
Tiga hari berlalu. Dan hari ini merupakan hari bersejarah bagi Calvin dan Irene.
Mereka hari ini menggelar hari pernikahan mereka secara tertutup,hanya orang-orang terdekat saja yang datang menghadiri acara pernikahan mereka.
Pernikahan mereka di selenggarakan di salah satu gereja terbesar.
Irene terlihat cantik dengan balutan gaun putih menjulang. Dengan rambut yang hanya di gerainya.
Dan seokjin dengan balutan jas putih, yang sangat pas pada tubuhnya. Tidak melunturkan ketampanan seorang Calvin Rodriguez.
Calvin sangat terpana dengan kecantikan alami yang di pancarkan oleh calon pengantinnya.
Irene di apit oleh mommy dari Calvin menuju altar.
Mata Calvin tak lepas dari Irene. Yang sedang berjalan anggun menuju ke arah dirinya dan pendeta yang akan menikahkan mereka berdua.
Setelah sumpah janji suci mereka selesai. Calvin kemudian mengambil tangan Irene dan mereka berjalan ke arah orang tua Calvin, untuk meminta restu.
" Selamat ya sayang, akhirnya kamu kini telah menjadi bagian dari keluarga kami" ucap Alisa dengan rasa bahagia dan haru,kemudian mereka melakukan cipika-cipiki.
" Makasih ya mom" ucap Irene tersenyum.
Kemudian Irene berbalik pada ayah mertuanya . "Selamat ya nak, semoga rumah tangga kalian langgeng selalu dan memberikan cucu yang banyak buat kita " ujar Bobby dengan menggoda menantunya itu.
__ADS_1
" Terimakasih ya Daddy " ucap Irene membalas pelukan ayah mertuanya.
Hal yang sama mereka lakukan kepada Calvin. Dan kini giliran Calvin squad memberi selamat pada bos dan juga kakak tertua mereka.
" Selamat ya Tuan dan nyonya, semoga rumah tangga kalian langgeng selalu " ujar Ariion, dan mendapat jitakan dari Calvin karena sudah memanggilnya tuan. Dan hal itu mampu membuat Irene tertawa.
" Nona telihat semakin cantik jika tersenyum" ujar Ariion lagi-lagi dia mendapat dua jitakan dari Calvin karena sudah menggoda istrinya. Dan Irene hanya mampu tersenyum dengan kelakuan mereka. Dengan secepat kilat Ariion pergi.
Kini giliran Andreas yang maju kedepan untuk memberi selamat pada kakak dan juga istrinya.
" Selamat ya kakak dan kakak ipar, semoga langgeng dan di berikan momongan yang banyak untuk kita, dan juga sering-sering masak jika kami datang berkunjung ke sini, hehehe" ucap Andreas.
" Makasih tuan Andreas atas doanya." ucap Irene seraya tersenyum.
" Jangan pernah memanggil mereka dengan sebutan tuan, cukup dengan nama saja. Karena kamu adalah istriku !!" ucap Calvin datar.
" Baik.!!" jawab Irene singkat.
ctakk
Belum selesai bicara satu jitakan mendarat sempurna di jidatnya Andreas, yang benar saja. Pria tengil itu berani mengatai dia dan istrinya di depan mereka. Benar-benar mulut Andreas bagaikan ular berbisa.
" Auww, sakit kak. Tega banget sih " kemudian Andreas pergi meninggalkan mereka berdua, daripada nantinya dia akan menjadi sasaran jitakan dari beruang es itu.
Lagi dan lagi Irene hanya tertawa. Karena kerandoman mereka. Kini giliran Bara dan Milton yang memberikan selamat.
Setelah semua memberikan doa dan selamat kepada mereka. Akhirnya mereka semua kembali ke hotel yang sudah di siapkan oleh Calvin squad untuk acara makan-makan dan juga untuk menyiapkan kamar hotel mewah untuk pengantin baru.
__ADS_1
Hingga acara itu benar-benar selesai.
Calvin dan Irene masuk ke dalam kamar yang sudah di siapkan oleh Calvin squad.
ceklek
Pintu terbuka,dan betapa takjubnya Irene melihat betapa cantiknya kamar yang mereka hias ini. Terkesan elegan dan terlihat mewah, walaupun tak di hias seperti kamar pengantin pada umumnya.
" Gantilah pakaianmu, !! kelihatan jika kamu sudah sangat merasa gerah dengan pakaian itu." ucap Calvin. Dan dia kemudian berjalan masuk ke kamar mandi untuk menggantikan bajunya, dia sudah sangat merasa kelelahan.
Irene melihat jika Calvin telah keluar dan menuju tempat tidur. Kini giliran Irene yang masuk ke dalam. Beruntung jika di kopernya telah berada di sana dan pakaiannya semua lengkap.
Tapi matanya tertuju dengan sebuah baju yang sangat tipis dan kurang bahan. Baju yang biasa di sebut lingerie.
" Ada-ada saja mereka." gumam Irene. Dan setelah selesai,dia kemudian keluar dari kamar mandi. Tapi kembali hatinya merasa was-was, takut kalau Calvin akan meminta haknya sebagai istri.
Mata Irene melihat jika Calvin sudah tertidur. Tapi nyatanya Calvin belum benar-benar tertidur.
" Tidurlah, aku tidak akan meminta hak ku, setelah kamu sendiri yang mengizinkannya.!!" ucap Alland.
Irene tersentak dengan ucapan Calvin. Karena dia berfikir jika Calvin sudah tertidur,padahal nyatanya belum.
Dia berjalan mendekat ke arah kasur, kemudian naik dan menarik selimut dan memunggungi Calvin.
Calvin hanya tersenyum simpul melihat tingkah Irene yang menurutnya terlalu menggemaskan.
__ADS_1
" Aku tahu kamu tidak ada rasa padaku, tapi aku berjanji akan membuatmu jatuh cinta padaku dengan sendirinya." Batin Calvin kemudian memejamkan matanya,karena rasa kantuk yang sudah menderanya. Berbeda dengan Irene yang masih memikirkan sesuatu.
💜💜💜💜