
Seseorang kini sedang menonton acara tv. Dimana acara itu menampilkan pemuda paling berpengaruh di negaranya,yang saat ini sedang memberikan kabar bahagianya kepada publik.
Dia begitu marah dan juga tersenyum sinis melihat pria di dalam layar itu.
" Hm,nikmatilah hidupmu Calvin. Karena sebentar lagi kehancuran dan kematianmu akan menjemputmu. Ahahah. Dan untuk kau gadis cantik,aku akan merebutmu dan menjadikanmu istriku,setelah itu,akan aku beri hukuman yang sangat layak padamu. Atas kelancanganmu."
Pria itu tersenyum senang,karena membayangkan apa yang akan terjadi pada mereka nanti.
Pria misterius itu kini berjalan duduk di salah satu sofa,kemudian orang kepercayaannya datang padanya.
" Bagaimana? Apa kau telah menetapkan beberapa mata-mata di negara itu?"
Tanyanya dengan menuangkan wine di gelas mini,kemudian menyesapnya dengan sangat pelayan. Bagai seseorang yang sedang menikmati air keras itu dengan nikmatnya.
Sedangkan pria yang berdiri di hadapannya,kini membungkuk untuk memberi hormat padanya.
" Sudah tuan. Anda tidak perlu khawatirkan hal itu,karena semua sudah berjalan sesuai rencana kita tuan."
Pria misterius itu tersenyum dan mengangguk-anggukan kepalanya dengan senang.
" Kau sangat tidak mengecewakan Wira. Kalau begitu,kau urus semuanya dan aku tidak ingin kata gagal sedikitpun. Satu hal yang harus kau tahu.!! Sudah sangat lama aku menantikan kehancurannya. Itu artinya,kali ini kau tak boleh gagal sedikitpun. Dan ingat..!! Jika ada kesempatan, segera culik wanita cantiknya itu. Aku sangat tidak sabar untuk menikmati tubuhnya. Ahahah"
" Baik tuan.!! Sesuai yang anda perintahkan. Kami akan melakukan dengan sebaik-baiknya,jangan khawatirkan hal itu tuan.
Kalau begitu saya permisi. Karena ada misi yang belum saya selesaikan tuan."
Wira sang asisten dari pria misterius itu,kini telah keluar dari ruangannya.
Pria itu menatap ke arah depan dimana pintu ruangannya yang sudah mulai tertutup.
Dia kembali meletakan gelas mini di tangannya,kemudian merentangkan tangannya seperti seseorang yang baru terbangun dari tidurnya.
" Aku cukup lama menantikan kesempatan ini. Calvin dengan sendirinya telah menunjukan kelemahannya pada ku. Ah,, Sudah tak sabar lagi melihat dia terkapar dan bersimbah darah. Dan untuk orang-orang kepercayaannya itu. Akan aku berikan hukuman setimpal dan layak sepertinya. Tapi sebelumnya,aku harus bisa mencari salah satu di antara mereka agar berkhianat dari Calvin"
Gumamnya, dengan tersenyum devil. Dia sangat suka sekali membayangkan hal-hal ini. Dendam yang belum terselesaikan,kini akan dia balas dengan yang sama.
__ADS_1
Dia tidak ingin Calvin menikmati hidupnya dengan terlalu lama. Apalagi melihat,jika pria itu sudah menikah saat ini.
Semakin memacu adrenalin nya untuk segera menghancurkan dia dengan sesegera mungkin.
Pria itu berjalan keluar menuju salah satu ruangan kecil. Dimana di sana tersimpan berbagai macam kenangannya.
Dia dengan saksama. Memperhatikan pigura besar yang terpampang di dinding ruangannya.
" Bersabarlah ayahandaku. Sebentar lagi aku akan membunuh bajingan itu dengan tanganku sendiri. Karena sudah berani membunuhmu. Aku tidak mau tahu kesalahan apa yang sudah kamu perbuat,tapi yang jelas. Karena dia telah membunuhmu,maka aku akan menghancurkan serta membunuhnya ayah. Doakan anakmu ini ya "
Setelah berbicara dengan foto itu. Dia kemudian kembali ke ruangannya di mana merupakan ruang kerjanya.
Entah apa yang terjadi. Yang jelas,dia saat ini sangat merasa senang.
**
Sedangkan di kediaman Calvin dan Irene. Mereka kini sedang menonton tv di ruang keluarga, Sebenarnya bisa di kamar mereka, tapi Calvin fikir jika nanti dua sahabatnya itu tidak melihatnya. Karena dia ingin menunjukan pada mereka bahwa menikah itu sangatlah indah. Agar bisa bermesraan dengan pasangan masing-masing di manapun. Ya begitulah kira-kira isi kepala yang memenuhi relung otak Calvin.
Kini Irene mendudukkan dirinya di sofa,dan suaminya tidur di paha milik Irene.
Kadang juga terdengar Irene mengomel jika ada yang jahat.
" Honey !" panggil Calvin.
" Hm "
" Ternyata kita lebih bahagia deh, dari sinema itu. Lihat saja,suami wanita yang di sana sangat jahat pada istrinya. Dan istrinya juga,kadang terlalu baik. Ya kan? Padahal suaminya sudah berselingkuh. Jadi kamu harus beruntung karena aku sangat mencintai kamu,dan tidak berselingkuh." ujar Calvin.
Irene menggelengkan kepala,melihat tingkah suaminya yang seperti ini.Apalagi membanggakan dirinya. Seperti ibu-ibu rempong yang sedang menonton tv.
Seketika duplikat lelaki kejam dan misterius,seakan hilang dari diri suaminya ini.
Jika tadi ada orang lain yang bersama mereka. Irene yakin,jika suaminya tidak akan senarsis ini. Karena dia tidak akan menunjukan sisi lainnya kepada orang. Hanya untuk istrinya saja.
" Ya kalau kamu selingkuh, Bisa saja aku juga balas selingkuh dari kamu. Apalagi kamu punya empat saudara yang juga tak kalah tampan dan kuat seperti kamu. Ya kan? Jadi jika kamu macam-macam,ya jangan salahkan aku."
__ADS_1
Mata Calvin langsung terbuka lebar setelah mendengar istri tercintanya akan berselingkuh dengan salah satu bawahanya. Oh ini tidak bisa di biarkan. Yang ada Calvin akan dengan brutalnya menelan mereka hidup-hidup jika berani merebut istri tercintanya dari dirinya.
" Akan aku habisi mereka semua jika berani mengambilmu dariku honey. Kau tahu sendiri jika aku begitu mencintaimu. Dan tidak rela orang lain memilikimu,apalagi merebut mu dariku. Hingga titik darah penghabisan pun. Aku tidak akan rela. Jadi jangan berbicara seperti itu lagi honey. Yang ada aku akan benar-benar gila nantinya."
Ujar Calvin dengan begitu serius. Seketika posesifnya dia tampilkan di depan istrinya. Dan Irene, gadis itu tertawa terpingkal-pingkal melihat wajah serius dan panik suaminya.
" Makanya,jangan pernah ada niat selingkuh dariku. Tahu sendiri kan kalau aku tidaklah buruk rupa."
" Siapa yang selingkuh. Mana ada wanita yang bisa menyaingi dirimu. Hanya kamu satu-satunya wanita yang ada di muka bumi ini. Jadi jangan berfikir macam-macam lagi Okey"
Mereka kembali menonton tv. Setelah acara drama bucin membucin tadi.
Tak lama terdengar langkah kaki orang yang datang mendekat ke arah mereka.
" Hallo kakak ipar," Ucap Andreas,dan di ikuti oleh Ariion di belakangnya.
Mereka langsung duduk di sofa yang sama.
Calvin yang melihat jika saudaranya berada di sini. Seketika dia teringat akan ucapan istrinya. Rasa ketakutan melanda dirinya,jika nanti istrinya benar-benar di ambil oleh mereka.
Ada-ada saja tingkah pria misterius ini.
Tiba-tiba secara posesif, Calvin membawa istrinya masuk ke dalam kamar mereka.
Irene menjadi kebingungan karena suaminya yang membawanya secara tiba-tiba,tanpa mengucap sepatah katapun pada nya.
Dan untuk Ariion dan Andreas sendiri. Kini bingung dengan tingkah dari Calvin dan istrinya.
" Mereka berdua kenapa? Kok seperti melihat setan!" ujar Andreas.
" Mana aku tahu" jawab Ariion, dengan menaikan kedua bahunya.
Dia kemudian menyenderkan tubuhnya dan menonton acara tv di depan mereka.
....
__ADS_1
Jangan lupa komen dan like sebanyak-banyaknya gengs 🙏💪😘