Cinta Sang Mafia Kejam

Cinta Sang Mafia Kejam
BAB 53


__ADS_3

Pagi ini, Irene kembali mengalami mual-mual. Yang mana membuat kondisinya sedikit terganggu. Calvin yang melihat jika Irene sudah sangat pucat. Akhirnya berinisiatif membawanya ke rumah sakit.


Dan Irene juga tidak bisa melawan kemauan suaminya,demi kebaikannya sendiri.


Setelah sang supir pribadi mengeluarkan mobilnya. Calvin dengan cepat membawa Irene masuk ke dalam mobil. Dan duduk di belakang dengan nya.


Dia terus saja membelai wajah Irene yang pucat. Irene juga sudah tertidur di bahu sang suami. Karena aroma tubuh Calvin seakan menenangkannya, Irene awalnya bingung dengan apa yang terjadi dengannya. Tapi sudah tak memiliki tenaga lagi untuk berfikir.


melewati perjalanan yang memakan waktu sekitar 1 jam. Mobil yang di kendarai oleh mereka kini telah berada di depan rumah sakit milik Calvin sendiri. Dan beberapa anak buah,dokter dan juga suster di rumah sakit itu sudah menunggunya.


" Sayang. Hei,ayo bangun !! Kita udah sampai."


Ujar Calvin lembut dengan menepuk pipi Irene lembut.


Irene mengerjapkan matanya,kemudian memandang sekeliling,kemudian tersenyum saat matanya bertabrakan dengan mata sang suami.


"Udah sampai ternyata, yuk By.!!"


" Apa kau mau di gendong sayang? Biar aku gendong saat masuk kedalam nanti." tawar Calvin dengan mengecup dahi istrinya.


" Gak usah by,aku bisa jalan sendiri. Ya sudah,ayo kita pergi yang."


Calvin terlebih dulu keluar dan membukakan pintu untuk istrinya. Sebenarnya driver pribadinya ingin membukakan pintu untuk mereka,tapi Calvin dan Irene melarangnya.


" Selamat pagi tuan dan nyonya. Silahkan masuk " ucap dokter Rio dengan ramah. Sedangkan pegawai yang lainya hanya bisa tersenyum dan memberi hormat pada mereka.


Rombongan dokter dan juga suster masuk dengan di ikuti oleh Irene dan Calvin. Banyak pasang mata yang memandang takjub ke arah mereka berdua. Bagaimana tidak? Mereka bisa melihat secara langsung pria nomor satu ini,karena selama ini mereka hanya bisa melihat lewat tv,internet dan juga baleho-baleho yang terpampang wajahnya.


" Wow,tuan muda Rodriguez,astaga ini seperti mimpi melihatnya secara langsung. Sangat tampan dan berwibawa sekali."


" Iya dia sangat tampan sekali. Dan nyonya itu sangat beruntung memiliki lelaki yang bisa di katakan sempurna sepertinya."


Dan banyak lagi terdengar pujian-pujian yang mereka dengar. Calvin merasa biasa saja mendengar mereka memujinya,karena bukan sekali tapi sudah berkali-kali jadi sudah tidak menjadi rahasia umum lagi.

__ADS_1


Irene di periksa oleh salah satu dokter yang menangani nya,


" Ayo nyonya,silahkan duduk kembali dan saya akan memberitahukan hasilnya." ujar dokter Malla dengan tersenyum ramah.


Irene duduk bergabung dengan suaminya. Calvin yang melihat jika istrinya itu mendekat. Dengan secepat kilat mengambil tangannya dan membawanya duduk.


Sebenarnya Irene risih dengan perlakuan suaminya karena ada dokter Malla di situ. Tapi ya sudahlah,karena sebenarnya juga dia menyukai perhatian sang suami.


" Apa yang terjadi dengan istri saya.!" tanya Calvin dengan suara yang sangat dingin.


" Selamat ya tuan. Sebentar lagi Anda akan menjadi seorang ayah,karena nyonya sedang hamil" ujar dokter Malla dengan memberi selamat.


Calvin dan Irene tercengang mendengar ucapan sang dokter. Kemudian Mata mereka saling beradu dengan perasaan yang bahagia.


" Ha-mil dok? Apa benar begitu?" tanya Calvin dengan mata yang berbinar.


" Iya tuan.Nyonya sedang hamil,dan apa yang di alami oleh nyonya itu karena nyonya saat ini sedang mengandung. Dan usia kandungan nyonya Irene sudah memasuki 2 Minggu. "ujar dokter Malla.


" Sayang aku hamil by,aku hamil " ujar Irene dengan air mata yang langsung luruh dari pelupuk matanya. Dia tidak dapat berbohong bagaimana perasaannya saat ini. Apa yang di nantikannya akhirnya terkabul juga.


Mereka berpelukan dengan rasa haru. Calvin sangat bahagia setelah mengetahui apa yang selama ini di harapkan nya.


Dia terus saja mencium kening istrinya dengan sayang.


" Terus dok,kenapa saya selalu merasakan mual di pagi hari?" tanya Irene dengan menatap serius ke arah dokter. Dia ingin mendengar penjelasan dokter nanti.


" Jadi begini nyonya. Dari gejala yang di alami oleh nyonya itu adalah morning sickness yang di alami ibu hamil dalam usia kandungan trimester pertama. Nanti akan saya berikan vitamin agar mengurangi gejala mualnya. Dan di sarankan juga nyonya harus perbanyak makan buah agar membantu pertumbuhan bayi dengan pesat"


" Oh seperti itu. Terus apa kami masih bisa melakukan hubungan ranjang?" tanya Calvin Vulgar dengan cepatnya. Yang mana membuat muka Irene memerah karena menahan malu.


Suaminya ini benar-benar tidak memikirkan tempat untuk bertanya,apalagi hal sevulgar itu. Ada-ada saja suaminya itu,fikirnya.


Dokter Malla tersenyum menanggapi ucapan Calvin.

__ADS_1


"Jadi begini tuan. Untuk saat ini belum bisa,karena kandungan nyonya masih sangat rentan,nanti saat usia sudah memasuki 3 bulan ke atas baru bisa,tapi dengan cara yang sangat hati-hati agar tidak menganggu si cabang bayi"


" Oh ternyata seperti itu.Terimkasih sebelumnya."


" Terimakasih ya dok. Kalau begitu kami permisi dulu."


" Iya tuan. Nyonya."


Calvin dan Irene berjalan keluar dengan wajah bahagia menghiasi wajah mereka. Kabar yang selama ini selalu ingin di dengarnya,akhirnya terkabul.


Saat ini mereka di mobil untuk perjalanan pulang ke rumah.


" Sayang, Kita harus memberitahukan Mommy dan Daddy untuk kabar baik ini." ujar Irene antusias.


" Tenang saja sayang,Minggu depan aku akan mengadakan pesta ulang tahun perusahan pusat. Dan pasti mommy dan Daddy akan datang. Sekalian aku memberikan suprise untuk mereka dengan memberitahukan pada dunia,jika saat ini kau sedang mengandung anakku sayang."


" Baiklah sayang, apapun itu aku hanya ingin yang terbaik untuk kita nantinya."


" Kau ingin makan apa sayang? Biar aku belikan nanti sebelum kita kembali."


" Mm,gimana kalau kita makan siang nya di resto saja sayang.? aku ingin makan makanan di restoran Ss."


" Baiklah sayang." ujarnya.


" pak Dadang,kita ke restoran Ss."


" Baik tuan."


Mereka kemudian menuju restoran yang di maksud oleh nyonya Rodriguez itu. Dan kepala Irene terus saja bertengger di dada Calvin. Dan dengan sayangnya Calvin mengusap lembut kepala Irene.


Menempuh perjalanan selama 25 menit. Mereka akhirnya berada di restoran Ss. Calvin membukakan pintu untuk Irene,dan dengan tangan yang memeluk lengan Calvin. Mereka masuk ke dalam. Kali ini Irene tidak ingin makan di ruang VIP. Dia sangat ingin makan di depan kaca di tempat biasa untuk pengunjung kelas bawah.


Padahal Calvin sudah melarangnya,tapi keinginan Irene sudah tidak bisa di tolak. Maka dengan berat hati Calvin menuruti kemauan istrinya.

__ADS_1


" Sayang mau pesan apa? Biar aku pesankan semuanya." tanya Calvin dengan mata yang terus melihat buku menu di atas meja mereka.


__ADS_2