Cinta Sang Mafia Kejam

Cinta Sang Mafia Kejam
BAB 26


__ADS_3

Kedua pria tengil itu mengendap-ngendap untuk masuk ke dalam kamar Milton. Ya seperti biasa, dua pria itu akan menjahili saudara mereka yang sedang tertidur, karena menahan kantuknya dari semalam.


Andreas berjalan di depan dan di ikuti oleh Bara dari belakang punggungnya.


Kemudian masuk ke dalam kamar Milton. Dan benar saja, jika Milton sudah tertidur dengan pulasnya.


" Saatnya kita kerjain dia Bar " ujar Andreas dengan tersenyum usil.


Bara kemudian mengeluarkan beberapa jumput garam asin dari kotak kecil. Kemudian memberikan pada Andreas, dan Andreas mengambil garam tersebut menggunakan dua jarinya dan memasukan ke dalam mulut Milton.


Karena kebiasaan pria itu kalau tertidur,pasti mulut nya akan terbuka.


Milton menggeliat karena merasa ada sesuatu di dalam mulutnya. Tapi karena terlalu mengantuk,dia sudah tak sempat bangun lagi dan melanjutkan tidur nya.


Bara kemudian mengeluarkan spidol warna,kemudian dia dan Andreas mulai melukis di wajah Milton dengan sangat estetik, bagai bocah yang sedang mendapatkan mainan baru.


Kemudian mereka keluar dari kamarnya.


Sampai di luar,tawa Bara dan Andreas menggelegar. Tidak kuat mereka membayangkan wajah Milton setelah bangun nanti.


" Ahahahahahah"


" Ahahahahahaha"


Tawa mereka tak ada hentinya,karena menganggu Milton tidur seperti sudah menjadi kesenangan untuk mereka sendiri.


Irene yang melintas di depan mereka terlihat heran dengan tingkah ke dua sahabat tuannya.


Mereka berdua menormalkan ekspresi wajah mereka karena melihat Irene yang sedang melintas.


Irene kemudian mengabaikan mereka dan pergi ke belakang. Karena dia baru saja selesai menyuci pakaian Calvin.


Sore hari menjelang dan Calvin serta Ariion sudah berada di mansion satu jam yang lalu.


Kini Calvin,Bara,Andreas dan Ariion sedang duduk bersama di salah satu ruangan. Dan tiba-tiba terdengar teriakan seseorang yang sangat histeris.


"akhhhhhhhhhhhhhh Baraaaaaaa, Andreaaassssss akan ku bunuh kalian berduaaaaaa" Teriakan amukan dari balik kamar milton.

__ADS_1


Bagaimana tidak, pria tampan itu terbangun setelah merasa jika tubuhnya sudah tidak lelah lagi, dia kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya, tapi apa yang terjadi. Dia melihat jika wajah tampannya sudah tak berbentuk lagi, melainkan wajah itu sudah seperti badut jalanan. Dan ini sering terjadi jika dia tertidur dari dua pria tengik itu.


Andreas dan Bara kembali tertawa keras,hingga membuat Calvin dan Ariion menggelengkan kepala mereka.


" Apa kalian berdua kembali mengerjainya?" tanya Calvin dingin.


Dan mereka hanya mengangguk dengan sesekali cekikikan karena membayangkan wajah marah Milton nanti.


" Sangat tidak ada kapoknya kalian berdua. Jangan sampai ulah kalian benar-benar akan membuat Milton menjadikan kalian berdua menjadi pepes." Ujar Ariion tertawa kecil.


Tak berselang lama, Milton datang dengan wajah murkanya. Karena dia sudah di kerjain habis-habisan oleh dua manusia curut itu.


Andreas yang melihat kedatangan Milton,kemudian dia berancang-ancang untuk lari daripada Milton benar-benar menghajarnya.


Dan Bara yang melihat ada yang aneh, kemudian berbalik melihat ke belakang dan benar saja, Milton sedang berjalan ke arah mereka. Kemudian tanpa aba-aba terjadilah kejar-kejaran di antar mereka bertiga.(bisa di bayangkan sendiri ya gengs ,🤭)


Calvin dan Ariion hanya menggelengkan kepala mereka, dengan tingkah mereka. Walau mereka sangat kejam,tapi aslinya mereka saling usil seperti anak kecil.


" Berhenti!! dan duduklah. aku ingin berbicara serius.!!"


Mereka bertiga berhenti ketika mendengar suara Calvin. Dan mereka mendekat dan duduk di tempat mereka masing-masing.


Milton mengangguk dengan cepat." Sudah kak,aku bahkan sudah mengambil salinan asli dari pemilik perusahan itu. Dan mengubah namanya dengan nama kakak ipar kak"


" Kerja yang bagus, akan aku persiapkan sebagai hadiahnya nanti. Dan untuk kalian berdua!! sudahkan menemukan cara untuk ku?" balik tanya kepada bara dan Andreas.


Dan mereka kemudian mengangguk dengan kompaknya.


" Kak Calvin tenang saja, besok kak Calvin dengan kakak ipar akan menikah, karena aku sudah menemukan caranya." ujar Andreas dengan tersenyum penuh maksud.


" Lakukan, tapi tidak mengundang kecurigaan padanya.!!"


" Kak Calvin tenang saja,aku sudah merencanakannya."


" Kalau begitu,lanjutkan obrolan kalian, karena aku ingin ke kamarku."


Calvin meninggalkan mereka berempat. Dia kemudian berjalan menuju lift, tapi dia terhenti sejenak karena melihat gadisnya sedang berada di taman belakang dekat gazebo.

__ADS_1


" Apa yang dia lakukan disitu? " gumamnya, dan kemudian berjalan mendekat ke arah Irene yang sedang memandangi kolam ikan hias milik Calvin.


" Sedang apa kamu di sini?"


Irene berbalik karena mendengar suara tuannya.


Dia kemudian menunduk memberi hormat." Tuan, saya sedang memperhatikan ikan-ikan cantik ini tuan." ujar Irene.


" Apa kamu sangat menyukai ikan?" tanya Calvin.


Irene menganggukkan kepalanya dengan cepat, " ya ,,aku seperti iri kepada mereka yang masih terlihat memiliki keluarga, dan mempunyai kebersamaan yang sangat erat." ujar Irene dengan tersenyum kecut.


Calvin mendengar jawaban Irene, seketika hatinya terenyuh karena perkataan wanita yang sudah tidak memiliki siapa-siapa ini.


" Bersabarlah Irene, kamu akan menemukan kebahagiaanmu sebentar lagi." batin Calvin dengan tatapan yang juga sama,memandangi kolam ikan itu.


" Apa kamu merindukan keluargamu? " tanya Calvin lagi, seakan ingin tahu lebih dalam wanita ini.


Irene kembali mengangguk," ya tuan,aku merindukan mereka. Tapi aku tidak akan pernah bertemu mereka di dunia ini." Ujar Irene lirih dan mulai terbawa suasana. Seakan dia sangat merindukan orang-orang tersayangnya.


Dan dia yang memang introvet, dan tidak gampang membicarakan kisah hidupnya pada orang. Dan baru kali ini dia membicarakan kisahnya pada Calvin.


" Mau memelukku?" ucapan Calvin tiba-tiba membuat Irene dia terpaku tapi sedetik kemudian dia memeluk tubuh Calvin dengan erat. Dia mulai terisak,karena telah sedikit mengeluarkan beban yang di benaknya. Karena selama ini,Irene tidak pernah curhat pada siapapun kecuali sang sahabat. Itupun hanya separuh nya.


Calvin kemudian membalas pelukan gadisnya dan mengelus lembut punggung Irene.


Calvin merasa sakit melihat wanitanya menangis seperti ini. Jika saja waktu itu dia bisa menghentikan perbuatan Baskoro. Pasti Irene tidak akan merasa kesepian. Tapi takdir tetaplah takdir, sejauh apapun dia berjuang jika takdir nya seperti itu,maka akan terjadi.


Merasa puas dan hatinya sedikit plong. Irene kemudian melepaskan pelukannya pada dada bidang Calvin. Dia kemudian mengahapus air matanya.


" Maaf tuan,saya telah lancang membuat baju anda basah. Saya akan mencucinya nanti " ujar Irene seperti semula.


" Tidak apa-apa, kamu kembalilah ke kamar dan istirahatlah. !!"


Irene kemudian mengangguk kemudian berjalan masuk ke kamarnya.


Calvin mengepalkan tangannya dengan keras. Dia berjanji akan membalas Baskoro lebih dari apa yang dia perbuat pada keluarga gadis nya.

__ADS_1


.💜💜💜💜


Jangan lupa like,komen dan juga masukan ke list favorit kalian ya gengssss 💜💜💜🤗


__ADS_2