Cinta Sang Mafia Kejam

Cinta Sang Mafia Kejam
BAB 38


__ADS_3

" Lepaskan saya.!! Lepas.!! Kenapa kalian menahanku dengan tiba-tiba. Jangan berani macam-macam denganku,keparat.!!!!!" Maki Alatas. Yang tak terima di seret secara paksa oleh anak buah suruhan Irene.


" Jangan banyak bicara. Kami tidak punya waktu untuk mendengar ocehan bodohmu itu.!!!" ucap Max dingin.


Saat ini mereka membawa Alatas di markas LionWhite. Karena Irene sendiri yang memintanya.


" Saya tidak mengenal kalian. Jadi lepaskan saya sekarang juga. Jangan sampai kalian menyesal nantinya." ujar Alatas dengan emosinya.


" Hahahah..Hahahaha.hahaha!!!" Anak buah Calvin semuanya tertawa karena mendengar ucapan pria tua di depan mereka. Yang benar saja,dia ingin mengancam mereka. Yang ada pria tua itu yang akan terancam sekarang.


Sedangkan Max. Pria itu hanya tersenyum sinis pada Alatas.


Max menjauh,kemudian menghubungi Irene. Tapi sebelum itu. Dia menghubungi Ariion. Dan Ariion menyuruhnya untuk memasang kamera yang akan terhubung langsung pada dia dan Calvin.


" Hallo nyonya.!! Alatas sudah kami tahan di markas." ucap Max pada Irene di telpon.


"Saya kesana sekarang.!!"


" Baik nyonya.!!" Kemudian telpon di matikan.


Max menyuruh anak buah mereka untuk mempersiapkan diri. Karena sebentar lagi,istri dari tuan mereka akan datang kemari.


Sedangkan di kantor. Ariion terburu-buru masuk ke dalam ruangan Calvin.


" Vin.. Apa kau sudah di hubungi oleh istrimu.?" tanya Ariion serius.


Calvin yang melihatnya seperti itu,menautkan keningnya dan menggeleng kepala.


" Belum. Memangnya kenapa dengan istriku?" tanya Calvin.


" Max bilang,jika Alatas sudah di tahan oleh mereka. Dan sekarang Istrimu sedang menuju ke sana."


" Baguslah. Dan biarkan Irene melampiaskan amarahnya saja. Dan pastikan pada anak buah kita. Jangan sampai terjadi sesuatu pada istriku. Jika itu terjadi. Maka jangan salahkan aku untuk memenggal kepala mereka."


" Baiklah. Dan satu lagi, sebentar Kita akan menonton pertunjukan live yang di lakukan oleh istrimu Vin. Karena aku sangat penasaran dengan kebengisan dari adik iparku itu." ujar Ariion tersenyum.


" Jangan membayangkan wajah cantik istriku sialan. Jangan sampai dua bola mata dan jantungmu aku berikan pada Fung.!!!" ucap Calvin dengan dingin. Dia cemburu jika mereka membicarakan tentang istrinya.


" Ckck,,dasar bucin akut kau.!" ujar Ariion. Dan berjalan duduk di soffa. Sambil membuka laptop.


Sambil menunggu tayangan live yang sebentar lagi di siarkan oleh anak buahnya.

__ADS_1


Sedangkan Calvin. Pria tampan itu mencoba menghubungi sang istri,yang saat ini sedang melakukan perjalanan ke markasnya.


" Hallo sayang.!!" ucap Calvin. saat panggilannya di angkat oleh Irene.


" Iya mas. Ada apa?"


" Kamu dimana?" tanya Calvin lagi.


" Lagi menuju ke markas!! Nanti aku hubungi ya by."


" Ya sudah,hati-hati sayang. Kamu harus bisa menguasai diri kamu honey. Aku tahu,pasti kamu tidak akan mampu menguasai amarahmu. Tapi ingat. Aku tidak mau apapun terjadi padamu, Okey.


Nanti mas jemput honey"


" Baik by aku akan mendengar ucapanmu. Kalau begitu,aku matikan ya telfon nya. Aku mencintaimu by."


Irene telah sampai di depan markas. Max dan beberapa anak buah mereka menunggunya di depan. Karena Calvin sudah menghubungi mereka untuk menjaga istri nya. Dan banyak ancaman mengancam jika istrinya sampai kenapa-napa.


Dan di sinilah mereka berada. Lebih baik mencari aman. Daripada nantinya mereka akan menjadi daging panggang untuk Fung.


" Silahkan nyonya.!!" ucap Max. Sedangkan yang lainnya mereka menunduk memberi hormat.


" Dimana dia?" tanya Irene dingin.


" Bagaimana dengan keluarganya? Apa kak Andreas sudah di rumah mereka? Aku ingin memberikan kejutan sebelum kematiannya." ucap Irene dengan menatap Max tajam.


Max menundukkan wajahnya. Kemudian mengangguk dengan hormat.


" Tuan Andreas sudah berada di sana. Pembantaian keluarga mereka sudah terjadi 30 menit yang lalu nyonya. Dan tuan Andreas,serta beberapa anak buah mengepung rumah mereka."


" Baguslah. Persiapkan semuanya,karena hari ini aku ingin menghabiskan semua bedebah itu.!!"


" Baik nyonya.!!"


Mereka semua berjalan masuk ke dalam markas. Alatas yang mendengar bunyi langkah kaki orang-orang,kemudian mengarahkan pandanganya ke depan.


Dan betapa terkejutnya Alatas. Melihat wanita yang sekarang sedang berdiri di depannya dengan orang-orang yang menangkapnya tadi.


" Irene? kenapa gadis itu ada di sini? Apakah dia masih hidup. Shitt.!! berarti selama ini Baskoro menipuku. Dia bilang sudah membunuh gadis ini. Tapi nyatanya dia masih hidup, dan sekarang malah menangkapku." batin Alatas. Bukan hal tabu lagi,jika dia tak mengenali Irene. Walaupun pembunuhan itu dari beberapa tahun yang lalu. Tapi mereka masih sangat menghafal wajah Irene yang memang tidak berubah sama sekali.


" Bagaimana kabarmu paman.? Apakah kau sehat-sehat saja?" ucap Irene tersenyum. Kemudian memberi kode pada anak buahnya untuk membuka penutup mulut Alatas.

__ADS_1


" I-irene. Mau apa kau menangkapku !!" ucap Alatas. Dia sedikit merasa takut tapi mengingat yang di depannya hanya anak kecil,jadi dia menghilangkan rasa takut itu.


Irene berjalan pelan menuju di depan Alatas dan duduk di kursi yang sudah di sediakan.


" Hanya ingin sedikit bermain denganmu paman. Memangnya kenapa? Apa tidak boleh!?"


Irene tersenyum sinis padanya.


" Aku tidak punya waktu untuk meladeni anak kecil sepertimu. Lebih kau suruh mereka untuk membuka ikatan tali ini sekarang!!!" ujar Alatas dengan sombongnya.


Di balik Layar di ruangan Calvin. mereka berdua yang dari tadi sudah menonton acara live itu. Kini di buat emosi oleh Alatas. Bagaimana Calvin tidak emosi. Alatas tidak merasa takut sedikitpun dan bahkan mengatai sang istri merupakan anak kecil.


Wah parah sekali si Alatas itu. Jika tadi Calvin di sana. Mungkin dia sudah menyumpal mulut pria itu dengan racun.


" Cih, masih saja bersikap sombong ya paman ..!!! Bagaimana perasaan kalian saat membunuh dan membantai keluarga kami tuan. Hidup enak dan menikmati semua milik orang tuaku." ucap Irene dingin.


Seketika ketakutan melanda Alatas setelah mendengar kata pembunuhan dari mulut Irene.


Alatas terdiam seribu bahasa,dengan mata memandang ke arah Irene intens.


'' A-apa ma-maksud mu?"


" Kenapa kau terlihat gugup? Tadi saja kau sangat sombong menjawab ku. Tapi kenapa sekarang ekspresimu berbeda !!" ejek Irene.


" A-apa maksudmu membunuh? Aku tidak membunuh orang tuamu. Yang membunuh mereka adalah Baskoro bukan aku." ujarnya sedikit takut.


" Ah,benarkah? Bukankah kau dalang dari pembunuhan itu? Kau yang mencuci otak Baskoro untuk membunuh mereka?? dan kau pula yang menyuruh Baskoro melenyapkan ku,setelah aku berhasil kabur dari kalian. Aku benarkan??"


Alatas yang di skakmat langsung di buat kicep dengan ucapan Irene.


" Dari mana dia mengetahui semua ini. Sial kalau begini aku tidak akan gampang untuk kabur dari sini." Batin nya.


" Berikan pistolku.!!"


Mendengar ucapan Irene. Alatas melototkan matanya dan memandang ke arah Irene dengan gugup. Seketika keringat bercucuran di membasahi dahinya. Padahal di ruangan itu tersedia banyak AC.


Max berjalan mendekati Irene. Dan menyerahkan pistol di tangan Irene. Kemudian dengan tersenyum senang. Irene memandang memberi kode pada Max.


" Sebelum aku bermain-main denganmu. Alangkah baiknya aku memberikan sedikit kejutan untukmu.!! Aku sangat yakin,jika kau akan sangat terharu nantinya.!!" ujar Irene dengan devil.


Alatas. Jangan di tanya bagaimana ekspresi wajahnya. Kini dia sangat terlihat gugup dan ketakutan setengah mati.

__ADS_1


....


Jangan lupa like dan komen ya 🙏 biar authornya semangat nulis 🙏🥺


__ADS_2