Cinta Sang Mafia Kejam

Cinta Sang Mafia Kejam
BAB 54


__ADS_3

" Aku ingin makan Steak salad, Grilled salmon head, frencs fries,potato mozarela, sama calamari dan minumnya air putih sama jus jeruk ya sayang." ucap Irene dengan senyum.


" Sayang banyak bangat,apa sanggup ngabisin nya?" tanya Calvin memastikan.


" Iya sayang. Memangnya kenapa? " tanyanya dengan kening yang mengkerut.


" Ah tidak sayang,aku hanya memastikan saja. Kalau begitu biar aku pesankan ya!"


Calvin memberi kode pada anak buahnya yang sedang berada tidak jauh dari mereka,agar memanggil manager resto itu. Karena tidak mungkin Calvin mau memanggil mereka secara langsung.


Tak lama maneger restoran datang mendekat pada mereka.


" Selamat siang tuan dan nyonya. Ada yang bisa saya bantu." ujar manager dengan sopan.


" Pesankan semua menu yang istri saya contreng di sini. Dan juga tambahkan satu steak juga,dan minumnya jus jeruk."


" Baik tuan. Kalau begitu saya permisi"


Selang beberapa menit,para pelayan datang dengan membawa banyak makanan yang di pesankan oleh mereka.


Air mulu Irene serasa meleleh melihat banyak makanan yang di inginkanya ada di depan matanya. Bagai seseorang yang belum pernah menikmati makanan lezat seperti itu. Padahal suaminya bahkan bisa membawa koki handal untuk memasak semua makanan yang di inginkannya.


" Wah,sayang akhirnya datang juga. Aku tuh gak sabar menikmati nya " ujar Irene dengan menggosok kedua tangannya dengan mata yang terus menatap ke arah makanan.


" Makanlah sayang,makan sebanyak mungkin. Jika kau mau,aku bisa membeli restoran ini untukmu agar setiap hari kau makan di sini."


" Kamu bisa aja sih by,yaudah aku makan ya. Ayo kita makan sayang."


Mereka kini menikmati makanan mereka. Kadang mereka saling suap-suapan. Dan orang sekeliling mereka yang melihat pasangan romantis itu,dan hanya bisa iri dengan mereka.


Seseorang terus saja memperhatikan Irene yang sedang makan bersama Calvin. Dia sangat tertarik dengannya,karena memiliki wajah yang sangat cantik. Dia juga bahkan tidak tahu jika Irene sudah memiliki suami,yang mana adalah orang yang paling di takuti.


Karena dia yang baru beberapa hari datang ke Indonesia untuk membuka anak cabang perusahannya di negara ini.

__ADS_1


Dia terus saja memperhatikan mereka. Seperti rasa ingin merebut Irene sangat besar,apalagi dia melihat jika Calvin dan Irene sangat romantis.


" Menarik sekali wanita itu. Ah,aku harus mengenalnya lebih dekat. Walaupun saat ini dia sudah memiliki kekasih. Tapi aku sangat yakin jika pria itu hanya dari kalangan menengah. Walaupun pakaian yang sedang di pakainya terlihat sangat mewah. Aku sangat yakin jika dia tak sekaya diriku. Apalagi mereka hanya makan di tempat kalangan bawah seperti ini."


batin pria itu dengan mata terus melirik ke arah mereka.


Calvin sudah dari tadi merasakan jika istrinya sedang di perhatikan oleh seseorang. Tapi dia hanya tenang saja, agar terus memantau sampai dimana pria asing itu berhenti.


" Sayang,aku ke toilet dulu ya. Udah kebelet sekali rasanya." ujar Irene.


" Mau ku antar sayang?"


" Tidak usah,sayang lanjutkan makanmu saja."


Irene kemudian berdiri menuju toilet di restoran itu.


Melihat jika ada kesempatan,pria asing itu berdiri mengikuti langkah kaki Irene. Seolah-olah juga ingin pergi ke toilet.


Calvin masih saja memantau,dia akan berdiri saat pria itu menghilang di balik tembok.


" Lepaskan.!!" bentak Irene pada pria asing itu. Karena sudah lancang memegang tangannya.


Pria itu melepaskan tangannya." Ah maaf nona saya hanya saja ingin berkenalan denganmu." ujarnya dengan senyuman.


" Jangan lancang." setelah mengatakan itu,Irene kemudian berjalan tapi lagi-lagi dia di cekal oleh pria itu lagi. Kalau tidak memikirkan kandungannya,Irene sudah pasti melayangkan tendangan ke perut pria itu.


" Ayolah Nona. Saya sangat yakin,jika kekasihmu itu hanya orang rendahan. Nona cantik tidak pantas dengannya,kau lebih pantas denganku karena memiliki kekayaan yang berlimpah." ujarnya sombong dengan merendahkan Calvin.


Rasanya Irene ingin tertawa sebesar-besarnya,karena pria asing itu menghina suaminya yang jelas-jelas memiliki kekayaan yang tak akan habisnya hingga tujuh turunan sekalipun.


" Lepaskan saya bajingan.!!!" ujar Irene dengan marah.


Tapi pria itu tidak mengindahkan ucapan Irene. Hingga tiba-tiba.

__ADS_1


Dor


" Akhhhhhhhhhhhhh" dia berteriak karena satu peluru melesat tepat pada pahanya.


Irene berbalik dan melihat kebelakang,siapa yang telah menembak pria asing itu. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat sang suami yang berjalan dengan santainya,dengan pistol yang di selipkan kembali dalam jaketnya.


Tadi saat ingin mengikuti istrinya,dia menyuruh beberapa anak buahnya untuk mengusir pengunjung di resto itu. Dan akan membayar kerugiannya nanti. Merasa jika situasi sudah aman. Calvin pun masuk ke area toilet,dan melihat istrinya yang sedang di cekal tangannya oleh pria yang dari tadi memperhatikan istrinya.


" Hubby.!!" Irene berlari kecil mengikuti suaminya dan mulai memeluk tubuh Calvin.


Calvin terus saja memandang ke arah pria asing itu dengan mata yang memerah. Dia sangat marah,apalagi melihat pria itu yang sangat kurang ajar pada istri tercintanya.


" Sayang,you Okey?" tanya Calvin lembut dan menatap wajah istrinya.


" Okey hubby,hanya saja pria kurang ajar itu sangat menggangguku.!!" ujarnya dengan menatap bengis ke arah pria asing yang sedang merintih kesakitan karena tembakan.


Beberapa anak buah milik Calvin masuk dan membawa pria itu pergi dari hadapan mereka. Dan kalian pasti tahu apa yang akan di lakukan Calvin nanti terhadapnya.


Berani menyentuh miliknya,maka kematian yang harus di terima. Sudah menjadi semboyan dalam hidupnya calvin.


" Ayo kita pulang. !"


Mereka kemudian berjalan keluar dengan santainya,seakan tidak terjadi apa-apa. Walaupun dengan amarah yang kuatpun, Calvin tidak terlalu menunjukan sisi gelapnya pada sang istri. Dia takut akan menganggu kejiwaan Irene, walaupun sebenarnya Irene sudah sangat mengetahui bagaimana semengerikannya suaminya itu.


.....


" Lepaskan saya.!!! Mau kalian bawa kemana saya ha?? Lepaskan bajingan." Maki nya dengan marah,karena di bawa tiba-tiba oleh orang-orang yang tidak di kenalnya.


Dan para anak buah milik Calvin hanya terdiam dan tidak menggubris ucapan pria asing itu. Tapi dia terus saja berontak.


Hingga satu ucapan mampu membuat pria itu terdiam seketika.


" Kau sudah mengganggu milik tuan kami Calvin Rodriguez maka kematian sedang menantimu.!!"

__ADS_1


Uacapan yang di katakan oleh salah satu anak buah Calvin membuat keringat-keringat besar keluar dari dahi pria asing itu.


Siapa yang tidak mengenal Calvin Rodriguez. Pria kejam yang tidak memberi ampun pada siapapun. Walaupun sering mendengar nama Calvin,tapi sungguh pria asing itu tidak mengenal wajah asli dari Calvin sendiri. Dia sangat menyesal karena sudah menganggu wanita yang membuatnya tertarik.


__ADS_2