Cinta Sang Mafia Kejam

Cinta Sang Mafia Kejam
BAB 52


__ADS_3

" Hon. Masuk yuk,biarkan semuanya disitu saja. Nanti pelayan yang akan membereskannya."


Ujar Calvin. Saat melihat sang istri yang sedang membereskan sisa makannya tadi.


" Hubby,kok aku tiba-tiba ngantuk ya. Padahal ini masih pagi banget loh by. Hoamm.!"


Irene menutup mulutnya yang sedang menguap,matanya sudah tidak kuat untuk di angkat lagi. Saking ngantuknya dia.


Calvin kemudian mendekat ke arahnya,dan langsung mengangkat tubuhnya ala bridal.


Irene meletakan tangannya di leher sang suami,dan mata yang mulai sayu.


Calvin hanya tersenyum gemas melihat tingkah istrinya ini. Dan melihat keanehan yang di alami oleh Irene,membuatnya sangat yakin jika memang benar istrinya saat ini memang lagi hamil. Dan dia sangat berharap akan hal itu.


Saat menaiki tangga,terdengar suara kepala pelayan. Yang mengatakan jika dokter pribadi milik mereka telah tiba.


" Tuan.!!"


" Ada apa.?" ucap Calvin dengan menatap pelayan yang sedang membungkuk dengan ekspresi datar.


" Dokter Rio telah datang,dan berasa di ruang tamu tuan."


" Katakan padanya untuk menemui saya nanti di ruang kerja saya."


" Baik tuan.!!"


Calvin kembali menaiki tangga menuju kamar mereka.


Dia akhirnya meletakan Irene dengan sayang di atas kasur. Merapikan selimut yang menutupi tubuh Irene,kemudian mengecup kening istrinya.


Calvin akan menemui Rio,yang merupakan salah satu dokter pribadi nya. Calvin memiliki beberapa dokter pribadi,yang bekerja di rumah sakit miliknya sendiri.


ceklek.


Calvin masuk dan melihat jika Rio sedang duduk dengan santainya. Di antara dokter pribadi miliknya,hanya Rio yang terlihat akrab dengan mereka berlima. Bahkan bisa di katakan mereka berteman,hanya saja Rio tidak pandai dalam soal tembak menembak,karena dia lebih fokus pada karirnya yaitu menjadi dokter terbaik.


" Hai bro.!!" ujar Rio dengan tersenyum kuda.


" Apa Ariion sudah memberitahukan mu?"


Tanya Calvin,kemudian ikut duduk di salah satu kursi yang sedang di tempati oleh Rio.

__ADS_1


" Sudah.! Tapi untuk memastikan hal itu, sebaiknya aku akan memeriksa nya langsung "


" Tapi istriku sedang tidur. Dan aku tidak ingin kau membangunkan dia dari tidurnya."


" Ck,bagaimana aku bisa memeriksanya jika begitu. Mending begini saja,besok pagi kau ajak istrimu ke rumah sakit. Di sana kau akan mengetahui hasilnya secara langsung."


" Mm,,tidak buruk juga ucapanmu.!"


Merek akhirnya terlibat dalam obrolan panjang. Karena jarang mereka bersama seperti itu.


.....


" Lepaskan. Kalian fikir kalian siapa ha!! Beraninya kalian melarang saya untuk masuk ke dalam perusahan ini.!!"


" Kami sudah di larang oleh atasan kami,untuk tidak memasukan orang asing ke dalam."


" Huh,apa kalian tidak mengenaliku? Beraninya kalian ya. Kalau saja Calvin akan tahu dengan kelakuan kalian,Aku pastikan kalian akan menyesal nantinya." Ancam Sherli pada penjaga di perusahan Calvin.


" Terserah kata anda ya nona. Yang jelas,tuan Calvin saat ini tidak berada di kantor."


" Jangan banyak alasan. " Sherli masuk ke dalam tanpa menghiraukan penjaga yang sedang berusaha menahannya. Tapi dia berdiri saat melihat Ariion datang mendekat ke arahnya.


" Mau apa kau kemari.!!"


" Untuk apa kau mencarinya? Ini masih jam kerja,dan kami tidak menerima tamu tidak penting sepertimu di sini." ujar Ariion menohok. Yang mana ucapannya membuat para karyawan menahan tawanya,karena melihat wajah Sherli yang syok karena mendengar ucapan Ariion.


" A-apa maksud kamu ha? Hei Ariion berhenti.!!"


Sherli terus berteriak,karena Ariion tak menggubrisnya. Malahan Ariion sudah lebih dulu masuk ke dalam lift.


" Arghh,sialan. Dia fikir dia siapa seenaknya memperlakukan aku seperti ini. Kita lihat saja nanti,setelah aku sudah benar-benar mengambil hati Calvin. Maka aku akan melempar kalian yang tidak suka denganku.!!" gumamnya.


" Ngapain kalian melihatku!! Apa belum pernah bertemu wanita cantik? Dasar kampungan.!!!" ujarnya pada karyawan yang sedang menatapnya.


Sherli lalu meninggalkan perusahan milik Calvin dengan hati yang dongkol. Rasanya dia ingin memaki Ariion sepuasnya karena telah membuatnya malu di depan banyak orang.


Ia akhirnya mengendarai mobilnya menuju perusahaan Ari. Karena ingin mengeluh padanya.


Setelah melewati perjalanan yang lumayan jauh sekitar 30 menit. Mobil Sherli berada tepat di depan perusahan milik Ari.


Kini dengan anggunnya,dia keluar dari mobil dan masuk ke dalam perusahaan.

__ADS_1


" Saya ingin bertemu dengan Ari."


" Silahkan nona,ruangan pak Ari berada di lantai 15."


Sherli kemudian menuju lift. Sebelum kesini,dia lebih dulu telah menghubungi Ari,dan memang karena Ari tak memiliki kesibukan. Maka dia menyuruhnya untuk datang saja ke perusahaan.


" Kau sudah datang? Padahal aku berniat menjemputmu di depan." ujar Ari senang,saat keluar dari ruangannya,dia sudah melihat Sherli keluar dari lift.


" Aku lebih cepat datang dari dugaan mu." ujar Sherli tersenyum.


" Ayo masuk.!!"


ceklek.


Mata Sherli di buat menganga oleh desain interior di dalam ruangan Ari yang sangat mewah. Yang ada dalam pikirannya,ruangan Ari saja seperti ini,apalagi ruangan milik Calvin. Secara Calvin merupakan pria termuda dan tersukses nomor satu di beberapa negara.


" Ruangan mu sangat mewah,aku suka desainnya."


" Aku menyewa pekerja interior dari luar negeri,ya jadinya seperti ini.Hehe,mau minum apa?"


Sherli mendudukkan dirinya di sofa,kemudian di ikuti oleh Ari. " Aku air putih saja,makasih ya"


Ari mengangguk,kemudian menghubungi sekretarisnya untuk membawakan air minum milik Sherli.


" Tumben main ke sini,tadi kau bilang ingin pergi ke perusahan Calvin.!"


" Gue lagi kesel banget Ar. Kau tahu? belum ku juga aku masuk,si Ariion bawahan Calvin itu mengusirku dari sana. Seperti memiliki kekuasaan dia itu. Gue gak terima di giniin tahu."


" Sudah ku duga. Ariion pasti mengusirnya.!!"


" Kau tahu sendiri jika Ariion merupakan tangan kanan yang sangat di percaya oleh Calvin. Jadi apapun yang di perbuat oleh Ariion,sudah pasti itu mendapat persetujuan dari Calvin."


" Jadi maksud kamu.! Ariion ngusir aku dari sana juga karena Calvin ya nyuruh gitu?!"


" Ya bisa saja seperti itu kan? Mana mungkin seorang bawahan mau mengusir tamu dengan begitu saja. Kalau bukan karena di suruh oleh atasannya sendiri." ujar Ari mengadu domba.


" Bisa jadi sih,tapi apa alasannya? Calvin benar-benar berubah. Dia tidak seperti dulu lagi.!!"


" Kena kau Calvin. Perlahan-lahan aku akan membuat orang-orang terdekatmu untuk membenci dan semakin membenci mu. Dengan begitu,aku memiliki banyak peluang untuk menghabisi mu dengan tanganku sendiri. Hahahaha.!!!!!!" Batin Calvin dengan menyeringai.


Tak lama terdengar suara pintu di ketuk,dan masuklah Sekretaris yang membawakan minuman untuk Sherli.

__ADS_1


" Ini tuan minumnya.!"


" Letakan di situ "


__ADS_2