
Saat mereka keluar dari pintu toilet. Langkah mereka terhenti saat mendengar ucapan pria yang tadi mencari wanita itu.
" Itu dia,ternyata wanita itu memang murahan. Lihat lah,dia baru saja keluar dari toilet pria dengan pria itu.!!" ujar pria berbadan besar dengan wajah garangnya.
Mendengar mereka menyebut wanita malang itu seperti itu,membuat emosi Ariion terpancing. Dia memang suka membunuh orang,tapi dia sangat tidak suka jika ada pria yang menghina wanita dengan kata-kata kotor seperti itu.
Ariion membawa wanita itu ke belakang punggungnya,karena wanita itu sudah sangat ketakutan.
" Tetaplah di sini,dan jangan kemana mana jika kau ingin selamat." ujar Ariion. Kemudian dia maju dan melawan dua pria berbadan kekar.
" Rupanya pria ini mau menjadi pahlawan untuk pelacur itu. Hahaha !!" ujar rentenir itu.
Bugh
bugh
Dua bogem mentah mendarat di wajah dan perut pria yang tadi mengatainya. Darah segar keluar dari mulutnya.
Temannya yang satunya maju dan mencoba untuk melawan. Tapi sekali pukulan,pria itu tersungkur dengan bogem mentah.
Ariion kemudian mematahkan kedua tangan dan kaki orang-orang itu dalam sekejap.
Gadis itu yang melihat Ariion yang menolongnya mengalahkan mereka dalam sekejap. Dia sangat takjub padanya.
Mereka hanya berteriak kesakitan. Ariion kemudian memegang tangan gadis itu dan membawanya pergi dari sana.
Dia sudah tak kembali ke bioskop lagi,dia langsung saja berinisiatif membawa wanita itu ke apartemennya. Karena merasa kasihan dengannya. Walaupun memiliki wajah yang dingin dan tak gampang dekat dengan orang. Kali ini tiba-tiba saja dia ingin menolong gadis yang di temukan nya itu.
" Tuan,sebelumnya terimakasih telah menolong saya. Kalau boleh tahu tuan akan membawa saya kemana? Tolong jangan buang saya,saya masih ingin hidup dengan tenang tuan." ujar ya dengan tatapan sendu.
" Diamlah.!! Ikuti saja saya kemana perginya."
__ADS_1
Mendengar ucapan pria galak itu. Akhirnya gadis itu terdiam seketika. Dia takut jika sampai salah bicara yang ada dia bernasib sama seperti dua pria tadi.
Mereka telah berada di salah satu apartemen mewah milik Ariion. Sebenarnya Ariion juga memiliki rumah mewah,tapi dia lebih nyaman tinggal di apartemen.
" Turun.!!" ujar Ariion lagi.
Lagi-lagi gadis itu hanya mengikuti langkah kaki Ariion,dia tidak berani bertanya karena takut pada Ariion.
" Masuk.! Sekarang kau akan tinggal di sini dan bekerja untukku. " ucap Ariion.
" maksud tuan,saya akan bekerja menjadi art di disini ?" ucapnya dengan senyuman.
" Iya, dan siapa namamu?"
" Saya Nabila,biasa di sapa dengan Billa,terimakasih sebelumnya tuan,karena sudah memperkerjakan saya di sini. Kalau begitu bolehkan saya balik ke rumah dan mengambil barang-barangku."
" Apa kau mau di tangkap kembali oleh ayahmu itu?"
Nabila terdiam mendengar ucapan Ariion. Ada benarnya juga. Yang ada ayahnya akan menangkapnya dan membawanya ke para rentenir,terus mereka akan menjualnya pada pria-pria hidung belang di luar sana.
Ariion berjalan keluar dan meninggalkan Nabila seorang diri di apartemen mewah nya.
Nabila terus saja memperhatikan setiap sudut ruangan. Dia sangat takjub karena melihat betapa mewahnya apartemen itu. Dia baru pertama kali melihat secara langsung rumah mewah.
" Wow,sangat mewah sekali. Dan tentunya pasti sangat mahal sekali barang-barang ini. Aku tidak boleh bekerja sembarangan,yang ada aku di suruh ganti jika ada yang rusak." gumamnya pelan.
Lelah berkeliling,dia akhirnya duduk merebahkan tubuhnya di atas sofa empuk. Yang mana sangat nyaman untuk beristirahat.
"Nyaman sekali sofa ini. Memang orang kaya suka sekali membeli barang-barang bagus seperti ini." Gumamnya dengan tersenyum.
Jelang beberapa jam, Ariion datang dengan menenteng beberapa paperbag besar. Saat masuk,dia melihat Nabila yang sedang tertidur dengan pulasnya.
__ADS_1
" Hei,bangunlah.!"
Nabila terkejut dan mengerjapkan matanya,dia memandang kearah pria yang telah menjadi majikannya ini.
" Maaf tuan,saya ketiduran tadi." ujarnya dengan. menunduk.
" Ambillah, dan juga ini ada makanan. Setidaknya pakaian ini untuk beberapa hari nanti kau di sini." ujar Ariion dan memberikan paperbag itu ke arah Nabila.
Nabila mengambilnya dan berterimakasih untuk tuan nya. Dia tersenyum " ternyata dia sangat baik hati,walaupun sikapnya sangat dingin " batin Nabila.
" Saya akan beristirahat,jika kau mau istirahat maka itu kamarmu." setelah menunjuk dan mengucapkan itu pada Nabila. Ariion kemudian masuk ke kamarnya yang berada di lantai atas.
Nabila berjalan menuju kamar yang di maksud oleh Ariion. Dan saat membuka pintu,kembali dia di buat terkejut dengan mewahnya kamar dan fasilitas di kamar itu.
" Astaga,kamar ini tidak cocok untuk seorang art,tapi kenapa tuan itu memberikan ku kamar yang sangat mewah seperti ini. " gumamnya. Dia kemudian membereskan barang-barang yang di berikan oleh Ariion.
Ariion membelikannya Pakaian-pakaian mewah,parfum,make up dan lebih yang membuat Nabila syok,karena Ariion membelikannya dalaman juga.
" Dari mana tuan itu tahu ukuran dalamanku. Astaga,aku sangat malu sekali. Tapi dia sangat baik,lihatlah dia membelikanku barang-barang yang sangat mewah seperti ini." ujar Nabila.
....
" Sayang. Kenapa kak Ariion tidak kembali dari tadi,ini sudah beberapa jam loh."
tanya Irene pada Calvin. Saat ini mereka menuju jalan pulang.
" Dia sedang di apartemen sayang,katanya dia tidak enak badan."
" Oh,tapi kenapa dia aneh sekali,tidak seperti biasanya kak Ariion seperti itu."
" Mungkin tidak sempat dia mengabari kita sayang,"
__ADS_1
Andreas juga saat ini sedang mengantarkan Alya kembali ke apartemennya. Sedangkan Calvin dan Irene,mereka juga pulang ke rumah.
Saat pulang nanti,Calvin akan pergi ke apartemen Ariion. Dia dan Andreas tiba-tiba merasa curiga melihat tingkah Ariion yang berubah tidak seperti biasanya. Dia sangat yakin jika Ariion sedang menyembunyikan sesuatu darinya.