Cinta Sang Mafia Kejam

Cinta Sang Mafia Kejam
BAB 31


__ADS_3

Mobil-mobil mereka kini telah masuk ke dalam pekarangan rumah Calvin.


Sedangkan Irene. Gadis cantik itu terbangun setelah mendengar suara Calvin yang membangunkannya.


" Ayo turun.! Apa mau aku gendong?" tanya Calvin pada Irene.


Hal itu mampu membuat Irene bersemu merah seperti kepiting rebus. Ya karena dia sangat malu, apalagi Calvin menggodanya di saat Ariion sedang bersama mereka di mobil.


" Aku bisa sendiri tuan.!" ucap Irene,kemudian membuka pintu mobil dan masuk duluan ke dalam rumah. Dia menghindari Calvin karena takut Calvin akan kembali menggodanya.


Calvin yang memastikan Irene yang telah benar-benar masuk ke dalam rumah. Kemudian keluar bersama Ariion dari dalam mobil dan di ikuti oleh mobil yang satunya.


Kini mereka berlima berdiri di samping mobil.


" Milton.! masuk dan cari tahu sekarang juga.! dan kalian bertiga, eksekusi mereka dan bawa ke markas. Malam ini aku sangat ingin menguliti mereka secara langsung karena sudah mengganggu diriku di saat hari bahagiaku.!"


Mereka mengangguk kompak, dan masuk ke dalam rumah. Tidak mungkin mereka terus berdiri di luar, yang ada Irene akan mencurigai mereka nantinya. Karena Calvin sadar, jika Irene juga sedang mencaritahu sesuatu dari mereka.


Calvin masuk ke dalam kamar dan tak mendapati istrinya di dalam.


" Kemana dia? kenapa dia tidak masuk ke kamar ku? apa jangan-jangan dia masuk ke kamar nya " Calvin kemudian keluar dan menuju kamar Irene.


tok tok


Calvin mengetuk pintu kamar Irene. Dan tak lama terdengar pintu di buka.


ceklek


" Tuan !" ucap Irene gugup.


" Sepertinya kamu lupa ya? siapa kamu sekarang.?" tanya Calvin.


" Ma-maksud tuan?" tanya Irene yang tidak mengerti dengan ucapan pria yang kini telah berstatus menjadi suaminya.


" Bereskan sekarang barang-barang mu dan pindah ke kamar utama sekarang.!!" ujar Calvin dingin dan berjalan meninggalkan Irene yang terpaku di depan pintu.

__ADS_1


" Apa maksudnya? dia ingin aku pindah ke kamar nya? haiss,, aku bisa apa sekarang. Ini sudah menjadi pilihanku. oke, fighting !" ujarnya memberi semangat pada dirinya sendiri. Kemudian masuk kembali ke dalam kamarnya untuk menyiapkan segala kebutuhannya.


30 menit berlalu, kini kamar Irene kembali terdengar.


ceklek


Irene kembali melihat pria tampan yang dingin itu sekarang berdiri kembali di depan kamarnya.


" Ada apa tuan? ada yang bisa saya bantu?" ucap Irene.


" Aku bukan tuan mu lagi, berhenti memanggilku dengan sebutan tuan.! Dan satu lagi, aku akan pergi dengan sahabat-sahabtku. Jadi sekembalinya aku. Kamu sudah harus ada di kamar utama. Para maid akan membantu memindahkan semua barang-barang mu. Dan yang sudah tidak layak di pakai lagi, jangan bawah ke kamar ku. Aku telah menyiapkan semua pakaian dan lain-lainnya di sana. Agar kamarku terlihat bersih,karena pakaian yang sudah koyak itu mengganggu mataku.!" ujar Calvin dengan santainya tapi mampu membuat Irene menahan kesalnya karena ucapan menyakitkan Calvin. Seakan-akan mengatai jika barang-barangnya sudah tak layak di pakai lagi. Mau heranpun ini Calvin. Pria kaya nomor satu di negara ini.


Kemudian Calvin berjalan meninggalkan Irene yang sedang menatapnya kesal. Calvin sangat menyadari itu,tapi dia cuek-cuek saja.


Irene kembali masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan kesalnya.


Calvin cs kini telah berada di dalam markas mereka.


" Dimana mereka.!? " tanya Calvin pada anak buahnya.


" Di ruang eksekusi tuan.!" ucap anak buah dan menunduk.


" Ck, menambah kerjaan kami saja.!" ucap Andreas dengan tersenyum meremehkan kepada ke empat pria di depannya.


Calvin kemudian mendekati mereka dengan aura yang sangat dingin. Kemudian dia mengadah tangannya kepada Ariion. Dan Ariion maju memberikan kotak pisau kesayangan Calvin. Dia membukanya dan Calvin memilih pisau yang paling di sukai nya.


" Aku sangat tidak suka ada yang memancing-mancing keganasan ku. Apalagi di hari bahagiaku.!" ujar Calvin menyeringai.


Ke empat pria itu ketakutan. Tapi tidak berani bersuara karena mulut mereka sedang di bekap.


Calvin kemudian dengan santainya menancapkan pisau di pipi salah satu pria dan menariknya dengan santai. Bagaikan mendapat mainan baru, dia terus saja melakukan itu.


Sedangkan pria yang itu hanya kelenjotan dengan menggerakkan kursi, seakan meminta ampun. Tapi Calvin tak menggubris mereka. Dia terus saja memporak porandakan wajah pria itu. Dan darah segar bercucuran membasahi wajahnya. Calvin semakin bersemangat, bagaikan seorang psikopat.


Dan ketiga pria tahanan mereka yang melihat teman mereka sedang di cincang bagaikan daging. Semakin ketakutan dengan mata yang melotot dan keringat yang bercucuran membasahi tubuh mereka. Hingga ada yang kencing di celana saking takutnya.

__ADS_1


Pria yang sedang di iris-iris oleh Calvin kini sudah tak sadarkan diri karena kesakitan dan rasa pedih, apalagi dengan kejamnya Calvin menyiram luka pria itu dengan sebotol alkohol hingga wajah pria itu sudah tak berbentuk lagi.


Mereka yang menyaksikan kekejaman seorang Calvin hanya bisa meneguk saliva mereka.


" Buka penutup mulut salah satu dari mereka.!!" ucap Calvin kemudian duduk di kursi yang sudah di sediakan sebelumnya.


" Sekarang katakan. Siapa yang sudah menyuruh kalian mengikuti ku?" tanya Calvin santai.


" A-ampun tu-tuan ja-jangan bunuh saya tuan " ujar pria itu dengan menahan ketakutan pada dirinya.


" Ck, maka bicaralah yang jujur agar aku membebaskan mu!" ujar Calvin yang mana hanya kebohongan. Karena dia tidak mungkin membiarkan musuh berkeliaran.


" Ka-kami di suruh untuk menculik nona Irene. Oleh tuan Baskoro tuan. Ka-karena katanya nona Irene sedang bekerja di mansion tuan."


dor


dor


dor


dor


Setelah mengatakan itu, kini isi kepala ketiga pria itu berserakan di atas lantai dengan tembakan yang di layangkan oleh Calvin. Tanpa perasaan Calvin menembak kepala mereka hingga hancur lebur dengan sangat brutalnya.


Anak buah beserta Calvin cs yang melihat itu. Menjadi meringis. Sungguh tragis kematian keempat pria itu, yang dengan bodohnya mau mengikuti kemauan Baskoro untuk menculik istri dari Calvin.


" Ariion. Malam ini bawa pria tua brengsek itu ke markas. Aku ingin sedikit bermain-main dengannya. Membiarkan dia hidup tenang sepertinya itu ancaman untukku !"


" Baik, aku akan membawanya di hadapanmu malam ini."


" Bereskan mereka.!!" ujar Bara pada anak buah mereka. Setelah mereka semua keluar dari markas itu. Dan para anak buah mereka menunduk patuh.


Sedangkan Calvin,pria itu kembali teringat dengan istri cantiknya sekarang. Apalagi Irene malam ini akan tidur di kamarnya, menjadikan Calvin ingin segera pulang karena merindukan nya, ya walaupun baru beberapa jam mereka berpisah.


.....

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan juga masukan ke list favorit kalian ya gengs🤗


Bagi yang baik hati, tolong vote author ya 🥺🙏


__ADS_2