
" Sayang. Kau sedang apa sekarang, hm? aku sepertinya sangat merindukanmu. Tapi tunggu dulu, sepertinya aku sangat tidak asing dengan ruangan yang sekarang kamu berada" ujar Andreas di sebrang telfon,karena dia memang sangat tidak tahu jika Irene sedang berada di kantor Calvin.
Saat ini Alya dan Irene sedang makan siang di ruangan Calvin. Karena Calvin dan Ariion belum selesai melakukan pertemuan dengan klien mereka.
Jadi Calvin memintanya untuk menemani istrinya itu.
Kini Alya dan Andreas sedang melakukan video Call.
" Iya sayang,aku sedang berada di ruangan tuan Calvin saat ini."
" Ha? Dengan siapa kau di sana sayang? Jangan bilang kau dan Kak Calvin ingin berkencan terus mengkhianati ku dan Kak Irene.Iya? Kalau itu terjadi aku akan mematahkan tangannya kak Calvin.!" ujar Andreas dengan panik.
Alya dan Irene menahan tawa mereka saat melihat wajah panik Andreas.
" Memangnya kau berani berhadapan dengan tuan Calvin.?" tanya Alya menantang kekasihnya ini.
" Ya gak juga sih yang,tapi aku gak rela kamu selingkuh dari ku." ujar Andreas cemberut.
Benar-benar pria mantan playboy ini,bucinnya sudah tak terhitung lagi.
" Aku lagi sama istrinya big bos yang. Irene lagi di sini," ujar Alya dan mengarahkan kamera ke arah Irene.
" Hai Andreas, nanti kalau suamiku balik,akan ku beritahu padanya jika kau ingin mematahkan tangannya." ujar Irene dengan tatapan serius,padahal dia hanya bercanda saja.
Andreas Melototkan matanya mendengar ucapan Irene. Yang benar saja,wanita dingin itu ingin memberitahukan suaminya yang galak itu.
" Astaga jangan lah kakak ipar,aku hanya bercanda saja. Jika kak Calvin tahu,yang ada aku akan di jadikan santapan untuk Fung.!!"
Ujar Calvin Panik.
Irene dan Alya tertawa lepas mendengar ucapan nyeleneh Andreas.
Tak lama pintu ruangan Calvin terbuka,dan masuklah dia dan Ariion. Mendengar jika Irene memanggil nama Calvin. Andreas secara cepat mengakhiri panggilan telfonnya.
" Kalian sudah selesai makannya? Kau sudah kenyang sayang? Atau mau yang lain lagi,biar aku belikan.!" tanya Calvin saat mencium kening istrinya.
__ADS_1
Ariion dan Alya yang melihat kebucinan dua orang ini hanya tersenyum. Mereka sangat bahagia melihat Calvin dan Irene yang saling mencintai seperti ini.
" Alya,apa Andreas ingin ke sini? Tadi dia barusan memberi kabar untukku.!" tanya Ariion.
" Tidak tahu tuan. Soalnya dia lebih dulu mengakhiri panggilan telfon tadi tuan."
" Terus saja memanggilku seperti itu,jangan sampai aku menyuruh kau dan Andreas pindah ke kutub Utara,Mau?" ujar Ariion,dia tidak suka jika Alya memanggilnya dengan tuan. Karena bagi Ariion dia merupakan kakak dari Andreas,otomatis Alya juga memanggilnya dengan kakak. Karena dia sudah menganggap Irene dan Alya seperti adik perempuannya.
" Maaf kak,aku keceplosan. Hehe!" ujarnya dengan tersenyum.
Siang ini mereka ingin pergi ke mall,karena Irene ingin nonton di bioskop. Jadi Calvin mengajak Ariion dan juga Andreas,sekalian juga dengan Alya. Sebenarnya Ariion merasa keberatan karena hanya dia yang tidak memiliki pasangan,yang ada dia di sana akan di jadikan obat nyamuknya mereka.
Mau menolak pun percuma. Karena beruang kutub itu tidak ingin di bantah sekalipun.
Tak lama pintu kembali terbuka,dan masuklah Andreas si tengil yang suka sekali tebar pesona ke dalam ruangan Calvin.
" Apa aku terlambat?" tanyanya dengan tampang polos.
" Iya,kau terlambat dan sebagai hukumannya. Hari ini kau mentraktir kita semua." ujar Ariion asal.
" Ah tidak masalah. Lagian ada calon istriku di sini,jadi tidak ada masalah jika aku mentraktir kalian semua." ujarnya Andreas dengan PD,yang mana membuat pipi Alya memerah seperti tomat,karena malu mendengar ucapan absurd Andreas.
Merek berlima akhirnya keluar dan masuk ke dalam mobil masing,Calvin dan Irene satu mobil,Alya dan Andreas satu mobil dan Ariion dengan mobilnya sendiri.
Menempuh perjalanan 25 menit. Mobil mereka akhirnya masuk area Mall mewah,dan mereka sudah di sambut oleh para penjaga dan maneger mall. Karena sebelum kesini,Ariion telah lebih dulu memberitahukan pada mereka jika pemilik mall ini akan segera datang dengan istrinya.
Melihat banyak antusias dari para pegawai di sini. Membuat Irene dan Alya bertanya-tanya apakah Calvin pemilik mall ini,karena mereka di sambut sangat antusias.
" Sayang,apa ini mall milik tuan Calvin? Kenapa mereka sangat antusias sekali menunggu kita di sini." tanya Alya pada kekasihnya.
" Iya sayang,Ada beberapa mall mewah milik kak Calvin di negara ini,belum lagi di luar negri." ujar Andreas.
" Pantas saja mereka sangat hormat " gumam Alya,yang mampu di dengar oleh Andreas,
" Kau belum tahu seberapa kayanya kak calvin. Bahkan ini belum seberapa,bagaimana nanti reaksi mu melihat kekayaan kak Calvin yang masih di manca negara,hingga tuju turunan lagipun tak akan habisnya" batin Andreas.
__ADS_1
Saat mereka semua turun,banyak pasang mata yang memandang ke arah mereka. Kapan lagi coba,mereka akan melihat orang terkaya nomor satu di negara ini secara langsung. Apalagi datang bersama istri cantik nya itu.
Saat masuk,mereka langsung menuju tempat bioskop. Ariion meminta izin untuk pergi toilet karena kebelet. Dan yang lainnya masuk ke dalam bioskop dan Ariion akan mengikuti mereka nanti.
...
Saat di toilet,Ariion tidak sengaja mendengar percakapan dua pria yang dia rasa mereka seperti rentenir.
" Kita harus mendapatkan gadis itu,dan menjualnya. Jangan sampai bos akan menghabisi kita. Secara kan ayah perempuan itu sudah menjualnya ke kita." ujar pria berbadan sedikit besar.
" Iya,dan kemana wanita itu pergi. Di toilet wanita tadi dia tidak ada. Aku yakin dia masih berada di sekitaran sini."
" Ayo kita cari di luar lagi."
Mereka akhirnya keluar dari toilet itu. Ariion kemudian keluar dan melihat ke arah dua orang pria yang sedang berlari seperti mencari keberadaan orang carian mereka.
" hiks. Hiks. Hiks." Ariion mendengar suara tangisan seseorang,yang mana sangat memilukan hatinya.
Dia berjalan mendekat ke asal suara yang dia dengar.
brak.
Pintu terbuka,dan betapa kagetnya wanita yang terlihat lusuh,sedang menangis dengan menutup mulutnya.
Melihat orang asing memandangnya seperti itu,dia hanya tertunduk dan takut.
" Keluarlah.!! Jika kau menangis seperti ini mereka pasti akan menangkapmu" ujar Ariion datar.
" Ta-tapi sa-saya takut di temukan tuan. Tolong saya keluar dari sini tuan,saya mohon. Karena mereka ingin menjual ku." ujar wanita itu dengan lirih.
" Jika kau menjadi seorang wanita penakut. Selamanya kau akan seperti itu,lebih baik keluar dan lawanlah. Jangan hanya mau menjadi wanita lemah yang hanya mengandalkan air mata saja. Karena di dunia ini air mata saja tidak akan membukakan hati orang untuk kasihan padamu."
Ucapan Ariion memang sedikit menohok,tapi apa yang di ucapkannya itu karena memiliki maksud tertentu.
" Hiks,ta-tapi saya tidak memiliki kemampuan untuk melawan mereka,hiks. Kalau bisa saja,pasti akan kulakukan seperti yang tuan ucapkan"
__ADS_1
" Keluar sekarang dan ikuti saya.!!" ujarnya dingin.
Wanita itu sebenarnya sedikit ragu,karena baru pertama kali bertemu dengan pria di depannya. Karena memikirkan jika dia dalam masalah,akhirnya mau tak mau dia pun mengikuti langkah Ariion yang sudah lebih dulu berjalan di depannya.