Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)

Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)
Kerinduan Ae-Ri


__ADS_3

Tiga bulan kemudian, seperti biasanya SinMart kembali berjalan dengan normal. Walaupun Marcell belum berhasil menjebak VilMart tapi sudah ada beberapa bukti yang dikumpulkan satu per satu.


Tora dan Sherly akhirnya kembali ke Indonesia, karena si kembar selama 3 bulan terakhir tak pernah terdengar berdebat. Sherly berharap putra putranya lebih dewasa dalam menghadapi masalah mereka.


Sedangkan Ae-Ri selama 3 bulan terakhir tak pernah bertemu si kembar Sin. Sejujurnya ia sangat ingin bertemu Jidan Sin, tapi ia menahan hatinya untuk melakukan kebodohan itu. Bahkan saat ia ditugaskan ke perusahaan SinMart sekarang, ia sama sekali tak bertemu Presdir maupun CEO nya. Ia hanya bertemu Kalfi dan juga pak Robert.


Ae-Ri merasa seperti sedang dihindari keduanya, matanya terus mencari keberadaan atasannya tersebut.


"Nona Ae-Ri, apakah kau baik baik saja?" tanya Kalfi.


"Ya pak, aku baik baik saja." jawabnya.


"Tapi mengapa kau membawa data yang salah?" tanya Kalfi lagi.


Ae-Ri terbelalak, ia segera mengambil dokumen yang ia berikan pada Kalfi. "Ya Tuhan, aku sudah gila. Maafkan aku pak, sepertinya aku mengambil dokumen yang salah." jawabnya.


"Aku sangat terkejut kau melakukan kesalahan seperti ini. Kau adalah karyawan SinMart yang paling profesional, tapi entah kenapa kau malah melakukan kesalahan ini. Aku sedang terburu-buru, aku tak bisa menunggu lagi. Lebih baik kau ambil dokumen itu dan langsung serahkan pada pak Ji, aku akan kembali ke SinMart pertama." ujar Kalfi.


Ae-Ri terkejut harus berhadapan langsung dengan pria yang selama ini ia rindukan. "Tapi pak, apa pantas aku langsung bertemu pak Presdir?" tanyanya.


"Itu kesalahanmu sendiri, temuilah pak Presdir." jawab Kalfi seraya meninggalkannya.


Ae-Ri menghela nafasnya, lalu ia segera menghubungi Clara.


"Clara bisakah kau ambil dokumen laporan keuangan SinMart ketiga, lalu tolong kirimkan ke perusahaan SinMart. Aku salah mengambil dokumen." ujar Ae-Ri.


"Baik bu, aku akan segera kesana." jawab Clara.


Ae-Ri menunggu hampir satu jam di lobi perusahaan. Ia terus mondar mandir disana. Ia terkejut saat melihat Jordan Sin memasuki perusahaan. Ae-Ri menundukkan kepalanya dan menyapa CEO nya.


Jordan berhenti tepat di depannya. "Apa aku tak salah lihat?" tanyanya. "Sedang apa kau disini?".


"Aku ingin mengantar dokumen laporan keuangan SinMart ketiga, tapi aku sedang menunggu asistenku pak Jo." jawab Ae-Ri.


"Kau sudah disini dan kau menunggu asistenmu?" tanya Jordan.


"Maaf, aku melakukan kesalahan. Aku membawa dokumen yang salah. Jadi..."


"Bu Ae-Ri, ini dokumennya." ujar Clara dengan nafas yang memburu. "Maaf aku tak melihat anda pak Jo, selamat siang." sapa Clara.


Jordan mengangguk. "Baiklah kau temui aku Ae-Ri." perintahnya.


Ae-Ri mengangguk. "Terima kasih Clara." ujarnya pada asistennya.

__ADS_1


Ae-Ri segera menuju kantor CEO nya dengan petunjuk beberapa karyawan SinMart, karena ini pertama kalinya ia ada di perusahaan SinMart dan Jordan meninggalkannya begitu saja.


"Selamat siang." sapa Ae-Ri pada Marie.


"Selamat siang nona Ae-Ri, anda sudah ditunggu." jawab Marie.


Ae-Ri mengangguk lalu mengetuk pintu kantor Jordan.


"Masuk..." ujar Jordan.


Ae-Ri masuk ke ruangan.


"Duduklah dan temani aku makan siang." pinta Jordan.


"Tapi pak." jawab Ae-Ri.


Jordan menatap wanita itu. "Apa kau menolakku?" tanyanya.


Ae-Ri menggeleng. "Bukan itu maksudku, tapi pak Kalfi bilang aku harus menyerahkan dokumen ini pada pak Ji." jawabnya.


"Pak Ji sedang meeting di luar, kau bisa menunggunya sambil menemaniku makan siang." ujar Jordan.


"Maaf pak, aku tidak berani makan dengan anda." jawab Ae-Ri.


Ae-Ri akhirnya diam dan duduk di depan Jordan. Pria itu memberikan nasi kotak yang sudah disiapkan sekertarisnya.


"Makanlah jangan sungkan." ujar Jordan.


Ae-Ri mengangguk. "Terima kasih pak." jawabnya seraya makan makanan yang ada dihadapannya. Dengan susah payah Ae-Ri menelan makanan itu. Ia sangat canggung karena ini pertama kalinya ia makan dengan atasannya.


"Aku dengar kau mengajukan cuti untuk pulang ke negaramu." ujar Jordan.


Ae-Ri mengangguk. "Benar pak, 3 bulan lagi adikku lulus kuliah dan ingin tinggal bersamaku disini. Aku harus menjemputnya." jawabnya.


"Jadi kau memiliki adik? Laki laki atau perempuan?" tanya Jordan.


"Perempuan pak, dan aku ingin ia bekerja di SinMart." jawab Ae-Ri.


"Apa kau tidak tahu peraturan perusahaan SinMart? Dilarang membawa saudara atau keluarga bekerja di tempat yang sama." tanya Jordan sambil menjelaskan.


Ae-Ri terkejut, ia sama sekali tak tahu soal itu. Melihat wajah Ae-Ri seperti itu Jordan justru tertawa.


"Tapi kau tenang saja, aku akan membantu adikmu bekerja di SinMart. Tapi mungkin bukan di SinMart ketiga tapi dengan syarat adikmu cerdas sama sepertimu." kata Jordan.

__ADS_1


"Terima kasih banyak pak Jo, aku akan membawa adikku dihadapan anda." jawab Ae-Ri.


"Siapa nama adikmu?" tanya Jordan.


"Aerum..." jawab Ae-Ri lagi.


"Nama yang cantik, mungkin ia cantik juga seperti dirimu." kata Jordan.


Ae-Ri hanya terdiam. Ia sudah menyelesaikan makannya lalu menatap jam tangannya.


Jordan ikut melihat jam tangannya lalu melihat makanan di depan wanita itu. "Terima kasih sudah menemaniku, mungkin pak Ji sudah kembali ke kantornya. Temuilah." ujar Jordan lalu tersenyum.


"Terima kasih banyak pak Jo." jawab Ae-Ri seraya pamit dan keluar dari ruangan.


Jordan hanya tersenyum menatap kepergian Ae-Ri. Ia masih saja tak bisa melupakan wanita itu walaupun sudah 3 bulan mereka tak bertemu. Jordan berharap ia bisa mendapatkan hati Ae-Ri.


*****


Ae-Ri kembali mendapat petunjuk dari beberapa karyawan SinMart tentang letak ruangan Presdir nya. Ia melihat kantor yang begitu berbeda dari kantor CEO nya, kantor Presdir walaupun sama luasnya dengan kantor CEO tapi warna cat dinding lah yang membedakannya, warnanya serba putih dan sangat bersih.


"Anda mencari siapa nona Ae-Ri?" tanya Aurel.


"Kau mengenalku? Aku ingin bertemu pak Presdir." jawab Ae-Ri.


"Tentu saja aku mengenalmu, semua cv karyawan SinMart ada ditanganku. Tunggu sebentar." kata Aurel, wanita itu menghubungi Jidan Sin. Setelah itu ia menyuruh Ae-Ri masuk ke kantornya.


"Terima kasih." jawab Ae-Ri dan hanya anggukan kepala Aurel sebagai jawaban.


Ae-Ri mengetuk pintu kantor itu.


"Masuk..." ujar Jidan.


Jantung Ae-Ri berdetak lebih cepat dari sebelumnya, entah mengapa ia sangat gugup saat akan bertemu Jidan Sin. Ia melangkahkan kakinya dengan gemetar. Disanalah pria yang selama ini ia rindukan sedang menatapnya dengan senyuman yang mematikan.


"Aku pikir pak Kalfi yang akan mengantarkannya." ujar Jidan.


Dengan gemetar Ae-Re memberikan dokumennya. "Itu...itu... kesalahanku pak Ji." jawabnya tergagap.


"Kau kenapa? Jangan takut Ae-Ri, aku tak akan menggigitmu. Duduklah..." perintah Jidan.


Ae-Ri mengangguk lalu duduk di depan Jidan. Pria itu mengambil dokumennya, lalu membacanya sekilas. Ia menutup dokumen itu lalu menatap Ae-Ri kembali dan ternyata Ae-Ri sedang menatapnya dengan tatapan mendamba.


*****

__ADS_1


Happy Reading All...😘


__ADS_2