
Seseorang memandang ke arah jendela dengan menampilkan smirk menakutkan dari wajahnya. Rasanya dia ingin sekali menghabisi musuhnya saat ini juga saat mendengar dari bawahannya, jika musuhnya telah bahagia dengan istrinya. Apalagi saat mendengar juga jika istrinya itu sedang mengandung. Dalam benaknya timbul niat jahat untuk segera melancarkan aksinya sebelum muncul kembali keturunan dari musuhnya.
Tapi sampai saat ini dia belum bisa untuk bergerak karena terhalangi oleh keempat orang kepercayaan musuhnya itu.
Jadi dia akan mencari cara agar menjatuhkan orang-orang setiannya,sebelum menghancurkan musuhnya.
Saking menahan emosi, dengan gerammnya dia meremas gelas kaca di tangannya hingga retak dan darah segar bercucuran kelantai.
Asistennya panik melihat atasannya seperti itu,tapi tidak berani bersuara karena tahu jika atasannya sedang emosi.
Merasa perih di tangannya,dia kemudian menatap asistennya agar segera memanggil dokter untuk mengobati lukanya.
Setelah melihat asistennya pergi. Dia kemudian memandang tangannya yang penuh darah.
" Berbahagialah Calvin. Aku tidak sabar untuk segera menghancurkan mu. Tiba saatnya sampai istrimu melahirkan dan saat itu pula aku akan membalaskan dendam ku melalui anakmu nantinya. Kau tunggu saat-saat itu.
Melihat kau semakin jaya,menambah rasa marah pada diriku. Tidak perduli siapapun kamu,yang jelas aku sangat membencimu dan juga orang-orang mu itu." gumamnya dengan kilat mata yang memerah.
Tak lama seorang dokter pribadi miliknya datang dan mengobati tangannya. Setelah selesai,dokter itu pun pamit. Asistennya kemudian mendekat dan membungkuk memberi hormat.
" Tuan.! Kenapa anda melukai diri anda tuan.?" tanya asistenya.
" Aku sedang marah Robbi. Kenapa baru saat ini kalian memberitahukan padaku jika bajingan itu telah menikah dan sebentar lagi memiliki seorang anak.!!"
" Maafkan kami tuan,karena sangat sulit untuk mencari tahu data tentang mereka. Belum lagi kita kalah telak dengan anak buahnya yang sangat gesit melindungi atasan mereka itu."
" Ckck, Saya tidak peduli. Saat anaknya lahir nanti,kita akan melakukan penyerangan dengannya. Sudah cukup kita terus kalah dari mereka. Jadi jangan biarkan kali ini kita kalah lagi.!!"
" Baik tuan. Saya akan mempersiapkan segala sesuatu nantinya agar tak membuat anda kecewa pada akhirnya. Saya juga mendengar jika mereka baru saja menghancurkan salah satu kelompok mafia dari western yang cukup kuat. Jadi mereka kini semakin jaya."
" Ya.!!! Ada saatnya nanti mereka lengah,dan kita akan masuk dan menghancurkan mereka berlima secara berurutan." ujar pria itu dengan smirk.
" Benar sekali tuan.!"
__ADS_1
" Lakukan kerja sama dengan perusahan mereka,dan kau yang akan menggantikan ku nantinya agar mereka tak curiga padaku. Dan setelah itu kita sedikit bermain-main dengan perusahan raksasa mereka."
" Tapi, sangat sulit untuk melakukan kerja sama dengan mereka. Sebab mereka juga tidak mudah mempercayai orang yang sembarangan masuk dan mengajak kerja sama."
" Lakukan dengan otak maka kita akan menang.!!"
" Baik tuan."
..............
Alya dan Andreas menikmati makan malam mereka di restoran mewah dengan sangat nikmat. Terus saja Andreas membuat Alya melayang dengan keromantisan yang Andreas beri.
" Ay,,"
" Iya,ada apa?"
" Mm,,Ay kapan kita akan melanjutkan ke jenjang yang lebih serius lagi? Aku sangat tidak sabar untuk segera menikah denganmu sayang. Kau tahu kan? Jika aku sangat ingin ada yang mengurusi ku nanti saat pergi bekerja dan pulang bekerja."
" Sayang. Kapanpun itu,aku sangat menunggunya." ujar Alya lembut dengan membelai tangan kekasihnya dengan sayang.
" You Will marry me Alya Winata.!!!!"
Mendengar dirinya di lamar secara tiba-tiba. Alya hanya speechless dan air mata luruh dengan sendirinya.
Dia sangat terharu karena Andreas mengajaknya untuk ke jenjang yang lebih serius lagi. Dan apa yang memang di harapkannya pun tercapai juga.
Alya menganggukan kepalanya." Yes,I Will sayang." ujar Alya dengan terharu.
Andreas berdiri dan membawa Alya ke dalam pelukannya, tak bisa di bohongi juga bagaimana perasaan andreas. Dia sangat senang dan juga terharu karena akhirnya Alya mau menerimanya untuk hidup bersama.
" Thank you so much sayang. Akhirnya kau mau menerimaku dan mau hidup denganku. Aku sangat senang sekali sayang. Mari menua bersama sayang."
cup
__ADS_1
cup
Andreas menghujamkan ciuman di wajah dan pucuk kepala Alya dengan sayangnya.
Alya sendiri sudah tak mampu membendung rasa harunya. Dan air mata benar-benar luruh dari pelupuk matanya.
" Terimakasih juga sayang,sudah mempercayakan aku untuk mendampingin hidupmu nantinya. Aku sangat bahagia sayang,terlebih lagi mengingat jika strata kita yang berbeda,apalagi aku hanya seorang yatim piatu. Hiks." ujar Alya.
Andreas mengurai pelukan mereka dan menatap netra mata Alya dengan lembut.
" Hei sayang,tatap mataku." Alya pun menatap wajah Andreas.
" Tidak penting dari mana kita berasal,dari mana kasta kita yang berbeda. Cinta tidak harus dengan nilai sosial yang tinggi. Aku mencintaimu karena sifat dan sikapmu. Kau pantas mendapatkanku,dan aku sangat senang bisa mendapatkanmu. Jadi jangan pernah mengucapkan kata-kata yang menyakitkan seperti itu. Okey! "
Alya mengangguk dan masuk kedalam pelukan Andreas. Tidak ada lagi kata-kata apa yang mewakili rasa bahagianya. Ketakutannya akhirnya terjawab kan dengan rasa bahagia yang di berikan oleh kekasihnya.
" Terimakasih untuk mempercayaiku Andreas."
" Jangan pernah mengucapkan kata terimakasih untuk ku sayang. Justru aku yang harus berterimakasih untukmu sayang."
Alya mengangguk,kemudian Andreas kembali membawa kekasihnya itu duduk di kursi mereka kembali.
Mereka kembali menikmati makan malam mereka dengan nikmat.
Di lain sisi. Irene dan suaminya saat ini sedang bermesraan di atas balkon kamar. Tiba-tiba saja Irene ingin dia dan suaminya untuk menikmati waktu di luar dan melihat bintang-bintang di langit.
" Sayang. Aku tidak sabar lagi melihat Calvin junior hadir dan meramaikan rumah ini. Pasti sangat menggemaskan dan menyenangkan saat pulang kerja nanti melihat anak kita berlari padaku dan memelukku. Aku sangat yakin pasti rasa lelahku akan hilang seketika,apalagi melihat tawanya." ujar Calvin dengan terus membelai rambut istrinya.
Irene mendongakkan wajahnya menatap suaminya." Aku juga tidak sabar by,bagaimana rasanya menjadi seorang ibu yang super sibuk mengurusi anak kita nantinya. Pasti akan sangat menyenangkan. Apalagi melihat tumbuh kembangnya nanti."
" Benar sekali sayang,aku juga tidak sabar menantikan saat itu tiba. Aku berjanji akan menjaga dan melindungi kalian. Dan tidak akan membiarkan seseorang menyakiti kalian sedikitpun. Aku janjikan hal itu."
" Terimakasih ya by,terus sehat dan memberikan kasih sayang dan perlindunganmu untuk kita."
__ADS_1
Akhirnya mereka berpelukan dengan kasih sayang.