Cinta Sang Mafia Kejam

Cinta Sang Mafia Kejam
BAB 59


__ADS_3

" Sayang. Aku dan andreas akan pergi ke apartemen Ariion sekarang,ada hal penting yang akan kami bahas di sana"


" Kenapa tidak di sini saja? Biasanya kalian juga melakukan pertemuan di sini by?"


" Bisa saja Sayang,hanya saja aku dan Andreas cukup penasaran dengan sikap Ariion yang tiba-tiba seperti itu"


" Baiklah. Hati-hatilah di jalan by."


Calvin mencium wajah sang istri bertubi-tubi,dia merasa berat untuk pergi dari rumah. Hanya saja,rasa penasaran dia dan Andreas lebih mendominasi untuk Ariion.


Setelah mengganti pakaian nya dengan pakaian kasual, Calvin keluar dan kemudian masuk kembali ke dalam mobil sport keluaran terbarunya.


Dia menjalankan mobilnya dan membelah jalanan kota yang mulai padat,karena saat ini jam pulang kantor.


Dia dan Andreas berjanjian untuk bertemu di depan apartemen mewah itu.


Selama perjalanan yang kurang lebih 40 menit.


Kini mobil Calvin memasuki pekarangan apartemen.


Dan di sana,dia sudah melihat mobil Andreas yang sudah lebih dulu terparkir. Diapun turun dan berjalan mendekati Andreas yang sedang terlihat sibuk dengan ponselnya.


" Sampai kapan kau akan terus sibuk dengan ponselmu.! Dan tidak menghampiriku. hm??" tanya Calvin dingin.


Mendengar suara Calvin. Andreas mendongakkan wajahnya menatap ke arah Calvin. Kemudian menampilkan senyum tak berdosa nya tersebut.


" Aku fikir kau belum datang kak,sampai-sampai aku sibuk dengan gameku,hehe"


" Jangan sampai aku memblokir semua aktifitasmu saat ini juga." ujar Calvin,dan berjalan masuk ke dalam apartemen. Dan di ikuti oleh Andreas dari belakang seperti anak kecil yang sedang merengek.


" Jangan lah kak,aku janji tidak akan mengulanginya lagi." Andreas memasang wajah imut agar Calvin akan luluh padanya.


" Jangan pasang wajah sok imutmu itu,kelihatannya sangat menjijikan.!!"


Andreas hanya tertawa mendengar ucapan Calvin. Sudah biasa mereka mendengar kata-kata savagenya, jadi sudah tak heran lagi padanya.


Saat berada di lantai di mana Ariion berada. Mereka kemudian menekan tombol pintu apartemennya. Jelang beberapa menit,barulah pintu apartemen itu terbuka. Dan tampillah seorang wanita yang berdiri di depan dua pria tampan.


Awalnya Nabila terkejut karena melihat orang nomor satu yang paling terkenal di negara ini. Sejurus kemudian,Nabila membungkukkan badannya dan mempersilahkan mereka masuk. Karena tidak enak dengan Ariion.


Sebaliknya banyak tanda tanya yang berada di benak Calvin dan Andreas. Mereka yang melihat jika ada seorang wanita yang berada di dalam apartemen Ariion pun merasa sangat heran. Karena pasalnya Ariion tidak pernah membawa wanita manapun ke apartemennya ini.

__ADS_1


" Dimana Ariion?" tanya Calvin dingin.


Karena di depan orang asing,dia akan seperti itu.


Sedangkan Andreas hanya memperhatikan Nabila dengan tatapan datar. Nabila di buat gugup dengan kehadiran mereka. Dia pernah mendengar jika Calvin Rodriguez adalah orang yang paling kejam,dan tidak main-main dengan siapapun.


Jadi dia juga takut jika salah kaprah nantinya.


" Ma-maaf tuan. Silahkan duduk,saya akan memanggilkan tuan Ariion." ujarnya dengan gugup.


" Saya tanya di mana Ariion? jadi jawablah yang tegas. Jangan terbelit-belit." ujar Calvin sarkas.


" Tuan Calvin sepertinya sedang mandi tuan."


" Mandi ??" beo Calvin dan Andreas.


" Siapa kamu? Dan mengapa kau berada di apartemen kakakku.!!" tanya Andreas dengan menyender pada sandaran sofa.


Nabila hanya berdiri dengan menundukkan kepalanya. Belum juga dia menjawab,terlihat jika Ariion sudah turun dari kamarnya dengan wajah yang terlihat sangat segar karena baru selesai mandi.


" Dia pelayan baru di sini." ucap Ariion tiba-tiba.


Mendengar jika dirinya di sebut pelayan,Nabila membalikan badannya dan melihat ke arah Calvin. Merasa jika sudah sedikit aman,dia akhirnya pamit dan menuju dapur. Setidaknya dia tahu maksud dari perkataan Ariion tadi.


Ariion hanya tersenyum menimpali perkataan Calvin. Karena dia tahu,pria dingin itu tidak akan mudah percaya pada seseorang walaupun itu mereka sekalipun,kecuali dengan penjelasan yang tepat.


" Akan kujelaskan nantinya."


Tak lama Nabila datang dan membawa kopi buatannya untuk tamu Ariion,yang lebih jelas majikannya yang baru menurut Nabila.


Melihat jika Nabila sudah pergi, Ariion pun mulai menceritakan semua tentang pertama kali dia bertemu dengan Nabila,hingga membawanya masuk ke dalam apartemennya.


" Oh." ujar mereka berdua kompak saat mendengar cerita Ariion.


" Aku lihat dia juga sepertinya wanita baik-baik kak. " ujar Andreas.


Calvin menatap Andreas dengan tatapan datar" Jangan macam-macam kau,jangan sampai Alya mengetahui jika kamu sedang mengagumi pelayan baru Ariion."


" Haissss,,aku hanya menilai bos bukannya memuji." ujarnya frustasi.


Ariion hanya tertawa mendengar mereka berdebat. Karena semenjak menikah dan tahu jika istrinya sedang mengandung. Membuat Calvin lebih banyak ceria dan juga sedikit cerewet,tidak seperti biasanya,dan itu dia lakukan hanya di depan mereka saja.

__ADS_1


Dan dia berharap saudaranya itu akan tetap seperti itu,bahagia selamanya dengan Irene.


" Apa tidak apa-apa kalian tinggal bersama? Secara kalian merupakan pria dan wanita dewasa. Takutnya kalian akan khilaf nantinya."


uhuk


uhuk


Mendengar ucapan Calvin,seketika Ariion tersedak karena minuman yang baru saja di sesapnya.


" Aku masih punya pikiran Vin. Mana mungkin aku serendah itu." ujarnya dengan kembali meminum minuman buatan Nabila.


" Kopi buatannya sangat enak,dan sangat pas untuk lidahku." batin Ariion.


" Kan memang bisa saja seperti itu kak." tambah Andreas.


Ariion melempar Andreas dengan kulit kacang saat mendengar ucapan nyeleneh darinya.


" Kau kira aku ini sepertimu?"


Mereka akhirnya tertawa lepas. Kembali bercanda gurau,seperti tak ada batasannya atasan dengan bawahan. Bagi Calvin mereka semua sama dan dia menyayangi keempat saudaranya itu.


Mata Calvin menangkap pigura besar yang berada di atas dinding ruangan Ariion. Dimana pigura itu sedang terpampang wajah mereka berlima dengan bentuk lukisan,karena lukisan itu sendiri di lukis dengan tangan multi talentanya Bara.


" Sepertinya aku merindukan dua curut itu saat kumpul begini"


Andreas dan Ariion menganggukan kepala mereka,tanda setuju dengan ucapan Calvin.


" Kau benar sekali. Mereka sedang apa sekarang ya?" tanya Andreas.


" Mari kita hubungi mereka melalui video Call saja."


Dan akhirnya mereka menghubungi Bara dan Milton.


.......


Seorang pria membanting gelas di depan anak buahnya. Wajah pria itu sangat marah,dan matanya memerah menahan kesalnya.


" Kenapa menangkap satu gadis saja kalian tidak bisa,Hah!! Kerja apa saja kalian? Percuma saya gaji tapi tidak bisa becus sama sekali."


Ungkapnya dengan emosi.

__ADS_1


" Hari ini kalian harus menemukannya.! Jika tidak. Maka nyawa kalian taruhannya.!!"


Mendengar ucapan bos mereka,para wajah bawahannya menjadi sangat panik. Karena bos mereka juga tak main-main dengan ucapannya.


__ADS_2