Cinta Sang Mafia Kejam

Cinta Sang Mafia Kejam
BAB 34


__ADS_3

" Bagaimana? Apa kau siap bertemu dengan orangnya?" Tanya Calvin memastikan istrinya. Saat ini mereka berdua sedang dalam perjalanan ke markas White'Lion dan para sahabatnya telah menunggu mereka berdua di sana.


" Sangat siap.!" ujar Irene,padahal nyata dia sedikit gugup. Hanya saja tidak mau sampai Calvin mengetahui jika dia belum sepenuhnya siap.


Calvin yang melihat jika Irene sedikit gugup. Kemudian memegang tangannya dan menguatkan dia.


" Jangan takut. Aku akan selalu bersamamu dan melindungi mu.!" ujar Calvin tulus,dan menggenggam tangan Irene.


deg


Jantung Irene berdetak,saat Calvin mengucapkan kata-kata tulus padanya. Dia kemudian melihat genggaman tangan mereka. Seketika hatinya seakan menghangat oleh perlakuan kecil Calvin.


" Terimakasih kak," ujar Irene seraya tersenyum.


Calvin tersenyum kecil setelah mendengar Irene yang menyebutkan dia dengan kak.


" Aku suka melihatmu tersenyum dan juga sebutan mu padaku.!" ujar Calvin lagi dengan hati yang berbunga-bunga.


Irene kemudian kembali tersenyum menyikapi tingkah Calvin padanya.


" Aku akan memanggilmu dengan sebutan itu kak." Ujar Irene tulus. Dan kini Calvin semakin mengeratkan genggaman tangan mereka.


Dia maupun Irene, tak ada niatan untuk melepas pegangan tangan mereka. Entah apa yang ada di benak mereka masing-masing. Hanya mereka dan tuhan yang tahu.


Setelah tiba di markas mereka. Calvin kemudian turun dan berlari kecil membuka pintu untuk Irene.


Mereka kemudian masuk ke dalam. Hati Irene kembali di buat gugup. Dia seakan sedih bercampur marah saat akan bertemu dengan orang yang sudah membunuh orang tuannya.


Calvin kemudian kembali menggenggam tangan Irene dengan erat,seakan berusaha menguatkan Irene.


Irene yang melihat itu kembali sirna rasa gugup nya. Dia seakan percaya bahwa suaminya akan mampu menjaga dan melindungi dia.


" Hai kakak ipar." Sapa mereka berempat kompak.


Irene tersenyum mengangguk untuk menanggapi sapaan mereka.


" Jangan takut kak. Lakukan seperti yang kakak ipar lihat, setelah dia membunuh orang tua kakak ipar.!!" Ujar Bara. Pria yang sangat peka terhadap hal seperti ini. Bara sangat tahu rasa sakit melihat orang lain membunuh orang tua mereka sendiri. Dan dia juga berada di posisi itu.


Irene menatap wajah Bara dengan intens. Kemudian mengangguk dengan tatapan yang begitu dingin. Seakan ucapan Bara bagaikan penyemangat nya.

__ADS_1


Calvin kemudian membawa Irene ke hadapan pria yang sedang di tunggu-tunggu oleh istrinya.


" Dia pria yang kamu cari.!" ujar Calvin. Saat ini mereka sedang berhadapan dengan Baskoro.


Dan Baskoro. Jangan di tanya lagi bagaimana reaksinya setelah melihat kedatangan wanita yang sering kali ingin dilenyapkannya.


Kaki Baskoro bergetar menahan rasa takutnya. Setelah kehadiran Calvin dan Irene. Dia sangat tahu apa yang akan terjadi padanya nanti.


" Hai pak tua. Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.!! apa kau mengenalinya?" Ujar Calvin meremehkan Baskoro.


Baskoro sungguh tidak berkata-kata. Lidahnya seakan keluh seketika. Dia menatap nanar ke arah Irene. Yang juga sedang menatapnya dengan tatapan dingin.


Baskoro merasa jika ini terakhir kalinya dia melihat gadis yang orang tuanya sudah di bunuh oleh tangannya sendiri.


" Irene. Apa kau ingin melanjutkan keinginanmu? Jika kau mau, aku bisa membuatnya bersimpuh memohon ampun padamu.!" Ujar Calvin.


" Memohon dan bersimpuh pun tak akan menghidupkan kedua orang tua ku lagi.!!" Ujar Irene dengan tatapan mata yang sangat tajam. Dia seakan ingin menangis dan berteriak sekencang-kencangnya setelah melihat orang yang membunuh orang tuanya ada di hadapannya sendiri.


Irene berjalan mendekat ke arah Baskoro.


" Bagaimana hidupmu? setelah membunuh dan menikmati harta sahabatmu sendiri?! Enakkah? pasti kau tak merasa bersalah sedikitpun setelah melihat mereka tewas di tanganmu. Iyakan? Manusia macam apa kau.Ha!!!! Orang pecundang dan jahat sepertimu tidak pantas hidup di atas penderitaan orang lain. Kau sudah merebut kebahagiaanku.!! Kau membunuh orang tuaku, di saat aku masih membutuhkan mereka dan aku masih membutuhkan kasih sayang mereka. Tapi kau dengan tega merebut semua yang masih aku inginkan.!! Manusia macam apa kau. Ha!!!! Aku tidak akan membiarkanmu mati begitu saja tuan. Aku akan menyiksamu sampai kau sendiri memohon padaku untuk mengakhiri hidupmu.!!" Ucap Irene dengan mata yang memerah. Dia seakan meluapkan amarah yang selama ini di tahan olehnya. Baskoro hanya menunduk dengan rasa takut yang sama. Setelah mendengar ucapan-ucapan gadis di depannya.


Dia berjalan mendekati Calvin.


" Kak. Dia pria yang jahat. Dia membunuh ayah dan ibuku di depan mataku. Dia juga ingin menghabisiku saat melihat aku yang ingin kabur. Apa pantas aku membiarkan dia mati begitu saja. Hm?" Ujar Irene dengan mata yang berkaca-kaca. Seakan luka yang di simpannya kini terbuka kembali.


Calvin menarik Irene ke dalam pelukannya. Tapi tatapan mata nya seakan membunuh ke arah Baskoro.


" Lakukan apapun yang kamu mau. Aku tidak akan melarangnya dan akan mendukungmu !" Ujar Calvin dengan sayangnya mengelus rambut gadis malang di depannya.


Sedangkan ke empat sahabatnya menatap sendu ke arah kakak ipar mereka. Apalagi Bara, pria tampan itu seakan sangat emosi melihat Baskoro yang sudah membuat gadis sebaik kakak ipar mereka hancur seperti sekarang.


Irene mendongakkan kepalanya pada Calvin.


" Bolehkah ku pinjam pistolmu kak?" Ujar Irene.


Jangan di tanya reaksi mereka yang mendengar. Apalagi Baskoro. Pria itu seketika menatap ke arah depan dengan seluruh tubuh dengan gemetaran.


" Apapun untukmu ren.!!" Ucap Calvin. Kemudian dia memberi kode pada Ariion. Dan Ariion mendekat memberi sebuah pistol milik Calvin pada Irene.

__ADS_1


Irene mengambilnya kemudian berjalan mendekat ke arah Baskoro.


Dan


dor


" Akhhhh Sa-sakit.." teriak Baskoro. Setelah satu tembakan mendarat di lengan kanannya.


" Itu belum seberapa.!!" Ujar Irene menyeringai.


dor


" Akhh,,,to-tolong ampuni saya .!!" ujar Baskoro lirih.


" Cih, Bahkan saat orang tuaku memohon ampun kau tak mendengarkan mereka keparat!!!" Ujar Irene tersenyum sinis.


Baskoro memohon ampun setelah darah segar mengalir dari tangan dan betis kakinya.


Irene berjalan mengambil pisau yang sedang di pegang oleh salah satu anak buah Calvin.


Kemudian dengan ganasnya menancap tepat di atas paha Baskoro.


" akhhhhhhhhh" Teriak Baskoro dengan merasakan kesakitan.


Irene dengan brutalnya mencabik-cabik paha Baskoro menggunakan pisau itu. Kemudian seketika dia menancapkan pisau itu tepat di wajah Baskoro.


" Aku tidak mau dia mati sia-sia. Obati lukanya dan aku sendiri yang akan memberikan siksaan padannya.!!" Ucap Irene dengan meludahi wajah Baskoro.


Dia kemudian menatap wajah Calvin seakan menyuruhnya agar memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti kemauannya.


" Lakukan seperti yang istri saya katakan.!!" Ujar Calvin. Dan mendapat anggukan dari anak buah mereka.


Sedangkan keempat pria yang kini sedang menatap tak percaya pada wanita di depan mereka. Bagaimana tidak. Irene dengan sadisnya memberi hukuman yang menurut mereka bagaikan psikopat. Irene seakan tak terlihat seperti dirinya.


Sedangkan Irene. Dia kemudian memeluk tubuh Calvin dengan erat, kemudian menumpahkan tangisannya. Hingga Calvin membawanya ke dalam mobil.


......


Jangan lupa like dan komen ya gengs.,🙏

__ADS_1


__ADS_2