
Irene dan Alya menikmati waktu mereka untuk bersenang-senang. Dari mulai berbelanja,makan di restoran dan juga mempercantik diri di salah satu salon terkenal.
" Ren,makasih ya. Udah ngajakin aku belanja hari ini. " ucap Alya senang.
" Sama-sama Ai. Oh ya! Gimana dengan pekerjaan mu? Apakah Nita masih mencari masalah denganmu lagi.??"
" Baik kok Ren. Udah gak,semenjak kau memberi pelajaran padanya. Hari itu juga dia akhirnya berubah. Gak kayak dulu lagi "
" Syukurlah kalau gitu. Terus,mau lanjut ke rumah atau mau ke tempat kita dulu?"
" Aku langsung pulang aja Ren. Gak apa-apa kan?"
" Iya gak apa-apa kok. Yuk kita berangkat.!! Takutnya suamiku sudah di rumah."
Mereka akhirnya meninggalkan mall tersebut.
....
" Kau sudah lama menunggu? Maaf ya,tadi ada sedikit ada kendala. Sehingga membuatku terlambat untuk menjumpai mu." ujar wanita seksi yang sempat bertabrakan dengan Irene,di toko pakaian tadi.
" It's Okey Sher. Mau pesan apa? Biar aku pesankan untukmu."
Ujar pria yang saat ini berhadapan dengan wanita cantik di depannya.
" Samakan saja dengan mu"
Wanita cantik itu adalah Sherli Abraham. Gadis campuran Indonesia-amerika. Sherli merupakan teman masa kecil Calvin. Tujuan dia datang ke tanah air adalah,untuk melanjutkan percintaannya dengan pria yang sangat dicintainya itu.
Sherli sangat tergila-gila pada Calvin. Walaupun sering kali Calvin menolaknya,tapi dia tak mau mengindahkan ucapan pria tampan itu.
Sampai saat ini Sherli belum mengetahui jika Calvin telah menikah. Karena sangat sulit baginya untuk mencari informasi mengenainya.
__ADS_1
Setelah menunggu cukup lama untuk memendamkan perasaanya,akhirnya dia memutuskan untuk kembali dan menemui Calvin secara langsung.
Pria yang bersama Sherli tadi,kini telah memesankan makanan yang di inginkan Sherli. Rasanya sudah lama mereka tidak bertemu,sehingga membuatnya sangat senang dengan pertemuan tiba-tiba mereka.
Ari Prayoga.merupakan mantan sahabat Calvin. Sampai saat ini,mereka juga tengah menjadi musuh bubuyutan. Dia sangat membenci Calvin,karena salah faham yang terjadi di antara mereka.
# Flashback on.
10 tahun yang lalu.
Calvin saat ini terdiam mematung di tempat,saat sahabatnya Angel menangis sesegukan saat mendengar penolakan dari Calvin, sahabat yang sangat di cintai oleh Angel itu. Baru saja Angel mengungkapkan perasaannya pada Calvin,tapi Calvin tidak menerima cintanya tersebut. Alasan Calvin,karena mereka sudah bersahabat sangat lama. Dan dia tidak mau jika persahabatan mereka hancur karena hubungan itu. Apalagi dia sangat tahu jika Ari sahabatnya itu sangat mencintai Angel. Di tambah lagi,Angel berfikir mungkin Calvin tak menerimanya,karena dirinya sudah sangat kotor. Karena pernah di perkosa oleh pamannya sendiri.
"Kalau kau tak mau menerima cintaku,maka jangan salahkan aku,sampai pisau ini menancap pada diriku sendiri Vin. Hiks hiks.."
" Angel,kumohon jangan lakukan itu. Kita bisa bicarakan baik-baik tentang ini angel. Jangan seperti anak kecil,kau gadis pintar dan cantik. Aku yakin masih ada pria baik yang menerima kamu. Tolong letakan pisau itu ya !!" ujar Calvin panik.
" Ahahaha...Persetan dengan pria baik yang kau katakan. Aku sudah sangat kotor,dan kau tahu akan hal itu. Makanya saat ini kau tak mau menerima cintaku karena sebenarnya kau jijik kan denganku!!! Aku sudah sangat tahu watakmu."
" Tidak seperti itu Angel. Aku tidak pernah berfikir tentang apa yang kau ucapkan itu. Aku bukan pria baik-baik,dan tidak sepantasnya kau menerima cinta dari pria seperti Angel. Aku sangat yakin,kau kan menemukan yang lebih baik lagi. Jadi kumohon.! Lepaskan pisau itu ya."
" Angellllllllll..!!!!"
Calvin berlari ke arah Angel. Saat wanita itu menancapkan pisau tepat pada perutnya.
" Angel,kenapa kau lakukan itu Angel. Akhhhhhhhhhhh...." Saat ini Calvin sangat frustasi.
Ari berlari kencang saat mendengar teriak dari dalam rumah Calvin. Dia yang saat itu ingin menjumpai mereka,ternyata harus melihat kejadian tragis. Dimana wanita yang sangat di cintainya harus bersimbah darah di rumah sahabatnya sendiri.
" Angellll..! A-apa yang terjadi dengannya Calvin. Kau apakan Angel,Ha.!!!" Bentak Ari.
" Ari. Ayo kita bawa dia kerumah sakit sekarang. Tidak ada waktu lagi."
__ADS_1
" Lepaskan tanganmu darinya Bajingan. Kau tidak pantas menyentuhnya setelah dengan kejamnya kau membunuh nya. Aku tidak akan membiarkanmu tenang setelah apa yang kau lakukan padanya. Kau memang pria bajingan. Psikopat gila dan kejam. Mafia tak berperasaan. Aku membencimu Sialan. Sampai Angel tak selamat. Maka jangan salahkan aku."
Calvin terdiam saat Ari memaki dan menuduhnya jika telah membunuh Angel. Tangannya bergetar saat mendengar kata-kata itu.
Ari sudah membawa angel pergi ke rumah sakit. Tapi sebelumnya dia menghubungi polisi untuk menangkap Calvin,dengan tuduhan pembunuhan.
Beberapa polisi datang dan membawa Calvin ke kantor polisi untuk melakukan pemeriksaan. Dia hanya diam dan mengikuti mereka tanpa banyak mengoceh. Pikirannya seakan berperang dengan apa yang baru saja terjadi.
Setelah lama menjalani proses pemeriksaan. Kini Calvin dinyatakan tidak bersalah. Karena pengacaranya memiliki bukti yang cukup kuat. Akhirnya dia di bebaskan kembali. Biarpun di bebaskan tapi Calvin tak merasa senang,karena berita duka kembali datang padanya. Jika nyawa Angel tak bisa di selamatkan.
Rasa bersalah menghantui pikiran Calvin. Bahkan dia tak diizinkan oleh keluarga Angel dan sahabatnya itu untuk datang di pemakamannya.
# Flashback off.
Ari juga merupakan pengusaha sukses yang saat ini berada di posisi ke empat. Dia sampai saat ini terus berjuang untuk bisa mengalahkan Calvin. Tapi belum bisa dia lakukan.
Sherli juga tidak tahu dengan kejadian itu yang terjadi dengan mereka. Karena saat itu dia berada di Amerika.
" Bagaimana dengan keadaanmu Sher.?"
" Aku baik Ari. Terus bagaimana denganmu? Apa kau sudah baikan dengan Calvin? Mau sampai kapan kalian mejadi musuh seperti ini.!"
Ari meletakan sendoknya dengan menatap serius ke arah Sherly. " Sampai kapanpun.! Aku tak akan pernah berbaikan dengannya,asal kau tahu itu." Dia kemudian melanjutkan makannya.
" Ya sudah terserah padamu. Oh iya,hari ini aku ingin bertemu dengannya. Rasanya aku sangat merindukannya."
Ari kembali terdiam. Dia mengepalkan tangannya saat mendengar ucapan Sherli. Darahnya serasa berdesir menahan emosi yang di tahankan. Mengapa selalu Calvin yang di nomor satukan,fikirnya.
" Shitt..!! Bahkan sampai saat ini masih dia yang selalu di nomor satukan. Tidak Angel,tidak Sherli. Mereka semua seakan tergila-gila dengan pria kejam itu. " batinnya.
" Oh ya,maaf ya Sher. Aku tidak bisa menemanimu lagi. Ternyata aku akan ada pertemuan penting. Aku duluan ya " ujar Ari tiba-tiba. Dia dengan secepat kilat pergi dari hadapan Sherli. Yanga mana membuat wanita itu seperti kebingungan.
__ADS_1
" Ada apa dengannya? Kenapa tiba-tiba bertingkah aneh seperti itu. Hm,apa karena ucapanku tadi ya? Ah sudahlah."
Sherli kembali melanjutkan makannya. Dengan memainkan ponsel yang sedang di genggamnya.