Cinta Sang Mafia Kejam

Cinta Sang Mafia Kejam
BAB 67


__ADS_3

Jantung Alya berdetak kencang saat melihat tubuh suaminya yang di balut handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya. Tubuh tinggi dengan dengan perut sixpack,otot yang kekar menambah kegantengan dari Andreas.


Baru kali ini Alya melihat secara langsung tubuh pria yang telah menjadi suaminya.


Dia masih saja terdiam speechless sedangkan Andreas tersenyum melihat tingkah aneh istrinya itu.


Dia sangat tahu jika Alya sedang terpana dengan tubuhnya,makanya dia sedikit berlama-lama mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil.


" Aku tahu,suamimu ini sangatlah tampan sayang,jadi jangan terlalu lama memandang. Hehe " ujar Andreas dengan jahilnya.


Alya tersadar mendengar sindiran halus dari suaminya. Dia dengan terburu-buru mengekspresikan wajahnya agar Andreas tidak terus menjahilinya.


" Siapa juga yang memandang mu.! Kepedean sekali anda.!!" ucap Alya,kemudian terburu-buru meninggalkan Andreas dan masuk ke dalam kamar mandi.


Andreas yang melihat tingkah lucu dari istrinya itu hanya bisa tertawa geli. Dia sangat suka membuat Alya merona seperti itu.


Mata Andreas tertuju pada ponselnya yang berdering. Pertanda jika seseorang tengah menghubunginya.


" Hallo.!!"


" Hallo bro....!" ujar Bara di sebrang.


" aiss,,bocah tengik. Mau apa kau menghubungiku,hm??"


" Aku bukan bocah lagi tahu" Ujar Bara kesal,karena sering di panggil bocah oleh keempat saudaranya itu.


" Sampai kapanpun kau akan tetap menjadi bocah kecil kami Bar. Jangan lupakan itu.!!"


" Kau tidak asik sekali..!!! Oh iya,jangan lupa buatkan tujuh ponakanku yang lucu dan tampan sepertiku.!!"


" Kau fikir aku mesin pencetak anak apa? Kau juga fikir istriku itu sapi yang bisa melahirkan banyak anak..!! Huh,dasar bocah tengik kau.." kesal Andreas.


Bagaimana tidak. Bisa-bisanya Bara menyuruh dia dan istrinya untuk membuat anak yang super super banyak seperti itu. Memang Andreas sudah tak habis fikir dengan jalan pikiran Bara.


" Aku kan hanya memberi usul. Dasar kutu kupret.!!"


Belum juga Andreas membalasnya,Bara lebih dulu mematikan panggilan telfon.


Andres terus saja mengumpat dan di dengar oleh Alya yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


" Apa yang terjadi? Kenapa kau terlihat sangat kesal seperti itu ?"tanya Alya penasaran.

__ADS_1


" Bagaimana aku tidak kesal. Bisa-bisanya bocah tengik itu mengganggu malam bahagiaku."


" Siapa?" tanya Alya bingung.


" Siapa lagi kalau bukan Bara.!"


" Oh..!! Sudah biasa kan kalian berdua seperti itu. Jadi jangan mengumpat hal yang tidak jelas. Yang ada kau tak akan tampan lagi."


Mendengar hal itu. Membuat Andreas mengulum senyumnya. Dia merasa sangat berbunga-bunga saat istrinya mengatakan dia tampan.


" Kau baru sadar jika suamimu ini sangat tampan?"


Dia mendekat dan memeluk tubuh Alya dari belakang.


Alya yang awalnya kaget. Kemudian tersenyum.


" Kau sangat tampan suamiku. Dan aku selalu menyadarinya."


" Apa kau tengah menggodaku sayang?"


Andreas mendaratkan bibirnya tepat di bibir Alya,dan Alya meresponnya.


" Ay,bolehkan aku melakukannya?" tanya Andreas dengan nafas berat menahan hasratnya.


" Boleh yang..Malam ini aku milikmu."


Tanpa menunggu lama,Andreas langsung saja mencium tubuh istrinya bertubi-tubi. Kali ini dia akan melakukan hak nya sebagai suami.


Kamar yang tadinya hening,berubah menjadi banyak ******* yang menggema. Untung saja kamar hotel itu kedap suara,jadi tidak ada yang mendengar ******* mereka.


Malam ini menjadi malam panjang untuk Andreas dan juga Alya. Malam yang menjadi saksi cinta mereka.


Sedangkan di lain tempat. Irene dan Calvin menikmati malam mereka dengan bercanda gurau di kamar. Calvin terus saja mengusap perut besar sang istri dan terus mengajak si calon bayi mereka berbicara. Walau pun tak mendapatkan jawaban,Calvin terus saja bercerita dan mengundang tawa dari Irene.


Pria dingin dan kejam kini menjelma bak pria yang sangat manis.


" Kalau anak kita lahir,aku akan membuatnya menjadi orang yang sangat kuat dan di segani. Karena aku tak akan membiarkan seorangpun menyentuhnya sama sekali sayang." ujar Calvin dengan mengusap perut istrinya.


" Jangan terlalu memanjakan anakmu nantinya by,aku tidak ingin dia menjadi anak yang keras kepala dan sombong pada orang lain.,",


" Tidak honey.!!, Aku akan mendidiknya seperti yang kita inginkan. Aku juga sudah memikirkan apa yang harus aku lakukan nantinya. Ada banyak pamannya yang akan mendidik anak kita,terutama kita sendiri sayang."

__ADS_1


Arumi menganggukkan kepalanya seperti mengerti maksud sang suami. Dia juga merasa sangat bahagia mendapatkan pria yang sangat mencintainya dan juga sangat mencintai anak mereka.


" Sayang.!!"


" Hm?" ucap Irene dengan menatap wajah Calvin.


" Lagi berapa bulan lagi kau akan melahirkan.?? Saat itu aku sangat tak konsen mendengar penjelasan dokter." ujar Calvin.


" Dua bulan lagi sayang. Karena kandunganku sudah memasuki usia 7 bulan "


" Wah,tidak terasa ya sayang. Sebentar lagi kita akan menjadi orang tua yang sempurna. Memiliki si kecil di antara kita nantinya."


" Iya sayang."


Kemudian Calvin membawa tubuh sang istri dan dekapannya. Dia terus saja mencium kening Irene dengan sangat lembut.


" Yang.!! Kira-kira Alya dan Andreas sedang apa ya??" tanya Irene penasaran.


Calvin langsung saja menjitak jidat sang istri dengan pelan.


" Jangan berfikiran mesum yang. Aku tahu pasti kau sangat penasaran dengan apa yang sedang mereka lakukan kan?, Apalagi mengingat jika ini adalah malam pertama mereka." Ujar Calvin seperti tak habis fikir dengan pikiran sang Irene.


" Aishhh..Siapa juga yang sedang berfikiran mesum yang?? Aku hanya penasaran saja dengan tingkah mereka berdua nanti. Atau jangan-jangan kau yang sedang berpikiran mesum ya?” tuduh Irene.


" Ya kali aku memikirkan hal yang menjijikan seperti itu sayang. Mending aku langsung saja mempraktikannya padamu,daripada memikirkan kenikmatan orang lain "


Irene tertawa lepas mendengar ucapan sang suami. Dia sangat puas melihat tingkahnya yang absurd itu.


" Sayang. Ingat ! Kita masih punya Beby dalam perut ku loh ??" ujarnya dengan menyunggingkan senyum.


" Ya aku juga tahu sayang. Astaga.!! Ya sudah,saatnya untuk tidur sayang. Ini sudah sangat larut malam,aku tidak ingin kesehatan kalian terganggu "


Tanpa banyak menjawab. Irene akhirnya menuruti perintah sang suami. Karena memang benar,waktu sudah menunjukan larut malam.


Calvin menidurkan tubuh istrinya dengan lembut. Kemudian menyelimuti istrinya. Walaupun sebenarnya Calvin memiliki pekerjaan penting yang harus di kerjakannya. Akhirnya dia memilih untuk tidur dengan istrinya. Dan akan menyelesaikan kerjaannya itu besoknya.


Calvin ingin menyelesaikan semua pekerjaan yang menurutnya bisa berdampak pada istri dan juga anaknya. Agar ketika Beby mereka lahir. Tidak ada lagi yang berani mengusik ketenangan mereka. Itulah yang sedang dipikirkannya.


..........


Maaf untuk beberapa Minggu tak update ya gengs 🙏karena author yang sibuk dengan pernikahan author. Dan alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Maka author akan berusaha untuk tetap update 🥰

__ADS_1


__ADS_2