
" Oek,,oek,,oek,,......"
Terdengar tangis bayi dari dalam ruangan dimana Calvin dan Irene berada. Seketika semua orang yang berada di luar ruangan mengucapkan syukur. Setelah penantian mereka saat menunggu kelahiran anak dari Irene dan Calvin.
" Uh,syukurlah. Anak Irene telah lahir " Ujar Alya dengan terharu.
Dan hal yang sama juga di ucapkan oleh,Ariion,Bara,dan Andreas. Ternyata keponakan mereka telah lahir ke dunia ini. Dan mereka sangat bahagia dan juga terharu.
Sedangkan di dalam ruangan. Calvin terus saja mencium istrinya karena berhasil melahirkan anaknya secara normal. Dia yang awalnya tak yakin. Kini merasa paling bersyukur dan bahagia karena anaknya terlahir dengan sempurna.
" Selamat ya tuan. Anak anda Baby boy. Dengan berat badan yang sempurna dan tentunya sangat tampan. Kami akan membersihkannya terlebih dahulu." ujar dokter pada Calvin.
Calvin tersenyum bahagia,dia kemudian kembali mencium istrinya.
" Sayang terimakasih telah melahirkan putra yang tampan untuk ku. Aku mencintaimu dan anak kita sayang " ujar Calvin dengan terharunya.
Irene yang masih lemah,hanya bisa menangis bahagia. Dia merasa sangat bersyukur karena bisa memberikan keturunan untuk suami dan juga keluarga suaminya.
Tak lama suster datang dengan membawa baby boy pada Calvin dan Irene karena anak mereka akan melakukan asi pada Irene.
" Silahkan nyonya,anak anda perlu di beri asi.," Ucap seorang suster dan meletakan Bayi mereka di samping Irene.
Dan membantu Irene untuk bisa menyusui anaknya.
" Anak kita sangat tampan sepertimu sayang." ujar Irene tersenyum. Dia terus saja mencium tangan anaknya yang sangat mungil.
" Dia membawa dua wajah dalam dirinya sayang. Aku sangat mencintai kalian berdua. " ujar Calvin dan mencium istrinya serta anaknya.
Setelah selesai menyusui. Sang suster kembali mengambil bayi mereka dan memakaikannya baju serta menidurkannya.
__ADS_1
Baby boy.
Kini pintu ruangan bersalin Irene terbuka. Dan keluarlah dokter dan juga suster yang sudah membantu melahirkan keturunan Sultan itu. Kini Irene dan bayinya di pindahkan di ruangan perawatan VIP yang sudah di siapkan sebelumnya.
Dan para sahabat kini masuk untuk melihat bayi mereka. Sedangkan orang tua Calvin saat ini tengah melakukan perjalanan ke negara ini. Karena akan melihat cucu pertama mereka yang sudah lahir.
" Wow. Dia sangat tampan sekali Ren. Ya tuhan. !! Aku tidak menyangka bayimu akan sesempurna ini. " Ujar Alya kagum. Dia terus saja menoel-noel pipi chubby putra mahkota itu.
" Bayi sultan telah terlahir ke dunia ini. Dia yang akan mengguncang dunia. Hehe " Ujar Andreas. Dia kemudian mendekat ke arah istrinya dan melakukan hal yang sama seperti istrinya.
" Kakak ipar selamat ya. Telah melahirkan putra mahkota penerus kak Calvin." ujar Bara tersenyum tulus.
" Terimakasih ya Bara. Jagalah anakku seperti kalian menjaga kakak kalian ini " ujar Irene tersenyum.
" Selamat ya Ren. Aku bangga memiliki kalian semua. Dan untuk putra mahkota,akan menjadi tanggung jawabku untuk keselamatannya." ujar Ariion dengan mata yang berkaca-kaca.
Melihat hal itu. Calvin mendekat dan memeluk Ariion dan Bara. Dia bersyukur memiliki teman yang bahkan sudah di anggap saudara olehnya. Karena mereka sudah sangat menyayanginya dan keluarganya dengan tulus.
" Kalian benar-benar melupakanku.Ck.!!" ujar Andreas kesal.
Mereka akhirnya tertawa,dan kembali berpelukan. Persahabatan mereka sudah tak bagaikan bawahan dan atasan. Tapi persahabatan mereka sudah bak saudara kandung.
Melihat hal itu,Irene dan Alya merasa sangat bahagia. Akhirnya mereka di pertemukan dengan pria-pria yang sangat bertanggung jawab.
" Siapa namanya kak. " tanya Bara dan berjalan mendekat ke arah baby boy.
" Orang tuaku yang akan memberikan namanya Bara. Aku sudah berjanji jika anak pertamaku akan mendapatkan nama dari mommy dan Daddy." ujar Calvin tersenyum.
" Ah. Aku sudah sangat merindukan mommy dan daddy kak " ujar Bara tersenyum.
" Sebentar lagi,mommy dan Daddy akan sampai ke sini. Mereka dalam perjalanan bersama Milton. Karena dia datang menjemput mereka." ujar Ariion.
__ADS_1
Mereka semua menganggukan kepala. Tak lama terdengar suara Baby boy yang menangis karena tidurnya yang mungkin terusik. Saat semua mata tertuju padanya. Dia kembali tertidur,dan mana mengundang tawa dari mereka semua. Karena gemas dengan tingkah bayi itu.
" Ren. Selamat ya!! Sekarang kamu udah jadi ibu dan kak Calvin telah menjadi seorang ayah. Dan dimana keluarga kecil kalian telah sempurna. Aku sangat bahagia melihat kalian bahagia." Ujar Alya terharu dengan mengusap tangan Irene.
" Ay,,makasih ya. Aku juga selalu berdoa,semoga kau dan Andreas segera di berikan momongan. Agar bisa merasakan keluarga yang sempurna seperti ku. Terus berjuang dan jangan pernah patah semangat ya." ujar Irene tersenyum.
Irene dan Alya akhirnya berpelukan. Tak lama terdengar kembali baby boy yang menangis. Setelah di cek,ternyata anak mereka sedang pup. Calvin pun memanggil suster untuk mengganti popok anaknya.
Mereka kini saling bergantian untuk menggendong baby boy. Karena merasa gemas,akhirnya dia menjadi bahan rebutan oleh mereka semua. Dan orang yang paling excited adalah Bara.
Saat Bara menggendong baby boy. Kakak-kakaknya mengejeknya dengan sebutan bayi di gendong bayi. Yang mana membuat Bara menjadi kesal tapi tak bisa melampiaskannya. Karena memang Bara yang memiliki tubuh yang kekar tapi wajah yang lucu seperti anak kecil.
Berita kelahiran putra mahkota Rodriguez telah tersebar dan gempar. Banyak stasiun tv yang menayangkan berita tentang kelahiran putra mahkota dari pria nomor satu di negara mereka.
Banyak doa-doa tulus yang di lontarkan oleh masyarakat. Ada juga banyak wanita yang patah hati dan juga iri karena tidak bisa memiliki Calvin serta melihat Irene yang sudah melahirkan keturunan dari pria terkenal itu.
Jam menunjukan pukul 2 dini hari. Mereka semua memilih menginap di salah satu hotel terdekat milik Calvin yang berada di depan rumah sakit mereka. Karena mereka juga tidak mungkin tidur di rumah sakit. Kecuali Calvin karena dia akan menemani istri dan anaknya.
Saat melakukan makan malam bersama di dalam ruangan Irene. Mereka akhirnya kembali untuk merehatkan tubuh mereka.
" Sayang. Jam berapa mommy dan daddy akan tiba di sini.?" tanya Irene.
Saat ini mereka berdua sedang berbaring dan anak mereka berada di dalam box bayi.
" Pagi sekali mereka sudah tiba di sini sayang. Memangnya kenapa?" tanya Calvin dengan mengusap lembut rambut istrinya.
" Tidak sayang. Aku hanya merindukan mommy dan Daddy. Andai saja orang tuaku masih ada,mereka pasti sangat bahagia melihat cucu pertama mereka sayang." ujar Irene dengan senyuman.
" Jangan bersedih sayang. Mereka pasti sudah melihat cucu mereka di surga. Dan mereka pasti sangat bahagia. Aku sangat yakin akan hal itu sayang." Calvin mengecup jidat Irene dengan lembut.
" Ayah ibu. Aku harap kalian bahagia di sana. Kalian pasti bahagia kan? melihat cucu pertama kalian. Irene harap kalian selalu meridhoi keluarga Irene. Irene sangat merindukan kalian."
__ADS_1
batin Irene.