Cinta Sang Mafia Kejam

Cinta Sang Mafia Kejam
BAB 28


__ADS_3

" Apa kalian sudah makan siang? ayo kita makan, mommy tadi memasak sangat banyak untuk kalian. Jadi jangan ada yang menolak, oke!! karena mommy tidak menerima penolakan." Kemudian Alisa berdiri dan memegang tangan Irene. Irene langsung menatap Calvin seakan menolongnya dari kebingungan. Dan Calvin yang paham. Akhirnya mengangguk mengiyakan, dan Irene kemudian berdiri mengikuti langkah Alisa.


Bobby kemudian menepuk punggung putranya dan mereka juga menuju ke ruang makan.


" Ayo makan sayang, ini mommy yang masak loh. Pokoknya makan aja sepuasmu, dan anggap rumah sendiri ya!!" ujar Alisa sembari tersenyum senang kepada Irene.


Irene mengangguk kemudian berinisiatif mengambilkan makanan untuk Calvin terlebih dahulu. Dan tingkah Irene mendapat lirikan dari mommy dan Daddy Calvin. Seakan mereka berbicara lewat telepati mereka.


" Terimakasih" ujar Calvin setelah satu porsi makanan telah tersedia di depannya.


Irene tersenyum kemudian mengambil kembali makanannya.


Mereka menikmati makanan itu dengan sangat hikmat.


" Rasa masakan ini seperti masakan ibu, ah aku kembali merindukan mereka " batin nya lirih.


Alisa yang menyadari jika Irene terlihat murung,kemudian menanyakan nya.


" Hei cantik, ada yang tidak kamu sukai? maaf ya jika masakan mommy tidak enak " ujar Alisa merendah, karena dia melihat tatapan Irene seakan menahan sedih. Tapi dia tidak tahu jika Irene menyukai makanannya yang terasa lezat seperti masakan ibunya.


Kini semua mata menatap Irene. Dan Irene di buat gugup, " Ti-tidak nyonya, makanan ini sangat lezat, dan rasanya seperti masakan mendiang ibuku " ujar Irene dengan kembali menikmati makanan itu.


Mereka kini paham jika dia hanya merindukan keluarganya. Satu lirikan di layangkan oleh Alisa pada putranya, karena perlu penjelasan.


Calvin yang melihat lirikan sang mommy, akhirnya mengangguk seakan mengatakan, dia akan menjelaskannya nanti pada sang mommy.


Ya sejauh ini Calvin hanya menceritakan tentang rasa tertariknya pada Irene. Tapi belum menceritakan tentang keluarga Irene.


Setelah selesai menikmati makan siang mereka. Kini Irene meminta izin pada tuan rumah agar duduk di taman belakang yang penuh dengan bunga-bunga dan buah-buahan yang sangat subur.

__ADS_1


Dia seakan tertarik untuk sedikit bermain-main di sana. Dan tentu saja Alisa mengizinkannya. Dengan catatan dia akan menemani Irene nanti setelah berbicara hal serius dengan Calvin. Dan Irene pun menyetujuinya.


" Jelaskan pada kami son.!!" Ucap Alisa setelah bergabung dengan Suami dan putranya.


" Sebenarnya orang tua Irene sudah meninggal. Orang tua Irene di bunuh oleh Baskoro dan salah satu temannya. Karena mereka ingin merebut perusahan milik ayah Irene. Baskoro juga saat ini sedang mengincar Irene untuk membunuhnya, karena dia tidak mau Irene akan muncul dan merebut apa yang memang akan menjadi miliknya Irene. Maka dari itu, aku menempatkannya di mansion ku, dengan cara mempekerjakannya agar dia tidak menolak untuk tinggal di mansion. Irene juga yang telah menolongku saat aku sedang di bantai oleh para musuhku. Tapi dia masih belum mengingat tentang diriku." Jelas Calvin Jujur.


Alisa dan Bobby tentunya syok, mendengar cerita putranya apalagi kisah gadis secantik Irene itu.


." Lalu apakah Irene tahu jika orang tuanya di bunuh?" tanya Alisa penasaran.


Calvin mengangguk," Ya dia sangat tahu, maka dari itu, saat melihat jika kedua orang tuanya di bunuh Irene akhirnya lari dan pergi ke kediaman kakeknya. Pada saat itu juga mereka ingin mengejar Irene untuk membunuhnya. Tapi Irene yang memang sedikit bela diri, dia bisa lepas dari jeratan orang-orang itu.!"


" Kasihan sekali Irene, dia harus menyaksikan keluarganya di bunuh dengan sadis, hanya karena harta." ujar Bobby seakan meringis mendengar cerita putranya.


" Maka dari itu, Irene berubah menjadi gadis yang dingin,dia juga sangat tertutup, bahkan Irene banyak belajar ilmu beladiri,entah apa yang di fikirnya, mungkin dia hanya ingin berjaga-jaga agar tidak ada yang akan mencelakainya."


Bobby dan Alisa mengangguk-anggukan kepala mereka. Mereka sungguh prihatin dengan kisah hidup Irene. Kemudian pertanyaan Bobby akhirnya membuat Calvin yang saat itu sedang minum,menjadi tersedak.


" uhuk


uhuk "


" Kamu tidak apa-apa sayang? ayo minum!" ujar Alisa penuh perhatian.


" Daddy sih, anaknya lagi minum kok nanya yang biking orang tersedak." ujar Alisa mencubit paha suaminya.


Bobby hanya tertawa menanggapi ucapan sang istri.


" Calvin ingin mengambil hatinya dulu dad, tidak mungkin Calvin menikahinya secara tiba-tiba apalagi kita tidak memiliki hubungan. Yang jelas Calvin sangat mencintainya saat pertama kali kita bertemu, dan sampai saat ini rasa cinta Calvin padanya tidak akan berubah."

__ADS_1


" Lalu apa yang akan kamu lakukan son? apa perlu bantuan mommy dan Daddy?" goda Bobby lagi,dan lagi-lagi mendapatkan cubitan dari istrinya.


" Calvin akan berusaha sendiri untuk mendapatkan hatinya, dan mudah-mudahan saja dia mau menikah dan menerima Calvin nantinya." Ujar Calvin sambil tersenyum.


" Aku mau menikah denganmu!!"


Ucapan Irene secara tiba-tiba dengan tatapan yang sangat dingin. Dia keluar dari balik dinding. Dan mendengar suara itu,kini semua tatapan mengarah pada nya. Ya percakapan mereka dari tadi di dengar oleh Irene. Saat tadi Irene ingin masuk menjumpai Alisa karena ingin memetik buah apel tapi niatnya terhenti saat dia mendengar pembicaraan yang menyangkut dengannya. Rasa penasaran pun berubah menjadi rasa amarah dalam dirinya. Setelah mendengar jika orang yang membunuh orang tuanya juga sekarang mengincar dirinya.


Dan saat mendengar jika Calvin ingin menikahi dirinya. Akhirnya timbul ide di otaknya, mungkin di bilang egois, tapi kali ini dia membutuhkan seseorang yang bisa menjalankan rencananya.


" A-apa kamu serius Irene? aku tidak suka ada yang bermain-main denganku,apalagi dengan perasaanku " ujar Calvin dengan tak kalah dinginnya.


" Ya aku setuju, karena aku juga mulai ada rasa suka denganmu tuan, saat pertama kali tuan memberikan perhatian padaku " ujar Irene. Yang lebih jelasnya dia berbohong dengan kata suka, sebaik dan seperhatian apapun Calvin. Tak akan pernah menggetarkan perasaanya. karena hatinya seakan mati terkubur dengan kematian sang kakek.


Calvin yang menyadari jika Irene tidak sungguh-sungguh dengan ucapannya hanya tersenyum simpul. Entah apa yang sedang di rencanakan oleh gadisnya. Yang jelas dia akan mengikuti kemauan Irene.


" Apa kamu serius sayang? kamu akan menikah dengan putra mommy? ah senang sekali rasanya." ujar Alisa heboh sendiri.


" Daddy akan mengatur pernikahan kalian, dan kamu son.!! Beritahukan pada sahabat-sahabatmu di rusia agar datang nantinya.!!"


Keluarga Calvin sudah sangat menyayangi ke empat sahabat putra mereka.


Sama halnya dengan mereka sendiri.


Calvin mengangguk dengan senangnya. Akhirnya dia akan menikah dengan wanita pujaannya, dengan Irene sendiri yang menginginkan pernikahan ini.


Setelah membicarakan segala hal menyangkut pernikahan Calvin dan Irene yang akan di adakan tiga hari kedepan. Kini mereka pamit untuk pulang ke mansion Calvin. Dan dengan berat hati Alisa melepaskan mereka. Padahal dia sangat ingin punya lebih banyak waktu dengan calon menantunya itu.


...

__ADS_1


💜💜💜💜


__ADS_2