
Kini Calvin terkapar kekenyangan di soffa. Setelah menikmati makanan yang di siapkan oleh Irene. Rasa kantuknya melanda dirinya.
Dia segera berjalan ke arah kamar untuk melanjutkan tidurnya.
Dan setelah Calvin masuk ke kamar, Irene Kemudian membereskan piring kotor yang sedang tertata di atas meja makan. Para maid bisa saja membereskannya tapi Irene tidak mau, dia sendiri yang akan mengurusnya. Kebaikan nya itu membuat semua pelayan di rumah itu sangat senang dengannya.
Setelah beres, Irene berjalan ke kamarnya untuk membersihkan diri, tadi sebelum kembali ke kamar, Calvin sempat memberitahu Irene agar bisa membangunkannya jam sebelas siang nanti.
Dan Irene pun mengiyakannya.
Waktu sudah menunjukan pukul setengah sebelas, tiba-tiba ada suara ketukan di balik kamar Irene.
Irene menoleh ke arah pintu," siapa yang mengetok pintu itu?" gumamnya dan berjalan untuk membukakan pintu.
ceklek
Irene di buat bingung dengan kedatangan Andreas ke kamarnya.
" Ada apa tuan Andreas?" tanya Irene pada Andreas yang sedang berdiri di hadapannya dengan tersenyum cerah,menampilkan deretan giginya.
Andreas menggaruk kepalanya yang tak gatal." Begini kakak Ipar, aku lapar sekali,apa boleh kakak ipar buatkan makanan untukku? " ucap Andreas dengan wajah memelas. Memang dia sangat lapar karena bangun kesiangan.
Irene yang sudah terbiasa dengan panggilan kakak ipar dari Andreas hanya bisa menghela nafas berat.
Karena dia dan tuannya tak memiliki hubungan,tapi mereka sangat suka memanggilnya dengan sebutan kakak ipar.
" Akan saya buatkan nanti untuk mu tuan " Ucap Irene dan Andreas pun tersenyum secerah mungkin.
Tiba-tiba suara tiga pria juga terdengar setelah ucapan Irene.
" Kami juga mau di buatkan kakak ipar," Ucap Bara,Milton dan Ariion kompak.
" Karena hari ini kami akan balik ke Rusia,jadi kami akan makan masakan kakak ipar yang terakhir kalinya " ujar Bara dengan senyum.
Irene kemudian menganggukkan kepalanya dengan raut wajah seperti biasanya.
Dan mereka sudah sangat tahu sifat calon kakak ipar mereka ini, jadi tidak ada yang akan heran dengan hal itu.
Pasti ada yang bertanya kenapa tiba-tiba Mereka berempat kompak meminta Irene untuk menyediakan makanan untuk mereka? Jawaban nya ya tentu saja dari kepala pelayan,yang sudah mereka anggap bestie an, kepala pelayan menceritakan semua yang tadi pagi di lihatnya dalam ruang makan pada mereka. Sehingga dengan kompak mereka datang meminta Irene untuk menyediakan makanan untuk mereka.
__ADS_1
Sebenarnya mereka bisa saja memakan masakan para maid, tapi mendengar cerita kepala pelayan, akhirnya mereka ingin mencoba masakan Irene.
Kini Irene kembali ke dapur dan menyediakan makanan untuk keempat pria yang sedang duduk di ruang keluarga.
Irene sedang terburu-buru karena sebentar lagi dia akan membangunkan sang tuan, karena waktu yang sudah di janjikan nya.
Tepat jam sebelas siang makanan pun tertata rapi di atas meja makan. Dan dia kemudian bergegas memanggilkan ke empat pria itu.
" Makanan sudah siap tuan-tuan, silahkan menikmati, saya permisi karena ingin membangunkan tuan Calvin.!" ujar Irene kemudian berjalan meninggalkan mereka.
Andreas orang pertama yang kini berjalan ke meja makan.
" Wow, ini terlihat lezat sekali, kakak ipar memang yang terbaik " puji Andreas, dan dia kemudian mengambil semua makanan dan memasukannya ke dalam piring.
Kemudian terdengar pujian-pujian dari Bara,Milton dan Ariion. Mereka sangat menikmati masakan yang sudah di masak oleh calon ipar mereka.
Tidak sia-sia mereka menunggu dengan menahan lapar.
Dan mendapatkan makanan yang sangat lezat.
Sedangkan kini, Irene masuk ke dalam kamar Calvin. Dan mulai menyibakkan tirai jendela di kamar itu.
Calvin yang merasa jika cahaya matahari seakan menembus ke dalam kamarnya. Kemudian membuka mata dan mengerjap.
Calvin mengangguk dan kemudian turun dari kasurnya menuju kamar mandi.
Irene kemudian merapikan tempat tidur calvin,kemudian berjalan menuju walk in closed untuk menyiapkan pakaian casual yang akan di pakai oleh Calvin. Karena hari ini Calvin tidak akan ke kantor.
ceklek
Pintu kamar mandi terbuka, dan muncullah Calvin dengan menggunakan handuk yang menutup asetnya.
Lagi dan lagi Irene terpana dengan boddy sixpack Calvin. Tapi detik kemudian Irene menyadarkan dirinya dan mulai fokus membersihkan kamar tuannya.
" Apakah mereka telah bangun?" tanya Calvin tanpa menyebutkan nama mereka pada Irene.
Irene berbalik setelah Calvin keluar dari walk in closed.
" Sudah tuan, mereka sedang makan karena tadi saya sempat memasak makanan untuk mereka"
__ADS_1
Mendengar jika gadisnya memasakkan makanan untuk sahabatnya,membuat mata Calvin sangat melotot.
" Apa!! siapa yang menyuruhmu untuk menyiapkan makanan mereka? kamu itu asisten pribadiku, jadi tidak ada yang boleh memerintahkan kamu tanpa sepengetahuanku!" Ujar Calvin dingin.
" Saya yang memang berinisiatif untuk menyediakan makanan untuk mereka tuan, maaf jika saya lancang, saya tidak akan mengulanginya lagi!" ujar Irene dengan santai, agar sang tuan tak emosi nantinya.
Calvin mengangguk" Ya jangan ulangi lagi !!" Kemudian dia keluar dari kamarnya dan meninggalkan Irene sendiri di sana.
Calvin kemudian turun berjalan menuju ruang makan,dimana sasaran amukannya sedang menikmati makan siang pagi yang hampir siang mereka.
Ekhmm
Terdengar suara bariton yang mampu bisa mereka tebak pemilik suara itu. Seketika mereka berhenti mengunyah dan memandang satu dan yang lain menggunakan bola mata tanpa menimbulkan suara.
" Enak bukan? makanan yang sudah di sediakan oleh calon kakak ipar kalian? hmm?" Pancing Calvin pada mereka.
Dan dengan kompak mereka berempat menganggukkan kepalanya seperti kerbau cucuk hidung.
" Bagaimana Andreas,? apa enak?" tanya Calvin lagi.
Andreas menganggukkan kepalanya. " E-enak sekali kak,masakan kakak ipar." puji Andreas jujur.
Kalau begitu makanlah,aku tunggu kalian di ruang pertemuan.
Kemudian Calvin meninggalkan mereka dan menuju ke ruang pertemuan.
" Mampus, kita akan di hukum karena sudah berani membuat kakak ipar menyiapkan makanan untuk kita. Karena yang boleh menyuruh kakak ipar hanya kak Calvin, tidak ada yang lain yang boleh menyuruhnya !!" Ujar Andreas.
" Ya sudah, lanjutkan makan nya, nanti hukuman nya dari belakangan saja, ini terlalu nikmat jadi sayang kalau di tinggalkan.!" ujar Ariion.
Mereka membetulkan ucapan Ariion. Dan kembali menikmati makanan itu hingga tandas.
Mereka sudah sangat hafal, jika setelah ini menerka akan di hukum oleh bos mereka. Dan mereka sangat siap.
Sedangkan Calvin,dia sedang menjadi cara agar bisa secepatnya menikah dengan Irene. Dia sudah sangat tak sabar untuk menikahi gadis pujaannya itu.
Tapi belum menemukan cara yang pas, agar tak membuat Irene menjadi curiga nantinya.
" Hm, apa yang harus aku lakukan! sudah sangat lama aku ingin menjadikannya nyonya Rodriguez. Tapi otakku seakan blank saat memikirkan hal ini " Gumamnya sambil memperhatikan pemandangan di luar jendelanya.
__ADS_1
💜💜💜💜
Jangan lupa like,komen dan juga masukan ke list favorit kalian ya gengss 🤗💜😘