Cinta Sang Mafia Kejam

Cinta Sang Mafia Kejam
Bill Henry Rodriguez


__ADS_3

Orang tua Calvin serta juga Milton sudah tiba di tanah air. Kini Milton mengantar mereka langsung ke rumah sakit seperti permintaan mereka. Karena sudah tak sabar untuk melihat cucu pertama mereka.


" Mil. Rasanya mommy sudah tak sabar untuk melihat cucu mommy deh. Bagaimana rupanya sekarang. Ah,pasti dia sangat tampan seperti pangeran " ujar mommy dengan mata yang berbinar.


" Iya mom. Milton yakin putra mahkota akan sangat tampan tak tertandingi." jawab Milton dengan senyuman.


Ayah Calvin yang sedari tadi hanya diam dan tersenyum mendengar penuturan sang istri. Dia juga tak sabar untuk segera sampai dan melihat cucu nya nanti.


Perjalanan yang memakan waktu 1 jam. Kini mobil milik mereka tiba di salah satu rumah sakit milik Calvin,yang mana menantu kesayangan mereka melahirkan penerus dari keluarga mereka.


" Ayo..!! Mommy sudah tak sabar melihat menantu dan cucu mommy.!!" ujar mommy Calvin dengan tergesa-gesa. Dan suaminya hanya menggelengkan kepala karena tingkah istrinya itu.


Milton yang juga melihat tak sabarannya mommy,hanya mampu tersenyum.


" Mil,mereka di lantai berapa? dan kamar nomor berapa.?"


" Mereka di kamar utama milik keluarga mom." ucap Milton.


" Ayo kita kesana sekarang.!!" ujar Daddy.


Mereka pun berjalan menuju kamar di mana menantu dan cucu mereka berada.


Saat ini di dalam ruangan hanya ada Calvin,Irene,Alya dan Andreas. Sedangkan Bara dan Ariion sedang kembali ke mansion untuk keperluan lainnya.


ceklek


Semua mata tertuju ke depan pintu di mana ada tiga orang yang berdiri dengan mata yang berbinar.


" Hallo semuanya. Hai menantu mommy." ujar mommy dan berjalan mendekat ke arah Irene yang juga terlihat senang saat melihat kedatangan sang mertua.


" Hallo mom. Ya ampun,akhirnya mommy,Daddy dan Milton sampai juga."


Mereka akhirnya berpelukan dengan erat. Daddy juga datang mendekat dan memeluk menantunya. Walaupun mendapat tatapan tak suka dari putranya. Daddy tidak mempedulikannya,dia tahu,jika anaknya itu sangat cemburu melihat istrinya berdekatan dengan pria manapun. Walaupun dengan ayahnya sendiri. Ada-ada saja memang anaknya itu. Sedangkan Milton memberi selamat dan bergabung pada Calvin dan Andreas.


" Bagaimana kabar mommy dan daddy?" tanya Irene setelah melepaskan pelukannya dari sang daddy.


" Kami sangat baik nak. Lalu di mana cucuku? Astaga. Itu cucuku,dia sangat tampan sekali " saat mata mommy mengarah ke arah box bayi,dan dimana seorang bayi mungil yang sedang bermain dengan imutnya. Mommy langsung saja menggendong cucunya dengan penuh rasa haru. Daddy juga datang mendekat dan mencium cucunya bertubi-tubi.

__ADS_1


" Siapa namanya nak?" tanya Daddy pada Calvin dan Irene.


" Kami berdua belum memberikan namanya dad. Karena kita sepakat yang akan memberikan nama bayi kami adalah Daddy dan mommy." ujar Calvin tersenyum.


Mereka pun tersenyum. Karena anak mereka masih mau memberikan hak untuk memberi nama pada cucu mereka.


" Bagaimana kalau namanya Bill Henry Rodriguez?" ucap Daddy dengan senyuman.


" Bill Henry Rodriguez?" ulang Calvin.


" Ya. Bill yang artinya pelindung yang tegas. Henry yang artinya penguasa mengingat dia merupakan cucu lelaki pertama dalam keluarga kita." ujar Daddy bangga.


" Sangat bagus dad. Aku menyukainya,artinya dia akan menjadi pelindung untuk keluarga kita. Aku harap Bill akan menjadi seseorang yang di harapkan di dunia."


" Iya nak. Mommy juga setuju dengan Daddy. Bill akan menjadi sang pewaris di keluarga Rodriguez. Mommy selalu berdoa,semoga Bill akan menjadi anak yang berbakti dan penyayang. "


Dan ucapannya mendapat kata aamiin dari semua orang yang berada di sana.


Tak lama mendengar gumaman dari Bill seperti menyetujui arti namanya sendiri. Dan mana membuat mereka semua tertawa gemas dengan tingkah bayi itu.


" Alya dan Andreas juga sedang berusaha mom. Alya mohon doanya ya mom" ucap Alya dengan raut wajah yang berubah sendu.


Irene yang melihat jika sahabatnya merasa sedih. Akhirnya datang dan memeluk tubuhnya." Jangan khawatir. Aku yakin sebentar lagi kalian akan memiliki Beby yang begitu lucu. Jangan pernah untuk patah semangat ya " ujar Irene menghibur Alya.


Mommy yang melihat jika situasi yang sudah tak mengenakan. Akhirnya ikut nimbrung dengan dua menantunya.


" Hei cantik. Jangan bersedih.!! Maaf ya jika ucapan mommy membuatmu sedih." ujar mommy dan memeluk tubuh Alya.


" Tidak mom. Alya hanya sedih karena saat ini tuhan belum memberikan malaikat untuk melengkapi keluarga kami." ujar Alya.


" Siapa bilang? Mungkin saja dia sudah ada di dalam sini,tapi kamu belum mengetahuinya. " ucap mommy dengan mengusap perut datarnya Alya.


" Iya benar sayang. Aku juga merasa jika dia sudah hadir. Hanya saja kita belum mendapat petunjuknya. Bukan mau sok seperti tuhan,tapi feeling seorang suami terkadang benar."


Dan ucapan Andreas membuat mereka mengiyakan ucapannya.


" Oh iya. Dimana kedua putraku yang lainnya? Mommy tak melihat mereka di sini sejak tadi.?" ujar mommy dengan kepala celingak-celinguk untuk mencari mereka.

__ADS_1


" Mereka sedang pergi mom. Sebentar lagi mereka pasti akan kembali ke sini." ucap Calvin.


" Oh iya? Terus kapan Irene akan pulang ke mansion? "


" Besok pagi kita semua sudah kembali mom."


" Mom. Andreas punya info baru untuk mommy." ujar Andreas dengan berbinar.


" Apa itu nak?"


" Kak Ariion.!! Sepertinya dia sudah memiliki kekasih mom. Dan mereka tinggal bersama di apartemen milik kak Ariion." ujarnya dengan menggebu-gebu.


Calvin dan yang lainnya menepuk jidat mereka mendengar ucapan Andreas.


" A-apa??" Astaga. Kenapa putra keduaku itu tidak memberitahu ku sama sekali. Hm,,,aku akan memberikan pelajaran padanya kalau bertemu dengannya nanti." ujar mommy.


Sedangkan yang lainnya hanya menggelengkan kepala mereka karena mulut Andreas yang tak bisa di jaga. Jika Ariion mengetahuinya bisa-bisa Ariion akan menggantung hidup tubuh Andreas di gedung tinggi. Sungguh Andreas tidak merasa bersalah sedikitpun setelah memberitahukan hal itu pada Mommy. Padahal mereka sedang menyembunyikan dari Daddy dan mommy.


" Biarkan saja mom. Mungkin dia malu untuk memberitahukannya pada kita. Kita tunggu saja kabar baiknya dari Ariion." ucap Daddy.


" Iya juga ya. Mommy juga berharap jika anak-anak mommy segera mendapatkan pasangan mereka masing-masing agar kalian semua hidup bahagia."


" Makasih mommyku yang cantik." ujar milton dengan memeluk tubuh mommy.


" Jangan terlalu lama memeluk tubuh mommyku. Sekarang giliranku.!!" ujar Calvin kemudian mendekat dan memeluk tubuh mommy. Dan mereka semua tertawa melihat kelakuan Calvin.


🌿🌿🌿🌿🌿


Hai hai hai guys....


Lagi beberapa bab lagi cerita ini akan segera tamat. Dan akan ada lanjutannya di novel berikutnya. Dimana menceritakan tentang anak-anak dari mereka semua.


Ceritanya author buat bakalan lebih seru dari novel-novel author yang lain.


ini author kasih covernya ya.🥰


__ADS_1


__ADS_2