Cinta Sang Mafia Kejam

Cinta Sang Mafia Kejam
Kesakitan.


__ADS_3

Dua bulan kemudian.


Alya dan Andreas berkunjung ke kediaman Calvin dan Irene. Setelah menetap selama dua bulan di Spanyol. Akhirnya Alya meminta suaminya untuk kembali ke tanah air,karena dia berniat untuk menemani sahabatnya Irene untuk melahirkan nantinya.


Selama pernikahan mereka. Calvin memberikan salah satu perusahannya yang berada di Spanyol untuk Andreas kelola. Sedangkan perusahan di Indonesia,di pegang oleh Bara. Sedangkan Ariion masih bersama Calvin di perusahan utama mereka. Dia tidak ingin jauh dari Calvin. Maka dari itu,untuk perusahan lainnya di pegang oleh anak buah Calvin semuanya,termaksud Milton yang berada di Rusia.


Mobil milik Andreas dan Alya memasuki pekarangan mansion mewah milik Calvin. Dan masih membuat Alya terus saja kagum dengan istana mewah milik Calvin dan Irene.


Bagaimana tidak. Calvin membangun istana mewah dengan pekarangan yang luas. Bertujuan untuk anak-anaknya nanti. Mansion mewah yang di bangun dengan desain sendiri,dan di berikan tepat saat anniversary pernikahan mereka dua bulan yang lalu.




(Mansion Calvin&Irene.)


" Wow. Aku masih saja takjub dengan mansion milik mereka sayang." ujar Alya excited.


" Aku bisa membangunkan istana mewah seperti ini juga sayang,jika kau mau." ujar Andreas yang tak mau kalah. Apalagi mendengar istrinya memuji milik orang lain. Dia sangat posesif dengan hal seperti itu.


Walaupun sebenarnya dia tak semampu saudaranya itu.


" Ck, gak usah berlebihan sayang. Aku juga tidak meminta istana mewah seperti milik sahabatku itu. Hanya saja aku suka sekali kagum dengan apa yang aku lihat."


ujar Alya.


" Aishh,salah lagi kan. Ya sudah,ayo kita segera masuk. Irene dan kak calvin pasti sedang menunggu kita..!!" ucap Andreas melepaskan seatbelt dari tubuhnya dan di lakukan juga oleh Alya.


Andreas turun dan berlari menuju pintu mobil dan membukakan pintunya untuk istri tercintanya.


" Ayo sayang..!!"


Alya memegang tangan suaminya dan mereka kemudian berjalan menuju pintu utama. Belum juga Alya menekan bell rumah,tiba-tiba pintu rumah sudah di buka terlebih dulu oleh Calvin.


" Hi,bro...!!" ujar Andreas dan memeluk Calvin.

__ADS_1


" Kalian sudah tiba rupanya."


Calvin membalas pelukan Andreas. Kemudian Alya juga menyapa Calvin dengan sangat sopan. Walaupun sudah menikah dengan Andreas,tapi masih saja Alya merasa sangat sungkan dengan Calvin. Karena dia tahu siapa Calvin sebenarnya.


Calvin juga mencoba melarang Alya untuk sungkan kepadanya,dan menganggap dia kakak seperti Andreas dan lainnya.


" Masuklah.!! Istriku sudah dari tadi menunggu kalian.!."


Mereka semua masuk ke dalam rumah. Yang tadinya Calvin ingin berniat pergi keluarpun sudah tidak bisa keluar karena bersamaan dengan munculnya Andreas dan istrinya.


Alya berlari kecil saat melihat bumil yang sedang duduk di sofa dengan kaki selonjoran.


" Ya ampun Ren. Makin gemoy aja sih kamu." ucap Alya dan memeluk Irene dengan erat.


" Dari jam berapa kalian datang Ay,iya nih. Sekarang-sekarang pola makanku semakin meningkat banget tahu." ujar Irene dengan tersenyum.


" Jangan terlalu banyak makan Ren,entar bayinya gede lagi" ujarnya bercanda.


Sedangkan Calvin dan Andreas setelah bertegur sapa dengan Irene,mereka kemudian menuju ruang kerja pribadi milik Calvin,karena ada sesuatu yang harus di bahas. Sembari menunggu yang lainnya datang,kecuali Milton yang masih berada di Rusia.


" Aku dan suamiku tidak ingin mengetahui dulu jenis kelamin anak kita ay,karena suamiku ingin menjadi suprise nanti saat aku melahirkan. Karena apapun jenis kelaminnya,dia tetap permata kami yang sedang kami tunggu kehadirannya." ujar Irene tersenyum dengan mengusap perut buncitnya.


Alya manggut-manggut kan kepalanya seraya tersenyum." Benar banget tuh Ren. Aku suka sekali dengan kalian,walaupun kalian kaya raya. Tapi jiwa kalian sangat rendah hati."


" Iya dong ay,semua ini hanya titipan. Dan kita hanya menjalankan apa yang sedang kami pegang. Oh ya,gimana? Udah ada isi belum?" tanya Irene dengan menunjuk perut rata Alya.


" Belum Ren,kita sedang usahakan dengan mengikuti program hamil." ujar Alya sedih.


Melihat jika raut wajah Alya berubah. Dengan segera Irene mendekat dan mengusap tangan Alya dengan lembut. " Tenang aja Ay,sebentar lagi pasti kalian akan memiliki Beby. Yang penting terus berdoa dan berusaha."


" Makasih ya Ren. Iya kita juga sedang berusaha kok,dan kata dokter kita berdua sehat-sehat saja,hanya saja belum di beri kepercayaan dari tuhan.,"


Mereka terus saja bercerita banyak hal. Dan tiba-tiba Irene merasa perutnya sangat sakit dan kram. Sudah dari siang tadi dia merasakan hal yang sama,tapi tidak memberitahukan pada suaminya,karena rasa sakitnya datang dan habis itu hilang. Dan dia fikir itu hanya efek kelelahan.


Tapi kali ini rasa sakit ini seperti lain dari yang tadi.

__ADS_1


" Aduh. Sakit banget perutku ay.!!" ujar Irene meringis kesakitan dengan memegang perutnya.


Alya yang melihat Irene kesakitan menjadi panik seketika. " Apa yang terjadi Ren.? Sebentar aku akan memanggil suamimu." Alya berlari dan berteriak,seketika semua pelayan keluar dengan panik.


Calvin dan Andreas yang mendengar kegaduhan dan teriakan Alya pun di buat bingung. Kemudian Calvin teringat dengan istrinya,akhirnya dia berlari keluar dari ruangannya menuju ruangan dimana istrinya berada.


" Sayang.!!"


Calvin berlari dan mendekat ke arah Irene yang sedang kesakitan. Keringat dingin sudah bercucuran di wajah Irene. Dan mampu membuat Calvin sangat panik.


" Siapkan mobil.!! istriku akan melahirkan.!" teriaknya.


Andreas berlari menuju mobil mereka dan menyalakan mesinnya. Dia akan mengantar Calvin dan Irene menggunakan mobilnya.


" Sayang. Bertahan ya,kita akan ke rumah sakit sekarang." ujar Calvin saat mengangkat tubuh istrinya. Setelah membawa masuk Irene ke dalam mobil milik Andreas,kemudian Andreas dengan cepat menjalankan mobilnya ke rumah sakit.


" Sayang. Sakit....!!!" jerit Irene.


" Sabar ya sayang ..!! Ndre,cepat jalannya. Jangan sampai anakku lahir dalam mobilmu ini.Kenapa jalannya seperti keong,istriku sedang kesakitan sekarang!" ujar Calvin.


Andreas menambah kecepatan mobilnya tanpa menjawab ucapan Calvin. Karena dia tahu,jika kakaknya itu sedang sangat panik.


Alya menyiapkan keperluan bayinnya Irene,dan akan ikut mereka nanti menggunakan mobil milik Irene.


Setelah menempuh perjalanan 20 menit. Mobil Andreas memasuki pekarangan rumah sakit milik Calvin. Dan di sana telah berada beberapa dokter dan juga perawat untuk menjemput Calvin dan istrinya.


" Cepat tangani istriku. Dia sedang kesakitan sekarang.!!" teriak nya pada pada dokter dan juga suster.


Mereka kemudian membawa brangkar menuju ruangan persalinan.


" Cepat ..!! Sebentar lagi,nyonya Irene akan melahirkan. Karena air ketubannya sudah pecah.!!" ujar salah satu dokter.


Setelah di ruangan persalinan. Calvin menemani istrinya. Dia terus saja berdoa,apalagi istrinya akan melahirkan secara normal sesuai permintaanya. Padahal pada dokter memberi saran untuk melakukan operasi. Tapi Irene bersikeras untuk melakukan persalinan normal.


Alya,Ariion dan Bara datang secara bersamaan karena mendengar jika Irene akan segera melahirkan.

__ADS_1


Dan disana,mereka melihat Andreas dan beberapa anak buah Calvin yang sedang menunggu di depan ruangan bersalin.


__ADS_2