Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)

Cinta Segitiga SIN (Diakah Jodohku 2)
Perkenalan Aerum di SinMart kedua


__ADS_3

Keesokan harinya, kembali SinMart mengadakan meeting bersama para pemegang saham untuk memberikan keputusan akhir tentang VilMart. Kali ini Jordan tidak ikut meeting karena pria itu sedang sibuk di hotel San Marino untuk persiapan pesta nanti malam.


"Terima kasih kalian bisa hadir kembali, aku tak perlu banyak berbicara. Kita masih sibuk bekerja jadi aku hanya akan menanyakan hasil keputusan akhir dari kalian." ujar Jidan. "Di depan kalian ada secarik kertas, kalian tuliskan keputusan kalian disana lalu kumpulkan. Aurel kau bisa mengambil kertas mereka." sambungnya.


Para pemegang saham menulis keputusan akhir mereka di kertas itu, Aurel yang mengambilnya satu per satu dari mereka. Kali ini Aurel yang membacakan voting nya.


"Hasil akhirnya adalah 7 untuk pilihan kedua dan 3 pilihan pertama. Artinya pilihan kedua lah yang menjadi hasil akhirnya." ujar Aurel.


"Baiklah kita sudah mendapatkan jawabannya, kita akan mengambil alih VilMart tanpa mengubah nama mall itu." ujar Jidan. "Pak Kalfi tetap hubungi media dan umumkan soal ini agar penjualan VilMart bisa menyamai penjualan SinMart dan sebulan lagi kita akan membuka mall itu dengan nama VilMart New." sambungnya.


"Tentu saja pak Ji." jawab Kalfi.


"Ada pendapat lain soal keputusanku?" tanya Jidan.


"Sepertinya VilMart New adalah nama yang bagus agar para pelanggan tahu bahwa VilMart yang lama sudah diambil alih oleh kita." ujar salah satu pemegang saham.


"Kami sangat setuju, anda memang selalu hebat dalam menangani bisnis kita ini." sambung yang lain.


"Kalian jangan berlebihan, aku berdiri disini karena kalian juga. Aku bebaskan pekerjaan kalian setelah jam 3 sore untuk persiapan menghadiri pesta kemenangan kita. Aku rasa meeting kita selesai sekarang." kata Jidan.


Semuanya mengangguk dan satu per satu meninggalkan ruangan meeting.


"Pak Marcell, aku masih banyak pekerjaan. Bisakah anda menemui pemilik VilMart sebelumnya untuk mengatakan hasil akhir ini, dan berikan undangan pesta ini untuknya. Wanita itu disini tinggal sendiri, lebih baik membuatnya memiliki banyak teman di SinMart." pinta Jidan.


Marcell mengangguk dan menerima undangan itu. "Aku akan menemuinya pak Ji." jawabnya.


Setelah semuanya keluar tinggal Kalfi dan Jidan saja disana.


"Aku punya perasaan baik kak." ujar Jidan.


"Maksudmu?" tanya Kalfi tak mengerti.


"Marcell dan Vero." jawab Jidan.


Kalfi tertawa. "Kau semakin gila Ji, bagaimana kau bisa memikirkan hal itu?" tanyanya.


"Aku pikir keduanya cocok, dan yang pasti keduanya masih lajang." jawab Jidan.


"Pikirkan tentang kau dan Jo. Sudah saatnya kalian mencari pasangan juga. Tapi ingat jangan satu wanita Ji, kalian harus menyukai wanita yang berbeda." pesan Kalfi.


Jidan tertawa. "Tentu saja kak, aku tak akan membuat kalian khawatir." jawabnya. "Kak, bawalah kak Jenny dan Kevin ke pesta." pintanya.


"Aku mungkin akan membawa Jenny tapi tidak dengan Kevin Ji. Pesta kita bukan pesta anak anak, aku khawatir Kevin salah mengambil minuman." jawab Kalfi seraya tertawa.


"Oh ya ampun, aku memang bodoh tak berpikir sampai kesana. Lalu siapa yang akan menjaga Kevin?" tanya Jidan.


"Aku memiliki pelayan, dan Kevin adalah anak yang pintar. Ia tak akan merengek jika aku dan ibunya pergi." jawab Kalfi.


Jidan mengangguk anggukkan kepalanya. "Aku tahu Kevin memang pintar. Aku masih banyak pekerjaan, apa kakak ingin kembali ke SinMart pertama?"

__ADS_1


Kalfi mengangguk. "Baiklah, kita akan bertemu nanti malam. Jangan lupa hubungi orang tuamu sebelum pesta." pesannya.


Jidan mengangguk dan membiarkan Kalfi meninggalkannya. Jidan juga kembali ke kantornya untuk menyelesaikan pekerjaannya.


*****


Jordan ternyata mengajak Aerum ke kantor SinMart kedua, setelah ia melihat hotel San Marino. Ia mengenalkannya pada general manager SinMart kedua.


"Pak James, inilah karyawan baru yang akan membantumu dalam penjualan. Ia memang belum berpengalaman tapi ia cerdas. Bantulah ia mengenal SinMart kedua." ujar Jordan.


"Halo pak James, namaku Aerum. Mohon bantuannya." ujar Aerum seraya mengulurkan tangannya.


Pak James menyambut tangan Aerum, tapi ia terus menatap wajah wanita itu. "Maaf apa aku salah, wajah nona seperti bu Ae-Ri." ujarnya.


Jordan tertawa. "Tentu saja, ia adalah adik kandung Ae-Ri pak." jawabnya.


"Ya Tuhan, pantas saja." ujar James. "Walaupun aku baru sekali bertemu bu Ae-Ri tapi aku tak lupa wajahnya. Sepertinya aku akan memanggil anda nona saja, karena anda masih sangat muda." sambungnya.


"Terima kasih pak James, panggil aku apapun asal jangan bapak." goda Aerum membuat semuanya tertawa.


Pak James mengajak Aerum berkeliling melihat lihat SinMart kedua dan menunjukkan ruangan kerjanya. Tapi Jordan akhirnya pamit karena masih banyak pekerjaan di perusahaan.


"Selamat bekerja Aerum, sampai bertemu di pesta nanti." ujar Jordan.


"Terima kasih pak." jawab Aerum.


"Baik pak." jawab James.


Jordan meninggalkan mereka, Aerum mulai diberi penjelasan tentang pekerjaannya. Beruntung Aerum memang cerdas persis seperti kakaknya, jadi ia cepat mengerti apa yang dikatakan pak James padanya. Ia pun mulai bekerja disana.


*****


Sudah pukul 3 sore, karyawan utama SinMart pulang lebih awal karena akan menghadiri pesta kemenangan SinMart di hotel San Marino. Ae-Ri sudah bersiap siap pulang, tapi ia mengkhawatirkan adiknya jadi ia menjemput Aerum ke SinMart kedua menggunakan taksi.


"Dimana kau?" tanya Ae-Ri saat ia menghubungi ponsel adiknya.


"Aku sebentar lagi keluar eonni, apa eonni sudah sampai?" tanya Aerum.


"Aku sudah di depan SinMart kedua, cepatlah. Taksi masih menunggu." ujar Ae-Ri.


"Iya aku segera keluar." jawab Aerum seraya mematikan ponselnya.


Sepuluh menit kemudian Aerum keluar dari SinMart, wajahnya terlihat sangat lelah.


"Kau lama sekali." ujar Ae-Ri.


"Aku mencari pak James untuk pamit pulang, tapi pria itu ternyata sudah pulang duluan." jawab Aerum.


"Pak ayo jalan." pinta Ae-Ri pada supir taksi. "Bagaimana pekerjaanmu hari ini?" tanyanya.

__ADS_1


"Baru perkenalan tapi melelahkan karena aku harus mempelajari beberapa dokumen penjualan sebelumnya. Aku pikir banyak sekali yang harus diubah." ujar Aerum.


"Kau harus melakukannya dengan izin pak James, jangan melakukan semua itu atas keinginanmu." pesan Ae-Ri.


"Tentu saja eonni, aku tidak sebodoh itu." jawab Aerum. "Pak, antarkan kami ke butik ternama disini." pintanya.


Supir taksi itu mengangguk.


"Untuk apa kita ke butik?" tanya Ae-Ri.


Aerum tertawa. "Untuk makan." ejeknya. "Tentu saja untuk mencari baju pesta, kau lupa kita akan menghadiri pesta nanti malam." sambungnya.


"Aku tak lupa Aerum, aku memiliki pakaian pesta di rumah. Aku pun sudah menyiapkannya untukmu." jawab Ae-Ri.


Aerum menggeleng. "Sudah saatnya kau berubah eonni, aku yang akan mencarikan gaun untukmu." katanya.


Ae-Ri hanya bisa menghela nafasnya, ia terpaksa mengikuti keinginan adiknya dan masuk ke butik yang ditunjukkan supir taksi itu.


"Ini akan menguras gajiku." ujar Ae-Ri.


"Aku yang akan membayarnya." jawab Aerum.


"Darimana kau mendapatkan uang itu Aerum?" tanya Ae-Ri.


Aerum tertawa. "Kau meremehkan aku eonni, aku memiliki banyak tabungan." jawabnya.


Ae-Ri kembali menghela nafasnya dan mengikuti adiknya. Disana Aerum memilih beberapa gaun untuk kakaknya. Sedangkan ia tak memikirkan dirinya sendiri, karena ia memiliki gaun pesta dari Korea Selatan. Ae-Ri terus mencoba gaun yang dipilihkan adiknya. Dan berhenti saat mendapatkan gaun yang cocok untuk Ae-Ri.


"Fix...itu sangat cantik." ujar Aerum.


"Mana gaun untukmu?" tanya Ae-Ri.


"Sudah ada di rumah, aku membawanya dari Korea." jawab Aerum.


Ae-Ri terbelalak lalu mencubit lengan adiknya. "Kau membawaku kesini untuk mencari gaun untukku." bisiknya.


Aerum terkekeh lalu mengangguk. "Aku ingin kau tampil berbeda seperti biasanya."


"Kau anak nakal Aerum. Aku memiliki banyak gaun pesta." ujar Ae-Ri.


"Dan semuanya terlihat sangat ketinggalan zaman." ejek Aerum.


Sebelum kakaknya lebih murka, Aerum segera membayar gaunnya dan keluar dari butik itu. Lagi lagi Ae-Ri hanya bisa berdecak dan menghela nafasnya.


*****


Happy Reading All...😘


Maaf atas keterlambatan up...🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2