sekarang sudah santai-santai setelah perusahan tekstil di pegang oleh si curut itu." ujar Calvin bercanda dan kemudian duduk di salah satu soffa yang sama dengan Ariion.
" ckck. Ya ini yang ku inginkan Vin. Bisa menikmati waktu luang. "
Mereka berdua kemudian tertawa. Dan kembali membahas hal-hal penting lainnya.
" Bagaimana keadaan pria tua itu? setelah di siksa habis-habisan oleh istriku."
" Jangan di tanya lagi Vin. Baskoro selalu memohon ampun dan ingin segera di bunuh saja. Dia seakan sudah tidak sanggup lagi untuk hidup. Apalagi dengan keadaan yang sudah sedikit tua. Mengakibatkan kesakitannya semakin bertambah." ujar Ariion,kemudian menyesap minuman bersoda di meja Calvin.
" Itulah yang harus dia terima. Aku juga sempat tidak percaya dengan perlakuan istriku padannya. Tapi mengingat betapa marahnya Irene pada mereka. Jadi aku hanya membiarkan dia melakukan dengan sesuka hatinya. Selama tidak menyakiti dirinya sendiri."
" Benar yang kamu katakan. Tapi aku sedikit penasaran. Apa yang akan di lakukan adik iparku itu. Setelah mereka berhasil menangkap pria incarannya. Apa dia akan melakukan hal yang sama? atau dia akan membantai keluarganya seperti mereka membantai keluarga istrimu.? Hal yang menarik bukan?"
" Pemikiran yang sama seperti ku Ar. Feeling ku berkata jika istriku akan membantai mereka. Aku pernah tak sengaja mendengar dia mengatakan pada Max, saat itu. Dengan cara menangkap pria itu. Kemudian dia membantai istri dan anak-anaknya." ucap Calvin kemudian menyesap sedikit minumannya.
Asik berbincang. Tak lama pintu ruangan Calvin terbuka dan muncullah sang istri dengan memegang rantangan di tangannya.
__ADS_1
....
Jangan lupa like dan komen sebanyak-banyaknya ya gengs 🤗