
Mereka tiba di markas dengan selamat, kemudian mereka kembali ke mansion Calvin, karena siang nanti Bara,Andreas dan Milton akan kembali ke Rusia, karena mereka tidak ingin meninggalkan perusahan terlalu lama, dan mereka juga akan kembali ke sini jika Calvin sedang memerlukan mereka.
Calvin berjalan masuk, tapi sebelum menuju kamarnya, Calvin mencoba berjalan ke arah kamar dimana wanitanya yang sedang beristirahat.
ceklek
Pintu terbuka, dan terlihat punggung seorang wanita yang sedang tertidur pulas, seutas senyum menghiasi wajah Calvin kala melihat wanita yang di cintainya sedang tidur nyenyak.
Kemudian Calvin masuk dan membenarkan selimut Irene. Dan dia terus memperhatikan wajah sayu Irene dengan saksama, terbesit rasa bahagia ketika dia bisa menatap wajah yang begitu di cintainya.
Calvin kemudian berdiri dan memutuskan untuk keluar dan menuju kamarnya, tapi sebelum itu, Calvin mencium pucuk kepala Irene dengan lembut. Kemudian dengan berat hati pergi ke kamarnya,karena tidak mau Irene merasa terganggu denganya.
Tapi di lain hal, perlakuan Calvin bisa di rasakan oleh Irene, karena setelah mendengar langkah kaki yang mendekat ke arah tempat tidurnya, Irene mulai berjaga-jaga dengan berpura-pura tidur, tapi ternyata yang masuk bukan orang lain, melainkan sang tuan yang datang ke kamarnya.
Tapi sebelum membuka matanya, dia sempat mengintip di balik helai rambut yang menutupi wajahnya, jika sang tuan sedang memperhatikannya, karena memang kondisi lampu di kamar tidaklah terang,karena Irene mematikan semua lampu kecuali lampu meja tidur yang tidak di matikannya. Jadi dia bisa tahu jika sang tuan sedang memperhatikannya.
Kemudian tak lama dia merasa ada kecupan yang mendarat di pucuk kepalanya, tiba-tiba jantung Irene berdetak semakin cepat, karena tindakan sang tuan tanpa sepengetahuannya.
Tak munafik, jika Irene menyukai perlakuan hangat yang di lakukan sang tuan padanya.
Dan sedikit menimbulkan tanda tanya pada diri Irene sendiri. Kenapa sampai tuan Calvin seakan tak membuatnya seperti pelayan pribadi, kenapa dia merasa seakan di spesialkan oleh sang tuan, secara dia di sini untuk bekerja, tapi tugas semuanya sudah di kerjakan oleh para maid di mansion ini,dan hanya di sisakan tugas Irene yaitu melayani kebutuhan sang tuan saja.
Setelah mendengar jika pintu kamarnya telah di tutup. Irene kemudian bangun dari tidurnya, memperhatikan jam berapa sekarang, karena melihat sang tuan yang memang baru saja datang dari luar dengan jam yang selarut ini.
" Sudah jam setengah lima pagi ternyata, dan darimana saja tuan Calvin? kenapa dia bisa datang selarut ini? Lebih baik aku tidur saja kembali, biar tidak terlalu bangun kesiangan " Ucapnya setelah meletakan kembali jam weker di tempatnya.
Tapi tiba-tiba dia merasa haus, kemudian Irene melihat jika gelas yang biasa di gunakan untuk mengisi air minumnya telah kosong, dia kemudian keluar menuju dapur untuk minum dan mengambil air juga.
Sedangkan Calvin, pria tampan itu terlihat belum mengantuk sama sekali, dia kemudian berjalan turun ke arah dapur untuk mengambilkan minum di kulkas,karena merasa tenggorokannya kering.
dan dengan keadaan lampu yang tidak terlalu terang di dapur, tiba-tiba tubuh Calvin dan Irene saling bertubrukan.
__ADS_1
" Auuwh ,, " ucap Irene meringis karena tubuh kecilnya terbentur dengan tubuh besar Calvin, sehingga membuatnya terhuyung ke belakang.
Calvin yang melihat jika itu Irene,kemudian mendekat dan dan mengangkat tubuh Irene kemudian mendekap nya ke dalam pelukan.
Irene hanya terdiam melihat perlakuan Calvin yang semakin berbeda padanya. Dia hanya terdiam karena mengkondisikan jantungnya yang sedang berdetak kencang.
Kemudian Irene melepaskan dirinya dari pelukan Calvin. " ma-maaf tuan, sa-saya tidak sengaja " ujarnya kemudian melangkah mundur dan menunduk.
Calvin kemudian mengangguk dan melewati Irene begitu saja menuju arah dapur. Karena memang jantung Calvin juga berdetak kencang.
Irene yang melihat jika sang tuan telah pergi, kemudian dia bergegas menuju kamarnya. Karena merasa sedikit malu dengan tindakan mereka itu.
" Ah, kenapa dengan jantungku? kenapa akhir-akhir ini setiap melihat tuan Calvin,seakan jantungku berdetak kencang?" gumamnya,
Karena melihat jika waktu sudah tidak memungkinkan untuk tidur lagi, Akhirnya Irene berinisiatif untuk ke dapur dan membuat sarapan pagi untuk tuannya.
Dia kemudian mencuci wajah nya kemudian menuju dapur untuk bertempur.
Dan Calvin, pria tampan itu tidak ke kantor hari ini, karena hari ini dia akan beristirahat full karena mengingat dia tidak tidur semalam, jadi dia akan tidur dan bangun nanti setelah jam 12 siang, karena akan mengantar tiga saudaranya ke bandara nanti bersama Ariion.
" Akhirnya selesai juga " gumamnya dengan sumringah, sedangkan para maid yang di tugaskan untuk memasak hanya tersenyum senang melihat hasil masakan calon nona muda mereka ini, karena tadi sebelum Irene menyediakan makanan, dia sempat memohon pada para maid untuk membiarkan dia sendiri yang memasak segala makanan, jadi tidak tega,kemudian para maid itu membiarkan nona mereka memasak.
Alasan mereka tidak mau membuat Irene memasak karena takut jika tuan mereka tahu, dan akan membuat masalah pada mereka nantinya.
Irene kemudian menuju ke kamar utama di mansion itu, untuk membangunkan sang tuan yang sedang tertidur pulas. Irene sendiri tidak tahu jika sang tuan baru saja tertidur.
ceklek
Dia mendekat ke arah ranjang berniat membangunkan Calvin.
" Tuan, tuan bangun, ini sudah sangat pagi tuan !!" ujar Irene sambil menggoyangkan lengan Calvin dengan pelan.
__ADS_1
Calvin yang memang baru tertidur pun mendengar suara Irene,dia kemudian membuka matanya perlahan.
" Hmm, ada apa? aku sangat mengantuk sekali " ujar Calvin karena dia memang tidak sanggup mengangkat matanya karena dia mulai mengantuk.
" Tuan bangun dan bersiaplah, aku sudah memasak makanan untukmu," ujar Irene apa adanya.
Mendengar jika gadisnya telah memasak untuk nya, tidak perlu bicara banyak lagi, Calvin kemudian bangun dan duduk di atas tempat tidurnya dengan mata yang terbuka dengan lebar.
" Benarkah? kamu telah memasakkan makanan untukku?" ujarnya dengan berbinar.
Irene kemudian mengangguk tanda mengiyakan ucapan sang tuan.
Dan tanpa basa basi, Calvin kemudian berjalan menuju ruang makan karena tidak sabar mencicipi makanan yang sudah di masak oleh Irene.
Irene yang melihat kelakuan tuannya hanya menggelengkan kepalanya.
" Wow, ini terlihat lezat sekali, aku tidak sabar menikmatinya." ujar Calvin senang sambil menggosokan kedua tangannya.
Seketika jiwa mafia seakan luntur melebur di atas dasar, dan mampu membuat beberapa maid yang berada di situ hanya bisa melongo dengan tingkah sang tuan.
Irene kemudian mengambilkan beberapa lauk pauk untuk sang tuan.
Dan Calvin kemudian dengan lahapnya memasukan ke dalam mulutnya.
Memang Calvin merasa lapar karena semalam mereka yang sedang melakukan tugas mereka itu. Jadi di jam yang menunjukan waktu dini hari, dia tidak mungkin membangunkan maid agar memasakkan makanan untuk nya, karena dia sedikit kasihan pada mereka.
Sedangkan Bara,Andreas, Ariion,dan juga Milton sedang tertidur pulas di kamar mereka masing-masing. Calvin seakan lupa pada mereka dan juga tidak mau jika mereka menikmati makanan spesial yang telah di buatkan oleh gadisnya. Dan tadi Irene sempat menanyakan keberadaan mereka pada Calvin, tapi Calvin berbohong jika mereka berempat sedang tidur di apartemen Ariion.
💜💜
Nanti malam author up 2 lagi ya🙏🙏
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan juga masukkan ke list favorit kalian ,🤗